Selasa, 31 Maret 2026

CTF - Chapter 313

Consort of A Thousand Faces

Chapter 313 : Seseorang yang Mengetahui Bagaimana Menembakkan Panah Penembus Jantung


Bibir Feng Chang Qing sudah pucat, tetapi ia masih mempertahankan kesadarannya. Setelah ia melihat Su Xi-er, ia memanggil, "Putri Pertama Kekaisaran."

"Jangan bicara sekarang ini, biarkan aku memeriksa lukamu." Su Xi-er berlutut di depannya dan menggulung lengan bajunya. Untungnya, darah dari luka pedang ini berwarna merah terang normal. Selama ia tidak terkena racun, itu akan jadi masalah yang mudah, untuk membersihkan dan membalut lukanya dengan sejumlah obat.

Su Xi-er berjalan ke arah lemari dan mengeluarkan bubuk bunga Ling Rui. Tentu saja, aku masih harus menghentikan pendarahannya; kalau tidak, ia akan pingsan.

Ia mengambil botol berwarna cokelat dan berjalan ke arah Feng Chang Qing, membukakan botol selagi ia menuangkan bubuk di dalamnya ke atas lukanya. Hanya sejenak saja sebelum lukanya berhenti berdarah.

"Setelah air panasnya di sini, kita akan membersihkan lukanya dan membubuhkan lebih banyak bubuk bunga sebelum diperban. Feng Chang Qing, apa kau pergi ke Istana Kedamaian Penuh Kasih?" Su Xi-er bangun dan menanyainya sementara ia mengeluarkan ramuan obat. Ia menuangkan air dingin di dalam teko teh, membersihkan ramuan obat itu, dan menyerahkannya pada Feng Chang Qing. "Emut di mulutmu."

Feng Chang Qing memasukkan ramuan obat itu ke dalam mulutnya dan membiarkan mereka berada di bawah lidahnya. Ia dapat merasakan aroma herbal ringan yang menyebar di seluruh mulutnya, membawa serta perasaan yang menyegarkan.

"Ketika bawahan ini kembali ke Kediaman Pangeran Hao, aku melihat seorang pengawal yang bergegas pergi ke istana kekaisaran dengan berkuda. Berpikir kalau mungkin terjadi sesuatu pada Anda, aku mengikutinya. Setelah itu, aku mendengar orang-orang bergosip bahwa seorang dayang dari Istana Samping dibawa oleh Ibu Suri ke Istana Kedamaian Penuh Kasih. Lalu, bawahan ini bersembunyi di salah satu pondok di halaman belakang Istana Kedamaian Penuh Kasih, tetapi aku tidak menyangka akan menemukan seorang pria berpakaian hitam."

Saat ini, Feng Chang Qing berhenti dan jadi lebih serius. "Ia punya perawakan yang besar, dan diselimuti dengan jubah hitam dari kepala hingga ujung kaki. Yang paling penting, ia tahu bagaimana caranya menembakkan Panah Penembus Jantung."

"Apa kau melihat bagaimana rupanya?"

Feng Chang Qing menggelengkan kepalanya. "Tidak. Ia juga memakai cadar seperti bawahan ini. Bawahan ini bisa mengetahui bahwa ia sangat mahir setelah bertarung dengannya. Setiap gerakannya ganas, terisi dengan cukup tenaga untuk membunuh. Ia adalah orang yang memutuskan otot tangan dan kaki dari si pengawal Istana Kedamaian Penuh Kasih."

Ekspresi Su Xi-er jadi serius. "Aku pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya, tetapi mirip seperti sekarang, ia memakai cadar hitam untuk menyembunyikan jati dirinya, jadi aku tidak tahu apakah ia adalah teman atau musuh. Satu-satunya hal yang aku yakini adalah bahwa ia mengenal Pangeran Kekaisaran Ketiga. Meski begitu, mereka berdua jelas bukanlah teman."

Alis Feng Chang Qing tertaut dengan erat. Akhirnya, ia mengingatkan, "Dengan betapa akrabnya ia dengan geografi di Istana Kedamaian Penuh Kasih, ia pasti telah bersembunyi di sana untuk waktu yang sangat lama. Ia juga berniat untuk menembak Anda dengan panah itu, menyiratkan bahwa ia dan Ibu Suri mungkin saling mengenal. Di masa yang akan datang, Anda harus berhati-hati selagi Anda berada di istana."

Su Xi-er mengangguk. "Aku akan bodoh jika tidak lebih berhati-hati setelah mendapati orang ini muncul dua kali di hadapanku. Pokoknya, kau harus kembali ke Kediaman Pangeran Hao setelah aku membalut lukamu; kalau tidak, Pangeran Hao akan curiga apabila ia mengetahui kau menghilang."

"Bawahan ini mematuhi perintah."

Di saat ini, Hong Li masuk ke dalam kamar bersama sebaskom air panas dan sehelai saputangan. Ketika ia melihat mata panjang dan sipit Feng Chang Qing, Hong Li pun tertegun. Mata pria ini indah sekali!

Feng Chang Qing dapat melihat rasa kagum di matanya. Namun, ekspresinya melembut ketika ia menyadari bahwa gadis itu yang telah menyelamatkan nyawanya. "Terima kasih banyak karena menyelamatkanku, Nona."

"Kalau begitu, kau akan membersihkan sendiri lukamu, atau kau mau aku yang membersihkannya untukmu?" Hong Li membasahi saputangan itu dan memerasnya hingga kering sembari bertanya.

"Nona, aku tidak akan menyusahkanmu. Aku akan melakukannya sendiri." Feng Chang Qing mengulurkan tangannya yang tidak terluka dan mencoba untuk mengambil saputangan itu dari tangan Hong Li.

Akan tetapi, Su Xi-er merebut saputangan itu. "Biarkan aku yang membersihkannya. Aku sudah sering kali terluka, dan aku tahu bagaimana caranya untuk membersihkan luka agar itu tidak infeksi."

Ia menatap pada Feng Chang Qing, tidak mengizinkan pria itu untuk menolaknya. Kemudian, ia mengambil saputangan lembap itu dan mulai membersihkan luka itu untuknya.

Setelah mengulangi prosesnya dua kali lagi, Su Xi-er menyuruh Hong Li membawa pergi baskom tersebut. Lalu, ia menuangkan bubuk bunga Ling Rui lagi pada lukanya sebelum merobek kain dari keliman baju pria itu, menggunakannya untuk membalut lukanya.

Bubuk bunga Ling Rui bagus untuk mengurangi peradangan, dan dengan cepat mengurangi rasa sakitnya.

Tiba-tiba saja, Hong Li membuka pintu dengan gelisah dan memperingatkan pelan, "Su Xi-er, aku baru saja melihat Pangeran Hao berjalan kemari. Ia akan segera sampai di sini!"

Alis Su Xi-er mengernyit. Aku tidak bisa membiarkannya menemukan Feng Chang Qing. Ia langsung mendorong satu botol bubuk bunga Ling Rui ke dalam tangannya. "Bawa ini dan cepatlah pergi; pastikan jangan biarkan siapa pun melihatnya."

Ia mendorong Feng Chang Qing ke bagian belakang kamar dekat jendela. Mengetahui bahwa ia tidak bisa berlama-lama, Feng Chang Qing membuka jendela dan melompat keluar. Ramuan obat itu telah membantunya mendapatkan sejumlah tenaganya.

Hong Li memerhatikan sewaktu Feng Chang Qing pergi, kekecewan melintas di matanya. Aku tidak tahu apakah aku akan bisa bertemu dengannya lagi, tetapi matanya begitu cerah dan indah.

(T/N : Ehem, apakah akan muncul ship baru, Feng Chang Qing x Hong Li? 🤭)

Sebelum Su Xi-er bahkan bisa menutup jendela, pintunya terbuka, dan suara yang dalam dapat terdengar. "Bagaimana lukamu?"

"Hamba ... memberi hormat pada Pangeran Hao." Kaki Hong Li terus gemetaran ketika ia melihat Pei Qian Hao.

Su Xi-er menutup jendela dan berjalan menuju ke arah Pei Qian Hao. Sebelum ia bahkan mulai membungkuk, pria itu meletakkan satu tangan di bahunya dan mengangguk ke arah Hong Li. "Bawakan sebaskom air panas kemari."

Hong Li menatap kosong. Apakah Su Xi-er terluka? Sebaskom air panas biasanya digunakan untuk membersihkan luka.

"Kenapa kau masih berdiri di sana?"

Saat Hong Li mendengar kejengkelan dalam suara Pangeran Hao, ia tidak berani tinggal lebih lama lagi.

***

Di dalam kamar, Pei Qian Hao menggulung lengan baju Su Xi-er. Ketika ia melihat darah kering berwarna merah tua, alisnya pun mengerut. "Kau selalu terluka di istana kekaisaran. Apa kau suka sekali terluka?"

Setelah itu, ia berjalan menuju ke rak dan mengambil satu botol bubuk bunga Ling Rui. Setelah menyadari kalau satu botol sudah hilang, ia bertanya, "Kau baru saja kembali ke istana, tetapi kau sudah menggunakan satu botol bubuk bunga Ling Rui?"

Botol bubuk yang menghilang itu diberikan pada Feng Chang Qing, tetapi aku tidak boleh memberitahukan Pei Qian Hao itu. Ia membencinya saat aku memberikan benda-benda yang dihadiahkan olehnya kepada orang lain.

Su Xi-er menjawab, "Pangeran Hao, Anda mengatakan kalau Anda tidak ingin tubuh hamba ini berbau tidak enak. Oleh karenanya, hamba menggunakan sebotol bubuk bunga Ling Rui untuk mandi setelah kembali."

Pei Qian Hao berbalik dan memegang botol bubuk bunga Ling Rui. Indra penciumannya yang akut mengizinkannya untuk mendeteksi aroma samar dari ramuan obat, tetapi ia tidak mengatakan apa-apa meski merasa itu mencurigakan. Ia hanya berdiri di depan Su Xi-er dan memegangi tangannya sembari menggulung lengan bajunya.

Saat Hong Li tiba-tiba berbelok dengan sebaskom air panas di tangannya, ia membeku melihat pemandangan di depannya.

Suara Pei Qian Hao yang rendah dan dalam pun dapat terdengar. "Masuk dan tutup pintunya."

"Hamba mematuhi perintah." Hong Li langsung menutup pintu di belakangnya selagi ia membawa sebaskom air itu masuk dengan tangan yang gemetaran.

Aku tidak bisa hanya menaruh baskomnya di lantai dan membiarkan Pangeran Hao berjongkok untuk membantu Su Xi-er membersihkannya, kan?

Su Xi-er menatap Pei Qian Hao dan mengambil saputangan tersebut. "Pangeran Hao, hamba pikir, lebih baik untuk melakukannya sendiri."

Tidak ada jawaban. Hong Li berdiri tegak dan membawa baskom kayu itu setinggi pinggang.

Suara dari saputangan yang dibasahi dan diperas kering dapat terdengar. Tatapan Pei Qian Hao tertuju pada luka Su Xi-er sewaktu ia mengangkat saputangan itu dan dengan hati-hati membantunya membersihkan luka tersebut.

Setelah itu, ia membubuhkan obat padanya dan membalutnya.

"Hati-hatilah di masa yang akan datang. Jika keropengnya terbuka lagi, lukamu akan bernanah." Pei Qian Hao menurunkan lengan bajunya dan menegurnya dengan jejak ketegasan dalam suaranya.

Su Xi-er tahu bahwa, meski jika keropengnya terkoyak, itu tidak akan bernanah. Ia hanya mengatakan itu untuk menakut-nakutiku.

0 comments:

Posting Komentar