Consort of A Thousand Faces
Chapter 302 : Menjauhlah Darinya
Tiba-tiba saja, suara tajam seorang wanita dapat terdengar.
"Bagaimana Pei Yong membesarkanmu? Ibu Suri ini sudah mencarimu
kemana-mana, dan di sinilah dirimu. Pangeran Hao bukanlah seseorang yang bisa
didekati wanita mana saja."
Pei Ya Ran membuat dirinya terlihat, berjalan ke
arah Pei An Ru dan berhenti di depannya. Ia sudah melihat sepotong ejekan yang
melintas di kedalaman mata Pei Qian Hao.
Pei Ya Ran melihat ke bawah pada Pei An Ru dengan tatapan yang menusuk,
matanya menyipit
ketika ia melihat orang itu telah menarik baju dalaman
bagian atasnya hingga turun. Bahkan ada jejak rasa jijik di matanya. Ia
bahkan belum dewasa, dan sudah mulai menggunakan metode hina seperti ini.
Bagaimana Keluarga Pei membesarkan orang seperti ini?
"Pei An Ru, berdirilah dan rapikan pakaianmu. Seorang gadis harus
tampak seperti seorang gadis." Pei Ya Ran memerintahkannya dengan tegas,
kemudian berbalik pada Pei Qian Hao dan tersenyum penuh penyesalan. "An Ru
masih seorang gadis yang tidak tahu mana yang lebih baik; jangan dimasukkan ke
dalam hati."
Pei Qian Hao menatap Pei Ya Ran. "Kediaman Pei tidak membesarkannya
dengan tepat. Kau harus mengurusnya dengan benar setelah ia masuk ke Istana
Kedamaian Penuh Kasih agar ia tidak membuat keluarga Pei kehilangan muka
lagi."
Wajah Pei Ya Ran menegang ketika ia mendengar nada bicara yang tidak
akrab ini. Tak lama setelahnya, ia menjawab, "Ibu Suri ini pasti akan
mengajarinya dengan baik. Pelayan, kemari dan antarkan Nona An Ru kembali ke
Istana Kedamaian Penuh Kasih. Jangan biarkan ia keluar tanpa izin Ibu Suri
ini."
Dayang istana yang mengikuti di belakangnya segera menerima perintah
tersebut dan berjalan ke arah Pei An Ru, menarik orang itu bangun sementara ia
merapikan pakaiannya.
Pei An Ru tidak ingin pergi begitu saja, tetapi tepat ketika ia baru
saja akan mengatakan sesuatu, Pei Ya Ran membungkamnya dengan pelototan. Tetapi
ia memikirkan tentang itu lagi. Ibu Suri adalah bibi kandung dari pihak
ayahku; pastinya ia punya cara untuk menyelamatkan Ayah. Aku melupakan diriku
sendiri dalam keputusasaan sekarang ini. Setelah Pei An Ru tenang, ia
menyadari bahwa ia sudah terlalu impulsif.
"Nona An Ru, mohon pergi bersama pelayan ini." Dayang istana
itu meminta dengan hormat. Pei An Ru mengangguk dan berjalan menuju ke Istana
Kedamaian Penuh Kasih bersama dengannya.
Segera saja, hanya Pei Ya Ran dan Pei Qian Hao yang tertinggal berduaan
di jalur istana.
Pei Ya Ran berjalan maju secara perlahan dan berhenti sekitar satu meter
di depan Pei Qian Hao. Ketika ia berbicara, suaranya tidak mengandung otoritas
dari seorang Ibu Suri; sebaliknya, itu terdengar seperti seorang gadis muda
yang malu-malu. "Hao Da Ge."
Suaranya sangat pelan dan lembut; pria biasa mana pun akan menyukai itu
dan merasa jantung mereka berdebar-debar, meski jika tidak memperlihatkan itu
di wajah mereka.
Namun, Pei Qian Hao bukanlah pria biasa. Tidak ada perubahan dalam roman
mukanya dan dingin dalam tatapannya tidak pula menyusut. "Ibu Suri, sudah
selarut ini, kau harus segera kembali ke Istana Kedamaian Penuh Kasih."
Ketika Pei Ya Ran melihat kalau pria itu akan pergi, ia segera berusaha
menghentikannya. "Hao Da Ge, mengapa aku merasa kalau kau
sudah berubah setelah kembali dari Nan Zhao? Apakah desas-desus itu benar? Apa
kau sungguh bertemu dengan seorang wanita cantik tiada tara di Nan Zhao dan
membawanya kembali ke Bei Min?"
Ia tidak ingin berselisih dengan Pei Qian Hao. Walaupun ia mengetahui
siapakah si cantik tiada tara itu, ia tidak menunjukkannya secara langsung.
Akan tetapi, reaksi Pei Qian Hao mengejutkannya. Ia tidak menyangka
bahwa pria itu akan mengabaikan hubungan masa lalu mereka, meski jika mereka
hanyalah saudara.
"Memangnya kenapa jika Pangeran ini sungguh membawanya kembali ke
Bei Min? Apa kau mau bertemu dengannya, Ibu Suri?" Suara Pei Qian Hao
tenang, bahkan ekspresinya acuh tak acuh, seolah itu adalah hal yang biasa,
untuk membawa wanita itu kembali ke Bei Min.
Ekspresi Pei Ya Ran agak berubah, tetapi ia tetap mempertahankan senyum
canggung di wajahnya, berpura-pura kebingungan. "Hao Da Ge,
apa kau sudah jatuh hati pada wanita itu? Apakah kau membubarkan Istana
Kecantikan karena kau takut kalau ia tidak akan merasa senang saat ia datang ke
Bei Min?"
Ketika ia mengajukan pertanyaan itu, jantung Pei Ya Ran serasa bergetar.
Ia takut bahwa pria itu akan mengangguk dan mengatakan iya.
"Ia bukanlah alasan satu-satunya, tetapi ia memang bagian dari
itu." Suara monoton Pei Qian Hao sekali lagi memasuki telinga Pei Ya Ran.
Pei Ya Ran tidak bisa bernapas. Su Xi-er adalah salah satu
alasan mengapa ia membubarkan Istana Kecantikan! Aku tidak bisa menoleransi
ini. Ia tidak menyukaiku, tetapi sungguh jatuh cinta pada orang lain!
"Hao Da Ge, biar kutanyakan sesuatu padamu. Wanita itu
adalah Su Xi-er, kan?" Tangan kanan Pei Ya Ran mencengkeram saputangannya
sewaktu ia menatapnya dengan tatapan yang membara.
"Kalau kau sudah tahu, maka kenapa menanyakan Pangeran ini? Kau
harus kembali ke Istana Kedamaian Penuh Kasih dan menjalankan tugas seorang Ibu
Suri dengan selayaknya." Setelah itu, Pei Qian Hao berbalik pergi.
Pei Ya Ran tidak sanggup lagi menahan emosi yang melanda dirinya. Ia
berlari dan membentangkan tangannya untuk memeluk pinggang Pei Qian Hao,
mengabaikan fakta bahwa mereka berada di jalur istana. Seluruh tubuhnya
menempel di punggung Pei Qian Hao selagi ia menghirup aroma pria itu.
Baru sebentar sebelum sepasang tangan membuka tangannya, mendorongnya ke
belakang hingga ia terhuyung, menyeimbangkan dirinya.
Hiasan rambut emas di kepalanya berayun dengan kerasnya. Pei Ya Ran
mengendalikan diri dan menghentikan air matanya mengalir keluar, tetapi itu
tidak cukup untuk menyembunyikan getaran dalam suaranya. "Hao Da
Ge, kita sudah tinggal bersama-sama di Kediaman Pei selama bertahun-tahun.
Saat aku terserang demam, bukan hanya orang tuaku, tetapi kau pun menjagaku
sepanjang malam. Bahkan setelah aku masuk istana kekaisaran, kau masih
memperlakukanku dengan baik; kau bahkan sampai menyuruh seseorang untuk
mendapatkan Bunga Ungu Harum favoritku dari Xi Liu dan menanam mereka di Taman
Kekaisaran."
Pei Qian Hao menatapnya, kata-katanya yang selanjutnya seperti pisau
yang tajam yang dengan kejamnya menusuk ke dalam hati Pei Ya Ran. "Kita
adalah saudara. Tentu saja Pangeran ini akan memperlakukanmu dengan baik
setelah dibesarkan oleh Keluarga Pei selama bertahun-tahun."
"Apakah hanya karena kita adalah kakak beradik, makanya kau
memperlakukanku dengan baik? Apa kau melupakan saat kita masih kecil? Aku
memberitahumu bahwa aku ingin menikahimu dan aku akan jadi satu-satunya wanita
yang diizinkan untuk jadi pengantinmu!" Suara Pei Ya Ran jadi semakin
keras.
Pei Qian Hao memang ingat; namun .... Kapan
aku menyetujui hal semacam itu? Ia sudah memiliki obsesi sedalam itu meski
masih begitu kecil; bagaimana ia akan mengatur Harem Kekaisaran di masa yang
akan datang?
Memikirkan itu, alis Pei Qian Hao jadi agak tertaut. Ia memandang Pei Ya
Ran bahkan dengan tatapan yang lebih dingin lagi. "Ketika kau masuk Harem
Kekaisaran dan menerima Segel Phoenix, kau menerima tanggung jawab
menjadi Ibu Suri Bei Min. Setiap tindakan dan perkataanmu harus pantas.
Pangeran ini tidak mau lagi mendengar apa yang barusan kau katakan."
(T/N : Segel Phoenix melambangkan kekuasaan dan otoritas dari seorang
Permaisuri. Namun, karena sekarang ini tidak ada Permaisuri di Bei Min, Pei Ya
Ran yang akan memegangnya untuk saat ini.)
"Itu semua karena Su Xi-er, makanya kau begitu kejam padaku! Kau
tidak menginginkanku lagi karena dirinya. Apakah ia benar-benar sehebat itu?
Ia hanyalah seorang dayang rendahan kecil!"
Ekspresi Pei Ya Ran dipenuhi kemarahan, meski ketika ia berupaya keras untuk
menjaga amarahnya di bawah selubung.
"Pei Ya Ran, karena kau sudah mengetahui itu, maka kau harus
menjauh darinya di masa yang akan datang. Pangeran ini akan mengabaikan rencana
jahat yang telah kau gunakan untuk menanganinya hingga sekarang, tetapi lebih baik kau memikirkan tentang tindakanmu di
masa yang akan datang." Nada bicaranya sedingin es, memperlihatkan bahwa
ia tidak ingin ditentang.
Langkah kakinya yang tenang menggema di telinga Pei Ya Ran, menyebabkan
air mata menggenang di matanya dan memburamkan pandangannya sementara ia
menyaksikan sosok familier itu, yang telah menjadi orang asing, menghilang di
kejauhan.
Pelukannya bukan lagi milikku ... malahan, mereka tidak pernah jadi
milikku sejak awal.
Tangan Pei Ya Ran mengetat jadi kepalan sewaktu dengan geramnya ia
menggumamkan satu nama di antara sela-sela giginya. "Su Xi-er."
Di saat ini, suara yang jelas dari seorang pria dapat terdengar.
"Ibu Suri, pria berbeda dari wanita. Jika seorang pria tidak mencintai
wanita itu, maka mereka tidak mencintainya, terlepas dari seberapa besar wanita
itu mencoba."
Ekspresi Pei Ya Ran yang kesakitan menghilang sewaktu ia berbalik untuk
menatap Xie Yun. Ia menghilangkan topeng sopannya dan malah mencibir. "Ibu
Suri ini tidak tahu bahwa Commandery Prince Xie yang terbuka
dan jujur juga akan bersembunyi di dalam kegelapan untuk menguping percakapan
orang lain."

0 comments:
Posting Komentar