Selasa, 10 Maret 2026

CTF - Chapter 273

Consort of A Thousand Faces

Chapter 273 : Belum Disetujui atau Cemburu


"Pangeran Hao, tidak seharusnya kau mencampuri urusan kerajaan Nan Zhao. Hal yang sama, Ning Ru Lan merupakan seseorang dari Nan Zhao, dan hubungan kami tidak ada kaitannya denganmu." Yun Ruo Feng mengesampingkan ekspresi kerasnya, hanya meninggalkan jejak kelembutan di matanya.

Pei Qian Hao menyatakan dingin, "Pangeran ini tidak mencampuri urusan orang lain. Karena Ning Ru Lan sudah mati, maka kita tidak akan membicarakan tentang dirinya lagi. Namun, dayang Pangeran ini masih hidup dan sehat; memprovokasinya sama saja dengan memprovokasi Pangeran ini."

Yun Ruo Feng pun memindai keadaan sekitarnya sejenak, menemukan bahwa Su Xi-er sekarang ini sedang lewat. Karenanya, ia sengaja membuat suaranya lebih terdengar sewaktu ia bertanya, "Pangeran Hao, apakah kau sedang memberitahu Pangeran ini bahwa, sebelum aku memukul seekor anjing, aku harus memeriksa siapa pemiliknya?"

Setelah mendengar kata-kata ini, Su Xi-er pun hanya bisa terhenti di jalannya dan memandang ke arah Pei Qian Hao. Bagaimana ia akan menjawabnya?

Melihat ke arahnya, Pei Qian Hao mengisyaratkannya kemari. "Su Xi-er, datanglah ke sisi Pangeran ini." Itu adalah sebuah kalimat yang sederhana, tetapi kalimat itu lembut dan tidak sekeras biasanya; suatu sisi dari Pangeran Hao yang tidak ada seorang pun pernah menyaksikannya, menampakkan dirinya.

Semua orang mengatakan bahwa, Pangeran Hao yang kejam dan tidak berperasaan, sama dinginnya terhadap semua orang. Jika mereka melihatnya tersenyum dengan lembut suatu hari, itu hanya bisa berarti bahwa mataharinya sudah terbit dari barat!

Jantung Yun Ruo Feng tersentak untuk sesaat. Tubuhnya sedikit condong ke depan saat ia memerhatikan Su Xi-er, tidak lagi sanggup mempertahankan tampang lembut di wajahnya. Seluruh tubuhnya tertelan dalam perasaan yang berat, seolah-olah tindakan Su Xi-er mengambil setiap pemikirannya. Lan-er, jangan berjalan ke arah Pei Qian Hao tepat di depan Pangeran ini. Meskipun kini kau adalah Su Xi-er, jiwamu tetaplah Ning Ru Lan. Kau telah menjanjikan seluruh kehidupan Ning Ru Lan pada Pangeran ini, jadi sudah pasti kau tidak boleh berjalan ke arah Pangeran Hao!

Napas Yun Ruo Feng jadi putus-putus, tidak mampu memercayai bahwa ia akan merasakan kegelisahan seperti ini ketika memikirkan kalau Su Xi-er akan berjalan ke arah Pei Qian Hao tanpa keraguan.

"Su Xi-er, datanglah ke sisi Pangeran ini." Tidak puas dengan gerakan Su Xi-er yang lamban, Pei Qian Hao pun tidak tahan untuk mengulangi dirinya dengan nada yang lebih dingin.

Su Xi-er berjalan ke sana perlahan-lahan, melirik Yun Ruo Feng sewaktu ia lewat. Orang itu merasa jantungnya berdegup kencang, dan hampir saja mengulurkan satu tangan untuk meraihnya. Namun, gadis itu sudah di luar jangkauannya sebelum ia dapat bertindak.

Yun Ruo Feng merasa kalau ada sesuatu yang hilang dari tempat kosong di depannya. Ia hanya bisa memerhatikan tak berdaya selagi Su Xi-er berhenti di depan Pei Qian Hao dan dibawa masuk dalam pelukannya.

Saat ini, suara dalam Pei Qian Hao berbunyi. "Pangeran Yun, apa kau kira, Pangeran ini akan memperlakukan seekor anjing dengan begitu baik? Entah apa pun latar belakang mereka, Pangeran ini tidak memandang satu pun dari bawahanku sebagai anjing, jadi jangan coba-coba mendorong ideologimu sendiri padaku."

(T/N : mantap babang hao, aku padamu 😘)

Pemandangan Su Xi-er yang berada dalam pelukan pria lain sangat menyengat mata Yun Ruo Feng. Ia milikku. Meski jika aku tidak menginginkannya, ia tidak boleh mengikuti pria lain!

Orang-orang berkuasa, terutama pria, sangat khusus tentang hak dan kepunyaan mereka. Tak peduli apakah itu benda atau orang, selama mereka menyukainya, mereka akan memperlakukannya dengan penuh perhatian. Di saat mereka sudah tak disukai lagi, mereka akan dibuang begitu saja. Namun, apa pun yang terjadi, mereka tidak boleh direbut. Membiarkan itu terjadi, akan terasa seperti seseorang telah mengusik wilayah mereka.

Yun Ruo Feng melirik Su Xi-er dengan tatapan penuh makna. "Pangeran Hao, dayangmu ini tidaklah sederhana. Masih terlalu awal untuk menyimpulkan ia akan jadi milik siapa di masa yang akan datang. Itu saja semua yang harus Pangeran ini katakan. Aku akan permisi sekarang." Ia memberikan lirikan mendalam lainnya pada Su Xi-er sebelum berbalik ke pintu masuk rumah pos.

Di dalam aula utama, Pei Qian Hao mengangkat dagu Su Xi-er. "Kau memang tidak sederhana. Yun Ruo Feng baru bertemu denganmu beberapa kali, tetapi ia sudah ingin merebutmu."

Su Xi-er menjawab, "Hamba tanpa sengaja membunuh Wei Mo Hai, jadi sudah pasti Pangeran Yun ingin membalaskan dendam untuknya dengan menyingkirkanku."

Pei Qian Hao mencibir dingin. "Jika sungguh begitu kasusnya, Yun Ruo Feng tidak perlu sampai repot-repot untuk berulang kali mendatangi rumah pos. Lebih berhati-hatilah beberapa hari ini."

"Hamba mematuhi perintah." Su Xi-er mulai melepaskan diri darinya.

"Kau sudah selesai istirahat? Kenapa kau tiba-tiba datang ke aula utama untuk mencari Pangeran ini?"

"Pangeran Hao, beberapa pot bunga Ling Rui yang kita beli dari Provinsi Bulan sudah layu."

Ekspresi Pei Qian Hao sedikit menggelap. Sudah mati beberapa pot bahkan sebelum kami mulai penelitian. Jika ini terus berlanjut, bukankah semuanya akan mati di saat kami tiba di Bei Min?

"Pangeran Hao, Anda harus membawa pulang seorang penanam bunga dari Nan Zhao. Kalau tidak, mereka semua akan layu di saat kita kembali ke Bei Min."

Pei Qian Hao mengangguk. "Kau benar, kita harus membawa seorang penanam bunga yang berpengalaman kembali. Katakan padaku, bagaimana Pangeran ini harus menghadiahimu karena memiliki otak kecil yang sepintar ini?"

"Hamba ingin meninggalkan rumah pos dan mengambil kembali hiasan rambut beruntai dari rumah pegadaian. Kemudian ...."

Pei Qian Hao menyelanya. "Kau hanya boleh memilih satu hal. Jangan berlebihan."

Melihat ekspresi seriusnya, sebuah ide muncul di kepala Su Xi-er. Pelan-pelan, ia menghampirinya dengan berjinjit, melingkarkan tangannya di sekitar leher pria itu dan mencium bibirnya. Walaupun ia tidak punya banyak pengalaman, ia masih belajar sedikit teknik dari beberapa kali ia telah dicium oleh Pei Qian Hao.

Pei Qian Hao membeku sejenak, tercengang akan situasinya. Aku bahkan belum mengatakan apa-apa, tetapi ia sudah menciumku.

Sayangnya bagi Su Xi-er, bibir Pei Qian Hao tetap tertutup, membuatnya hanya bisa mengecup bibirnya beberapa kali. Sekalinya pria itu akhirnya bereaksi, kekehan pun lolos dari bibirnya; lalu ia melingkarkan tangannya di pinggang Su Xi-er, sebelum mendorongnya ke pilar.

Ciumannya bergairah dan ganas, dengan lapar menciumnya seolah pria itu berniat untuk melahapnya. Di saat Pei Qian Hao melepaskan Su Xi-er, ekspresinya telah berubah sepenuhnya.

(T/N : (^^〜)Ù©(^á´—^)Û¶(〜^^))

Tangannya berkeliaran di sekitar pinggang Su Xi-er sementara ia pelan-pelan menguji. "Bagaimana menurutmu, mengikuti Pangeran ini kembali ke Kediaman Pangeran Hao dan menjadi Dayang Selir Kamar-ku? Kau akan benar-benar menjadi wanitaku."

Jantung Su Xi-er tenggelam ketika ia mendengar itu. Dengan seberapa cemas dirinya tentang Lian Chen, ia hanya berencana untuk tinggal sementara waktu saja di Bei Min. Selain itu, Pei Qian Hao tidak mengetahui jati diriku yang sebenarnya. Ia tidak menyukai wanita yang terlalu dogmatis dan angkuh juga. Jika ia mengetahui bahwa aku adalah Ning Ru Lan, mungkin ia akan memperlakukanku dengan cara yang sepenuhnya berbeda.

Setelah tidak mendapatkan respons Su Xi-er sejenak, Pei Qian Hao dapat menerka pemikiran gadis itu. Ia mengangkat tangannya untuk menyisir rambut Su Xi-er. "Pangeran ini tidak pernah memaksa orang, tetapi ada batasan dalam kesabaran Pangeran ini. Su Xi-er, Pangeran ini memberimu waktu untuk mempertimbangkannya."

Aku rasa, aku hanya bisa mengulur waktu untuk sekarang. Su Xi-er mengangguk. "Pangeran Hao, setelah hamba mengambil hiasan rambut beruntai, aku ingin pergi ke Rumah Aprikot Keberuntungan yang dulu. Hamba yakin kalau itu sudah dibuka kembali di bawah kepengurusan yang baru, dan ingin pergi makan sesuatu."

Pei Qian Hao bisa mengetahui bahwa Su Xi-er tidak ingin dirinya menemani gadis itu, sehingga ia pun tidak mempersulit Su Xi-er. "Hari ini, Pangeran ini merasa senang, jadi aku akan mengizinkanmu untuk pergi. Namun, kau hanya diizinkan, maksimal enam jam. Jika kau tidak kembali saat itu, Pangeran ini akan mengirimkan seseorang untuk membawamu kembali untuk dipukuli."

"Hamba pasti akan kembali dalam enam jam," Su Xi-er meyakinkan.

Pei Qian Hao melepaskannya dan menginstruksikan dua pengawal kekaisaran untuk mengikutinya keluar dari rumah pos.

Keduanya merasa bahwa Su Xi-er sudah lama melampaui sekadar dayang biasa, mendapatkan rasa sayang Pangeran Hao, seolah ia sudah menjadi wanitanya. Para wanita di Istana Kecantikan tidak dapat dibandingkan dengan Su Xi-er sama sekali!

Dengan adanya Su Xi-er, takutnya Istana Kecantikan hanya akan ada namanya saja. Bahkan ada pula kemungkinan bahwa Istana Kecantikan akan ditiadakan selama Su Xi-er terus mendapatkan kasih sayang Pangeran Hao.

0 comments:

Posting Komentar