Kamis, 12 Maret 2026

CTF - Chapter 283

Consort of A Thousand Faces

Chapter 283 : Apa Kau Berani


"Pangeran Hao, hamba sudah mengetahui tentang prinsip dan kepribadian Anda. Namun, hamba tidak bisa mengimbanginya dengan seberapa seringnya Anda berubah pikiran." Suara Su Xi-er tenang.

Pei Qian Hao menatapnya dengan saksama dan mendadak bangkit berdiri dari kursi teratas, perlahan-lahan melangkah ke arah Su Xi-er. Meskipun ia tidak berjalan dengan sangat cepat, setiap langkahnya berat. Saat akhirnya ia berhenti di depan gadis itu, ia menyelipkan satu tangan di bawah dagunya untuk mendongakkan kepala gadis itu. Wajah tampannya mendadak memenuhi pandangan Su Xi-er.

"Bagaimana mungkin kau tidak bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Pangeran ini padahal kau begitu pintar?" Ia mengerakkan tangannya maju-mundur di dagunya selagi ia berbicara, tangannya yang lain berada di pinggang Su Xi-er. "Sementara untuk kepribadianku, bagaimana bisa Pangeran ini membiarkanmu melakukan sesuai keinginanmu? Jika kau membuat Pangeran ini tidak senang, aku akan ...."

Kali ini, Su Xi-er menyelanya. "Memerintahkan agar aku dicambuk. Apa lagi yang akan Anda lakukan?"

Sudut mulut Pei Qian Hao memperlihatkan jejak nakal, dan kilat halus berkedip di matanya. "Pangeran ini sudah mengetahui bahwa mencambukmu itu tidak berguna. Bahkan, kalaupun kau dipukuli sampai kau cacat, kau tetap tidak akan menundukkan kepalamu. Kali ini, Pangeran ini akan membiarkanmu mengetahuinya: aku sudah membubarkan Istana Kecantikan."

Suaranya dalam dan lembut, matanya memerhatikan wajah Su Xi-er dengan lekat untuk mengamati ekspresi gadis itu.

Jantung Su Xi-er tenggelam, matanya membeku, diam terpana. Rasanya seolah ada beban yang mendadak menekan paru-parunya. Istana Kecantikan, yang ada selama tiga tahun demi mengumpulkan wanita-wanita dari kekuatan berpengaruh yang berbeda-beda, sudah dibubarkan!

"Mengapa kau tidak menanyakan Pangeran ini, mengapa aku membubarkannya?" Alis Pei Qian Hao sedikit mengerut ketika Su Xi-er tidak merespons, jejak kekesalan berkedip di matanya.

Su Xi-er merasakan sakit menusuk sewaktu cengkamannya di dagunya mengetat. Ia sungguh ingin memberiku sebuah jawaban. "Pangeran Hao, terkadang, Anda melakukan sesuatu secara spontan."

Tepat ketika kata-kata itu meninggalkan mulutnya, ia merasakan sakit yang tajam di pinggangnya juga. Pei Qian Hao membungkuk dan bergumam di dekat telinganya, "Kau selalu menyebut-nyebut Istana Kecantikan di depan Pangeran ini, dan kata-katamu menunjukkan bahwa kau tidak senang tentang itu. Sekarang, karena Pangeran ini telah membubarkan Istana Kecantikan demi dirimu, kau menyebutku orang yang spontan?" Tiba-tiba saja, ia tertawa dan menjilat telinga Su Xi-er main-main. "Apabila Pangeran ini sespontan yang kau katakan, maka aku harus memindahkanmu ke Kediaman Pangeran Hao. Mengapa aku bahkan memedulikannya apakah kau berada dalam sorotan?"

Su Xi-er tahu bahwa jika ia masuk ke Kediaman Pangeran Hao, ia harus melapor pada Pei Qian Hao, kapan pun ia ingin pergi. Pergerakanku akan terbatas, dan akan ada banyak hal yang jadi sulit untuk kulakukan.

Suara Pei Qian Hao mengganggu pemikirannya. "Sekarang ini, semua warga sipil Bei Min sudah mengetahui bahwa Istana Kecantikan telah dibubarkan. Mereka juga mengetahui bahwa ada seorang wanita misterius yang berada di sisi Pangeran ini. Akan sulit meski jika kau tidak mau berada dalam sorotan."

Su Xi-er mengangkat kedua tangan untuk mendorongnya, tetapi kemudian, terpikirkan sebuah ide berbeda. "Pangeran Hao, Anda bisa menginstruksikan hamba untuk masuk ke Kediaman Pangeran Hao. Namun, aku tidak bisa masuk sebagai dayang Anda, ataupun dayang selir kamar Anda; sebaliknya ...."

Saat ini, ia terdiam dan matanya melengkung membentuk bulan sabit. "Pangeran Hao, apabila Anda cukup berani untuk mengabaikan peraturan, maka angkatlah hamba menjadi istri resmi Anda dan menjadi Hao Wang Fei. Jika itu terjadi, maka hamba akan masuk ke Kediaman Pangeran Hao." Meskipun suara Su Xi-er jelas dan lembut, itu juga kedengaran tegas. Tekad berkedip di matanya, membuatnya jelas bahwa ia tidak sedang bercanda.

Kilat dingin muncul di mata Pei Qian Hao. Ia cukup berambisi, ingin menjadi Hao Wang Fei.

Su Xi-er sudah menebak bahwa ia tidak akan menyetujuinya, sehingga ia mulai memprovokasinya. "Hamba hanyalah seorang dayang dari Istana Samping, dan menyapu jalur istana sekaligus menggosok pispot. Aku tidak berani untuk berpikir tentang menjadi Hao Wang Fei, tetapi aku pun tidak akan setuju menjadi dayang selir kamar Anda, ataupun selir."

"Bernyali sekali," Pei Qian Hao berkomentar perlahan dan pelan. Ia tidak melepaskan dagu Su Xi-er, bahkan mulai mencubiti pinggangnya lebih keras.

"Pangeran Hao, Anda tidak dapat melakukannya, maupun berani untuk melakukannya. Bahkan, mengecualikan diri Anda, tidak ada pejabat mahkamah yang istri resminya terlahir sebagai seorang dayang."

Kata-kata Su Xi-er tepat sasaran. Pei Qian Hao adalah putra angkat keluarga Pei. Meskipun pejabat mahkamah mengikuti perintahnya, mereka hanya melakukannya di luar saja, karena otoritasnya. Di dalamnya, para pejabat masih memandang rendah dirinya. Ia hanyalah putra angkat Tuan Pei, dan kedua orang tuanya tidak diketahui. Itulah mengapa, untuk membuat semua pejabat mahkamah tutup mulut, wanita yang menjadi Hao Wang Fei, haruslah berasal dari latar belakang bangsawan.

Kata-kata 'tidak dapat melakukannya dan tidak akan berani melakukannya' sudah menyentuh garis batas bawah Pei Qian Hao. Di mataku, tidak ada yang tidak berani kulakukan. Itu hanya masalah apakah aku mau melakukannya.

"Su Xi-er, tidak ada sesuatu di dunia ini yang tidak berani Pangeran ini lakukan. Namun, jika kau ingin menjadi Hao Wang Fei, itu mungkin. Tetapi pertama, kau harus memberikan tubuhmu pada Pangeran ini. Seutuhnya ...." Suaranya rendah, diliputi dengan otoritas. Di waktu yang bersamaan, tangan di sekitar pinggang Su Xi-er mulai bergerak.

Su Xi-er menatap ke dalam matanya, jantungnya mendadak berdegup dengan kencangnya. Kalau aku memberikan diriku padanya, apakah ia sungguh akan menikahiku dan menjadikanku sebagai Hao Wang Fei? Aku mengucapkan kata-kata itu supaya aku tidak harus pergi ke Kediaman Pangeran Hao, tetapi, apakah ia serius? Ia hanya bisa mencoba menerka niatan Pei Qian Hao dari kedalaman matanya.

"Pangeran ini bisa melihat bahwa kaulah orang yang tidak berani." Setelah menghabiskan begitu banyak hari bersama-sama, Pei Qian Hao tahu apa garis batasan Su Xi-er. Ia tidak akan berani main-main tentang kesuciannya.

"Pangeran Hao, hamba tidak berani. Bagaimanapun juga, istana kekaisaran mengharuskan semua dayang istana agar tetap perawan." Kemudian, ia mengangkat tangan dan mendorong Pei Qian Hao.

Pei Qian Hao tidak mencoba melawan, dan hanya memerhatikan sewaktu gadis itu melangkah mundur. Belum pernah ada wanita lain yang akan terus-terusan menolakku berulang kali, dan aku juga belum pernah seserius ini. Semua orang di dunia mengatakan bahwa aku mencintai wanita cantik, dan bahwa aku memiliki wanita yang tak terhitung jumlahnya di sisiku. Namun, akulah orang yang mengetahui bahwa aku belum pernah menyentuh wanita. Sementara untuk urusan di dalam kamar tidur, antara pria dan wanita, aku tahu apa yang harus dilakukan, tetapi belum pernah melakukannya sebelumnya.

(T/N : ciee si abang, ternyata beneran perjaka wkwkwk.)

Tidak ada wanita yang pernah membuatku tertarik. Hanya Su Xi-er yang dapat melakukannya, bahkan kadang kala, menyebabkanku kehilangan kendaliku; namun, ia terus saja mendorongku setiap kali aku mencoba mendekatinya.

Jika aku punya cara, ia sudah akan mati sekarang. Dikatakan begitu, tentunya aku tidak akan memaksanya; aku ingin ia bersedia.

Su Xi-er menyadari api yang panas di mata Pei Qian Hao, sesuatu yang gagal ia lihat sebelum-sebelumnya ketika ia mendorong pria itu, tetapi kali ini, ia dapat merasakan jantungnya berdebar sesaat. Ia benar-benar terkejut saat pria itu menyarankan agar ia memberikan tubuhnya padanya, dan untuk menjadi istri resminya.

Ia tahu bahwa, jika Pei Qian Hao mengatakan sesuatu, ia akan membuatnya jadi kenyataan.

"Su Xi-er, semakin kau ingin kembali ke Istana Samping, semakin Pangeran ini tidak akan mengizinkannya. Sementara dimana kau akan pergi dan kemana kau akan bekerja, dengarkan perintah Pangeran ini." Lalu, Pei Qian Hao pun meninggalkan aula.

Sebelum ia cukup jauh, suaranya terdengar lagi. "Apa yang kau lakukan, berdiri kaget di sana? Kita akan pergi ke Bei Min besok, tengah hari. Pergi dan kemasi barang-barangmu; tunggu di aula utama dalam empat jam."

Setelah itu, ia memutar tumitnya dan menghilang dari pandangan.

Su Xi-er pergi tak lama setelahnya; ia belum sampai jauh sebelum ia berpapasan dengan Ning Lian Chen.

Apa yang sedang dilakukannya di sini? Apakah pengawal kekaisaran dari Kediaman Pangeran Hao membiarkan Lian Chen masuk tanpa melapor?

Ning Lian Chen tidak berpikir kalau orang pertama yang dilihatnya setelah memasuki rumah pos adalah Kakak Perempuannya. Namun, karena ada pengawal kekaisaran di sekitar, ia harus mempertahankan sikap seorang Kaisar.

Ia memanggil, "Nona Xi-er."

Su Xi-er membungkuk untuk memberikan hormat, tetapi dihentikan di tengah jalan oleh Ning Lian Chen. "Nona Xi-er, tidak perlu memberi hormat. Kaisar ini diundang oleh Pangeran Hao untuk datang ke rumah pos, untuk mendiskusikan masalah yang penting."

Ternyata, bukan karena ia berinisiatif untuk datang, tetapi karena Pei Qian Hao yang mengundangnya.

0 comments:

Posting Komentar