Selasa, 31 Maret 2026

CTF - Chapter 315

Consort of A Thousand Faces

Chapter 315 : Kediaman Tan


Pelayan Tan Ge, Cui-er, tidak mengenali kereta kuda Pangeran Hao, tetapi ia mengenali Wu Ling. Dengan seberapa besar rasa hormat yang ditunjukkan Wu Ling pada orang yang ada di dalam kereta kuda tersebut, hanya mungkin Pangeran Hao! Pelayan itu langsung menarik-narik lengan baju Tan Ge. "Nona, itu adalah kereta kuda Pangeran Hao!"

Suaranya mengandung sejejak kegembiraan. Aku akan mengawasi kereta kuda berjumbai hitam ini di masa yang akan datang. Aku mungkin bisa memohon Pangeran Hao agar mempertahankan Nona dan tidak mengusirnya.

Kontras dengan Cui-er yang kegirangan, Tan Ge jauh lebih tenang. "Meski jika Pangeran Hao sedang berdiri di depanku, aku tidak akan memohon padanya agar mempertahankanku. Aku tidak ingin menjalani kehidupan semacam itu." Setelah itu, ia memutar tumitnya dan berjalan menuju ke rumah jahit.

Ia merasa dirinya sangat beruntung, dapat menemukan sebuah rumah jahit setelah ia meninggalkan Istana Kecantikan. Pengurus itu mengakui keahliannya dan mengizinkannya untuk tinggal.

"Nona!" Cui-er cemberut. Kenapa Nona menyerah pada dirinya sendiri? Ini sudah beberapa hari semenjak Istana Kecantikan dibubarkan, tetapi Kepala Keluarga bahkan masih belum mencoba untuk menghubungi Nona. Apakah ia sungguh berencana untuk mengabaikannya dan meninggalkannya seorang diri?

Cui-er memerhatikan sewaktu Tan Ge berjalan pergi dan buru-buru mengikutinya. Akan tetapi, tiga pria kekar muncul dan menghadang jalan mereka tepat saat mereka berbelok di sudut. Sudah jelas kalau mereka di sana untuk mencari masalah dengan kedua wanita ini.

Tan Ge mundur beberapa langkah ke belakang tetapi tetap tidak gentar, menegur mereka dengan suara yang keras. "Hukum di Bei Min ketat, dan ini tengah hari. Mengapa kalian mencoba untuk secara sengaja melanggar hukum?"

Pria-pria kekar itu tertawa. "Cantik, kami hanya tahu bahwa kami tidak akan membiarkanmu kabur dari kami hari ini. Sementara untuk hukumnya? Apa yang akan diketahui oleh kami, saudara-saudara yang tidak berpendidikan tentang itu?"

"Lihat Kakak Tertua, apa yang kukatakan itu benar. Aku melihatnya berjalan masuk ke dalam rumah jahit kemarin. Tsk, tsk, wanita-wanita penjahit lainnya itu, entah terlalu tua atau berkulit kasar. Si cantik di sini berkulit mulus dan berwajah cantik. Aku hanya ingin mencicipinya saat aku melihatnya!"

Ketiga pria itu berbicara secara santai di antara mereka, selagi mereka mendekati Tan Ge, tidak memedulikan Cui-er sewaktu dengan beraninya ia menempatkan dirinya di depan orang itu. "Nona, cepatlah pergi; pelayan ini akan menghadang mereka untuk Anda. Kalian semua, orang-orang rendahan, apa kalian tahu siapa yang sedang berdiri di depan kalian?!"

Tan Ge mengatupkan bibirnya rapat-rapat, wajahnya mengerut menjadi ekspresi yang serius. Cui-er tumbuh besar bersamaku sejak kecil; ia adalah satu-satunya anggota keluarga terdekat yang kumiliki setelah meninggalkan Kediaman Tan. Jika aku meninggalkan Cui-er, aku tidak layak jadi manusia!

"Nona, pergi sekarang!" Cui-er jadi semakin gelisah, mengulurkan tangannya untuk mendorong Tan Ge pergi.

Namun, salah satu dari pria itu dengan cepat berjalan ke belakang Tan Ge dan menggunakan tangannya untuk menggendongnya ala pengantin, dan memutar-mutar dirinya. Tangannya memeluk pinggangnya sementara ia berbicara. "Kediaman Tan sudah lama merosot, kalau tidak, akan ada orang kemari untuk menyelamatkanmu. Kenapa tidak ikuti saja kami ini? Setidaknya, kau bisa hidup dalam damai karena kami bertiga menyokongmu!"

Mata Tan Ge melemparkan pelototan dingin, dan ia bahkan meludahinya. "Kalau kau tidak menurunkanku, jangan harap untuk mempertahankan otot di tangan dan kakimu!"

Di lain pihak, Cui-er sudah dipaksa hingga ke sudut oleh kedua pria kekar lainnya. Mereka mengulurkan tangan mereka berbarengan dan membuka kerah bajunya, memperlihatkan bahu telanjangnya. "Bahkan, pelayannya saja berkulit sebagus ini! Kita benar-benar memenangkan lotere!"

Cui-er belum pernah dipermalukan seperti ini, dan jadi marah besar sementara ia mencoba untuk menggigit tangan pria itu.

Pria kekar itu mendengus dan menampar wajahnya; nyaris segera, wajah Cui-er mulai membengkak.

Melihat kalau ini tidak berjalan baik, Tan Ge memutuskan untuk mengikuti para pria itu untuk sekarang ini, demi menenangkan mereka. Kami bisa mencari sebuah kesempatan untuk melarikan diri setelah meninggalkan gang ini!

Setelah memutuskan ini, ia mencoba untuk memainkan sandiwara seorang wanita yang pemalu. "Aku setuju untuk mengikuti kalian, tetapi turunkan aku dulu. Aku takut orang lain melihat kita seperti ini di siang bolong."

Pria kekar yang sedang menggendongnya pun kesenangan mendengar itu. Ia tertawa terbahak-bahak dan mencium pipinya. "Baiklah, ikuti kami dengan patuh!"

Tan Ge menekan rasa jijiknya dan mengikuti ketiga pria itu dari belakang, merapikan baju Cui-er saat ia melewatinya.

Air mata Cui-er berjatuhan seperti tetesan hujan. "Nona ...."

"Mari kita ikuti saja mereka, untuk saat ini." Tan Ge mengedip pada Cui-er, dan orang itu mengangguk untuk memberi isyarat bahwa ia mengerti.

Setelah mereka sampai di jalan utama dimana ada lebih banyak pejalan kaki, Tan Ge menarik Cui-er bersamanya dan mulai melarikan diri.

Ketiga pria kekar itu menyadari tindakan mereka dan menghentikan mereka. "Dasar kau wanita tidak tahu malu, walau sudah menikahi kakak tertuaku, kau masih berpikir untuk pergi keluar dan merayu orang setiap hari!"

Orang-orang yang lewat pun memberikan mereka pandangan sekilas dan menggelengkan kepala mereka. Kami tidak semestinya ikut campur dalam urusan keluarga.

Cui-er gusar. "Siapa yang menikahi kakak tertuamu? Kalian bertiga mencoba untuk menculiknya!"

Ketiga pria kekar itu tidak berkomentar lebih jauh dan hanya memegangi Tan Ge dan Cui-er.

Tiba-tiba saja, satu kereta kuda dengan jumbai warna cyan yang menggantung dari atapnya pun lewat.

Tan Ge langsung mengenali kereta kuda Commandery Prince Xie dan memanggil, "Commandery Prince Xie, tolong selamatkan wanita kecil ini!"

Ketika para pria kekar itu mendengar nama Commandery Prince Xie, membuat mereka merinding. Namun, ketika ia melihat si Commandery Prince Xie yang disebut-sebut ini, ia langsung berbalik dan menampar wajah Tan Ge.

Namun, tiba-tiba saja, pria kekar itu mulai menjerit kesakitan sewaktu darah bercipratan kemana-mana. Tan Ge menggunakan kesempatan untuk menyerang dengan pisau yang disembunyikannya, menyayat dalam ke tangan kanan pria itu.

Meskipun berteriak, suara jelas dari pria lain dapat terdengar di antara kericuhan itu. "Pengawal, tangkap ketiga pria itu. Mereka mencoba untuk menculik Nona dari Kediaman Tan, dan harus dihukum dengan keras oleh hukum."

Pengawal itu membungkuk dan segera mengepung ketiga pria itu berbarengan sebelum membawa mereka pergi.

Air mata kegembiraan bercucuran dari mata Cui-er sewaktu ia menarik tangan Tan Ge. "Nona, kita selamat!"

Tan Ge mengangguk. Perlahan-lahan ia berjalan ke depan kereta kuda Commandery Prince Xie dan membungkuk untuk memberikan hormat. "Terima kasih banyak karena telah menyelamatkan kami, Commandery Prince Xie."

Satu tangan yang panjang mengangkat tirai kereta kuda tersebut, memperlihatkan sisi samping dari wajah tampan Xie Yun. Cui-er pun hanya bisa tertegun. Pria ini memiliki aura yang sangat berbeda dari Pangeran Hao. Mereka sama-sama tampan, tetapi Pangeran Hao dingin, sementara Commandery Prince Xie lembut.

(T/N : saya mencium bau-bau Yun preet kedua kalo uda bawa-bawa pria lembut ini -_-)"

"Nona Tan, Pangeran ini akan mengantarkanmu kembali ke Kediaman Tan."

Saat Tan Ge mendengar ini, ia segera menggelengkan kepalanya. "Aku tidak akan kembali."

Namun, bukan terserah padanya untuk memutuskan apakah ia harus kembali atau tidak. Kedua pengawal itu memahami niat Xie Yun dari tampangnya, dan memanggil kereta kuda lain sebelum meminta kedua wanita itu untuk naik.

"Nona Tan, kau harus kembali ke tempat kau berasal." Tak lama setelah ia membuat komentar ini, kereta kuda Xie Yun perlahan-lahan mulai bergerak pergi.

Ekspresi Tan Ge sakit, tetapi ia tidak punya pilihan dalam masalah ini. Kereta itu segera dalam perjalanan menuju ke Kediaman Tan, berlokasi di sebuah jalan yang sepi di ibu kota.

Cui-er gembira sekali, tidak memahami perasaan majikannya. "Nona, Commandery Prince Xie akan mengantarkan kita kembali. Semua orang akan berpikir kalau Commandery Prince Xie mendukungmu. Mulai sekarang, tidak ada orang di Kediaman Tan yang akan memandang rendah dirimu!"

Tan Ge tidak membalas, hanya memandangi jalanan yang menghilang di belakangnya dengan kekecewan yang jelas, menggenang di matanya. Aku hanya ditakdirkan untuk dirantai lagi. Sudah jelas dari saat Istana Kecantikan dibubarkan, Kediaman Tan tidak berniat untuk mempertahankanku sebagai seorang putri. Tidak datang mencariku, kurang lebih sudah membuktikan ini.

Sekarang karena aku kembali ke Kediaman Tan, satu-satunya alasan mereka akan memperlakukanku dengan hormat adalah jika mereka ingin memanfaatkanku lagi.

Pelayan keluarga di depan pintu masuk Kediaman Tan menguap tanpa henti. Dedaunan yang berjatuhan telah terkumpul di depan pintu masuk, dan pintu kayu itu sendiri mulai rusak. Hanya papan penanda dengan tulisan 'Kediaman Tan' yang tertulis di atasnya yang tampak bersih.

Ketika pelayan keluarga yang berjaga di pintu masuk melihat sebuah kereta kuda yang besar, luas, dibawa dengan dua kuda, berhenti di depan kediaman, matanya pun membelalak. Apakah ada tokoh besar yang tiba?

0 comments:

Posting Komentar