Kamis, 19 Maret 2026

CTF - Chapter 303

Consort of A Thousand Faces

Chapter 303 : Dibunuh Olehnya


Xie Yun berjalan menuju ke sisi Pei Ya Ran, matanya tidak membocorkan apa pun sementara ia mengangkat sudut bibirnya. Sulit untuk mengetahui apakah ia tengah mengejek wanita itu, atau itu hanyalah usaha untuk senyuman santai. "Ibu Suri, Pangeran ini hanya mengingatkanmu bahwa, ada orang dan benda yang tidak akan pernah jadi milikmu, terlepas apa pun itu."

"Lucu sekali; Ibu Suri ini tidak menyangka bahwa kaulah yang akan menjadi orang yang mengatakan ini padaku. Daripada memedulikan tentang orang lain, seharusnya kau memberitahukan itu pada dirimu sendiri. Beberapa benda tidak akan pernah jadi milikmu, tak peduli seberapa keras kau mencoba, Commandery Prince Xie." Mata Pei Ya Ran dipenuhi ejekan sewaktu ia berangkat menuju ke Istana Kedamaian Penuh Kasih.

Xie Yun memerhatikan sosoknya yang menjauh sementara ia menghilang ke kejauhan, senyuman tak lagi tampak pada roman mukanya. Ia mengalihkan pandangannya ke sisi lain jalur istana. Ini merupakan jalur kecil paling cepat menuju ke Istana Samping, tetapi apakah Pangeran Hao sungguh pergi ke sana? Seorang dayang biasa dari Istana Samping yang mampu memikat Pangeran Hao .... Aku harus ke sana untuk menjumpai wanita seperti itu.

Pei Ya Ran mempercepat langkah kakinya dan segera memasuki Istana Kedamaian Penuh Kasih. Saat ia menginjakkan kaki masuk ke dalam aula utama, ia menginstruksikan seorang dayang istana, "Bawa Pei An Ru kemari."

Dayang itu membungkuk mengiyakan. "Pelayan ini mematuhi perintah." Setelah itu, dengan cepat ia berjalan keluar dari aula utama. Nona An Ru sudah dibawa ke dalam kamar pribadi yang terletak di sayap samping Istana Kedamaian Penuh Kasih.

Tak lama setelahnya, Pei An Ru dibawa masuk oleh dayang istana tersebut. Ia bahkan belum mulai bersiap pergi tidur, dan jelas-jelas sedang menunggu Pei Ya Ran selama ini. Ibu Suri pasti akan melakukan sesuatu guna menyelamatkan Ayah. Ia pasti memanggilku kemari untuk memberitahukan rencananya!

Pei Ya Ran membubarkan semua dayang istana. "Kalian semua, mundur."

Ketika Pei An Ru melihat kalau semua dayang istana sudah mundur dari aula utama, ia lebih yakin lagi bahwa Ibu Suri sebenarnya sedang melindunginya. Pangeran Hao menolakku, tetapi Ibu Suri pastinya hanya memarahiku karena ada pria itu. Aku hanya ingin tahu bagaimana caranya menyelamatkan Ayah!

Wajah Pei An Ru dipenuhi harapan. "Ibu Suri, apakah Anda terpikirkan sebuah cara untuk menyelamatkan Ayah?"

Tatapan Pei Ya Ran kejam dan dingin sekali. Suaranya jadi kian kencang dan meninggi, dan wajahnya serius. "Berlutut, dasar wanita tidak tahu malu!"

Pei An Ru mundur ke belakang ketakutan sementara matanya membelalak. Ia tercengang. Mengapa Ibu Suri begitu serius dan marah?

Akhirnya, ia tidak sanggup lagi mengatasi aura otoritas yang menekan yang terpancar dari Pei Ya Ran dan berlutut dengan bunyi gedebuk. "Ibu Suri, apakah putri pejabat ini melakukan sesuatu yang salah?"

"Melakukan sesuatu yang salah?" Pei Ya Ran tertawa dan berdiri dari tempat duduknya, berhenti satu meter jauhnya dari Pei An Ru. "Jika kau punya keberanian untuk merayu Pangeran Hao, mengapa kau bertingkah seperti seekor tikus yang ketakutan di hadapan Ibu Suri ini?"

Ia benar-benar orang yang ambisius! Pei Ya Ran mencurigai bahwa orang-orang dari Keluarga Pei telah menyuruhnya agar menggunakan trik baru supaya menarik perhatian Pangeran Hao sebelum ia masuk ke dalam istana kekaisaran, menghasilkan tindakannya yang kelewat berani itu. Bukankah Su Xi-er berhasil merayu Pangeran Hao dengan taktik yang sama dengan berlagak berani?

Pei An Ru mendongakkan kepalanya dengan air mata yang memenuhi matanya, tidak berani membiarkan mereka terjatuh. "Ibu Suri, itu hanya disebabkan karena putri pejabat ini tidak mau kehilangan ayahku, makanya aku berani untuk memohon pada Pangeran Hao. Putri pejabat ini hanyalah seorang anak dari cabang samping keluarga Pei. Dengan posisinya, mana mungkin seseorang sepertiku, tanpa adanya status, berani secara sengaja merayunya?"

Suara Pei Ya Ran lebih rendah, tatapannya skeptis. "Begitukah?" Keluarga Pei pastinya membuatnya jelas bahwa tujuannya datang kemari adalah untuk mendapatkan perhatian Pei Qian Hao, dan kini ia mengatakan bahwa ia tidak menginginkannya? Tidak ada gunanya mencoba menipuku dengan alasan yang menggelikan dan tingkahnya yang menyedihkan!

"Ibu Suri, putri pejabat ini hanya ingin menyelamatkan ayahku. Apa yang harus kulakukan? Apa Anda punya cara? Meski jika aku harus mempertaruhkan nyawaku, aku masih mau mencobanya."

Menatap ke mata penuh harap Pei An Ru, Pei Ya Ran meratap sendiri. Ikatan di antara putri dan ayah ini sungguh dalam. Siapa sangka bahwa masih ada cinta kekeluargaan dalam Keluarga Pei; bukankah semestinya itu hanya tentang saling memanfaatkan?

"Ibu Suri, mohon beritahukan putri pejabat ini, apa yang harus kuperbuat?" Pei An Ru berlutut di lantai dan praktis merangkak maju menuju Pei Ya Ran sementara ia menarik-narik keliman gaunnya.

Pei Ya Ran menatap tangan kecilnya dan menghancurkan harapannya dengan satu tepisan tangan untuk melepaskannya. "Tidak ada cara untuk menyelamatkan ayahmu. Segera, Ibu Suri ini akan mengirimmu kembali ke Kediaman Pei guna bersiap-siap untuk pemakaman."

"Tidak, pasti ada sebuah cara. Aku hanya datang ke istana demi menyelamatkan ayahku!" Pei An Ru teringat apa yang diucapkan ibunya padanya. Nyawa Ayahmu berada di tanganmu. Apabila kau sanggup membuat Pangeran Hao senang, dan mendapatkan kasih sayangnya setelah memasuki istana kekaisaran, ada kesempatan kalau Ayahmu masih bisa diselamatkan.

Benar, aku harus membuat Pangeran Hao senang! Pei An Ru melihat ke arah Ibu Suri lagi. "Ibu Suri, Anda adalah adik perempuan Pangeran Hao, dan telah menghabiskan bertahun-tahun di Kediaman Pei bersamanya. Anda pasti tahu dengan jelas apa yang disukainya. Jika aku bisa menyenangkannya, maka nyawa Ayah akan selamat!"

"Pei An Ru, mustahil bagimu untuk mendapatkan kasih sayang Pangeran Hao. Apabila kau ingin mengetahui alasannya, cukup ingat bahwa ini disebabkan oleh Su Xi-er! Ia adalah dalang atas kesengsaraan ayahmu!" Tatapan Pei Ya Ran dalam dan tak terbaca, diliputi hawa dingin saat ia menatap Pei An Ru.

"Ibu Suri, siapa Su Xi-er?" Pei An Ru bertanya penasaran. Tepat setelah ia mengajukan pertanyaan tersebut, satu belati melayang masuk ke dalam ruangan dan mendarat di atas sebuah pilar di aula utama.

Pei Ya Ran melihat ke luar aula utama. Sudah larut malam, dan ia tidak melihat adanya sosok di dalam kegelapan.

"Ibu Suri, ada secarik kertas yang terbungkus di sekeliling gagang pisaunya." Mata Pei An Ru berbinar sewaktu ia menunjukkan ini. Mungkin, seseorang dari Kediaman Pei telah mengirimkan sepucuk surat rahasia untuk memberitahukan padaku bagaimana caranya menyelamatkan Ayahku!

Pei Ya Ran segera bangkit berdiri untuk mengambil kertas tersebut; itu hanya berisi satu kalimat, tetapi cukup untuk membuat Pei Ya Ran memahami semuanya.

Pei Qian Hao berada di Istana Samping.

Pei Qian Hao sedang berada di Istana Samping, berarti bahwa Su Xi-er juga ada di sana! Siapa yang mengira kalau ia akan mengirimkannya kembali ke sana padahal ia begitu menyayanginya!

"Ibu Suri, apakah itu dari Kediaman Pei ...."

Sebelum ia bisa selesai, Pei An Ru dibungkam oleh pelototan dingin Pei Ya Ran. Setelahnya, orang itu memegang kertas itu ke atas untuk menyalakan lilin, memerhatikannya terbakar jadi abu sebelum ia mengalihkan pandangannya keluar aula utama.

Apabila orang yang mengirimkan surat itu bukan berasal dari Kediaman Pei, maka, siapakah itu? Alis Pei Ya Ran mengerut selagi ia tiba-tiba saja punya sebuah ide. Ia berjalan keluar dari aula dan memanggil, "Jika kau di sini, maka kenapa kau tidak memperlihatkan dirimu?"

Hanya ada keheningan yang memekakkan telinga yang menjawabnya. Pei Ya Ran tersenyum kecut. Selalu bersembunyi di Istana Kedamaian Penuh Kasih. Semenjak aku masuk istana kekaisaran, orang ini selalu membantuku secara diam-diam, tetapi kadang-kadang mereka akan menghancurkan rencanaku juga. Mereka teman, atau lawan?

"Ibu Suri ...." Pei An Ru muncul di belakang Pei Ya Ran lagi. Pei Ya Ran berbalik dengan ekspresi yang jahat. "Si cantik yang ada di samping Pangeran Hao adalah Su Xi-er. Kalau ia tidak ada, maka Pangeran Hao mungkin akan melihatmu; namun, ia hanya bisa melihat Su Xi-er sekarang ini. Kau bisa menyalahkannya atas kematian ayahmu!"

Sekarang ini, Pei Ya Ran bahkan tidak mengetahui bahwa kejahatan masa lalu Pei Yong itu adalah terhadap Su Xi-er. Ia juga tidak mengetahui bahwa karena Su Xi-er, makanya mulanya Pei Qian Hao menginvestigasi Pei Yong.

Tekad pun menyala di mata Pei An Ru. "Aku akan pergi dan memohon pada Su Xi-er. Ibu Suri, dimana dia?"

"Istana Samping," Pei Ya Ran menjawab perlahan. Mungkin, Pei Qian Hao dan jalang itu tengah melakukan sesuatu yang tidak pantas sekarang ini. Pei An Ru yang mengganggu sudah pasti akan mengacaukannya. Kami mungkin tidak akan bisa menyelamatkan Pei Yong, tetapi Pei An Ru yang bisa mengacaukannya sudah cukup untukku. Aku bisa menangani Su Xi-er nanti dengan santai, setelah Pei Qian Hao keluar dari istana kekaisaran.

0 comments:

Posting Komentar