Sabtu, 07 Maret 2026

CTF - Chapter 268

Consort of A Thousand Faces

Chapter 268 : Merayu Pangeran Yun


Ekspresi Su Xi-er rileks. Emosinya sudah tidak stabil, membuka peluang untuk menyerang psikologisnya. "Yun Ruo Feng, aku pikir, kaulah orang yang sudah terkena pukulan telak. Kau suka membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain dan tidak tahan untuk kalah. Aku melampaui dirimu, menyebabkan kau membunuhku. Sekarang, karena kau tidak dapat membandingkan dirimu dengan Pei Qian Hao, apa kau berencana untuk membunuhnya juga?"

Kilat tajam melintas di mata Yun Ruo Feng. "Tidak perlu membunuhnya; aku hanya perlu membuatmu menjadi wanitaku. Lagipula, mulanya, kau memang milik Pangeran ini!" Lalu, Yun Ruo Feng menggunakan satu tangannya untuk menangkap kedua tangan Su Xi-er, mengangkat mereka di atas kepalanya.

Ia menindih Su Xi-er dengan tubuhnya, senyuman terbentuk di bibirnya sementara perlahan-lahan ia menurunkan kepalanya, mencoba untuk menangkap bibir gadis itu.

Namun, saat bibir mereka baru saja akan bertemu, Su Xi-er memalingkan kepalanya ke satu sisi. Di waktu bersamaan, ia mengangkat lututnya dan memutar seluruh tubuhnya, menghantam ke dada Yun Ruo Feng dengan kekuatan yang cukup besar.

Yun Ruo Feng mendengus, pegangannya di tangan gadis itu melemah. Su Xi-er mengambil kesempatan ini untuk melompat turun dari ranjang, mengait sebuah cangkir teh di atas meja dan dengan tepat melemparkannya ke kening pria itu tanpa keraguan.

Praang!

Pecahan cangkir teh yang hancur itu berjatuhan ke lantai; darah mengucur keluar dari kening Yun Ruo Feng. Ia mengangkat tangannya untuk mengelap darah itu dan terkekeh. "Bahkan, di dalam tubuh yang berbeda, kau masih sama: gesit dan tegas. Ning Ru Lan, apa yang harus Pangeran ini lakukan padamu?"

"Pengawal Kediaman Pangeran Hao tidak mudah untuk ditangani. Aku sarankan kau untuk pergi selagi kau bisa," Su Xi-er memperingatkan sementara ia berdiri di satu sisi.

Yun Ruo Feng kesal dengan ekspresi acuh tak acuhnya, tetapi tidak bisa melakukan apa pun meski ia kesal. Ia sudah gagal membunuhnya sebelumnya, dan tidak mungkin ia akan bisa membunuhnya sekarang karena ia sudah jadi lebih bijaksana. Setelah dikhianati satu kali, kepercayaan wanita itu terhadap orang lain sudah sepenuhnya hancur.

Yun Ruo Feng mengabaikan luka yang berdarah di kepalanya dan berjalan ke arahnya. "Lan-er, mungkin, Langit memberikanmu sebuah kesempatan untuk hidup kembali agar memberikan kesempatan bagi kita berdua. Kali ini, aku tidak akan mengecewakanmu; kembalilah padaku." Ia mengulurkan tangan ke arahnya, harapan terpancar di matanya.

"Kembalikan otoritas kekaisaran pada Lian Chen, mengundurkan diri dari posisimu sebagai Prince Regent, dan beritahukan padaku, dimana tubuh asliku. Dikubur, atau dikremasi?" Su Xi-er berkata acuh tak acuh selagi ia mempelajari ekspresi pria itu dengan teliti. Sekarang aku cukup mengenalnya untuk tahu apa yang diharapkan.

Yun Ruo Feng tertegun untuk sepersekian detik. "Pangeran ini sudah mengkremasi jasadmu dan menyebarkan abumu di dalam danau di Kediaman Pangeran Yun. Dengan begitu, kau tidak akan pernah bisa meninggalkan Pangeran ini."

Ia tidak menjawab dua pertanyaan pertamaku. Dengan kata lain, ia tidak akan melepaskan kendalinya atas kekuasaan kekaisaran.

Su Xi-er mencibir. "Menyebarkan abu seseorang di dalam danau dan membiarkan mereka tenggelam di dasarnya, untuk ditekan oleh air membekukan danau itu, itu merupakan suatu metode untuk menangkal arwah jahat dalam hal gaib. Selain dari membaca buku-buku militer, kau bahkan menggali ke dalam okultisme."

"Ning Ru Lan, sebagai seorang warga Nan Zhao, tidak semestinya kau berada di Bei Min. Kembalilah pada Pangeran ini, dan kau bisa bertemu Lian Chen setiap hari. Bukankah kau merindukannya? Apa kau tidak tahu seberapa besar ia merindukan dirimu?" Perlahan-lahan, Yun Ruo Feng menutup jarak di antara mereka selagi ia berbicara, hampir menjalarkan tangannya ke sekitar pinggang Su Xi-er.

Namun, dengan mudah Su Xi-er menebaknya dan menghindar ke samping. "Yun Ruo Feng, apa kau pikir, aku tidak mempelajari apa-apa? Apa kau menganggapku sebagai orang bodoh yang sama seperti aku yang dulu? Lian Chen memiliki kehidupannya sendiri, dan tidak ada apa pun yang kau katakan, yang akan membuatku menurunkan kewaspadaanku."

"Kau tidak akan pernah kembali pada Pangeran ini, kan?" Yun Ruo Feng bertanya dengan lembut, darah dari keningnya menetes turun ke samping pipinya.

Su Xi-er mengangguk. "Kembali ke sisimu dan memberikanmu kesempatan lainnya untuk membunuhku? Apa kau anggap aku sebagai orang tolol?"

"Ning Ru Lan, mungkinkah, seseorang seangkuh dirimu telah jatuh cinta pada Pei Qian Hao?" Sejejak kemuramam melintas di ceruk mata Yun Ruo Feng sebelum wajahnya terdistorsi penuh kedengkian. "Jika itu kasusnya, maka kau harus mati. Tidak ada orang yang boleh menodai wanita Pangeran ini."

Betapa konyolnya karena ia benar-benar menggunakan kata 'menodai'!

Yun Ruo Feng bertindak dengan cepat, tetapi Su Xi-er sudah bersiap-siap untuk melawannya dan dengan mudah mengelak dari setiap gerakannya. Masalahnya adalah karena ia tidak memiliki senjata asli, dan hanya bisa menggunakan cangkir teh sebagai peluru untuk dilemparkan pada pria itu.

Praang! Praang!

Suara pecahan porselen terus berbunyi. Menggunakan mereka sebagai pengalihan, dengan cepat Su Xi-er sampai ke pintu kamar sebelum menarik bautnya lepas dari posisinya.

Tepat saat ia baru saja akan membuka pintunya, ia merasakan sakit yang menusuk di tangannya—Yun Ruo Feng sudah mengambil kesempatan untuk mengincar lukanya.

Su Xi-er memutar tubuhnya, menggunakan rotasi untuk mendaratkan pukulan yang keras pada luka di kening Yun Ruo Feng. Tiba-tiba saja diliputi oleh rasa pening, orang itu hanya bisa berdiri mengakar di lantai. Di saat ia tersadar, Su Xi-er sudah hilang.

Yun Ruo Feng berdiri di dalam kamar dan mencibir, tawa sunyinya menggema lagi dari dinding-dinding yang kosong. Su Xi-er, apa kau kira kau bisa kabur? Selama kau adalah Ning Ru Lan, kau milik Pangeran ini.

Sisa pengawal Kediaman Pangeran Hao mendengar keributan itu dan bergegas ke sana untuk melihat Su Xi-er dengan tangan yang berdarah, bersama dengan beberapa pengawal yang pingsan di lantai.

Oh, tidak, kami membiarkan penjagaan lengah tanpa adanya Pangeran Hao! Kami membiarkan seorang pembunuh masuk ke dalam rumah pos tanpa terdeteksi.

"Segera segel semua jalan keluar dari rumah pos; tangkap pembunuh itu!"

Su Xi-er menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu. Kalian tidak akan bisa menangkapnya. Sebaliknya, bawakan air panas, kain putih, dan beberapa ramuan obat ke aula utama. Aku akan menunggu di sana." Setelahnya, Su Xi-er menuju ke aula utama.

Beberapa pengawal merasa mata mereka berkedut. Kami akan menerima hukuman secara suka rela setelah Pangeran Hao kembali.

***

Dengan cepat Yun Ruo Feng meninggalkan rumah pos tanpa meninggalkan adanya bukti sebelum kembali ke Kediaman Pangeran Yun. Saat pengawal melihat ekspresi buruknya dan keningnya yang terluka, mereka terlalu takut bahkan untuk menanyakan apa yang terjadi.

Saat itu, Qin Ling bergegas masuk ke dalam ruang baca Yun Ruo Feng, dan terkejut untuk melihat luka yang berdarah di kening orang tersebut.

"Apa yang terjadi selama pertemuan mahkamah?" Yun Ruo Feng bertanya sewaktu ia mengambil sehelai saputangan dari laci untuk mengelap noda darahnya.

Luka ini akan baik-baik saja setelah berhenti berdarah. Tidak akan menyebabkan masalah apa-apa.

Qin Ling menjawab dengan cepat, "Selama pertemuan mahkamah pagi, beberapa menteri mahkamah secara kolektif menyerahkan permohonan mereka agar Pangeran Yun membagi kekuatan militer jadi dua, dan memberikan setengahnya pada Yang Mulia. Bawahan ini memeriksa masalah itu, dan menemukan bahwa Pangeran Hao-lah dalang di balik ini."

Ekspresi Yun Ruo Feng retak sewaktu ia melemparkan saputangan yang ada di tangannya ke tanah. Meski ia sudah menduga kalau otoritasnya akan mendapat pukulan, ia tidak pernah menyangka kalau mereka akan mencoba untuk merampas militer.

Kekuasaan militer adalah yang paling kupedulikan. Mencoba merebut ini ... berani sekali, Pei Qian Hao! Satu pemikiran mendadak mendatangi Yun Ruo Feng. Bukankah Su Xi-er adalah yang paling dipedulikan oleh Pei Qian Hao?

"Qin Ling, sebarkan rumor secara rahasia. Dayang Pangeran Hao menelanjangi dirinya sendiri dan mencoba untuk merayu Pangeran ini," Yun Ruo Feng memberikan perintah tersebut dengan acuh tak acuh.

Qin Ling tertegun. "Ini .... Tetapi itu jelas-jelas Anda yang pergi ke rumah pos, mengapa Anda mengatakan kalau Nona Xi-er merayu Anda?"

Kilat dingin melintas di mata Yun Ruo Feng. "Pangeran ini tidak mengetahui bahwa Pangeran Hao pergi ke pertemuan mahkamah pagi Nan Zhao. Ternyata, Pangeran ini ingin mengunjungi Pangeran Hao, tetapi, siapa yang sangka kalau dayangnya akan membubarkan pengawal dan menelanjangi diri di depanku. Yang perlu kau lakukan adalah menyebarkan rumor ini; tidak perlu memusingkan dirimu dengan yang lainnya."

Qin Ling kaget. Ini ... sepertinya sangat tidak terhormat. Ia merasa kalau Pangeran Yun sedang berbohong. Karakter Su Xi-er sudah pasti tidak tampak seperti seseorang yang akan mencoba untuk merayu Pangeran Yun.

Terlebih lagi, Pangeran Hao jauh lebih berkuasa daripada Pangeran Yun. Jika ia bijaksana, ia akan merayu Pangeran Hao. Cerita Pangeran Yun tidak nyambung. Aku tidak merasa kalau perintahnya ini pantas.

"Cepatlah, kenapa kau masih bengong di sini?!" Yun Ruo Feng memakinya dingin. Wei Mo Hai sudah mati; bahkan tidak ada seorang pun di sekitarku yang bisa menjalankan perintahku dengan benar.

"Baik, bawahan ini mematuhi perintah." Meskipun Qin Ling punya keraguannya, ia tidak berani memberontak melawan Yun Ruo Feng, dan hanya bisa memutar tumitnya untuk menjalankan perintah tersebut. 

(T/N : uda halu, rendahan banget tindakannya 😒 kawan2 masih ada makian yang mau dikirim ke yunyun? 😤 )

0 comments:

Posting Komentar