Kamis, 12 Maret 2026

CTF - Chapter 289

Consort of A Thousand Faces

Chapter 289 : Bertemu Mei Jin Xiu Lagi


Ekspresi Su Xi-er berubah ketika ia mendengar perintah Pei Qian Hao. Ia memintaku untuk berjalan-jalan dengannya sebelum ia mengambil keuntungan dariku. Apa maksudnya sekarang dengan ia memerintahkan perintah yang sama? Su Xi-er tentunya tidak mau pergi.

Dua pengawal kekaisaran di samping pun mendesaknya pelan, "Jangan menentang Pangeran Hao; cepatlah menyusul."

Su Xi-er melihat ekspresi cemas para pengawal sebelum berbalik ke Pei Qian Hao yang masih berjalan. Ia berakhir mengikutinya, tetapi tetap berada tiga atau empat langkah di belakangnya.

Setelah keluar dari rumah pos, Su Xi-er menyadari bahwa tidak ada kereta kuda dan bertanya, "Pangeran Hao, kemana Anda akan pergi? Apa kita tidak akan naik kereta kuda?"

"Paviliun Angin Cyan."

Nada bicaranya yang rendah memicu pemikiran dalam diri Su Xi-er. Mengapa ia tiba-tiba saja ingin pergi ke Paviliun Angin Cyan? Tetapi, Pei Qian Hao sudah menjawab pertanyaan dalam benaknya dengan kalimatnya selanjutnya. "Pangeran ini akan mencoba hidangan Bei Min mereka untuk melihat bagaimana itu dibandingkan dengan yang aslinya."

Dibutuhkan waktu satu jam untuk sampai di Paviliun Angin Cyan dengan berjalan kaki dari rumah pos. Dengan penampilan dan karisma Pei Qian Hao, aku takut jika ia yang muncul di depan umum akan ....

Hasilnya kurang lebih sama seperti apa yang diduga oleh Su Xi-er. Orang-orang langsung berhenti di tengah jalan, bahkan para pedagang menghentikan apa yang sedang mereka lakukan sewaktu tatapan mereka tertuju pada Pei Qian Hao.

Seolah auranya menarik tatapan semua orang pada dirinya, tak peduli kemana ia pergi. Bahkan tidak ada seorang pun yang sempat melihat ke arah si cantik yang tiada tara, Su Xi-er, yang berada di belakang Pei Qian Hao.

Para pedagang merasa pria di depan mereka familier, tetapi tidak bisa menentukan nama pada wajah tersebut. Aura kuat dan dingin yang dipancarkannya membuat banyak dari mereka yang menahan napas selagi mereka memandanginya.

Pei Qian Hao, sudah lama terbiasa dengan tipe perhatian seperti ini, terus maju tanpa memutus langkahnya. Namun ....

"Susul." Pei Qian Hao berhenti dan melirik Su Xi-er, memberi sinyal padanya agar mengikuti di sebelahnya.

Tindakan ini membuat orang-orang paham bahwa wanita ini bukannya gadis pelayan biasa. Wanita yang berjalan di sebelah seorang pria hanya bisa adalah istri resminya, kalau tidak, seorang wanita harus tetap berjarak dua atau tiga meter di belakangnya.

Ketika Pei Qian Hao dan Su Xi-er berjalan ke kejauhan, orang-orang di jalanan mulai berdiskusi dengan bersemangat, secara kolektif menyanjung pasangan tersebut.

"Pria dan wanita itu sangat serasi. Yang prianya begitu tampan, dan yang wanitanya cantik. Menilai dari baju mereka, pasti mereka memiliki latar belakang yang terpandang."

"Haah, mana mungkin pria dari latar belakang yang terpandang hanya punya satu istri? Mereka akan memiliki istri kedua, seorang selir, dan seorang dayang selir kamar; setidaknya tiga wanita lain lagi."

Orang-orang di kerumunan itu setuju setelah memikirkannya, berpikir bahwa dua orang yang baru saja lewat itu terlalu jauh dari jangkauan mereka untuk dibuat iri. Masih lebih baik untuk menjalani kehidupanku dengan damai.

Di kejauhan, Pei Qian Hao menatap Su Xi-er dan bertanya, "Bagaimana luka di tanganmu, apakah lebih baik sekarang?"

"Pangeran Hao, Anda sudah memeriksanya sendiri di dalam kamar."

Pei Qian Hao dapat mendengar rungutan dalam kata-katanya dan melepaskan kekehan rendah. "Bubuk bunga Ling Rui benar-benar ampuh. Pangeran ini akan membubuhkannya lagi untukmu nanti."

"Pangeran Hao, Anda dapat menganugerahkannya pada hamba untuk hamba bubuhkan sendiri."

"Tidak, bubuk bunga Ling Rui itu berharga, jadi, Pangeran ini harus membubuhkannya untukmu." Kemudian, bibir Pei Qian Hao terangkat membentuk senyum menggoda sewaktu ia berkata, "Tidak masalah apabila kau ingin kembali ke Istana Samping. Pangeran ini akan menunggu sampai kau melepaskan beban di dalam hatimu sebelum membawamu ke Kediaman Pangeran Hao."

"Hamba tidak akan pergi ke Kediaman Pangeran Hao," Su Xi-er menolak dengan tegas.

Mata Pei Qian Hao menggelap. "Su Xi-er, kau jadi semakin bernyali, ya?" Ia menghentikan langkahnya, suaranya ternoda dengan ancaman.

"Hamba sudah memperjelas diriku: Aku akan masuk ke Kediaman Pangeran Hao sebagai Hao Wang Fei, tetapi tidak sebagai yang lainnya." Kali ini, Su Xi-er hanya mengulangi apa yang dikatakan sebelumnya secara terang-terangan, tidak meninggalkan ruang untuk diskusi.

Pei Qian Hao memandanginya saksama dan akhirnya meminta dengan suara yang rendah, "Kalau begitu kasusnya, maka berikan tubuh dan hatimu pada Pangeran ini lebih dahulu."

Su Xi-er balas menatap Pei Qian Hao untuk waktu yang lama. "Kalau begitu, Pangeran Hao, bagaimana dengan hati Anda?"

Pei Qian Hao menatapnya, mata hitamnya sepertinya menarik siapa saja yang mereka tatap. Tiba-tiba saja, ia mengangkat satu tangan dan dengan cepat menggenggam tangan Su Xi-er di dalam tangannya. "Kau menginginkan hati Pangeran ini?"

Semenjak aku lahir, tidak ada orang yang pernah menanyaiku hal semacam itu. Kata-kata ini .... "Bagaimana dengan hatimu?" Su Xi-er adalah wanita pertama yang mengatakan mereka padaku.

Tatapannya sedalam lubang yang dalam, menyebabkan jantung Su Xi-er berdebar-debar sementara ia bertatapan dengannya. Tiba-tiba saja, ia mengibaskan tangan Pei Qian Hao selagi ia menanyainya, "Bukankah Anda bilang Anda ingin pergi ke Paviliun Angin Cyan?"

Beberapa saat setelahnya, Pei Qian Hao tertawa. "Su Xi-er, kau tidak berani." Lalu, Pei Qian Hao mulai berjalan ke arah Paviliun Angin Cyan.

Ia mengatakan ia tidak mau menjadi pusat perhatian, tetapi masih pergi dan menampilkan, bukan hanya satu, melainkan dua tarian di depan semua orang terkemuka itu. Tidak menginginkan perhatian hanyalah sebuah alasan untuk melepaskan dirinya dariku.

Karena ia ingin kembali ke Istana Samping, aku akan biarkan ia untuk sekarang. Namun, kesabaranku terbatas; pada akhirnya, aku akan membuatnya datang ke sisiku.

Keduanya tidak bertukar kata lainnya selama sisa perjalanan menuju ke Paviliun Angin Cyan. Namun, Su Xi-er tidak menyangka akan bertemu dengan Mei Jin Xiu yang duduk di salah satu meja ketika mereka sampai. Ia mengenakan jubah ungu, tampak sopan dan dingin selagi ia kebetulan melihat ke arah mereka.

Sangat kontras dengan ketika mereka berada di Provinsi Bulan, mata Mei Jin Xiu tetap tenang ketika ia menangkap pemandangan Pei Qian Hao. Ia menurunkan sumpitnya sebelum berdiri dan mulai mendekati mereka.

Pei Qian Hao meraih tangan Su Xi-er, ingin membawanya ke ruang pribadi di lantai dua.

"Berhenti, ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu," Mei Jin Xiu mendadak memanggil. Ia tahu kalau ia tidak boleh memanggilnya dengan Pangeran Hao ketika ada begitu banyak orang. Identitasnya akan menyebabkan kehebohan jika semua orang mengetahuinya.

Alis Pei Qian Hao agak tertaut, tetapi Su Xi-er menarik tangannya. "Bagaimana kalau kita dengarkan saja apa yang harus dikatakannya? Jika sesuatu tidak dibereskan dengan benar, apa yang akan Anda lakukan saat ia terus saja menyusahkan Anda."

Tanpa menunggu jawaban Pei Qian Hao, Su Xi-er memutuskan sendiri. "Tidak nyaman bicara di sini. Bagaimana kalau kau ikut aku ke lantai dua?"

Melihat senyuman di wajah Su Xi-er, Mei Jin Xiu mengangguk dan mengikuti mereka ke lantai atas tanpa kata lainnya.

Apa yang sedang terjadi? Pengurus itu bingung, tetapi ia tahu bahwa Su Xi-er adalah teman baik bosnya. Karenanya, ia tetap melayani kelompok itu sebaik kemampuannya tak peduli situasinya.

***

Di dalam ruang pribadi di lantai dua, Su Xi-er berdiri di samping sementara Pei Qian Hao duduk di sebuah bangku dan memandang Mei Jin Xiu.

Tiba-tiba saja, Mei Jin Xiu berlutut. "Pangeran Hao, keluarga Mei sangat mementingkan reputasinya. Itu juga merupakan kebenaran yang tak terbantahkan bahwa Anda sudah melihat tubuhku. Alhasil, aku hanya dapat memohon pada Anda ...."

Pei Qian Hao menyela Mei Jin Xiu. "Kalau ini adalah apa yang ingin kau bahas, kau bisa keluar sekarang juga."

"Aku tidak punya saudara, dan selalu berkepribadian liar bahkan ketika aku masih kecil. Kabar tentang apa yang terjadi di antara kita di penginapan di Provinsi Bulan sudah tersebar, dan aku harus menikahi Anda sesuai dengan ajaran leluhur kami. Pangeran Hao, aku tahu bahwa Anda berdiri di antara banyak orang, dan aku tidak berani meminta apa-apa seperti sesuatu yang sembrono seperti cinta. Aku hanya berharap agar Anda dapat membawaku. Selama aku mematuhi ajaran leluhur, para tetua Keluarga Mei tidak akan bisa mengatakan apa-apa."

Mata Pei Qian Hao dingin dan menusuk. "Membawamu masuk sebagai? Sebagai seorang dayang? Status seorang dayang berada di bawah orang biasa. Selain itu, bisnis keluarga Mei tersebar kemana-mana."

Mei Jin Xiu menggertakkan giginya dan pada akhirnya membungkuk hingga kepalanya menyentuh tanah. "Aku tidak meminta posisi sebagai istri resmi atau ce fei. Aku rela menjadi seorang selir."

Seorang individu yang angkuh seperti Mei Jin Xiu, yang semula tidak sudi untuk menyerah, tetapi di bawah tekanan keluarganya, ia tak punya pilihan selain mengatakan bahwa ia rela menjadi seorang selir.

Su Xi-er tertawa kecil, tak repot untuk menyembunyikan penghinaan di dalamnya.

Pei Qian Hao dapat mendengar hinaan itu dalam tawanya. Ia menatap Su Xi-er, kata-katanya melintas dalam benaknya. "Jika aku masuk ke Kediaman Pangeran Hao, itu hanya bisa menjadi seorang Hao Wang Fei!"

0 comments:

Posting Komentar