Rabu, 18 Maret 2026

CTF - Chapter 296

Consort of A Thousand Faces

Chapter 296 : Jelas-Jelas Jadi Lebih Kurus


"Kau harus memikirkan soal itu. Aku akan kembali ke kediamanku." Pei Zheng berbicara dengan nada yang kasar dan meninggalkan aula utama tanpa mengucapkan 'selamat tinggal' pada Pei Ya Ran.

Pei Ya Ran memerhatikan sewaktu ayahnya menghilang, sementara itu tatapannya menggelap. Hanya karena aku berasal dari Keluarga Pei, mereka mengharapkan agar aku menyerahkan segalanya demi keluarga! Aku sudah mengorbankan kebahagiaan dan masa mudaku! Orang yang kucintai berada tepat di depan mataku, tetapi aku tidak bisa mengulurkan tangan untuk menyentuhnya.

Perasaan yang masam merayap ke dalam hati Pei Ya Ran, menyebabkannya kehilangan kendali dan menggebrak meja di dekatnya. Meja itu bergoncang dengan keras, melemparkan vas porselen yang ada di atasnya ke lantai. Prang! Dekorasi itu hancur berkeping-keping, sama seperti hatinya.

Ekspresi muram Pei Ya Ran perlahan-lahan lenyap ketika ia melihat ke bawah pada vas yang hancur di lantai. Jika aku harus pergi ke neraka, aku tidak akan pergi sendirian! Aku pasti akan membawa seseorang bersamaku!

Dayang istana di luar ingin masuk ke dalam untuk membersihkan kekacauan setelah mendengarkan suara ribut itu, tetapi terlalu ketakutan untuk menggerakkan kakinya. Setelah He Ying dipindahkan ke Kediaman Pei, tidak ada dayang istana di Istana Kedamaian Penuh Kasih yang berani mendekati Ibu Suri.

Tak lama setelahnya, suara khidmat terdengar dari dalam aula. "Masuk dan bereskan ini."

Mendengar nada bicara yang tenang itu, si dayang istana berpikir bahwa Ibu Suri sudah tenang. Karena itulah, ia cepat-cepat membungkuk dan masuk ke dalam aula, membungkuk untuk memungut pecahan-pecahan vas yang hancur itu.

Akan tetapi, disebabkan oleh keterkejutannya yang sebelumnya, tangannya bergetar tanpa henti. Ini menyebabkan ujung tajam dari pecahan vas itu menyayat kulitnya, memperlihatkan tetesan darah yang terang, yang menetes di atas lantainya. Dayang istana itu menyembah dan mengulangi, "Pelayan ini pantas mati. Mohon ampuni aku, Ibu Suri."

Alis Pei Ya Ran mengerut. He Ying tidak ada di sini, dan mereka semua sisanya, tidak berguna. "Ibu Suri ini tidak akan menghukummu, jadi kenapa kau gemetaran! Cepat bereskan itu."

Segera setelahnya, ia melihat ke arah dayang lain dan menginstruksikan, "Pergi ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran dan beritahukan Kasim Zhang agar membawakan kemari perencanaan tempat duduk untuk perjamuan malam ini."

Dayang istana itu segera membungkuk. "Pelayan ini akan pergi ke sana sekarang." Kemudian, ia bergegas untuk memenuhi perintahnya.

Pei Ya Ran duduk di tempat duduk teratas dan menatap ke pemandangan di luar aula utama. Musim gugur sudah tiba, dan dedaunan hijau di atas pohon sudah berubah jadi kekuningan dan layu. Beberapa daunnya bahkan sudah berjatuhan ke tanah.

Manusia sama seperti dedaunan; suatu hari, mereka akan menua dan gugur.

Karena ayah sudah sampai sejauh itu, berbicara sendiri padaku, aku akan memberikannya sedikit muka dan mengatur satu tempat duduk untuk Pei An Ru. Entah apakah Pei Qian Hao sungguh akan menyukai Pei An Ru atau tidak, bukan aku yang menentukan. Rintangan terbesarku saat ini adalah Su Xi-er. Aku tidak mengira bahwa akan ada suatu hari ketika seorang dayang istana dari Istana Samping yang akan membuatku sakit kepala.

Tak lama setelahnya, Kasim Zhang memasuki Istana Kedamaian Penuh Kasih bersama dengan rancangan tempat duduk di tangannya dan membungkuk. "Pelayan ini memberi hormat pada Ibu Suri."

Pei Ya Ran melambaikan tangannya dan memberi sinyal padanya untuk bangun. "Kasim Zhang, berikan rancangan tempat duduk itu pada Ibu Suri ini."

"Hamba mematuhi perintah." Kasim Zhang maju ke depan dan menyerahkan perencanaan tempat duduk itu pada Pei Ya Ran dengan hormat. Ibu Suri tidak pernah memedulikan tentang perjamuan istana di masa lalu, jadi kenapa ia tertarik sekarang? Rancangan tempat duduk kurang lebih sama dengan perjamuan-perjamuan yang lalu.

Pei Ya Ran menatap rancangan tempat duduk itu dengan saksama, terkekeh ketika ia melihat nama tertentu di daftarnya. "Sudah lama semenjak Commandery Prince Xie menghadiri perjamuan istana; kenapa ia hadir kali ini?"

"Pelayan ini juga tidak tahu. Seorang pengawal kekaisaran dari Kediaman Commandery Prince datang untuk menginformasikan pada pelayan ini bahwa mereka akan hadir, sehingga aku mengatur sebuah tempat duduk untuk Commandery Prince Xie. Bolehkah pelayan ini mengetahui apakah pengaturan tempat duduknya sesuai?" Barangkali, Ibu Suri mengetahui Commandery Prince Xie akan menghadiri perjamuan malam ini, dan ingin mengetahui dimana ia akan duduk.

Jari ramping Pei Ya Ran menunjuk ke kata-kata 'Commandery Prince Xie'. "Kau sudah mengatur tempat duduknya dengan baik."

Kaisar akan berada di tempat duduk tertinggi, sementara Pei Qian Hao dan Xie Yun masing-masing akan berada di kanan dan kirinya. Segera, di bawah mereka adalah tempat duduk untuk wanita-wanita dari keluarga kekaisaran, termasuk dirinya sendiri dan Consort Dowager Guo. Di bawah itu adalah tempat duduk untuk Situ Li, keenam menteri, dan tiga keluarga paling berkuasa di Bei Min.

(T/N : Consort Dowager disini, Selir yang seangkatan sama Ibu Suri ya. Selir dari mendiang Kaisar.)

Pei Ya Ran tidak berpikir kalau perjamuan itu akan memiliki sosok berpengaruh sebanyak ini. Dengan sebegitu banyaknya orang, akan sulit untuk mencarikan sebuah tempat untuk Pei An Ru.

"Ibu Suri, perjamuan malam ini berbeda dari yang dulu. Pelayan ini dan Menteri Ritus telah berdiskusi untuk waktu yang lama sebelum memutuskan perencanaan tempat duduk. Apabila Anda memiliki usulan, mohon beritahukan padaku." Kasim Zhang membungkuk lagi dengan hormat sambil menggenggam tangannya.

"Dayang pribadi Ibu Suri ini, He Ying, sudah dikirim kembali ke Kediaman Pei karena ia sakit; sekarang aku kekurangan dayang istana yang pengertian di sisiku. Tadinya, aku ingin keponakan perempuanku untuk masuk istana dan menghadiri perjamuan malam ini untuk menemaniku. Ibu Suri ini tidak mengetahui bahwa Commandery Prince Xie, Consort Dowager Guo, dan Pangeran Kekaisaran Ketiga, semuanya hadir. Jika demikian, maka aku tidak akan bisa mengatur sebuah tempat duduk untuk keponakan perempuanku."

Kasim Zhang ragu-ragu setelah mendengarkan itu. Peraturan nasional Bei Min mencegah kita untuk bermewah-mewahan dan boros. Mengaturkan meja dan tempat duduk lain hanya untuk keponakan perempuan Ibu Suri, akan secara langsung bertentangan dengan itu.

"Tidak apa-apa, Ibu Suri ini punya ide lain. Kau boleh mundur." Pei Ya Ran menyerahkan perencanaan tempat duduk itu kembali pada Kasim Zhang.

Kasim Zhang menerimanya dan membungkuk sebelum berjalan keluar dari aula utama.

Sementara Pei Ya Ran duduk di kursi teratas, ia memanggil pengawal kekaisaran di luar sana. "Pelayan, masuk."

Pengawal itu segera memasuki aula. "Ibu Suri, apakah Anda punya instruksi?"

"Segera pergi ke Kediaman Pei dan bawa Pei An Ru ke Istana Kedamaian Penuh Kasih. Beritahukan padanya bahwa ia tidak perlu masuk istana kekaisaran bersama dengan Tuan Pei."

"Bawahan ini mematuhi perintah." Pengawal itu segera berjalan keluar dari Istana Kedamaian Penuh Kasih.

Pei Ya Ran sudah memutuskan bahwa, jika ia tidak bisa menambahkan sebuah tempat duduk, ia akan membuat Pei An Ru melayaninya, sama seperti yang dilakukan He Ying. Tempat dudukku berada di sebelah kanan Pei Qian Hao. Berdiri di belakangku, Pei An Ru akan berada sedekat yang ia bisa dengan Pei Qian Hao.

***

Sementara itu, Pei Qian Hao sudah membawa Su Xi-er ke Kediaman Pangeran Hao bersamanya.

Pei Qian Hao menginstruksikan pengawalnya untuk membawa Su Xi-er ke halaman belakang kediaman itu.

Pengawal itu memberi sinyal dengan hormat pada Su Xi-er agar mengikutinya.

Su Xi-er mengikutinya dan masuk ke halaman belakang. Namun, ia tidak berpikir bahwa ia akan bertemu Ruo Yuan dan Hong Li di sana! Ini semua sudah lama diatur oleh Pei Qian Hao!

Ketika Ruo Yuan melihat Su Xi-er, matanya melebar jadi lingkaran. Ia menurunkan makanan di tangannya dan langsung berlari ke sana. "Su Xi-er, akhirnya kau kembali! Hong Li dan aku begitu cemas ketika kami tidak melihatmu di saat Istana Kecantikan dibubarkan!"

Su Xi-er menepuk tangannya lembut. "Cemas? Kenapa aku merasa bahwa kau jadi tambah gemuk?"

Telinga Ruo Yuan memerah setelah mendengar itu. "Apa? Aku tidak jadi gemuk. Aku sudah mengurus; perutku lebih kecil juga! Bukan begitu, Hong Li?"

"Kasim Sun selalu membawakan kami makanan enak di Istana Kecantikan, dan Ruo Yuan tidak bisa mengendalikan mulutnya. Di hari Istana Kecantikan dibubarkan, Komandan Wu membawa kami kemari dan memberikan kami makanan enak juga. Kami sudah makan jauh lebih baik ketimbang yang kami makan di istana kekaisaran. Ruo Yuan, mana mungkin kau mengurus?" Hong Li tersenyum dengan matanya dan menutupi mulutnya sementara ia mencoba untuk meredam kikikannya.

Ruo Yuan menatapnya. "Omong kosong, aku jelas-jelas jadi lebih kurus!"

Dari ucapan Hong Li, Su Xi-er dapat mengetahui bahwa Pei Qian Hao memperlakukan mereka dengan baik meski ketika ia tidak berada di Bei Min.

Di saat ini, Ruo Yuan mendadak bertingkah misterius. "Su Xi-er, Pangeran Hao benar-benar memanjakanmu. Apakah kau akan mengikutinya mulai dari sekarang?"

0 comments:

Posting Komentar