Rabu, 18 Maret 2026

CTF - Chapter 292

Consort of A Thousand Faces

Chapter 292 : Tunggu Sampai Kau Dewasa


Liu Yin Yin mundur selangkah, suara nyaringnya dipenuhi dengan ketidakpercayaan selagi ia menunjuk Ning Lian Chen. "Aku tidak percaya padamu; kau adalah seorang pembohong yang sudah membohongiku sejak awal! Sekarang, kau bahkan mengatakan bahwa Ayah sudah tiada! Ayah diutus ke daerah pedesaan, mana mungkin dia ...."

Mana mungkin ia meninggal dunia? Liu Yin Yin merasa gelisah. Mengabaikan keadaannya, ia pun berbalik dan berlari di jalur istana, tanpa memedulikan kemana arahnya. Aku tidak mau melihat Yang Mulia. Ia adalah orang yang merebut Ayah, dan sekarang, Ayah menghilang!

Ning Lian Chen memerhatikan sewaktu Liu Yin Yin berlari pergi. Guru Agung Liu telah memercayakan Liu Yin Yin padanya sebelum kematiannya. Merasa bersalah terhadap keluarga Liu, Ning Lian Chen merasa wajib untuk menjaga putri mereka dengan sangat baik.

Dengan keuntungan fisik Ning Lian Chen, hanya dibutuhkan beberapa saat untuk menyusul Liu Yin Yin. Ia meraihnya dan menarik sosok kecil Liu Yin Yin ke dalam pelukannya, kepalanya hanya mencapai pinggangnya.

Liu Yin Yin tidak berhasil mengendalikan langkahnya dan menumbur Ning Lian Chen, melukai hidungnya di tulang pinggul Ning Lian Chen.

Sebelum Liu Yin Yin dapat melakukan apa pun, satu tangan besar mengusap-usap hidungnya sementara ia mendengar helaan napas dari atasnya. "Yin Yin, jadilah gadis yang baik. Orang tuamu meninggal karena Nan Zhao, tetapi Kaisar ini tidak akan membiarkan mereka mati sia-sia. Taruhannya terlalu tinggi untuk dipahami seseorang semuda dirimu, tetapi Guru Agung Liu telah memercayakanmu padaku. Karena itu, Kaisar ini pasti akan menjagamu baik-baik sampai kau dewasa dan mencarikanmu seorang suami yang baik."

Liu Yin Yin memindai sekeliling. Istana kekaisaran ini begitu besar, dan dikelilingi dengan tembok tinggi dan dingin ini. Ayah dan Ibu sudah tiada, dan Kediaman Liu bersama mereka. Akulah satu-satunya yang tersisa ... bahkan Kakak Peri juga menghilang.

Memikirkan ini, Liu Yin Yin mulai menangis. Bahkan, orang dewasa saja akan kewalahan menghadapi pergolakan sedrastis ini, terlebih lagi seorang gadis berusia sepuluh tahun. Dan tentu saja, penyebab semua ini berada tepat di depannya. Liu Yin Yin hanya bisa mengepalkan tangannya dan mengayunkan mereka pada Ning Lian Chen sementara ia mulai mengamuk.

Tangannya yang lemah seperti rintik hujan di tubuh Ning Lian Chen. Tetapi, ia tidak menghentikan Liu Yin Yin. Akulah orang yang berutang pada Keluarga Liu; Liu Yin Yin bebas memukuliku sesukanya.

"Kau bajingan!" Terlalu lelah untuk terus mengayunkan tangannya, Liu Yin Yin hanya bisa mulai meneriakinya.

Kadang-kadang, dayang istana akan lewat dan membeku melihat pemandangan di depan mereka. Yang Mulia tidak sama dengan sebelumnya! Ia sudah memegang kekuasaan kekaisaran yang signifikan, tetapi gadis kecil ini sungguh berani untuk memukulinya!

Ning Lian Chen berbalik dan melemparkan tatapan dingin pada mereka, memaksa para dayang menundukkan kepala mereka dan berjalan pergi.

Lelah akibat memukul dan memarahi, Liu Yin Yin terdiam dan melepaskan diri dari pelukan Ning Lian Chen. Ia menatap hamparan bunga dengan bingung, matanya kuyu dan acuh tak acuh, tak lagi memiliki kelincahan seperti sebelumnya. Ning Lian Chen merasa ada batu besar di hatinya selagi ia melihat tampang linglung Liu Yin Yin.

Di waktu yang bersamaan, seorang pengawal kekaisaran membawa seorang gadis yang hanya sedikit lebih tinggi daripada Liu Yin Yin menuju ke perbatasan luar Taman Kekaisaran. Gadis itu mengenakan gaun kuning yang terbuat dari kain yang kualitasnya sedikit lebih tinggi daripada apa yang digunakan untuk baju-baju rakyat jelata. Tetap saja, itu lebih rendah mutunya daripada gaun yang dikenakan Liu Yin Yin.

"Tunggu di sini, aku akan melapor pada Yang Mulia."

Gadis itu mengangguk tanpa kata, matanya dipenuhi kewaspadaan. Ia tidak mengerti kenapa pengawal ini mendadak menerobos masuk ke dalam rumahnya, ingin membawanya ke dalam istana kekaisaran. Ia benar-benar takut pada istana kekaisaran, tetapi ibunya gembira mendengarnya, dan bahkan memberitahukannya tentang banyak hal tak terduga secara rahasia.

Ia hanya mengetahui bahwa ibunya sudah mengikuti ayahnya tanpa diberikan status apa pun. Biarpun ia dipandang remeh oleh penduduk desa, ia melihat mata mereka mengandung jejak iri ketika pengawal datang untuk membawanya pergi. Ia bahkan melihat sejejak rasa bangga di mata ibunya.

Pengawal kekaisaran berjalan ke sisi Ning Lian Chen sebelum membungkuk. "Yang Mulia, Nona Fang ...."

Ning Lian Chen mengangguk, matanya bertatapan dengan mata gadis kecil di sebelah jalur istana sebelum dengan cepat ia mengalihkan tatapannya. "Bawa ia ke aula istana di sebelah barat. Perintahkan dayang istana untuk melayaninya. Pastikan agar mereka tidak memperlakukannya dengan buruk."

"Bawahan ini mematuhi perintah." Pengawal itu membungkuk lagi sebelum kembali ke tempat dimana Fang Ling Dang berdiri. "Ayo, ikuti aku ke tempat tinggalmu. Yang Mulia baik padamu. Mulai dari sekarang, kau dianggap seorang majikan di istana kekaisaran ini."

Fang Ling Dang membeku sewaktu sepasang mata itu terlintas dalam benaknya. Matanya serius dan tanpa kehangatan, tetapi terasa berbeda. Itu adalah pertama kalinya ada seseorang yang menatapku tanpa penghinaan. Dengan betapa khasnya wajahnya, tidak mungkin aku akan melupakan dirinya. Meskipun hanya sepintas lihat, itu meninggalkan kesan mendalam pada Fang Ling Dang.

"Ayo pergi, berhenti bengong." Suara pengawal itu menarik Fang Ling Dang keluar dari pemikirannya, mendorongnya agar menggumam mengiyakan sebelum mengikutinya.

Sebelum Fang Ling Dang pergi, ia berbalik dan melihat ke arah Taman Kekaisaran untuk melihat Ning Lian Chen sedang menggenggam tangan seorang gadis dan membujuknya. Anak perempuan ini lebih mungil dariku, dan sepertinya lebih muda juga.

Di dalam Taman Kekaisaran, Liu Yin Yin mengibaskan tangan Ning Lian Chen. "Aku bisa kembali sendiri. Aku tidak butuh air mata buayamu." Ia mulai berjalan ke depan, tetapi mendadak berhenti dan melihat sekitar. Bagaimana aku kembali ke istana peristirahatanku?

Melihat Liu Yin Yin mendadak tersesat, Ning Lian Chen tidak tahan untuk terkekeh, berpikir bahwa ia tampak menggemaskan.

Liu Yin Yin berbalik dan memelototinya. "Apa yang kau tertawakan! Aku hanya lupa sebentar saja, kemana harus pergi!"

"Kaisar ini akan membawamu kembali. Istana peristirahatanmu tidak jauh dari istana Kaisar ini, karena akan lebih mudah bagiku untuk mengunjungimu lain kali." Ning Lian Chen berjalan di depannya selagi ia berbicara.

Liu Yin Yin mengerucutkan bibirnya dan mengikuti, tetapi berhati-hati agar menjaga jarak di antara mereka. Orang tuaku meninggal demi bangsa, tetapi sekarang ini Nan Zhao damai. Mengapa orang tuaku harus mati?

Liu Yin Yin tidak mengerti, tetapi mengetahui bahwa ia harus tumbuh dewasa sebelum ia dapat melakukannya. Aku harus membalaskan dendam setelah aku lebih dewasa!

Selain itu, apa maksudnya bahwa ia akan menunggu hingga aku lebih dewasa sebelum mencarikan seorang suami untukku? Tidak mungkin! Aku sudah membaca banyak buku semenjak Ayah mengajariku caranya, tetapi buku yang belum pernah kubaca adalah 'Pelajaran bagi Wanita' aku membacanya satu halaman dari peraturan-peraturan itu dan membuangnya.

(T/N : Pada dasarnya, itu adalah sebuah buku yang mengajarkan bagaimana wanita harus bersikap.)

Itu dipenuhi dengan argumen yang tidak masuk akal; berani-beraninya mereka menyebut itu sebuah klasik suci!

Liu Yin Yin begitu sibuk dengan pemikirannya hingga ia bahkan tidak menyadari kalau mereka sudah mencapai istana peristirahatannya sampai Ning Lian Chen memanggil, "Yin Yin, kita sampai."

Setelah melihat Ning Lian Chen, dayang istana di istana peristirahatan itu terkejut dan segera maju ke depan. "Yang Mulia, pelayan ini pantas mati."

Ning Lian Chen memerintahkan dengan suara berat, "Awasi Nona Yin Yin, jangan biarkan ia mengamuk."

"Pelayan ini mematuhi perintah. Terima kasih pada Yang Mulia karena mengampuni pelayan ini." Dayang istana itu merasa lega. Ia mengangkat kepalanya dan memberitahu Liu Yin Yin, "Nona, Anda menakuti hamba sampai hilang akal dengan menghilang seperti itu."

Liu Yin Yin menatap Ning Lian Chen dan mendengus. "Aku tidak akan membiarkan orang tuaku mati sia-sia. Kau pikir, karena aku telalu muda untuk mengetahuinya, tetapi saat aku dewasa, beritahu aku siapa yang mencelakai orang tuaku."

"Baiklah," Ning Lian Chen menjawab dengan lembut.

Dengan janji Ning Lian Chen, Liu Yin Yin memasuki istana peristirahatannya. Dayang istana itu membungkuk pada Ning Lian Chen sekali lagi sebelum ia berbalik dan mengikuti.

Ning Lian Chen berbalik. Liu Yin Yin baru sepuluh tahun, tetapi sudah membuatku sakit kepala. Itu sama seperti ketika aku anak-anak, dan Ayahanda Kaisar dan Ibunda Permaisuri meninggal satu per satu. Aku sangat muda, dan Kakak Perempuan harus menghabiskan banyak waktunya untuk terus membujukku demi membuatku bahagia.

0 comments:

Posting Komentar