Kamis, 19 Maret 2026

CTF - Chapter 310

Consort of A Thousand Faces

Chapter 310 : Muncul Masalah Sampingan


Dayang Senior Zhao segera pergi membukakan pintu sebelum berpindah ke samping, membiarkan semua orang keluar sebelum ia mengikuti.

"Tabib Kekaisaran Zhao, periksa dengan saksama." Pei Ya Ran memerintahkan dengan tegas, menampilkan sikap seorang ibu suri.

"Pejabat rendahan ini mengerti." Tabib Kekaisaran Zhao menjawab dengan hormat sebelum berbalik untuk meminta Su Xi-er mengangkat tangannya.

Alis Tabib Kekaisaran Zhao segera mengerut sebelum ia melemparkan tatapan penuh makna pada Su Xi-er yang hanya bisa dilihat gadis itu. Luka ini adalah luka lama dari beberapa hari yang lalu.

Su Xi-er mengerti dari ekspresi Tabib Kekaisaran Zhao bahwa ia sudah mengetahuinya. Memeriksa adalah satu hal, tetapi mengatakannya secara lantang adalah hal lainnya.

"Tabib Kekaisaran Zhao, apa kau sudah selesai memeriksanya? Ibu Suri ini tidak punya waktu untuk disia-siakan. Apakah luka Su Xi-er itu, lama atau baru?" Suara Pei Ya Ran tajam, dan tatapan jahat di matanya jelas bagi semua orang.

Jantung Tabib Kekaisaran Zhao berdetak kencang dalam dadanya. Apabila aku mengatakan kalau itu adalah luka lama, Su Xi-er pasti akan mati. Sudah jelas bahwa Ibu Suri sengaja mempersulit dirinya, tetapi, haruskah aku mengatakan kebenarannya?

Di saat ini, Dayang Senior Liu menyuarakan. "Tabib Kekaisaran Zhao, Ibu Suri mengajukan pertanyaan padamu tentang seorang dayang istana dari Istana Samping. Kalau Su Xi-er sungguh menyinggung Ibu Suri, hamba tua ini akan meminta maaf dengan sepatutnya."

Tabib Kekaisaran Zhao langsung memahami bahwa Dayang Senior Liu berada di pihak Su Xi-er. Ia adalah ibu asuh Kaisar yang sekarang. Apakah itu berarti Yang Mulia juga akan melindungi Su Xi-er? Meskipun bukan begitu kasusnya, aku tidak bisa memberitahukan kebenarannya saat ini terkait dengan Pangeran Hao.

Oleh sebab itu, Tabib Kekaisaran Zhao menangkupkan kedua tangannya dengan hormat sebelum menjawab, "Ibu Suri, pejabat rendahan ini sudah memeriksa lukanya; itu baru. Warna darahnya terang dan tidak kental."

Ekspresi Pei Ya Ran langsung berubah, "Tabib Kekaisaran Zhao, apa kau yakin kau tidak membuat kesalahan? Kau tidak akan sanggup menanggung hukumannya karena mengacau."

"Pejabat rendahan ini tidak akan membuat kesalahan. Mohon jangan cemas, Ibu Suri."

Pei Ya Ran mendengus pada diri sendiri. Mana mungkin aku tidak cemas? Mengatakan bahwa luka itu baru—bukankah itu sama saja dengan mengatakan bahwa aku melukai Su Xi-er?! Aku akan menghukumnya malam ini, tak peduli seberapa banyak peraturan yang harus kulanggar hanya demi mengatasi seorang dayang rendahan!

Karenanya, ia mengangkat tangannya. "Mungkin, Dayang Senior Zhao tanpa sengaja mengerahkan terlalu banyak tenaga saat ia menjepit Su Xi-er, menyebabkan tangannya berdarah. Namun, terlepas dari betapa seriusnya itu, itu tidak bisa dibandingkan dengan bekas cekikan di leher Ibu Suri ini. Su Xi-er sudah menyinggungku, dan ini tidak dapat ditoleransi."

Tiba-tiba saja, Su Xi-er, yang sedari tadi berdiri diam di samping, beralasan, "Ketika hamba sedang meronta, aku tidak dapat mengendalikan tanganku dan secara tak sengaja melukai Ibu Suri. Hamba tidak masalah dengan dihukum. Namun, aku harus kembali bersama Dayang Senior Liu dan menerima hukumanku di Istana Samping."

Kecuali penyinggungannya terlampau besar, peraturan istana di Bei Min mengharuskan penanggung jawab tiap istana untuk menghukum dayang istana mereka masing-masing. Dayang Senior Liu tidak bekerja untuk Ibu Suri. Kalau tidak, semuanya akan mudah untuk Pei Ya Ran.

Pei Ya Ran mendengus dingin. "Ibu Suri ini memerintahkan Dayang Senior Liu agar tidak turut campur dalam ini. Dayang Senior Zhao, bawa Su Xi-er masuk ke dalam ruangan dan teruskan pemeriksaan pada tubuhnya!"

Tiba-tiba saja, Kasim Zhang jadi serius. "Ibu Suri, apabila Anda bersikeras untuk melakukan itu, itu akan melanggar peraturan istana. Setelah Su Xi-er dihukum, Anda juga harus dihukum sesuai dengan peraturan istana."

Pei Ya Ran mengibaskan lengan jubahnya. "Kasim Zhang, kau terlalu khawatir. Jangan lupakan bagaimana kau menjadi penanggung jawab Departemen Rumah Tangga Kekaisaran."

Tubuh Kasim Zhang membeku ketika ia mendengar kata-kata itu datang dari Pei Ya Ran, meninggalkan dirinya yang hanya bisa menonton sewaktu Dayang Senior Zhao mulai berjalan ke arah Su Xi-er.

Dayang Senior Liu cemas dan bergerak maju untuk melihat. Bukankah Yu Chi Mo pergi dan melapor pada Pangeran Hao? Kenapa masih belum ada siapa-siapa di sini?

"Dayang Senior Zhao, kau tidak perlu mengantarku masuk. Aku akan masuk sendiri." Diam-diam, Su Xi-er menyembunyikan beberapa bongkah batu di dalam lengan bajunya yang berhasil dipungutnya ketika Dayang Senior Zhao menahannya.

"Silakan saja. Itu akan menghemat tenagaku." Dayang Senior Zhao berdiri tegak dan mengulurkan tangannya, memberi sinyal agar Su Xi-er masuk ke dalam pondoknya sendirian.

Su Xi-er mengangguk dan berjalan ke arah pondok. Tepat ketika pergelangan tangannya berputar untuk melontarkan batu di lengan bajunya, ia merasa merinding di tengkuknya. Dengan cepat berbalik, ia menangkap pemandangan dari sebuah panah yang meluncur, diarahkan ke jantungnya.

Itu adalah Panah Penembus Jantung lagi! Su Xi-er segera merunduk untuk menghindarinya, membiarkan panah itu melewati rambutnya dan menancapkan diri di pilar di depan pondok itu. 

Adegan itu membuat semua orang ketakutan. Pei Ya Ran membelalakkan matanya, dan Dayang Senior Zhao berlutut. Aku berada tepat di sebelah Su Xi-er, bahkan dapat mendengar panah itu melesat melewati rambutnya. Bahkan sekarang, secara praktis aku dapat merasakan angin dari panah itu saat melewati kepalaku!

Tak lama setelahnya, suara senjata yang saling bertarung pun bisa terdengar dari hutan di dekat sana. Kasim Zhang segera menjerit, "Pengawal, tangkap pemubunuh itu!"

Kedua pengawal di luar pondok segera beraksi, dengan yang satu masuk ke dalam hutan, sementara yang lainnya menuju ke halaman depan.

Pepohonannya mulai bergerak dengan keras seiring dengan suara bentrokan senjata yang kian membesar. Di saat sekelompok pengawal tiba dari halaman depan, semua keributan telah mereda.

Pei Ya Ran cepat-cepat mengangkat tangannya. "Pergi ke dalam hutan untuk memeriksanya."

Sekelompok besar pengawal itu langsung masuk ke dalam. Pei Ya Ran memandangi hutan di sebelah pondok dengan tangannya yang terkepal erat. Panah itu ditujukan untuk Su Xi-er, tetapi ia berhasil menghindarinya. Akan luar biasa apabila ia tertembak mati!

Sementara untuk siapakah yang bertanggung jawab atas serangan ini, ia punya tebakan. Hanya mungkin dia. Ia sudah gagal membunuh Su Xi-er sebelumnya, dan kini ia gagal lagi. Sampai tembakannya meleset dua kali, tidak seperti dirinya.

Su Xi-er berdiri di samping dengan tenang. Pembunuh berbaju hitam dari saat aku berada di istana peristirahatan Permaisuri yang digulingkan juga mengetahui Panah Penembus Jantung. Sekarang, aku menghadapinya lagi di Istana Kedamaian Penuh Kasih. Selain Yun Ruo Feng, siapa lagi yang mengetahui Panah Penembus Jantung? Mungkinkah mereka berhubungan dengan Ibu Suri?

Su Xi-er tersesat dalam pikirannya, sampai satu mayat dibawa keluar oleh para pengawal yang masuk ke dalam hutan.

Itu adalah mayat pengawal dari Istana Kedamaian Penuh Kasih yang pergi duluan dari yang lainnya. Matanya terbuka lebar, dan baik otot tangan dan kakinya sudah rusak. Itu adalah pemandangan yang mengerikan.

Wajah semua orang menggelap. Sudah ada orang yang bertarung sebelum pengawal itu masuk ke dalam hutan. Bagi mereka, sempat untuk menghancurkan ototnya ... tepatnya ada berapa banyak mereka?

Saat ini, Kasim Zhang menyatakan, "Ibu Suri, tidak aman di Istana Kedamaian Penuh Kasih. Hamba tua ini harus melapor pada Komandan Pasukan Tentara Kekaisaran dan meminta mereka agar mengirimkan lebih banyak pengawal."

Pei Ya Ran mengangguk dan menatap Su Xi-er. Dengan insiden semacam ini, aku tidak akan bisa menghukum Su Xi-er malam ini.

Ketika Su Xi-er menyadari tatapan Ibu Suri, ia membungkuk memberikan hormatnya. "Ibu Suri, hamba menduga bahwa orang yang menembakkan panah itu adalah seseorang yang secara diam-diam Anda kirimkan. Panah itu ditembakkan tepat ke arah hamba."

Sejejak amarah berkedip di mata Pei Ya Ran. Bahkan sekarang, ia mencoba untuk menggigitku! Aku saja tidak yakin siapakah orang itu, tetapi Su Xi-er berani mengklaim bahwa mereka dikirimkan olehku!

"Jika Ibu Suri ini ingin menghukummu, aku tidak perlu melakukannya secara rahasia."

"Tetapi Ibu Suri, Anda sudah pernah mencoba menangkap hamba beberapa kali di malam hari," Su Xi-er menjawab dengan lembut. Ekspresi Pe Ya Ran jadi lebih buruk.

Saat ini, Dayang Senior Liu mengubah topiknya. "Ibu Suri, hamba tua ini akan membawa Su Xi-er kembali ke Istana Samping dan menghukumnya dengan pantas karena menyinggung Anda. Mohon padamkan amarah Anda. Tindakan ini akan menjatuhkan dua burung dengan satu batu. Bukan hanya itu akan mencapai tujuan Anda untuk menghukumnya, itu juga membiarkan Anda agar terhindar dari melanggar peraturan istana."

Tepat saat Pei Ya Ran ingin mengatakan sesuatu, seorang pengawal tiba-tiba saja melaporkan, "Ibu Suri, Pangeran Hao sudah masuk istana kekaisaran, dan sedang berjalan ke arah Istana Kedamaian Penuh Kasih."

Dayang Senior Liu merasa riang dalam hatinya. Pangeran Hao datang!

(T/N : babang Hao akhirnya datang juga, cemas juga ujungnya sama si kesayangan 🤭😌)

0 comments:

Posting Komentar