Kamis, 19 Maret 2026

CTF - Chapter 309

Consort of A Thousand Faces

Chapter 309 : Tidak Memedulikan Tentang Dirinya


Pei Ya Ran menenangkan diri, menyadari tangan Su Xi-er yang berdarah. Apakah Dayang Senior Zhao membuatnya berdarah hanya dengan satu cubitan? Meski jika ia mengerahkan banyak tenaga, paling banter itu hanya akan jadi memar. Luka ini pasti sudah ada di sana.

Seorang tabib kekaisaran pasti akan melihat perbedaan di antara luka baru dan luka lama, sehingga Pei Ya Ran memanggil pengawal di luar ruangan. "Pergi ke Institut Tabib Kekaisaran dan panggil Tabib Kekaisaran Zhao."

Ketika pengawal di luar ruangan mendengar ini, salah satu dari mereka segera membungkuk dan menerima perintah. Dengan Dayang Senior Liu yang tidak bisa masuk ke dalam ruangan, ia memutuskan untuk mengikuti si pengawal guna mencegah adanya kolusi.

Di dalam ruangan, Dayang Senior Zhao berdiri di satu sisi sementara ia memandang Su Xi-er dengan tampang jahat. Dayang ini adalah yang paling bandel yang pernah kutemui selama bertahun-tahun ini. Tidak mungkin hanya Ibu Suri yang menjadi musuhnya di dalam istana kekaisaran.

"Kasim Zhang, pastinya kau lelah karena berdiri dengan seberapa tuanya usiamu. Ibu Suri ini mengizinkanmu untuk duduk." Pei Ya Ran berujar perlahan sementara ia menunjuk satu kursi.

"Hamba tua ini terbiasa berdiri; terima kasih banyak atas niat baik Anda, Ibu Suri." Kasim Zhang membungkuk dan menjawab dengan hormat.

Pei Ya Ran mencibir sendiri. Jadi, ia masih menyadari kalau ia adalah seorang pelayan, dan tidak semestinya melupakan posisinya. Tetapi biarpun demikian, ia masih berada di sini untuk menghancurkan rencanaku guna menghukum Su Xi-er. Tampaknya, pengawas Departemen Rumah Tangga Kekaisaran harus diganti.

Su Xi-er berdiri tegak lurus tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia memastikan agar tidak menyolok ketika ia mengamati Pei Ya Ran dengan hati-hati. Sudah jelas bahwa ia bukannya memanggil seorang Tabib Kekaisaran kemari untuk mengobati lukaku. Ia mengetahui bahwa, siapa saja yang punya keterampilan dalam pengobatan akan segera langsung menyadari luka lama dari luka yang baru.

Akan tetapi, Pei Ya Ran secara spesifik memanggil Tabib Kekaisaran Zhao. Su Xi-er mengetahui kepribadian Tabib Kekaisaran Zhao. Biarpun ia sangat keras kepala, ia juga adalah orang jujur yang tidak akan meyakiti siapa pun.

Semua orang di dalam ruangan itu terperangkap dalam pikiran mereka masing-masing, membuatnya cukup sunyi untuk mendengar sebatang jarum yang terjatuh.

***

Sementara itu, Dayang Senior Liu dan si pengawal sudah hampir sampai di Institut Tabib Kekaisaran. Sepanjang jalan, secara kebetulan, mereka berpapasan dengan Komandan Pasukan Tentara Kekaisaran, Yu Chi Mo. Ia sedang berpatroli di istana kekaisaran bersama dengan beberapa anak buahnya.

Ketika Yu Chi Mo melihat bahwa si pengawal dan Dayang Senior Liu berjalan tergesa-gesa, ia segera melambaikan tangan untuk menghentikan keduanya.

Pengawal itu langsung membungkuk. "Memberi hormat pada Komandan."

"Dayang Senior Liu, sudah lewat pukul satu malam. Kemana kau akan pergi, terburu-buru begini?" Yu Chi Mo mengenal Dayang Senior Liu. Sebelum mendiang Kaisar mangkat, ia sangat menyayangi Kaisar yang sekarang, karena tidak mudah bagi mendiang Kaisar untuk memiliki seorang putra di usia tuanya. Dayang Senior Liu adalah ibu asuh Kaisar yang sekarang, dan karenanya diperlakukan dengan sangat baik.

Dayang Senior Liu membungkuk dengan hormat. "Pelayan tua ini baru saja kembali dari Istana Kedamaian Penuh Kasih. Aku diinstruksikan oleh Ibu Suri untuk pergi ke Institut Tabib Kekaisaran."

Tatapan Yu Chi Mo diliputi keraguan. Dayang Senior Liu pergi ke Istana Kedamaian Penuh kasih, bahkan mengikuti perintah Ibu Suri?

Pengawal yang ada di samping segera menjelaskan. "Komandan, seorang dayang, dengan kasarnya menentang Ibu Suri, dan orang itu terluka. Ia mengatakan agar segera memanggil Tabib Kekaisaran."

Yu Chi Mo membelalakkan matanya keheranan. Sejak kapan ada seorang pelayan sebernyali itu di istana kekaisaran? Ibu Suri yang licik dan penuh perhitungan, yang menginjak-injak banyak sekali mayat selir agar dapat mencapai posisinya saat ini, kini tidak sanggup menangani seorang dayang biasa?

Dayang Senior Liu mengetahui bahwa Yu Chi Mo adalah bawahan Pangeran Hao, dan mengambil kesempatan untuk menambahkan, "Dayang yang dipertanyakan itu berada dalam pengawasan pelayan tua ini."

Bahkan tanpa perlu ia mengucapkan satu nama, Yu Chi Mo segera paham siapakah yang tengah dibicarakan. Apabila itu adalah seorang dayang dari Istana Samping, itu sudah pasti adalah orang yang disayangi oleh Pangeran Hao! Ibu Suri pasti bertindak pada Su Xi-er karena kecemburuannya; aku harus memberitahukan Pangeran Hao!

Meskipun pikirannya berputar, Yu Chi Mo masih mempertahankan ketenangannya, "Karena Ibu Suri terluka, kalian semua harus buru-buru pergi ke Institut Tabib Kekaisaran." Dayang Senior Liu dan si pengawal pun mengangguk sebelum pergi dengan cepat.

Kemudian, Yu Chi Mo segera memberikan instruksi pada bawahannya agar terus berpatroli di sekitar istana kekaisaran sebelum pergi dan melompat ke atas kudanya, bergegas untuk memberitahukan kabar ini pada Pangeran Hao.

***

Itu sudah larut malam, tetapi Pei Qian Hao masih terjaga di ruang bacanya. Ketika salah satu dari pengawal datang untuk melaporkan bahwa ada sesuatu yang mendesak yang harus dilaporkan Yu Chi Mo, ia pun menurunkan buku di tangannya. "Suruh dia masuk."

Tak lama setelahnya, Yu Chi Mo berjalan masuk ke dalam ruang baca dan membungkuk sebelum mulai berbicara. "Melapor pada Pangeran Hao, Ibu Suri sedang menangkap Su Xi-er di Istana Kedamaian Penuh Kasih. Apakah Anda ingin masuk istana untuk memeriksa keadaannya?"

Setelah Yu Chi Mo menyelesaikan laporannya, ia mengamati Pangeran Hao dengan cermat. Ia melihat kalau ekspresi atasannya tidak berubah, bahkan tampak sangat tenang. Setelah beberapa saat, Pangeran Hao memungut buku militer dari mejanya dan lanjut membacanya.

Ini .... Apakah Pangeran Hao tidak akan menyelamatkan Su Xi-er?

"Pangeran ini tidak akan mengatasi itu; itu terserah padanya." Setelah gema pelan dari suara Pangeran Hao lenyap, satu-satunya hal yang dapat terdengar adalah halaman buku yang dibalikkan.

Yu Chi Mo tertegun dan butuh waktu untuk tersadar. "Bawahan ini mengerti." Walau berkata demikian, ia masih bingung sewaktu ia kembali ke istana kekaisaran dengan berkuda.

***

Di ruang baca, Pei Qian Hao meletakkan buku militer dan agak mengerutkan alisnya. Su Xi-er sudah pasti bukanlah orang yang akan kalah, tetapi bagaimana jika .... Saat pemikiran ini muncul dalam benaknya, ia pun mau tak mau, bangkit berdiri dan memberi sinyal pada seorang pengawal setelah ia meninggalkan ruangan tersebut.

"Pangeran Hao, apakah Anda punya instrusksi?"

"Segera pergi ke istana kekaisaran dan sembunyikan dirimu di Istana Kedamaian Penuh Kasih. Apabila kau melihat sesuatu yang salah, pergi dan langsung selamatkan Su Xi-er. Jika ia baik-baik saja, pastikan kau tidak terlihat saat kau kembali."

Pengawal itu membungkuk. "Bawahan ini mematuhi perintah." Setelah itu, ia cepat-cepat menghilang dari pandangan.

Alis Pei Qian Hao jadi rileks. Su Xi-er, kalau saja kau mendengarkan Pangeran ini, kau tidak akan terjebak di dalam istana kekaisaran, berurusan dengan perselisihan Harem Kekaisaran. Akan tetapi, ini adalah pilihanmu. Berapa lama kau akan bertahan?

Ketika pengawal dari Kediaman Pangeran Hao pergi, kebetulan sekali Feng Chang Qing lewat. Ia melihat kalau pengawal itu menuju ke arah istana kekaisaran. Apakah terjadi sesuatu pada Su Xi-er? Ia langsung mulai berlari ketika ia memikirkan ini.

Kaki Feng Chang Qing terlatih dengan baik, sehingga ia tiba hanya lima belas menit setelah si pengawal meskipun orang itu berkuda.

Namun, Feng Chang Qing dengan cepat menyadari bahwa, ia punya satu masalah setelah ia sampai di istana. Ia hanya mengetahui bahwa Su Xi-er bekerja di Istana Samping, tetapi ia tidak tahu dimana lokasinya saat ini. Ia hanya bisa menguping para dayang dan pengawal untuk perlahan-lahan menebaknya.

Sementara ia sedang melakukan ini, Tabib Kekaisaran Zhao sudah tiba di pondok di dalam Istana Kedamaian Penuh Kasih.

***

Ia sudah mendengar bahwa Ibu Suri mempunyai sebuah ruang penyiksaan rahasia di dalam istana peristirahatannya, tetapi masih terkejut dengan banyaknya jumlah alat-alat penyiksaan yang berderet di dinding.

"Tabib Kekaisaran Zhao, bisakah kau melihatnya untuk Ibu Suri ini dan memeriksa apakah luka di tangan Su Xi-er itu lama atau baru?"

Ketika Tabib Kekaisaran Zhao mendengar kalau itu adalah Su Xi-er, ia berpikir, dia lagi? Kenapa ia selalu berada dalam masalah? Ia menyinggung Ibu Suri lagi.

"Kasim Zhang, kita akan mengetahui apakah luka itu lama atau disebabkan oleh Ibu Suri ini setelah Tabib Kekaisaran Zhao memeriksanya." Mata Pei Ya Ran dipenuhi dengan kilat yang cerah. Saat kebenarannya diketahui, Kasim Zhang tidak akan bisa ikut campur lagi dalam ini.

Kasim Zhang mengangkupkan kedua tangannya sewaktu ia memberikan hormat, menjawab mengiyakan.

Di saat ini, Tabib Kekaisaran Zhao berjalan ke sebelah Su Xi-er. "Gulung lengan bajumu dan biarkan aku memeriksa lukamu."

Su Xi-er berkata perlahan, "Bajuku menempel di lukanya. Jika aku menggulung lengan bajuku, itu akan membuat lukanya terbuka. Hamba harus menggunakan air untuk membasahinya dulu."

Pei Ya Ran menggebrakkan tangannya ke atas meja. "Ibu Suri ini tidak peduli apakah itu sakit atau tidak. Gulung lengan bajumu dan biarkan Tabib Kekaisaran Zhao memeriksamu sekarang juga."

"Ibu Suri, pejabat ini bisa memeriksa tanpa ia menggulung lengan bajunya, tetapi masih sulit untuk melihat di dalam cahaya lilin. Bagaimana kalau kita keluar?"

Pei Ya Ran mengangguk dan melambaikan tangannya. "Kalau begitu, mari kita keluar dari ruangan." 

0 comments:

Posting Komentar