Kamis, 19 Maret 2026

CTF - Chapter 308

Consort of A Thousand Faces

Chapter 308 : Pembalasan


Su Xi-er memberi sedikit kelonggaran pada cambuknya, membiarkan Pei Ya Ran menggunakan kesempatan ini untuk menarik napas. Namun, orang itu masih tidak berani menurunkan kewaspadaannya karena takut kalau Su Xi-er mungkin sungguh akan mencekiknya sampai mati. Aku tidak tahu mengapa, tetapi firasatku mengatakan padaku bahwa Su Xi-er sungguh akan melakukannya!

"Itu adalah urusan Ibu Suri ini, tentang bagaimana aku ingin mengurusi Harem Kekaisaran, dan tidak ada yang bisa ikut campur. Apabila kau membunuh Ibu Suri ini, tidak mungkin Pangeran Hao dapat menyelamatkanmu meski jika ia ingin!" Pei Ya Ran mulai mengancam Su Xi-er. Terlepas dari apa pun, Su Xi-er tidak bisa membunuh Ibu Suri suatu kerajaan!

Tentu saja Su Xi-er tahu itu. Aku tidak sebodoh itu hingga membuang nyawaku dengan mencekik Pei Ya Ran sampai mati. Namun, ini harus menjadi sebuah pelajaran yang tidak akan pernah dilupakan olehnya! Tidak bisa diterima, membawa seorang dayang istana begitu saja, ke dalam sebuah pondok berisi alat-alat penyiksaan tanpa adanya bukti.

"Tentu saja, hamba tidak bisa melakukan apa pun terhadap Anda, Ibu Suri. Hanya saja, karena Anda memerintahkan Dayang Senior Zhao untuk memeriksa tubuh hamba tanpa adanya alasan. Tampaknya, Anda mencurigai hamba atas tindakan asusila, tetapi, bukti apa yang Anda miliki?" Su Xi-er mengencangkan cambuknya sementara ia berbicara pelan, tetapi setiap katanya diucapkan berdasarkan logika.

Pengencangan cambuk di leher Pei Ya Ran membuatnya meronta lagi. Wajahnya sudah berubah merah, dan tampak sangat mengerikan di bawah cahaya lilin.

"Pelayan kurang ajar! Lepaskan Ibu Suri. Kau akan dihukum dengan keras karena meninggalkan bekas luka di leher Ibu Suri." Dayang Senior Zhao menjerit sementara pelan-pelan ia maju ke depan, memerhatikan Su Xi-er dengan saksama selagi ia menanti kesempatan untuk menyelamatkan Pei Ya Ran.

Sayang sekali baginya, Su Xi-er melihat rencana itu dengan sekali lirikan, dan menjawab sambil tersenyum di wajahnya. "Dayang Senior Zhao, hamba mungkin terlalu ketakutan untuk mengendalikan cengkeramanku jika kau maju selangkah lagi."

Tepat setelahnya, Pei Ya Ran langsung menggesturkan agar Dayang Senior Zhao mundur beberapa langkah dan memanggil pengawal kekaisaran yang ada di luar pondok.

Dayang Senior Zhao mengerti, tetapi segera setelah ia berbalik untuk keluar, Su Xi-er mengeratkan cambuk di sekeliling leher Pei Ya Ran hingga orang itu nyaris pingsan.

Melihat Pei Ya Ran, Dayang Senior Zhao tidak berani melangkah lagi. Ia bahkan melambatkan pernapasannya dan mulai berpikir. Su Xi-er tidak akan berani untuk benar-benar membunuh Ibu Suri, jadi bagaimana kalau aku coba untuk mengambil risiko dan menyelamatkannya sendiri?

Memikirkan ini, ekspresi Dayang Senior Zhao berubah serius selagi ia bergegas menuju ke arah Su Xi-er, mengangkat satu tangan untuk menekan pundak orang itu.

Namun, mana mungkin Su Xi-er membiarkan situasinya berubah segampang itu? Berputar dengan satu kaki, Su Xi-er mengangkat kaki lainnya, memberikan tendangan yang kuat di dada Dayang Senior Zhao.

Tak peduli seberapa gendut atau tebalnya kulit Dayang Senior Zhao, dada tetaplah bagian paling lembut dari tubuh seorang wanita; diserang di sana, hampir sama dengan seorang pria yang menerima pukulan di bagian bawahnya.

Wajah bundar Dayang Senior Zhao terpilin kesakitan sementara tanpa disadari, ia terhuyung beberapa langkah ke belakang, menyangga dirinya dengan satu tangan di atas meja guna menghindari jatuh ke tanah. Wanita ini terlalu buas! Situasi Ibu Suri juga tidak tampak baik sama sekali!

"Dayang Senior Zhao, simpan tenagamu. Ibu Suri ingin menganiaya hamba ini secara tidak adil tanpa adanya bukti atau alasan, tetapi aku tidak akan menyerah pada hal semacam itu. Meski dengan posisinya, ia masih harus mengikuti hukum nasional Bei Min." Su Xi-er menekankan pada kata-kata 'hukum nasional'.

Jantung Pei Ya Ran berdegup kencang dalam dadanya. Semua orang harus mematuhi hukum nasional yang ditetapkan oleh Kaisar pendiri Bei Min. Mencurigai seorang dayang istana dan segera menanganinya secara pribadi .... Bahkan, sebagai Ibu Suri, aku tidak akan bisa lepas dari hukuman apabila Departemen Rumah Tangga Kekaisaran memutuskan untuk menyelidikinya.

Tepat saat itu, suara pengawal terdengar dari luar. "Ibu Suri, Kasim Zhang dari Departemen Rumah Tangga Kekaisaran dan Dayang Senior Liu, yang bertanggung jawab atas Istana Samping, datang dan memohon untuk bertemu dengan Anda."

Wajah Pei Ya Ran menggelap. Departemen Rumah Tangga Kekaisaran benar-benar datang; Dayang Senior Liu pasti yang melaporkan pada mereka. Dayang Senior itu tidak tahu tempatnya.

Su Xi-er mengendurkan pegangannya pada cambuk itu, mengizinkan Pei Ya Ran, akhirnya menarik napas dalam-dalam. Orang itu tidak membutuhkan cermin untuk mengetahui bahwa sakit yang menusuk di lehernya berarti bahwa akan ada tanda merah tertinggal di sana!

"Su Xi-er, Ibu Suri ini tidak akan mengampunimu karena menyerangku!" Pei Ya Ran mendengus dan melemparkan tatapan penuh makna pada Dayang Senior Zhao.

Dayang Senior Zhao mengerti pesan itu dan dengan cepat bergegas ke arah Su Xi-er, memaksa orang itu berlutut. Ia juga memegangi tangan Su Xi-er dengan ketat, menyebabkan rasa sakit melonjak dari luka yang ada.

"Panggil Kasim Zhang masuk dan suruh Dayang Senior Liu menunggu di luar." Pei Ya Ran mempertahankan sikap sebagai seorang Ibu Suri.

Segera, pintunya terbuka selagi Kasim Zhang masuk ke dalam. Pengawal kekaisaran menutup pintunya segera setelah ia masuk.

Di bawah cahaya lilin, Kasim Zhang perlahan-lahan melihat rentetan alat-alat penyiksaan tersebut. Aku tidak tahu bahwa, Istana Kedamaian Penuh Kasih sungguh memiliki sebuah tempat untuk memberikan penyiksaan secara rahasia!

"Kasim Zhang, apa yang membawamu ke Istana Kedamaian Penuh Kasih di tengah malam?" Pei Ya Ran bertanya dingin dari tempatnya di bangku.

Kasim Zhang tidak bertele-tele sementara tatapannya tertuju pada Su Xi-er yang sedang berlutut. "Hamba tua ini kemari, tentunya demi Su Xi-er, dayang istana dari Istana Samping. Ibu Suri, seharusnya, Dayang Senior Liu adalah orang yang menjatuhkan hukuman apabila ia melakukan sesuatu yang salah. Apabila Anda merasa tidak puas pada Su Xi-er, Anda dapat memerintahkan Dayang Senior Liu untuk menghukum Su Xi-er. Mengapa Anda harus melakukan sendiri hukumannya sementara melanggar hukum nasional dan peraturan istana?"

Pei Ya Ran menggebrakkan telapak tangannya di atas meja. "Kasim Zhang, aku adalah Ibu Suri Bei Min, dan sudah pasti tidak akan melanggar peraturan. Su Xi-er telah menyinggung atasannya dengan menyerang Ibu Suri ini, jadi, bagaimana bisa aku tidak menghukumnya secara pribadi?"

"Bolehkah hamba tua ini mengetahui, bagaimana Su Xi-er menyinggung atasannya? Hamba tua ini mendengar dari Dayang Senior Liu bahwa Anda membawa pergi Su Xi-er secara paksa, Ibu Suri."

Kilat dingin muncul di mata Pei Ya Ran. Kasim Zhang dan Dayang Senior Liu berada di pihak Su Xi-er dan tidak menganggapku, si Ibu Suri! Mungkinkah ini semua adalah perintah dari Pei Qian Hao? Apakah ia memerintahkan Kasim Zhang dan Dayang Senior Liu agar membela Su Xi-er?

Kalau aku tidak menyelesaikan ini dengan cepat dan memotong simpul gordiannya, Pei Qian Hao sendiri mungkin tiba!

(T/N : simpul gordian : masalah yang sangat rumit dan pelik.)

"Kasim Zhang, lihatlah baik-baik. Bekas di leher Ibu Suri ini adalah perbuatan Su Xi-er." Pei Ya Ran menunjuk lehernya.

Kasim Zhang melihat ke sana dan melihat bekas cekikan merah di leher mulus Pei Ya Ran. Mengapa Su Xi-er kehilangan ketenangannya? Bagaimana aku bisa memecahkan ini sekarang karena Ibu Suri sudah balas menggigit kita dengan mengklaim seperti itu?

Seolah menjawab pertanyaannya, Su Xi-er menjawab, "Kasim Zhang, Ibu Suri menyiksa hamba. Bekas di lehernya tanpa sengaja tertinggal saat hamba sedang meronta."

Jejak kedengkian berkedip di mata Pei Ya Ran, dan tiba-tiba saja, ia bangkit. "Su Xi-er, dasar pelayan hina dengan mulut penuh kebohongan! Dayang Senior Zhao, kau katakan, siapa yang mulai duluan!"

Sekali lagi, Su Xi-er memotong sebelum Dayang Senior Zhao dapat berbicara. "Seseorang yang melayani Ibu Suri, sudah pasti akan memihak. Kasim Zhang, setiap ucapan dari mulut hamba ini mengatakan kebenarannya."

Dayang Senior Zhao kehabisan kata-kata. Ia menambahkan lebih banyak tekanan dan menekan kepala Su Xi-er ke bawah, begitu dekatnya sampai-sampai kepalanya hampir menyentuh tanah.

Tepat sewaktu ia melakukannya, tangan Su Xi-er merasakan ada kerikil kecil di tanah. Menjepit kerikil itu di antara jarinya, ia menjentikkannya ke dada Dayang Senior Zhao.

Kekuatan dadakan itu membuat Dayang Senior Zhao mendengus selagi ia mengendurkan pegangannya pada Su Xi-er. Mengambil kesempatan ini untuk bangun dari tanah, Su Xi-er dapat merasakan darah yang menetes dari lukanya yang berdarah banyak sekali yang sudah sobek lagi, menodai bajunya dengan warna merah.

"Ibu Suri, masalah ini harus ditunda. Hamba akan membawa Su Xi-er ke Institut Tabib Kekaisaran untuk diobati; lalu kami akan kembali ke Istana Kedamaian Penuh Kasih untuk menunggu putusan Anda." Kasim Zhang berpengalaman, mengetahui apa yang harus diucapkan di berbagai macam situasi, oleh sebab itu, ia memilah kata-katanya dengan hati-hati agar meninggalkan jalan keluar bagi Su Xi-er tanpa lupa memberi muka pada Ibu Suri.

Akan tetapi, Su Xi-er keberatan. "Kasim Zhang, Ibu Suri tidak akan menyetujuinya. Mari kita menjernihkan masalahnya sekarang, jangan sampai hamba dirugikan." 

0 comments:

Posting Komentar