Consort of A Thousand Faces
Chapter 315 : Kediaman Tan
Pelayan Tan Ge, Cui-er, tidak mengenali kereta kuda Pangeran Hao, tetapi
ia mengenali Wu Ling. Dengan seberapa besar rasa hormat yang
ditunjukkan Wu Ling pada orang yang ada di dalam kereta kuda tersebut, hanya
mungkin Pangeran Hao! Pelayan itu langsung menarik-narik lengan baju
Tan Ge. "Nona, itu adalah kereta kuda Pangeran Hao!"
Suaranya mengandung sejejak kegembiraan. Aku akan mengawasi
kereta kuda berjumbai hitam ini di masa yang akan datang. Aku mungkin bisa
memohon Pangeran Hao agar mempertahankan Nona dan tidak mengusirnya.
Kontras dengan Cui-er yang kegirangan, Tan Ge jauh lebih tenang.
"Meski jika Pangeran Hao sedang berdiri di depanku, aku tidak akan memohon
padanya agar mempertahankanku. Aku tidak ingin menjalani kehidupan semacam
itu." Setelah itu, ia memutar tumitnya dan berjalan menuju ke rumah jahit.
Ia merasa dirinya sangat beruntung, dapat menemukan sebuah rumah jahit
setelah ia meninggalkan Istana Kecantikan. Pengurus itu mengakui keahliannya
dan mengizinkannya untuk tinggal.
"Nona!" Cui-er cemberut. Kenapa Nona menyerah pada
dirinya sendiri? Ini sudah beberapa hari semenjak Istana Kecantikan dibubarkan,
tetapi Kepala Keluarga bahkan masih belum mencoba untuk menghubungi Nona.
Apakah ia sungguh berencana untuk mengabaikannya dan meninggalkannya seorang
diri?
Cui-er memerhatikan sewaktu Tan Ge berjalan pergi dan buru-buru
mengikutinya. Akan tetapi, tiga pria kekar muncul dan menghadang jalan mereka
tepat saat mereka berbelok di sudut. Sudah jelas kalau mereka di sana untuk
mencari masalah dengan kedua wanita ini.
Tan Ge mundur beberapa langkah ke belakang tetapi tetap tidak gentar, menegur mereka dengan suara yang keras. "Hukum di Bei Min ketat, dan ini
tengah hari. Mengapa kalian mencoba untuk secara sengaja melanggar hukum?"
Pria-pria kekar itu tertawa. "Cantik, kami hanya tahu bahwa kami
tidak akan membiarkanmu kabur dari kami hari ini. Sementara untuk hukumnya? Apa
yang akan diketahui oleh kami, saudara-saudara yang tidak berpendidikan tentang
itu?"
"Lihat Kakak Tertua, apa yang kukatakan itu benar. Aku melihatnya
berjalan masuk ke dalam rumah jahit kemarin. Tsk, tsk,
wanita-wanita penjahit lainnya itu, entah terlalu tua atau berkulit kasar. Si
cantik di sini berkulit mulus dan berwajah cantik. Aku hanya ingin mencicipinya
saat aku melihatnya!"
Ketiga pria itu berbicara secara santai di antara mereka, selagi mereka
mendekati Tan Ge, tidak memedulikan Cui-er sewaktu dengan beraninya ia
menempatkan dirinya di depan orang itu. "Nona, cepatlah pergi; pelayan ini
akan menghadang mereka untuk Anda. Kalian semua,
orang-orang rendahan, apa kalian tahu siapa yang sedang berdiri di depan
kalian?!"
Tan Ge mengatupkan bibirnya rapat-rapat, wajahnya mengerut menjadi
ekspresi yang serius. Cui-er tumbuh besar bersamaku sejak kecil; ia adalah satu-satunya anggota keluarga terdekat yang kumiliki setelah
meninggalkan Kediaman Tan. Jika aku meninggalkan Cui-er, aku tidak layak jadi manusia!
"Nona, pergi sekarang!" Cui-er jadi semakin gelisah,
mengulurkan tangannya untuk mendorong Tan Ge pergi.
Namun, salah satu dari pria itu dengan cepat berjalan ke belakang Tan Ge
dan menggunakan tangannya untuk menggendongnya ala pengantin, dan memutar-mutar
dirinya. Tangannya memeluk pinggangnya sementara ia berbicara. "Kediaman
Tan sudah lama merosot, kalau tidak, akan ada orang kemari untuk
menyelamatkanmu. Kenapa tidak ikuti saja kami ini? Setidaknya, kau bisa hidup
dalam damai karena kami bertiga menyokongmu!"
Mata Tan Ge melemparkan pelototan dingin, dan ia bahkan meludahinya.
"Kalau kau tidak menurunkanku, jangan harap untuk mempertahankan otot di
tangan dan kakimu!"
Di lain pihak, Cui-er sudah dipaksa hingga ke sudut oleh kedua pria
kekar lainnya. Mereka mengulurkan tangan mereka berbarengan dan membuka kerah
bajunya, memperlihatkan bahu telanjangnya. "Bahkan, pelayannya saja
berkulit sebagus ini! Kita benar-benar memenangkan lotere!"
Cui-er belum pernah dipermalukan seperti ini, dan jadi marah besar
sementara ia mencoba untuk menggigit tangan
pria itu.
Pria kekar itu mendengus dan menampar wajahnya; nyaris segera, wajah
Cui-er mulai membengkak.
Melihat kalau ini tidak berjalan baik, Tan Ge memutuskan untuk mengikuti
para pria itu untuk sekarang ini, demi menenangkan mereka. Kami bisa
mencari sebuah kesempatan untuk melarikan diri setelah meninggalkan gang ini!
Setelah memutuskan ini, ia mencoba untuk memainkan sandiwara seorang
wanita yang pemalu. "Aku setuju untuk mengikuti kalian, tetapi turunkan
aku dulu. Aku takut orang lain melihat kita seperti ini di siang bolong."
Pria kekar yang sedang menggendongnya pun kesenangan mendengar itu. Ia
tertawa terbahak-bahak dan mencium pipinya. "Baiklah, ikuti kami dengan
patuh!"
Tan Ge menekan rasa jijiknya dan mengikuti ketiga pria itu dari
belakang, merapikan baju Cui-er saat ia melewatinya.
Air mata Cui-er berjatuhan seperti tetesan hujan. "Nona ...."
"Mari kita ikuti saja mereka, untuk saat ini." Tan Ge mengedip
pada Cui-er, dan orang itu mengangguk untuk memberi isyarat bahwa ia mengerti.
Setelah mereka sampai di jalan utama dimana ada lebih banyak pejalan
kaki, Tan Ge menarik Cui-er bersamanya dan mulai melarikan diri.
Ketiga pria kekar itu menyadari tindakan mereka dan menghentikan mereka.
"Dasar kau wanita tidak tahu malu, walau sudah menikahi kakak tertuaku,
kau masih berpikir untuk pergi keluar dan merayu orang setiap hari!"
Orang-orang yang lewat pun memberikan mereka pandangan sekilas dan
menggelengkan kepala mereka. Kami tidak semestinya ikut campur dalam
urusan keluarga.
Cui-er gusar. "Siapa yang menikahi kakak tertuamu? Kalian bertiga
mencoba untuk menculiknya!"
Ketiga pria kekar itu tidak berkomentar lebih jauh dan hanya memegangi
Tan Ge dan Cui-er.
Tiba-tiba saja, satu kereta kuda dengan jumbai warna cyan yang
menggantung dari atapnya pun lewat.
Tan Ge langsung mengenali kereta kuda Commandery Prince Xie
dan memanggil, "Commandery Prince Xie, tolong selamatkan
wanita kecil ini!"
Ketika para pria kekar itu mendengar nama Commandery
Prince Xie, membuat mereka merinding. Namun, ketika ia melihat
si Commandery Prince Xie yang disebut-sebut ini, ia langsung
berbalik dan menampar wajah Tan Ge.
Namun, tiba-tiba saja, pria kekar itu mulai menjerit kesakitan sewaktu
darah bercipratan kemana-mana. Tan Ge menggunakan kesempatan untuk menyerang
dengan pisau yang disembunyikannya, menyayat dalam ke tangan kanan pria itu.
Meskipun berteriak, suara jelas dari pria lain dapat terdengar di antara
kericuhan itu. "Pengawal, tangkap ketiga pria itu. Mereka mencoba untuk
menculik Nona dari Kediaman Tan, dan harus dihukum dengan keras oleh
hukum."
Pengawal itu membungkuk dan segera mengepung ketiga pria itu berbarengan
sebelum membawa mereka pergi.
Air mata kegembiraan bercucuran dari mata Cui-er sewaktu ia menarik
tangan Tan Ge. "Nona, kita selamat!"
Tan Ge mengangguk. Perlahan-lahan ia berjalan ke depan kereta kuda Commandery
Prince Xie dan membungkuk untuk memberikan hormat. "Terima kasih
banyak karena telah menyelamatkan kami, Commandery Prince Xie."
Satu tangan yang panjang mengangkat tirai kereta kuda tersebut,
memperlihatkan sisi samping dari wajah tampan Xie Yun. Cui-er pun hanya bisa
tertegun. Pria ini memiliki aura yang sangat berbeda dari Pangeran Hao.
Mereka sama-sama tampan, tetapi Pangeran Hao dingin, sementara Commandery
Prince Xie lembut.
(T/N : saya mencium bau-bau Yun preet kedua kalo uda bawa-bawa pria
lembut ini -_-)"
"Nona Tan, Pangeran ini akan mengantarkanmu kembali ke Kediaman
Tan."
Saat Tan Ge mendengar ini, ia segera menggelengkan kepalanya. "Aku
tidak akan kembali."
Namun, bukan terserah padanya untuk memutuskan apakah ia harus kembali
atau tidak. Kedua pengawal itu memahami niat Xie Yun dari tampangnya, dan
memanggil kereta kuda lain sebelum meminta kedua wanita itu untuk naik.
"Nona Tan, kau harus kembali ke tempat kau berasal." Tak lama
setelah ia membuat komentar ini, kereta kuda Xie Yun perlahan-lahan mulai
bergerak pergi.
Ekspresi Tan Ge sakit, tetapi ia tidak punya pilihan dalam masalah ini.
Kereta itu segera dalam perjalanan menuju ke Kediaman Tan, berlokasi di sebuah
jalan yang sepi di ibu kota.
Cui-er gembira sekali, tidak memahami perasaan majikannya.
"Nona, Commandery Prince Xie akan mengantarkan kita
kembali. Semua orang akan berpikir kalau Commandery Prince Xie
mendukungmu. Mulai sekarang, tidak ada orang di Kediaman Tan yang akan
memandang rendah dirimu!"
Tan Ge tidak membalas, hanya memandangi jalanan yang menghilang di
belakangnya dengan kekecewan yang jelas, menggenang di matanya. Aku hanya ditakdirkan untuk dirantai lagi. Sudah
jelas dari saat Istana Kecantikan dibubarkan, Kediaman Tan tidak berniat untuk
mempertahankanku sebagai seorang putri. Tidak datang mencariku, kurang lebih
sudah membuktikan ini.
Sekarang karena aku kembali ke Kediaman Tan, satu-satunya alasan mereka
akan memperlakukanku dengan hormat adalah jika mereka ingin memanfaatkanku
lagi.
Pelayan keluarga di depan pintu masuk Kediaman Tan menguap tanpa henti.
Dedaunan yang berjatuhan telah terkumpul di depan pintu masuk, dan pintu kayu
itu sendiri mulai rusak. Hanya papan penanda dengan tulisan 'Kediaman Tan' yang
tertulis di atasnya yang tampak bersih.
Ketika pelayan keluarga yang berjaga di pintu masuk melihat sebuah
kereta kuda yang besar, luas, dibawa dengan dua kuda, berhenti di depan
kediaman, matanya pun membelalak. Apakah ada tokoh besar yang tiba?

0 comments:
Posting Komentar