Kamis, 19 Maret 2026

CTF - Chapter 302

Consort of A Thousand Faces

Chapter 302 : Menjauhlah Darinya


Tiba-tiba saja, suara tajam seorang wanita dapat terdengar. "Bagaimana Pei Yong membesarkanmu? Ibu Suri ini sudah mencarimu kemana-mana, dan di sinilah dirimu. Pangeran Hao bukanlah seseorang yang bisa didekati wanita mana saja."

Pei Ya Ran membuat dirinya terlihat, berjalan ke arah Pei An Ru dan berhenti di depannya. Ia sudah melihat sepotong ejekan yang melintas di kedalaman mata Pei Qian Hao.

Pei Ya Ran melihat ke bawah pada Pei An Ru dengan tatapan yang menusuk, matanya menyipit ketika ia melihat orang itu telah menarik baju dalaman bagian atasnya hingga turun. Bahkan ada jejak rasa jijik di matanya. Ia bahkan belum dewasa, dan sudah mulai menggunakan metode hina seperti ini. Bagaimana Keluarga Pei membesarkan orang seperti ini?

"Pei An Ru, berdirilah dan rapikan pakaianmu. Seorang gadis harus tampak seperti seorang gadis." Pei Ya Ran memerintahkannya dengan tegas, kemudian berbalik pada Pei Qian Hao dan tersenyum penuh penyesalan. "An Ru masih seorang gadis yang tidak tahu mana yang lebih baik; jangan dimasukkan ke dalam hati."

Pei Qian Hao menatap Pei Ya Ran. "Kediaman Pei tidak membesarkannya dengan tepat. Kau harus mengurusnya dengan benar setelah ia masuk ke Istana Kedamaian Penuh Kasih agar ia tidak membuat keluarga Pei kehilangan muka lagi."

Wajah Pei Ya Ran menegang ketika ia mendengar nada bicara yang tidak akrab ini. Tak lama setelahnya, ia menjawab, "Ibu Suri ini pasti akan mengajarinya dengan baik. Pelayan, kemari dan antarkan Nona An Ru kembali ke Istana Kedamaian Penuh Kasih. Jangan biarkan ia keluar tanpa izin Ibu Suri ini."

Dayang istana yang mengikuti di belakangnya segera menerima perintah tersebut dan berjalan ke arah Pei An Ru, menarik orang itu bangun sementara ia merapikan pakaiannya.

Pei An Ru tidak ingin pergi begitu saja, tetapi tepat ketika ia baru saja akan mengatakan sesuatu, Pei Ya Ran membungkamnya dengan pelototan. Tetapi ia memikirkan tentang itu lagi. Ibu Suri adalah bibi kandung dari pihak ayahku; pastinya ia punya cara untuk menyelamatkan Ayah. Aku melupakan diriku sendiri dalam keputusasaan sekarang ini. Setelah Pei An Ru tenang, ia menyadari bahwa ia sudah terlalu impulsif.

"Nona An Ru, mohon pergi bersama pelayan ini." Dayang istana itu meminta dengan hormat. Pei An Ru mengangguk dan berjalan menuju ke Istana Kedamaian Penuh Kasih bersama dengannya.

Segera saja, hanya Pei Ya Ran dan Pei Qian Hao yang tertinggal berduaan di jalur istana.

Pei Ya Ran berjalan maju secara perlahan dan berhenti sekitar satu meter di depan Pei Qian Hao. Ketika ia berbicara, suaranya tidak mengandung otoritas dari seorang Ibu Suri; sebaliknya, itu terdengar seperti seorang gadis muda yang malu-malu. "Hao Da Ge."

Suaranya sangat pelan dan lembut; pria biasa mana pun akan menyukai itu dan merasa jantung mereka berdebar-debar, meski jika tidak memperlihatkan itu di wajah mereka.

Namun, Pei Qian Hao bukanlah pria biasa. Tidak ada perubahan dalam roman mukanya dan dingin dalam tatapannya tidak pula menyusut. "Ibu Suri, sudah selarut ini, kau harus segera kembali ke Istana Kedamaian Penuh Kasih."

Ketika Pei Ya Ran melihat kalau pria itu akan pergi, ia segera berusaha menghentikannya. "Hao Da Ge, mengapa aku merasa kalau kau sudah berubah setelah kembali dari Nan Zhao? Apakah desas-desus itu benar? Apa kau sungguh bertemu dengan seorang wanita cantik tiada tara di Nan Zhao dan membawanya kembali ke Bei Min?"

Ia tidak ingin berselisih dengan Pei Qian Hao. Walaupun ia mengetahui siapakah si cantik tiada tara itu, ia tidak menunjukkannya secara langsung.

Akan tetapi, reaksi Pei Qian Hao mengejutkannya. Ia tidak menyangka bahwa pria itu akan mengabaikan hubungan masa lalu mereka, meski jika mereka hanyalah saudara.

"Memangnya kenapa jika Pangeran ini sungguh membawanya kembali ke Bei Min? Apa kau mau bertemu dengannya, Ibu Suri?" Suara Pei Qian Hao tenang, bahkan ekspresinya acuh tak acuh, seolah itu adalah hal yang biasa, untuk membawa wanita itu kembali ke Bei Min.

Ekspresi Pei Ya Ran agak berubah, tetapi ia tetap mempertahankan senyum canggung di wajahnya, berpura-pura kebingungan. "Hao Da Ge, apa kau sudah jatuh hati pada wanita itu? Apakah kau membubarkan Istana Kecantikan karena kau takut kalau ia tidak akan merasa senang saat ia datang ke Bei Min?"

Ketika ia mengajukan pertanyaan itu, jantung Pei Ya Ran serasa bergetar. Ia takut bahwa pria itu akan mengangguk dan mengatakan iya.

"Ia bukanlah alasan satu-satunya, tetapi ia memang bagian dari itu." Suara monoton Pei Qian Hao sekali lagi memasuki telinga Pei Ya Ran.

Pei Ya Ran tidak bisa bernapas. Su Xi-er adalah salah satu alasan mengapa ia membubarkan Istana Kecantikan! Aku tidak bisa menoleransi ini. Ia tidak menyukaiku, tetapi sungguh jatuh cinta pada orang lain!

"Hao Da Ge, biar kutanyakan sesuatu padamu. Wanita itu adalah Su Xi-er, kan?" Tangan kanan Pei Ya Ran mencengkeram saputangannya sewaktu ia menatapnya dengan tatapan yang membara.

"Kalau kau sudah tahu, maka kenapa menanyakan Pangeran ini? Kau harus kembali ke Istana Kedamaian Penuh Kasih dan menjalankan tugas seorang Ibu Suri dengan selayaknya." Setelah itu, Pei Qian Hao berbalik pergi.

Pei Ya Ran tidak sanggup lagi menahan emosi yang melanda dirinya. Ia berlari dan membentangkan tangannya untuk memeluk pinggang Pei Qian Hao, mengabaikan fakta bahwa mereka berada di jalur istana. Seluruh tubuhnya menempel di punggung Pei Qian Hao selagi ia menghirup aroma pria itu.

Baru sebentar sebelum sepasang tangan membuka tangannya, mendorongnya ke belakang hingga ia terhuyung, menyeimbangkan dirinya.

Hiasan rambut emas di kepalanya berayun dengan kerasnya. Pei Ya Ran mengendalikan diri dan menghentikan air matanya mengalir keluar, tetapi itu tidak cukup untuk menyembunyikan getaran dalam suaranya. "Hao Da Ge, kita sudah tinggal bersama-sama di Kediaman Pei selama bertahun-tahun. Saat aku terserang demam, bukan hanya orang tuaku, tetapi kau pun menjagaku sepanjang malam. Bahkan setelah aku masuk istana kekaisaran, kau masih memperlakukanku dengan baik; kau bahkan sampai menyuruh seseorang untuk mendapatkan Bunga Ungu Harum favoritku dari Xi Liu dan menanam mereka di Taman Kekaisaran."

Pei Qian Hao menatapnya, kata-katanya yang selanjutnya seperti pisau yang tajam yang dengan kejamnya menusuk ke dalam hati Pei Ya Ran. "Kita adalah saudara. Tentu saja Pangeran ini akan memperlakukanmu dengan baik setelah dibesarkan oleh Keluarga Pei selama bertahun-tahun."

"Apakah hanya karena kita adalah kakak beradik, makanya kau memperlakukanku dengan baik? Apa kau melupakan saat kita masih kecil? Aku memberitahumu bahwa aku ingin menikahimu dan aku akan jadi satu-satunya wanita yang diizinkan untuk jadi pengantinmu!" Suara Pei Ya Ran jadi semakin keras.

Pei Qian Hao memang ingat; namun .... Kapan aku menyetujui hal semacam itu? Ia sudah memiliki obsesi sedalam itu meski masih begitu kecil; bagaimana ia akan mengatur Harem Kekaisaran di masa yang akan datang?

Memikirkan itu, alis Pei Qian Hao jadi agak tertaut. Ia memandang Pei Ya Ran bahkan dengan tatapan yang lebih dingin lagi. "Ketika kau masuk Harem Kekaisaran dan menerima Segel Phoenix, kau menerima tanggung jawab menjadi Ibu Suri Bei Min. Setiap tindakan dan perkataanmu harus pantas. Pangeran ini tidak mau lagi mendengar apa yang barusan kau katakan."

(T/N : Segel Phoenix melambangkan kekuasaan dan otoritas dari seorang Permaisuri. Namun, karena sekarang ini tidak ada Permaisuri di Bei Min, Pei Ya Ran yang akan memegangnya untuk saat ini.)

"Itu semua karena Su Xi-er, makanya kau begitu kejam padaku! Kau tidak menginginkanku lagi karena dirinya. Apakah ia benar-benar sehebat itu? Ia hanyalah seorang dayang rendahan kecil!" Ekspresi Pei Ya Ran dipenuhi kemarahan, meski ketika ia berupaya keras untuk menjaga amarahnya di bawah selubung.

"Pei Ya Ran, karena kau sudah mengetahui itu, maka kau harus menjauh darinya di masa yang akan datang. Pangeran ini akan mengabaikan rencana jahat yang telah kau gunakan untuk menanganinya hingga sekarang, tetapi lebih baik kau memikirkan tentang tindakanmu di masa yang akan datang." Nada bicaranya sedingin es, memperlihatkan bahwa ia tidak ingin ditentang.

Langkah kakinya yang tenang menggema di telinga Pei Ya Ran, menyebabkan air mata menggenang di matanya dan memburamkan pandangannya sementara ia menyaksikan sosok familier itu, yang telah menjadi orang asing, menghilang di kejauhan.

Pelukannya bukan lagi milikku ... malahan, mereka tidak pernah jadi milikku sejak awal.

Tangan Pei Ya Ran mengetat jadi kepalan sewaktu dengan geramnya ia menggumamkan satu nama di antara sela-sela giginya. "Su Xi-er."

Di saat ini, suara yang jelas dari seorang pria dapat terdengar. "Ibu Suri, pria berbeda dari wanita. Jika seorang pria tidak mencintai wanita itu, maka mereka tidak mencintainya, terlepas dari seberapa besar wanita itu mencoba."

Ekspresi Pei Ya Ran yang kesakitan menghilang sewaktu ia berbalik untuk menatap Xie Yun. Ia menghilangkan topeng sopannya dan malah mencibir. "Ibu Suri ini tidak tahu bahwa Commandery Prince Xie yang terbuka dan jujur juga akan bersembunyi di dalam kegelapan untuk menguping percakapan orang lain."

0 comments:

Posting Komentar