Minggu, 03 Mei 2026

CTF - Chapter 357

Consort of A Thousand Faces

Chapter 357 : Memperoleh Wewangian Tertentu


Tabib Kekaisaran Zhao dan Kasim Zhang bertukar pandang sebelum orang itu maju dan mengacaukan rentetan pemikiran Su Xi-er. "Kau harus kembali ke Perpustakaan Kekaisaran. Karena Pangeran Hao mungkin sudah mengetahui siapakah pembunuhnya, mari serahkan masalah ini kepadanya. Jangan khawatir, Pangeran Hao pasti akan menghukum pelakunya dengan keras karena ini menyangkut pengasuh Yang Mulia."

Su Xi-er tenang, dan tatapannya jadi jauh. "Kasim Zhang, berapa lama Anda sudah mengenal Dayang Senior Liu?"

Walau tidak paham alasannya bertanya, Kasim Zhang masih menjawab, "Aku tidak benar-benar mengingatnya dengan sangat baik; mungkin lebih dari empat puluh tahun."

"Dayang Senior Liu mendedikasikan seluruh hidupnya demi majikannya, memastikan supaya majikannya dapat beristirahat dalam damai." Su Xi-er berkomentar dengan tenang sebelum pergi ke arah Perpustakaan Kekaisaran.

Kasim Zhang memerhatikan sosoknya yang menjauh sambil melamun. Majikan Dayang Senior Liu juga adalah penolongku. Kalau bukan karena penolong kami, mana mungkin aku bisa hidup sampai sekarang?

Sementara itu, Tabib Kekaisaran Zhao menoleh ke belakang. "Kasim Zhang, aku akan kembali ke Institut Tabib Kekaisaran. Aku akan mengutus seseorang untuk mengirimkan saputangan itu ke Istana Kedamaian Penuh Kasih nanti, sehingga lebih mudah bagi Komandan Yu Chi Mo untuk menjalankan tugasnya."

Kasim Zhang mengangguk. "Kau harus buru-buru."

Tabib Kekaisaran Zhao memegang tangannya yang terlipat di depannya untuk mengucapkan selamat tinggal, kemudian berjalan menuju ke Institut Tabib Kekaisaran.

***

Sementara itu, Yu Chi Mo sudah sampai di Istana Kedamaian Penuh Kasih bersama segerombol Pasukan Tentara Kekaisaran, segera setelah Lian Qiao selesai membuat wewangian pekasih tersebut.

Lian Qiao merasa seakan-akan jantungnya diremas dan segera melihat ke arah Ibu Suri. Mereka melacak hingga ke Istana Kedamaian Penuh Kasih secepat ini?

Pei Ya Ran memberi sinyal agar Lian Qiao mundur dengan tatapannya, kemudian mempertanyakan dengan tegas, "Komandan Yu Chi Mo, mengapa kau membawa begitu banyak bawahan kemari? Jangan katakan padaku kalau kau berencana untuk menangkap Ibu Suri ini untuk sejumlah kejahatan?"

"Pejabat biasa ini tidak berani. Aku datang hari ini untuk menangkap wanita berdosa itu, Lian Qiao, di bawah perintah Pangeran Hao." Yu Chi Mo melemparkan tatapan penuh makna kepada bawahannya selagi ia berbicara, mendorong salah satu dari mereka maju dan menangkap Lian Qiao tanpa kata lainnya.

Lian Qiao langsung berbalik menghadap Ibu Suri dalam kepanikan. Ibu Suri adalah satu-satunya cahaya harapanku. Aku sudah melakukan begitu banyak hal yang bertentangan dengan hati nuraniku karena Ibu Suri, tetapi itu juga tidak seperti aku bisa mengekspos dirinya. Kalau tidak, kematianku akan terjamin.

Pei Ya Ran mengerti pemikiran Lian Qiao. "Commandery Prince Xie merekomendasikan Lian Qiao kepada Ibu Suri ini, mengatakan bahwa gadis ini perhatian dan bisa melayani Ibu Suri ini dengan baik. Ia sudah berada di sisi Ibu Suri ini di Istana Kedamaian Penuh Kasih selama beberapa hari terakhir. Bolehkah aku mengetahui, kejahatan apa yang telah diperbuatnya?"

"Investigasi telah memastikan bahwa Lian Qiao membunuh Dayang Senior Liu, ibu asuh Kaisar saat ini. Apakah itu bukan sebuah kejahatan yang serius? Ibu Suri, apabila Anda berencana untuk memihak dan melindunginya, Yang Mulia akan merasa sangat kecewa."

Pei Ya Ran tetap sangat tenang. "Jika ia sungguh adalah pelakunya, Ibu Suri ini tidak akan melindunginya. Namun, dimana buktinya? Mungkinkah kalau kau berniat menangkap seseorang tanpa bukti apa pun?"

"Ibu Suri, Anda bisa menanyakan Pangeran Hao tentang buktinya. Bawahan ini hanya bertugas untuk menerima perintah dan menjalankan mereka. Aku tidak berkuasa untuk melakukan yang lainnya. Mohon jangan mempersulit bawahan ini." Yu Chi Mo terdiam dan menginstruksikan pengawal, "Bawa Lian Qiao pergi dan interogasi dia di Penjara Kekaisaran."

Kaki Lian Qiao hampir tertekuk ketika ia mendengar kata-kata 'Penjara Kekaisaran'. Orang yang masuk Penjara Kekaisaran sudah pasti tidak akan kembali hidup-hidup.

"Ibu Suri ...." Lian Qiao memanggil lirih, matanya diliputi dengan keinginan putus asa untuk hidup.

Pei Ya Ran berhenti di depannya dan menenangkan dengan suara yang lembut. "Orang tidak takut memiliki bayangan yang bengkok ketika mereka berdiri tegak lurus; selama kau adalah orang yang jujur, tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Bagi orang luar, ini hanya akan tampak seakan Ibu Suri sedang menenangkan Lian Qiao, dan mengisyaratkan agar ia tidak bicara apa-apa lagi.

Lian Qiao lega setelah mendengarkan nasihatnya. Ia bahkan tidak berontak selagi Pasukan Tentara Kekaisaran membawanya pergi.

Setelah semua Pasukan Tentara Kekaisaran sudah pergi, Pei Ya Ran membubarkan semua dayang istana. Ia duduk sendirian di aula utama untuk waktu yang sangat lama, sebuah botol kecil yang berisi wewangian pekasih yang baru saja dibuat tersembunyi di dalam lengan jubahnya.

Satu jam setelahnya, Pei Ya Ran memanggil seorang dayang istana. "Hancurkan semua yang ada di dalam kamar Lian Qiao. Barang-barang milik wanita pendosa tidak boleh disimpan."

"Hamba mematuhi perintah." Dayang istana itu menerima perintah dengan hormat.

Pei Ya Ran sudah mengambil keputusan—Lian Qiao tidak boleh hidup. Tak peduli seberapa parahnya itu, kejahatan seorang dayang istana biasanya tidak akan membutuhkan hukuman penjara di Penjara Kekaisaran. Pei Qian Hao sedang memperingatkanku bahwa jika aku masih berani untuk bergerak, ia akan membalasnya. Kakak Hao, apa yang akan kau lakukan padaku jika aku bersikeras untuk melukai Su Xi-er?

Di saat inilah seorang pengawal masuk ke aula utama. "Ibu Suri, Kediaman Pei mengirimkan sepucuk surat."

Pei Ya Ran menerima surat itu dan dengan cepat membukanya. Ini adalah surat dari Ayah. Surat itu menyatakan bahwa Pei An Ru sudah dikurung di Kediaman Pei dan tidak akan melakukan gerakan apa pun. Sebagai tambahan, bahkan, Mei Jin Xiu saja tidak sanggup mengembalikan penampilan Pei An Ru setelah dipanggil ke Kediaman Pei. Alhasil, Kediaman Pei tak punya pilihan selain menaruh semua harapannya pada Pei Ya Ran untuk mencegah Su Xi-er masuk ke Kediaman Pangeran Hao.

Setelah selesai membaca, ia langsung membakar surat itu dan menginstruksikan si pengawal. "Laporkan pada orang yang mengirimkan suratnya: Ibu Suri ini berharap agar Kepala Keluarga Pei dapat menjaga Nona Pei dengan baik. Ibu Suri ini akan mengunjungi Kediaman Pei ketika aku punya waktu."

Pengawal itu membungkuk dan berjalan keluar dari pintu aula istana.

Pei Ya Ran bangkit berdiri dari kursi teratas dan menggenggam erat botol wewangian pekasih di tangannya. Aku harus menyingkirkan Lian Qiao secepat mungkin! Satu-satunya orang yang dapat kupercaya sekarang adalah Shi Mo!

Ia berjalan terburu-buru ke aula dalam dan menahan napas sementara ia membagi wewangian pekasih itu ke dalam dua botol kecil. Di saat ia selesai, Shi Mo sudah menanti di aula utama.

"Satu-satunya orang yang Ibu Suri ini bisa percayai sekarang adalah dirimu. Ambil botol ini, dan ketika waktunya perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin istana ...."

Shi Mo mengenakan jubah hitamnya yang biasa, hanya dengan kedua matanya yang terlihat. Bahkan, Pei Ya Ran tidak tahu seperti apakah rupanya.

"Ibu Suri, Anda ingin aku menggunakan wewangian pekasih pada Su Xi-er?"

"Bukan hanya Ibu Suri ini ingin kau menggunakannya pada Su Xi-er, aku juga ingin kau merenggut kesuciannya!" Setelah ia tak lagi suci, apakah Pei Qian Hao masih menginginkannya?

Pei Ya Ran tidak menyangka Shi Mo akan menggelengkan kepalanya. "Aku bisa menggunakan wewangian pekasih padanya, tetapi aku tidak tertarik padanya. Aku punya prinsipku sendiri saat aku melakukan sesuatu."

"Su Xi-er sangat cantik. Bukankah kalian, para pria, paling menyukai wajah yang cantik? Apakah ia tidak cukup untuk menarik minatmu?"

"Haruskah aku tertarik hanya karena ia cantik? Ibu Suri, Anda juga seorang wanita yang cantik. Apakah itu berarti bahwa aku harus merenggut kesucianmu juga?" Tanpa sengaja, Shi Mo memberikan pukulan pada Pei Ya Ran.

Ia masih seorang perawan karena mendiang Kaisar sudah impoten di saat ia menikahinya. Aku ditakdirkan menjadi janda di istana.

"Coba ucapkan kata-kata yang lebih keji." Kilatan tajam melintasi mata Pei Ya Ran. Karena Shi Mo tidak mau, haruskah aku mengutus seorang pengawal kekaisaran? Tidak! Orang biasa tidak akan bisa berurusan dengan Su Xi-er.

"Aku punya usulan yang bagus." Tiba-tiba saja, Shi Mo tertawa sinis.

Suara tawanya sebenarnya membuat Pei Ya Ran merasa agak kebingungan. "Usulan apa?"

"Pangeran Kekaisaran Ketiga dan Commandery Prince Xie. Mana yang kau pikir merupakan kandidat yang lebih baik?"

Pei Ya Ran langsung memahami idenya. Shi Mo berencana untuk membuat Xie Yun atau Situ Li mengambil keperawanan Su Xi-er.

"Aku akan serahkan masalah ini padamu, tetapi terlepas dari siapa pun yang kau pilih, juga tidak bisa dianggap enteng." Pei Ya Ran memperingatkan selagi ia meletakkan botol wewangian pekasih lainnya ke tangan Shi Mo.

Sekarang ini, ia hanya memikirkan cara untuk menghambat Pei Qian Hao selagi ia menunggu hari perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin istana. Selama ia mengetahui Su Xi-er melakukannya dengan pria lain, ia tidak akan membawanya masuk ke dalam Kediaman Pangeran Hao, terlepas dari seberapa besar ia menyukai Su Xi-er.

Pria, terutama pria berkuasa, tidak bisa menoleransi kalau wanita milik mereka tercemar.

Shi Mo menyimpan botol itu di dalam lengan bajunya, sudut mulutnya melengkung ke atas dengan jahatnya di bawah topeng hitamnya. Aku akan pastikan kalau urusan ini dilakukan dengan sempurna.

0 comments:

Posting Komentar