Minggu, 03 Mei 2026

CTF - Chapter 356

Consort of A Thousand Faces

Chapter 356 : Bingung


Su Xi-er tidak berkomentar lebih jauh. "Karena ada urusan yang harus dikerjakan Tan Ge, biarkan aku mengambil alih pekerjaannya." Ia pun mengambil sapunya dari Chao Mu.

Tetapi, sebelum ia bahkan bisa mulai menyapu, seorang apoteker magang memasuki Perpustakaan Kekaisaran. "Siapa Su Xi-er?"

Chao Mu meliriknya. "Mengapa kau mencari Su Xi-er?"

"Tabib Kekaisaran Zhao menginstruksikanku agar mengundangnya ke Institut Tabib Kekaisaran."

Su Xi-er paham bahwa itu ada hubungannya dengan kasus Dayang Senior Liu dan segera mengangguk. "Aku akan pergi bersamamu."

"Ikuti aku." Apoteker magang itu memberi sinyal agar Su Xi-er mengikutinya sebelum pergi tanpa kata.

Chao Mu tetap mengakar di tempat, alisnya mengerut cemas. Baik Su Xi-er dan Tan Ge, tidak biasa. Mereka punya banyak rahasia yang membebani hati mereka, yang tak bisa mereka ungkapkan. Selagi ia berpikir, ia merasakan tepukan dadakan di bahunya.

Melompat syok, Chao Mu berbalik dan melihat pelakunya. "Shu Xian, kau cari mati?! Mengapa kau datang dan menakuti orang di siang bolong?!"

Shu Xian tersenyum main-main. "Apa kau punya rasa bersalah? Dulu, kau akan merasakannya jika aku mendekatimu. Apa yang sedang kau pikirkan pagi-pagi begini?"

"Itu bukan urusanmu." Chao Mu mengabaikannya dan terus menyapu.

"Kemana perginya Tan Ge? Mengapa hanya kau yang menyapu?"

Chao Mu menyerahkan sapu lain di tangannya kepadanya. "Bantu aku menyapu; ia sudah meninggalkan Perpustakaan Kekaisaran untuk mengurus masalah lain."

"Kenapa aku harus membantunya menyapu? Kau harus memberiku penjelasan yang memuaskan." Shu Xian melipat tangan di depan dadanya, menunjukkan sikap tidak peduli.

Chao Mu memelototinya. "Kau sapu tidak? Kalau tidak, aku akan memotong permata keluargamu." Barangkali, ia adalah satu-satunya orang yang berani mengucapkan kata-kata sevulgar itu.

(T/N : Permata keluarga = alat kelamin pria.)

Mengenyampingkan Pasukan Tentara Kekaisaran, hanya asisten pelajar, begitu pula dengan apoteker magang, yang bisa mempertahankan area bawah mereka di istana kekaisaran.

Shu Xian dipilih secara pribadi oleh Guru Agung Kong, dan akan pergi ke Akedemi Kekaisaran setelah ia berusia 18 tahun. Walaupun Chao Mu lebih tua satu tahun dari Shu Xian, ia tidak sedewasa Shu Xian. Selama bertahun-tahun mereka bersama-sama, mereka selalu bertengkar saat mereka bertemu. Xiao Yuan Zi akan sering mendeskripsikan hubungan mereka seperti api dan air, dan hasil dari dosa mereka dari kehidupan sebelumnya.

"Bagaimana bisa seorang gadis terus membicarakan tentang permata keluarga? Meski kau tidak merasa malu, aku malu." Tidak yakin apa yang harus diperbuat dengannya, Shu Xian pun mengambil sapu itu dan mulai menyapu.

Chao Mu mendengus. "Mencoba melawanku? Lihat dulu berapa usiamu. Bagaimanapun juga, apa pentingnya bagimu apakah aku mempermalukan diriku sendiri atau tidak?! Bukan seperti aku adalah milikimu." Ia berjalan ke tempat lain bersama sapunya.

Melihat tampang bangganya, Shu Xian tersenyum tak berdaya dan terus menyapu.

***

Di Institut Tabib Kekaisaran.

Setelah sampai, Su Xi-er melihat Tabib Kekaisaran Zhao, bersama dengan beberapa tabib lainnya, terlibat diskusi mendalam. Ketika ia melihat kalau Su Xi-er sudah sampai, Tabib Kekaisaran Zhao mengusulkan, "Wanita itu tidak paham obat-obatan, tetapi kemampuan observasinya lumayan akurat. Mari kita suruh ia melihatnya." Tak lama kemudian, ia meletakkan saputangan di atas meja.

"Ini diambil dari tangan Dayang Senior Liu."

Tergeletak di tengah-tengah saputangan itu adalah sesuatu yang mirip dengan sebuah rumbai.

Setelah memeriksanya dengan hati-hati, Su Xi-er membuat hipotesisnya. "Benda semacam ini biasanya digunakan sebagai dekorasi. Mereka dapat digantungkan pada apa saja, dari pintu atau digunakan sebagai rumbai gagang pedang. Karena ini ditemukan di tangan Dayang Senior Liu, semestinya itu adalah sesuatu yang dibawa-bawa oleh si pembunuh bersama mereka."

Tabib Kekaisaran Zhao mengangguk. "Bisa pria atau wanita."

Tabib kekaisaran lainnya mulai berdiskusi. "Dayang Senior Liu adalah seorang dayang senior di istana. Seorang wanita biasa tidak akan bisa membunuhnya. Kemungkinan itu adalah seorang pria, dan benda ini pastilah rumbai gagang pedang."

Su Xi-er memungut saputangan itu dan meneliti rumbai cyan itu, bahkan menundukkan kepalanya untuk mengendusnya. Aroma samar dari tanaman herba melayang masuk ke lubang hidungnya.

Ini berarti bahwa si pelaku memahami obat-obatan. Meletakkannya bahkan lebih dekat ke hidungnya, ia terkejut, menemukan aroma bunga.

Semua tabib kekaisaran melihat ekspresi serius Su Xi-er, dan napas mereka tersendat-sendat.

Setelah waktu yang lama, Su Xi-er melihat ke arah semua orang dan perlahan-lahan menyatakan, "Kalian semua harus mengendus ini dengan baik. Ada aroma tanaman herba dan Bunga Ungu Harum." Ia menyerahkan benda itu kepada Tabib Kekaisaran Zhao.

Ia mengambil saputangan itu dan mengendusnya, sampai pada kesimpulan yang sama dengan Su Xi-er. Jika bukan karena Su Xi-er, aku mungkin tidak akan terpikirkan tentang ini.

"Memang ada dua bau berbeda. Ciumlah." Tabib Kekaisaran Zhao menyerahkan saputangan itu kepada tabib kekaisaran yang ada di sampingnya.

Setelah saputangan itu diedarkan, semua tabib kekaisaran setuju bahwa terdapat dua bau berbeda yang dapat terdeteksi. "Kalau begitu masalahnya, itu bisa juga pekerjaan seorang wanita."

Su Xi-er menyuarakan. "Institut Tabib Kekaisaran tidak akan memiliki obat terlarang, jadi itu hanya mungkin berasal dari seseorang yang tahu bagaimana cara membuatnya. Apakah ada orang di istana yang mengetahui bagaimana cara membuat obat?"

Secara kebetulan, seorang apoteker magang berjalan masuk di saat ini. "Tabib Kekaisaran Zhao, Kasim Zhang dari Departemen Rumah Tangga Kekaisaran sudah datang dan meminta bertemu dengan Anda."

Tabib Kekaisaran Zhao mengangguk. "Cepatlah undang Kasim Zhang masuk."

Si apoteker magang menerima perintah tersebut dan segera membimbing Kasim Zhang masuk.

Kasim Zhang memegang sebuah buku catatan di tangannya. "Ini adalah buku yang mencatat nama-nama semua pelayan istana, sekaligus dengan latar belakang mereka sebelum mereka masuk istana."

Buku ini diantarkan tepat waktu, dan Tabib Kekaisaran Zhao berterima kasih padanya.

Memerhatikan para tabib kekaisaran yang membolak-balik buku catatan itu, Su Xi-er mulai bertanya-tanya. Apabila kita mencari seseorang di istana yang sanggup membuat obat-obatan, pelaku yang paling mungkin adalah ... Lian Qiao.

Tak lama setelah ia memikirkan Lian Qiao, para tabib kekaisaran mulai membicarakan tentangnya.

"Terlahir dari sebuah keluarga Pengobatan Tradisional Cina. Bukankah ia sedang bekerja di Istana Kedamaian Penuh Kasih sekarang? Ibu Suri juga menginstruksikan orang untuk memindahkan semua Bunga Ungu Harum. Lian Qiao adalah tersangka yang paling mungkin."

Semua tabib kekaisaran mengangguk setuju.

Su Xi-er mengusulkan, "Mari kita minta Komandan Yu Chi Mo untuk menangkap Lian Qiao dan menginterogasinya dengan benar."

Yang lainnya setuju, dan Tabib Kekaisaran Zhao menyerahkan buku catatan itu kembali pada Kasim Zhang. "Kami semua setuju bahwa Lian Qiao adalah yang paling mencurigakan jika kita mencari seseorang di istana; hanya saja, ia melayani Ibu Suri. Ini membuat masalahnya menjadi rumit, dan kita mungkin harus meminta Pangeran Hao untuk campur tangan."

Kasim Zhang mengambil kembali catatan tersebut dan menyetujui. "Kita memang harus meminta bantuan Pangeran Hao. Lian Qiao masuk Istana Kedamaian Penuh Kasih melalui Commandery Prince Xie."

Alis Tabib Kekaisaran Zhao tertaut. Ada banyak misteri seputar kematian Dayang Senior Liu, dan ada terlalu banyak orang yang terkait untuk ini disebut sebagai suatu kebetulan.

"Dayang Senior Liu adalah ibu asuh Yang Mulia, jadi kita harus menyampaikan penjelasan yang bisa diterima. Tabib Kekaisaran Zhao, Kasim Zhang, Anda harus pergi dan meminta Komandan Yu Chi Mo bersama-sama." Su Xi-er merekomendasikan secara perlahan.

Mereka berdua mengangguk dan meninggalkan Institut Tabib Kekaisaran. Akan tetapi, tepat ketika mereka mulai berjalan di jalur istana, mereka melihat Yu Chi Mo memimpin sekelompok Pasukan Tentara Kekaisaran menuju ke Istana Kedamaian Penuh Kasih.

"Komandan Yu Chi Mo, kemana Anda akan pergi?" Kasim Zhang maju untuk bertanya.

Yu Chi Mo tidak punya banyak waktu dikarenakan misinya yang mendesak. Ia hanya melambaikan tangannya pada Kasim Zhang dan menjawab, "Pangeran Hao menurunkan sebuah perintah agar dengan cepat pergi ke Istana Kedamaian Penuh Kasih, dan menangkap Lian Qiao dan membawanya ke pengadilan." Kemudian ia pergi dengan terburu-buru.

Kasim Zhang dan Tabib Kekaisaran Zhao tercengang. Kita semua memikirkan tentang ini untuk waktu yang sangat lama, tetapi Pangeran Hao sudah sampai pada kesimpulan yang sama. Pemikiran seteliti ini, serta tindakan yang tegas; seperti yang diharapkan dari Pangeran Hao!

Keduanya baru saja akan kembali ketika Tabib Kekaisaran Zhao melihat Su Xi-er berdiri di belakang, dengan tenang memandang ke arah perginya Yu Chi Mo.

Aku pikir, ia sudah kembali ke Kediaman Pangeran Hao, atau ke barak tentara. Aku tidak menduga ia masih berada di istana.

0 comments:

Posting Komentar