Minggu, 03 Mei 2026

CTF - Chapter 358

Consort of A Thousand Faces

Chapter 358 : Interogasi


Lian Qiao tidak menyangka bahwa hal pertama yang akan dilihatnya ketika memasuki Penjara Kekaisaran bukanlah dinding suram dari tembok penjara, melainkan Pangeran Hao yang berjubah ungu. Ia duduk di bangku kayu dan dengan pelan menggoyang-goyangkan cangkir teh biasa.

Seorang pengawal kekaisaran melemparkan Lian Qiao ke tanah, menyebabkan hiasan rambutnya bergemerincing di tanah dengan bunyi 'ding' yang nyaring.

Ia bangkit berdiri dalam kepanikan dan membungkuk. "Hamba memberi hormat kepada Pangeran Hao."

Akan tetapi, satu-satunya jawaban yang didengarnya adalah keheningan yang mematikan dari Penjara Kekaisaran. Suasana yang tidak menyenangkan itu berimbang hanya dengan suara napasnya yang pendek-pendek, menanamkan teror dalam hatinya.

Dengan demikian, suara dari cangkir teh yang diletakkan di atas meja praktis membesar, membawa seluruh perhatiannya pada pertanyaan yang mengikuti. "Obat-obatan apa yang kau buat?"

Pei Qian Hao tidak bertanya padanya bagaimana ia membunuh Dayang Senior Liu, tetapi obat-obatan apa yang telah dibuatnya. Ia sudah tahu bahwa aku bukan hanya membuat satu jenis obat-obatan, tetapi segera setelah aku mengakui semuanya, Ibu Suri tidak akan melindungiku lagi.

Lian Qiao tidak menjawab, tetapi hanya berpura-pura bingung.

"Pangeran ini tidak punya banyak kesabaran." Segera setelah itu, deretan berbagai instrumen penyiksaan dibawa keluar oleh para pengawal kekaisaran. Penjara Kekaisaran yang sunyi itu hanya membuat pemandangan tersebut bahkan lebih mengerikan.

Lian Qiao berlutut dengan bunyi gedebuk. "Hamba tidak mengerti apa yang Anda bicarakan. Hamba tidak membuat obat apa-apa."

"Apa kau pikir bahwa Ibu Suri akan melindungimu? Orang yang diutusnya untuk membunuhmu sudah dicegat oleh bawahan Pangeran ini." Dengan tenang, Pei Qian Hao menghancurkan harapan yang dipegang Lian Qiao.

Lian Qiao gemetaran. Ibu Suri bukan hanya menolak melindungiku, tetapi bahkan sampai mengutus seseorang untuk mengakhiri nyawaku. Jika masalah ini terekspos, itu hanya akan merugikan Ibu Suri.

Melihat ke sisi samping Pei Qian Hao yang tegas, Lian Qiao mengerucutkan bibirnya, tidak bersuara selagi ia mengepalkan tinjunya dengan erat.

"Pangeran ini akan memberimu sebuah pilihan." Pei Qian Hao bangkit berdiri dari bangku kayu dan melambaikan tangannya untuk memberi sinyal pada pengawal kekaisaran.

Pengawal itu mengeluarkan satu piring merah dari belakangnya. Ada banyak sekali cacing yang menggeliat di piring dengan cara yang sangat mengerikan.

Lian Qiao merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya, selagi tubuhnya gemetaran, kenangan masa lalu kembali membanjir. Orang tuaku meninggal karena cacing yang menyerang jantung mereka. Malam gelap yang tak berujung dan hujan turun setiap malamnya. Adegan dari pengalaman yang mengerikan itu layaknya belenggu yang membelenggu hatinya, menyebabkannya menggelengkan kepalanya dengan keras.

"Tidak, tidak! Pangeran Hao!" Lian Qiao memekik dengan suara bergetar. Akhirnya, ia menyerah. "Masih ada jenis obat lainnya. Itu adalah wewangian pekasih yang terkonsentrasi, tetapi itu tidak berbahaya bagi pria."

Manik mata Pei Qian Hao seketika berubah gelap. Sulit dipercaya, Pei Ya Ran mengambil jalan menggunakan wewangian pekasih! Sungguh putri luar biasa yang telah dibesarkan oleh Kediaman Pei!

"Pangeran Hao, hamba tidak punya pilihan. Aku dipaksa bertentangan dengan kehendakku. Mohon ampuni nyawa hamba!" Ketakutan tergurat di wajah Lian Qiao, tubuhnya gemetar hebat selagi ia berlutut di tanah.

"Sepotong sutra putih. Antarkan dia." Tanpa ekspresi, Pei Qian Hao memberikan perintah sebelum meninggalkan Penjara Kekaisaran

(T/N : Kematian dengan dicekik atau digantung. Itu adalah salah satu cara yang umum untuk menjatuhkan hukuman mati pada seseorang secara pribadi. Kalian mungkin pernah mendengar dua cara lainnya: anggur beracun, dan belati. Eksekusi publik adalah hal lainnya.)

Tak lama sebelum jeritan mengerikan seorang wanita datang dari Penjara Kekaisaran, dipotong dengan kengerian yang mendadak.

***

Malamnya, Pei Ya Ran lega ketika ia mengetahui bahwa Lian Qiao sudah meninggal, tetapi kabar yang datang setelahnya membuatnya duduk di tepian kursinya.

"Ia bukannya dibunuh oleh orang yang Ibu Suri ini utus, tetapi atas perintah Pangeran Hao?"

Pengawal kekaisaran itu menundukkan kepalanya dan menjawab, "Ibu Suri, pengawal yang Anda utus telah dicegat atas perintah Pangeran Hao."

Pei Ya Ran mengerutkan alisnya. Ia bangun dari kursi dan bergegas ke aula dalam. Selanjutnya, ia membagi sisa wewangian pekasih itu ke dalam dua botol, mengisi satu botol hingga meluap sementara membiarkan yang satunya terisi setengah penuh.

Setelah ia selesai, ia menyimpan botol yang setengah penuh di dalam lemari pakaiannya sementara memasukkan yang satunya ke dalam lengan jubahnya dan kembali ke aula utama.

Di saat ia berjalan keluar dari kamar dalam, seorang dayang istana mendatanginya dan melaporkan, "Ibu Suri, Pangeran Hao sedang menunggu Anda di aula utama."

Pei Ya Ran mengangguk dan menenangkan dirinya sendiri. Ia sudah menduga bahwa Pei Qian Hao akan datang.

Namun, sebelum ia dapat benar-benar memasuki aula utama, ia melihat satu sosok yang jangkung. Tadinya, aku akrab dengannya, tetapi ia tampak semakin menjauh. Bahkan kini, aura dingin yang dipancarkannya mendorongku menjauh.

Pertama-tama, Pei Ya Ran membubarkan para dayang istana, tetapi sebelum ia bisa lanjut untuk menyapanya, Pe Qian Hao berbalik dan berbicara duluan.

"Serahkan." Suaranya dingin dan tidak menerima pembangkangan.

Senyuman di sudut mulut Pei Ya Ran jadi kaku, tetapi ia berpura-pura keheranan. "Pangeran Hao, apa yang sedang kau bicarakan? Ibu Suri ini tidak mengerti."

"Kau tidak mengerti? Pangeran ini penasaran, apakah kau yang terpikirkan ini, atau kau diinstruksikan oleh Kediaman Pei?" Pei Qian Hao melanjutkan, tangan besarnya menarik tangan Pei Ya Ran.

Dengan beberapa ayunan, satu botol kecil mendarat di tangan Pei Qian Hao.

"Pangeran ini tidak menduga metodemu begitu tercela, Ibu Suri."

Pei Ya Ran sengaja terkekeh. "Pangeran Hao, kau masihlah orang yang paling mengerti Ibu Suri ini. Kau tahu bahwa aku selalu menyembunyikan benda penting di dalam lengan jubahku. Kau pastinya mengetahui bahwa Ibu Suri ini telah memerintahkan seseorang untuk membuat sebotol wewangian pekasih ini untuk kugunakan sendiri."

"Meskipun jika kau mengoleskannya ke seluruh tubuhmu, itu tidak akan ada gunanya pada Pangeran ini." Tatapan Pei Qian Hao jadi dingin. Botol kecil di tangannya sudah disimpan di dalam lengan jubahnya.

Segera setelahnya, ia memanggil orang di luar aula utama. "Pengawal."

Sejumlah Pasukan Tentara Kekaisaran memasuki aula utama. "Pangeran Hao, apa instruksi Anda?"

"Mulai malam ini, hingga perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin istana, tidak ada satu pun yang berada di Istana Kedamaian Penuh Kasih, yang diizinkan untuk pergi."

Ia mengurungku secara terbuka! Mata Pei Ya Ran menjadi kasar. "Kau berani?!"

Pei Qian Hao meliriknya. "Kau sama sekali tidak menghiraukan apa yang Pangeran ini katakan padamu. Pangeran ini sudah cukup bermurah hati dengan tidak mengurungmu seumur hidupmu." Kemudian, ia berjalan keluar dari aula utama.

Memerhatikan sosoknya yang berlalu, Pei Ya Ran memekik marah, "Pei Qian Hao, dasar orang tak tahu terima kasih!"

Namun, ia tertawa sendiri setelah Pei Qian Hao pergi. Pei Qian Hao, bukankah kau sangat pintar? Mengapa kau tidak curiga kalau aku masih mempunyai wewangian pekasih? Botol yang untuk digunakan pada Su Xi-er sudah diserahkan pada Shi Mo untuk menarik Pangeran Kekaisaran Ketiga atau Commandery Prince Xie. Sisa setengah botol itu adalah untuk kugunakan sendiri. Aku tidak percaya bahwa wewangian terkonsentrasi itu tidak berpengaruh terhadapmu!

Jangan terlalu sombong. Hanya karena kau sudah mengatakan sesuatu, bukan berarti itu pasti benar. Kita baru akan mengetahui siapakah pemenang yang sesungguhnya di hari perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin.

Atas pemikiran ini, tawa Pei Ya Ran jadi semakin seram.

***

Malam itu, Su Xi-er tinggal di kamar dan menunggu untuk waktu yang sangat lama, tetapi tidak melihat tanda-tanda orang yang ditunggu-tunggunya. Dengan sejejak kebingungan di hatinya, ia melepaskan pakaian luarannya dan pergi tidur ketika ia mendengar bunyi gong yang menandakan dimulainya jaga malam pada pukul 11 malam.

Pagi berikutnya, kabar bahwa Lian Qiao telah membunuh Dayang Senior Liu dan sudah dihukum mati dengan sutra putih di Penjara Kekaisaran telah menyebar di seluruh penjuru istana.

Su Xi-er sudah lama menduga bahwa Lian Qiao akan mati. Namun, ia hanya digunakan untuk membunuh Dayang Senior Liu secara tak langsung. Pelaku sebenarnya adalah Ibu Suri yang kini dikurung.

"Su Xi-er, aku penasaran, kapan Tan Ge akan kembali." Wajah Chao Mu dipenuhi kecemasan.

"Aku harap agar ia tidak akan kembali," Su Xi-er menjawab dengan tenang.

Chao Mu tidak mengerti. "Kediaman Tan sudah merosot. Jika ia tidak kembali, sudah pasti ia harus meninggalkan kediaman untuk mencari nafkah. Dengan wajah cantiknya, bagaimana kalau ia bertemu dengan orang jahat? Lebih baik untuk tinggal di Perpustakaan Kekaisaran dan menjalani sisa hidupnya."

Dalam sudut pandang Chao Mu, kehidupan selalu lebih baik daripada kematian. Untuk mengatakannya secara tidak menyenangkan, ia takut mati.

Su Xi-er tertawa. "Jika ia tidak kembali sebelum perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin istana, ia tidak akan kembali lagi. Sini, mari kita menyapu lantai."

Tepat setelah ia mengatakan itu, suara Guru Agung Kong pun dapat terdengar. "Su Xi-er, pergi ke Paviliun Kaligrafi. Seseorang ingin berkonsultasi denganmu mengenai Aksara Lan."

0 comments:

Posting Komentar