Consort of A Thousand Faces
Chapter 345 : Mengendalikan Pangeran Hao
"Kepala Keluarga, Ibu Suri sedang menunggu Anda di aula
utama."
Pei Zheng melambaikan tangannya, memberi sinyal agar si dayang
mengecilkan suaranya. "Jaga Nona. Kau tidak boleh membiarkan apa pun terjadi padanya." Kemudian, Pei Zheng berjalan keluar dari
ruangan, menutup pintu di belakangnya.
Pei An Ru membuka matanya. Ia hanya berpura-pura tidur, dan mendengar
helaan napas Pei Zheng. Ia pasti kecewa padaku; bagaimanapun juga,
sekarang aku tak berguna setelah menjadi cacat.
"Nona, silakan istirahat dengan baik. Beritahukan pelayan ini
apabila Anda membutuhkan sesuatu."
Pei An Ru bangun begitu saja dan mulai berpakaian sendiri, bersiap untuk
pergi keluar.
Namun, pelayan itu menghentikannya sebelum ia bisa membuka pintu.
"Nona, Kepala Keluarga telah menginstruksikan hamba agar menjaga Anda.
Anda harus tetap berada di dalam dan istirahat dengan baik."
"Aku akan keluar mencari udara segar." Pei An Ru mendorong
pelayan itu ke samping dan melangkah keluar, dengan cepat berbelok beberapa
kali di sudut agar lepas dari si pelayan.
Pei An Ru mempercepat langkahnya sewaktu ia mendekati aula utama.
Tujuannya adalah untuk bersembunyi di dekat pintu masuk, untuk menguping
percakapan Pei Zheng dan Pei Ya Ran.
Tepat ketika Pei An Ru tiba di tempat persembunyiannya, ia mendengar
keduanya mulai berbicara.
"Sungguh gadis yang lincah. Tetapi, bukan hanya kau gagal
menjaganya dengan baik di istana, kau bahkan membiarkan wajahnya hancur."
Nada bicara Pei Zheng dipenuhi celaan, ekspresinya tidak senang.
"Ia meninggalkan istana atas kemauannya sendiri untuk mendapatkan
bubuk obat itu dari entah siapa dan dimana. Disebabkan kecerobohannya
sendirilah, makanya seseorang bisa bersiasat untuk
melawannya. Pada akhirnya, Ayah, kau hanya marah karena kau kehilangan
pion."
Pei Zheng menggebrakkan tangannya di meja. "Pei An Ru adalah
satu-satunya wanita di Kediaman Pei denga usia yang sesuai. Sekarang, karena
penampilannya rusak, apanya yang masih bisa kita perbuat selain dari bekerja
sama dengan Commandery Prince Xie?"
"Bekerja sama ... bagaimana? Apa kau berencana untuk mengungkit
masalah pertunangan dari yang dulu itu? Bukankah kau yang paling jelas, tentang
bagaimana Kakak Lelaki meninggal dunia? Tidakkah kau merasa seakan-akan kau
tidak menghormati kenangannya, bekerja
sama dengan Kediaman Xie sekarang?" Sudah bertahun-tahun
semenjak insiden itu terjadi, tetapi tak ada yang berani mengungkitnya sampai sekarang.
Hati Pei Zheng sakit, tetapi ia tidak menunjukkan sama sekali di raut mukanya. "Demi Keluarga Pei, kita tidak punya pilihan selain
bekerja bersama Commandery Prince Xie. Biarpun marga Pei Qian
Hao adalah 'Pei', darah yang mengalir di dalamnya bukanlah dari Keluarga
Pei."
"Kalau begitu masalahnya, mengapa kau mengadopsi Pei Qian Hao dan memberikannya marga 'Pei' dulu? Mengapa kau membesarkannya, memelihara seekor ular di
tanganmu?" Suara Pei Ya Ran jadi melengking, kebencian memenuhi matanya.
Tatapan Pei Zheng jadi menerawang jauh. "Ada beberapa hal yang
tidak seharusnya kau ketahui. Apa pun masalahnya,
Su Xi-er tidak boleh menjadi Hao Wang Fei."
"Apakah itulah mengapa kau berjanji pada Xie Yun untuk membantu Xie
Liu Li menjadi Hao Wang Fei? Ayah, kau benar-benar meremehkan Xie
Yun. Segera setelah ...."
Pei Zheng melambaikan tangan, menyelanya. "Pikiranku sudah bulat.
Sudah larut malam, dan Kediaman Pei tidak bisa membiarkanmu bermalam. Ibu Suri,
silakan kembali ke istana kekaisaran." Kemudian, ia melihat ke luar aula
dan meneriakkan, "Pelayan, antarkan Ibu Suri kembali ke istana."
Seorang pelayan keluarga langsung masuk dan membungkuk. "Ibu Suri,
silakan."
Pei Ya Ran mengibaskan lengan jubahnya dengan marah dan mengancam, "Ibu Suri ini tidak menyetujuinya. Aku punya
rencanaku sendiri; hanya saja, jangan halangi dengan mencoba membantu."
Lalu, ia pun berjalan keluar dari aula.
Ketika ia berbelok di sudut, tatapannya menangkap bayangan seorang
wanita di tanah di luar aula utama. Setelah berpikir sejenak, Pei Ya Ran
terkekeh dan lanjut menuju ke pintu masuk utama kediaman, langkahnya tak pernah
berhenti.
Memerhatikan sosok Pei Ya Ran yang berlalu, Pei An Ru mulai berpikir. Ia
tidak melewatkan cemoohan dalam kekehan Pei Ya Ran. Penampilanku
hancur, dan Commandery Prince Xie bekerja sama dengan Keluarga Pei. Commandery
Princess Xie akan menikahi Pangeran Hao dan menjadi Hao Wang Fei.
Aku hanyalah sebuah pion Keluarga Pei; pion yang sudah kehilangan
harganya. Amarah Pei An Ru pun berkobar, tangannya
mengepal.
Tepat selagi ia melakukannya, Pei Zheng keluar dari aula utama dan
menemukan dirinya. "An Ru, pergi beristirahatlah. Sementara untuk wajahmu,
aku akan mengundang tabib terbaik untuk mengobatimu."
Pei An Ru tidak menjawab, hanya mengangguk patuh sebelum berbalik dan
kembali menuju ke kamarnya sendiri.
Pei Zheng terus berdiri tegak lurus di halaman sementara ia menengadah
menatap bulan dan mendesah sendiri. Sulit dipercaya bahwa cabang utama
keluarga Pei tidak akan mempunyai putra di generasiku. Bahkan putra angkatku,
Pei Qian Hao, jadi semakin di luar kendali.
Pei Zheng merasa sakit kepala segera setelah ia terpikirkan Pei Qian
Hao.
***
Sementara itu, Pei Qian Hao berada di halaman utama Kediaman Pangeran
Hao.
Su Xi-er tahu itu dirinya sekali ia mendengar langkah kakinya. Setelah
mencium bau alkohol pada diri pria itu, ia pun
mengerutkan alisnya. "Anda minum lagi?"
"Mmm, beberapa teguk." Pei Qian Hao mengulurkan
tangannya untuk memeluk Su Xi-er.
"Pangeran Hao, Anda harus mengurangi minum-minum. Minum anggur
dapat menyebabkan orang merusak segalanya."
"Pangeran ini akan mengingatnya mulai dari sekarang." Pei Qian
Hao sedang dalam suasana hati yang baik hari ini, membuatnya bersedia untuk
menyetujui setiap permintaannya.
"Pangeran Hao, hamba tidak mempunyai keluarga gadis. Darimanakah
aku harus berangkat saat pernikahan?"
(T/N : Pernikahan di Tiongkok kuno bisa cukup rumit, sehingga saya hanya akan jelasin untuk konteks ini saja. Pengantin wanita akan diantarkan oleh keluarga
gadisnya di rumah gadisnya, dan ia harus menempuh perjalanan ke tempat
pengantin pria menaiki tandu sebelum mengadakan upacara pernikahan di sana.)
"Pangeran ini sudah mengaturnya. Jangan khawatir, itu pasti pemandangan yang indah saat Pangeran ini
menikahi seorang istri. Kau akan mengetahuinya ketika waktunya tiba." Pei
Qian Hao menepuk punggungnya untuk meyakinkan.
"Anda ingin memberi kejutan untuk hamba?" Su Xi-er tersenyum,
matanya berkelap-kelip layaknya bintang-bintang di langit malam.
Suasana malam yang indah mulai merasukinya. Walaupun ia sudah
minum-minum, Pei Qian Hao merasa, jiwanyalah yang mabuk selagi diam-diam ia
memandangi wajah Su Xi-er.
Su Xi-er merasa bau alkoholnya semakin jelas dan menegurnya,
"Pangeran Hao, Anda sudah pasti banyak minum, bukan
hanya sedikit."
Sudut mulut Pei Qian Hao melengkung. "Aku tidak bisa menyembunyikannya
dari hidungmu. Pangeran ini sedang dalam suasana hati yang baik hari ini, dan
minum beberapa cawan dengan sekelompok saudara di barak tentara."
Bukan hanya ia bertemu Xie Liu Li hari ini, ia juga mengatasi masalah di
antara Ye Qing Zhu dan Wu Ling. Ia cukup gembira hingga minum beberapa cawan
dengan Menteri Perang setelah menangani masalah-masalah ini.
"Hamba akan membantu Anda ke kamar untuk istirahat." Su Xi-er
menarik tangannya, membimbingnya ke kamar utama.
Merasakan kehangatan di tangannya, Pei Qian Hao menatap sisi samping Su
Xi-er. Aku masih belum menikahinya, tetapi ia sudah agak terlihat
seperti istri yang berbudi luhur dan ibu yang baik.
(T/N : you belum tau aja bang, Su Xi-er mah paketan lengkap. Kagak
bakalan nyesel. Dijamin. Ahay.)
Pei Qian Hao tersenyum sendiri memikirkan ini. Kondisi pikirannya yang
mabuk membuatnya nyaris lebih memikat daripada biasanya.
Su Xi-er memapah Pei Qian Hao ke samping ranjang sebelum membantunya melepaskan sepatu
dan baju luarannya.
Tepat ketika ia menutupinya dengan selimut, tangan Pei Qian Hao
tiba-tiba saja meraih tangannya. "Su Xi-er, walaupun orang tuamu sudah
meninggal, kau masih punya kerabat lain di dunia ini."
Ia mengerti apa maksudnya. Di hari pernikahan, kami masih harus
mengundang orang-orang dari keluarga gadisku. Tetapi, satu-satunya orang yang
tersisa di keluarga gadisku adalah Lian Chen.
Su Xi-er bertanya dengan berani, "Pangeran Hao, apakah Anda tahu,
siapa hamba ini?"
Pei Qian Hao tertawa, tangannya membelai wajahnya. "Tentu saja aku
tahu; kau adalah Su Xi-er."
"Tidak, aku bukanlah Su Xi-er. Keluarga gadis hamba berasal dari
Nan Zhao." Setelah ia selesai bicara, Su Xi-er menyadari bahwa Pei Qian
Hao sudah tertidur.
Ia sudah sangat sibuk karena diriku. Su Xi-er
mengulurkan tangannya, memijat tangan pria itu dengan lembut.
"Pei Qian Hao, aku adalah Ning Ru Lan. Kau pernah bilang bahwa kau
tidak akan pernah menikahi seseorang seperti diriku, tetapi apa kau masih
berpikiran sama? Jika kau mengetahui siapa diriku, apakah kau masih akan menikahiku?
Haruskah aku memberitahumu?" Suara Su Xi-er pelan, sampai-sampai orang
hampir tidak bisa mendengarnya di atas kain yang bergesekan selagi ia menarik
selimut menutupi Pei Qian Hao.
Setelah ia selesai, Su Xi-er bersiap untuk pergi, tetapi tiba-tiba saja
merasakan tangannya ditarik. Namun, ketika ia berbalik, mata Pei Qian Hao masih
terpejam, walaupun ia bergumam dalam tidurnya. "Menjauhlah dari Kaisar
kecil Nan Zhao dan Yun Ruo Feng. Tidak ada yang boleh merebutmu dari Pangeran
ini."

0 comments:
Posting Komentar