Selasa, 31 Maret 2026

CTF - Chapter 319

Consort of A Thousand Faces

Chapter 319 : Membuat Wewangian Pekasih


Kasim Zhang melihat ke luar jendela, melihat satu sosok berbaju hitam yang berdiri di luar sana. Dalam sekejap mata, sosok itu menghilang.

Su Xi-er membuka pintu ruangan itu, tidak menemukan siapa pun dalam pandangan sewaktu ia mulai membawa buntalan kain kasar itu kembali ke Istana Samping. Dalam perjalanan kembali, kebetulan ia melihat seorang wanita yang mengenakan jubah merah muda. Itu bukanlah seragam dayang istana, dan kain jubah itu terbuat dari kain tingkat menengah. Nona keluarga manakah ini?

Saat itu juga, kebetulan Tan Ge berbalik dan melihat Su Xi-er; ekspresinya berubah jadi terkejut. Wanita ini cantik sekali, tetapi mengenakan baju kasar. Ia pastilah seorang dayang istana yang berasal entah dari Biro Layanan Binatu, atau Istana Samping. Tampaknya, ada banyak sekali wanita di dunia ini, yang menjalani kehidupan yang tidak memuaskan.

Memikirkan ini, senyuman muncul di wajah Tan Ge sewaktu ia mengangguk pelan pada Su Xi-er. Kemudian, ia mempercepat langkahnya selagi menuju ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran.

Satu pemikiran terbentuk dalam kepala Su Xi-er ketika ia menyadari arah yang dituju Tan Ge. Aku merasa kalau wanita itu sangat familier, seolah aku pernah melihatnya di suatu tempat sebelumnya. Su Xi-er hanya merenung sebentar saja, sebelum ia melanjutkan perjalanannya ke Istana Samping.

Tepat saat Su Xi-er baru saja akan sampai di Istana Samping, ia berpapasan dengan Lian Qiao. Orang itu sedang memegangi satu buntalan kain, dan membeku di tempat saat ia melihat Su Xi-er. Hening beberapa saat sebelum Lian Qiao memecahnya. "Aku ketinggalan sejumlah barang di Istana Samping. Aku sedang dalam perjalanan ke Istana Kedamaian Penuh Kasih ketika tiba-tiba saja, aku teringat dan kembali untuk mengambil mereka."

Su Xi-er mengangguk. "Istana Kedamaian Penuh Kasih tidak seperti Istana Samping; lebih baik untuk lebih berhati-hati."

"Terima kasih, pasti." Lian Qiao mengangguk kecil sebelum ia meneruskan perjalanannya.

Lian Qiao tidak tahu bahwa di saat ia pergi, nasibnya akan berubah selamanya, menjadi lebih baik atau lebih buruk.

***

Lian Qiao sedang dalam perjalanan ke Istana Kedamaian Penuh Kasih ketika ia bertemu dengan seorang pengawal dari Kediaman Commandery Prince yang telah diutus untuk memandunya sepanjang sisa perjalanan. Ketika akhirnya ia sampai di tujuan, Lian Qiao bahkan tidak berani untuk bernapas dengan keras.

Pei Ya Ran duduk di tempat duduk tertinggi di aula utama. Setelah melihat Lian Qiao, ia menggesturkan pada pengawal Kediaman Commandery Prince agar pergi.

Pengawal itu membungkuk dan menyetujui. "Bawahan ini akan undur diri."

Setelah suara langkah kaki yang pergi tak lagi terdengar, hanya Pei Ya Ran dan Lian Qiao yang tertinggal di aula utama.

Lian Qiao membungkuk dengan hati-hati dan menyapa, "Hamba memberi hormat pada Ibu Suri."

Ketika Lian Qiao memasuki Istana Kedamaian Penuh Kasih, ia sudah menyadari bahwa baju-baju yang di pakai dayang istananya berkualitas jauh lebih tinggi daripada mereka yang berada di Istana Samping. Bahkan warna dan desainnya jauh lebih beragam, tidak seperti warna abu-abu suram atau kuning di Istana Samping.

Pei Ya Ran mengangkat satu tangan untuk menggesturkan agar Lian Qiao bangkit. "Ibu Suri ini mendengar dari Commandery Prince Xie bahwa kau berasal dari keturunan tabib yang panjang. Seberapa banyak keterampilan medis keluargamu yang telah kau pelajari?"

"Menjawab Ibu Suri, hamba telah mempelajari obat-obatan semenjak ayahku masih muda. Sayangnya, keluarga hamba jatuh dalam kemerosotan hanya setelah lima tahun setelah aku memulai pelajaranku, dan itulah saat ketika aku masuk istana. Dengan demikian, hamba tidak berani mengatakan bahwa kemampuanku adalah yang terbaik, tetapi aku memang mempunyai sejumlah pengetahuan ketika itu tentang mengobati penyakit dan menciptakan obat." Lian Qiao menjawab dengan hormat dan jujur. Ia tidak berani membanggakan keterampilannya, tetapi ia memang sedikit lebih baik daripada tabib biasa.

Saat itu juga, Pei Ya Ran memungut sebuah buku di atas meja dan melemparkannya pada Lian Qiao. Ketika buku itu mendarat di sebelahnya, Lian Qiao menyadari kalau itu adalah sebuah buku biru tanpa ada kata-kata apa pun di sampulnya. Aku penasaran, buku apa ini.

"Ambil buku itu dan balikkan dengan benar."

Lian Qiao menerima perintah tersebut dan membungkuk untuk memungut buku itu, mulai membukanya. Itu adalah sebuah buku pengobatan; beberapa halaman pertama adalah pengenalan singkat pada pengobatan, diikuti dengan metode perawatan dari penyakit-penyakit biasa. Namun, mata Lian Qiao terbelalak sekalinya ia membalikkan ke bagian belakang buku itu—itu adalah wewangian pekasih! Ada banyak metode untuk membuat wewangian pekasih dalam setiap warna dan bentuk, masing-masingnya dengan konsentrasi yang berbeda dan kegunaan yang spesifik!

Melihat keterkejutan di mata Lian Qiao, Pei Ya Ran menyatakan secara perlahan, "Setelah mempelajari pengobatan selama lima tahun, seharusnya kau mampu membuat obat ketika kau diberikan resepnya. Ibu Suri ini menemukan buku pengobatan ini secara kebetulan dan ingin kau membuatkan obat yang sedang kau lihat sekarang. Festival Musim Dingin Titik Balik Matahari akan tiba dalam tujuh hari, dan akan digelar sebuah perjamuan di istana kekaisaran untuk merayakannya."

(T/N : Biasanya orang-orang makan bakcang/beras ketan dengan berbagai macam isian yang dibungkus dengan daun bambu atau kalau zaman sekarang bisa dibungkus dengan daun pandan juga. Sekaligus melambangkan pertemuan kembali.)

Lian Qiao merasakan sebongkah batu yang membebani hatinya, tetapi menjawab dengan cepat, "Hamba akan membuat obat ini dalam tujuh hari."

"Apabila ada orang lain yang mengetahui soal ini, hati-hati dengan kepalamu." Pei Ya Ran memperingatkan selagi ia mengangkat cangkir teh dari atas meja.

Lian Qiao mengangguk dengan kuat dan menjawab penuh keyakinan, "Mulut hamba terkunci; aku tidak akan membocorkan ini keluar." Ia tidak akan pernah memberitahukan pada siapa pun tentang membuat obat, termasuk di saat ia telah membuatkan bubuk gatal untuk Su Xi-er. Akan tetapi, kebetulan saja karena Su Xi-er pindah ke Istana Kecantikan tepat setelah Lian Qiao selesai mengerjakan permintaannya. Kini, karena Istana Kecantikan sudah tidak ada, Su Xi-er kembali ke Istana Samping.

"Pergilah sekarang dan ambil bahan-bahan yang dibutuhkan dari Institut Tabib Kekaisaran. Pastikan kau mengambil beraneka macam ramuan obat juga, kalau tidak, itu akan memancing kecurigaan orang lain." Sekali lagi Pei Ya Ran memerintahkan. Tidak ada yang boleh mengetahui tentang wewangian pekasih itu.

"Hamba akan mengingatnya."

Pei Ya Ran mengangguk sebelum ia memerintahkan seorang dayang istana untuk membimbing Lian Qiao ke halaman belakang.

Lian Qiao memiliki pondoknya sendiri di halaman belakang, membuatnya lebih mudah untuk fokus dalam membuat obat, satu-satunya tanggung jawabnya selama masa ini. Ia menurunkan buntalan barang-barangnya sebelum membuka buku itu sekali lagi, memastikan untuk menghafal bahan-bahan dan langkah-langkah untuk membuat wewangian pekasih.

Buku itu mengandung deskripsi dari segala jenis wewangian pekasih, tetapi Lian Qiao tidak tahu jenis apa yang diinginkan Pei Ya Ran. Atau, haruskah aku mengikuti daftarnya dan membuat masing-masing satu?

Ketika itu, seorang dayang istana masuk ke dalam pondok. Lian Qiao dengan cepat duduk di atas buku pengobatan itu, takut kalau orang lain akan melihatnya.

"Ibu Suri telah menganugerahkan ini kepadamu, dan berharap agar kau akan melakukan pekerjaanmu dengan baik di Istana Kedamaian Penuh Kasih di masa yang akan datang." Dayang istana itu menyerahkan sebuah hiasan rambut pada Lian Qiao.

Jantung Lian Qiao berdegup kencang dalam dadanya sewaktu dengan hormat ia menerima hiasan rambut itu dengan kedua tangan. "Mohon sampaikan terima kasih pada Ibu Suri menggantikan hamba."

Dayang istana itu mendengus. "Ibu Suri menganugerahkanmu dengan sesuatu di saat kau masuk ke istana peristirahatannya. Sulit dipercaya, bahkan Nona He Ying saja tidak menerima banyak hadiah dari Ibu Suri; betapa beruntungnya dirimu." Dayang istana itu kemudian keluar dari rumah itu bahkan tanpa repot untuk menutup pintu di belakangnya; tingkah lakunya sangat arogan.

Lian Qiao mengerti bahwa kebanyakan dayang istana memandang rendah mereka yang berasal dari Istana Samping. Dengan demikian, ia hanya bisa menoleransinya dan membuat obat yang disuruh Pei Ya Ran padanya dengan benar.

Apabila aku tidak bisa membuatnya .... Tatapan Lian Qiao bimbang; ia tahu apa yang akan menantinya.

Kemudian, ia meletakkan hiasan rambut itu di atas meja, tetapi tangannya tanpa sengaja menyentuh benjolan di atasnya. Setelah menyelidiki lebih dekat, ia menemukan sebuah catatan di dalam ruang rahasianya.

Lian Qiao kaget, dan langsung bangkit berdiri untuk menutup pintu sebelum mengambil catatan itu. Hanya ada beberapa kata di dalam catatan itu, tetapi setiap katanya memberikan teror pada Lian Qiao.

Ibu Suri sungguh menginginkan sebuah wewangian pekasih yang berkonsentrasi tinggi dan aman digunakan di kamar tidur; yang paling penting adalah, bahwa itu tidak boleh menyebabkan kerusakan pada tubuh! Mengapa ia membutuhkan wewangian pekasih semacam ini?! Tiba-tiba saja, Lian Qiao teringat akan rumor rahasia di dalam istana. Ada perselingkuhan di antara Ibu Suri dan Pangeran Hao! Kalau begitu kasusnya, tampaknya ia ingin menggunakan wewangian pekasih itu pada Pangeran Hao!

Setelah memikirkan itu, Lian Qiao pun hanya bisa gemetaran selagi ia meremas catatan di tangannya. Ibu Suri dan Pangeran Hao sungguh memiliki hubungan, tetapi sepertinya, hubungan mereka tidak sebaik sebelumnya. Kalau tidak, kenapa Ibu Suri memerintahkanku untuk membuat wewangian pekasih?!

Perlahan-lahan, Lian Qiao merasa kalau misi ini adalah masalah kontroversial yang tidak menyenangkan. Tidak perlu dikatakan lagi kalau aku akan mati jika aku gagal, tetapi kalau aku berhasil, Pangeran Hao tidak akan melepaskanku juga! Entah apakah ia berhasil atau gagal, ia tetap akan memancing amarah dari seorang raksasa pada dirinya sendiri!

Apa yang harus kuperbuat? Tak peduli apa pun yang kulakukan, kematian menantiku!

Lian Qiao meremas catatan itu dengan kedua tangan dan mengenggamnya erat-erat. Hal yang paling penting saat ini adalah mencaritahu siapakah yang disukai Pangeran Hao, dan apakah ia memendam perasaan terhadap Ibu Suri.

Jika ia tidak memendam perasaan, dan aku membuat wewangian pekasih ....

Saat itu juga, suara seorang dayang istana terdengar dari luar pondok. "Lian Qiao, Ibu Suri telah memerintahkan pelayan ini untuk bertanggung jawab atas makanmu mulai hari ini dan seterusnya."

Mengutus seorang pelayan untuk melayaniku, tak diragukan lagi adalah caranya untuk mengawasiku ....

0 comments:

Posting Komentar