Minggu, 10 Mei 2026

CTF - Chapter 363

Consort of A Thousand Faces

Chapter 363 : Lepaskan Aku


Xie Yun meninggalkan Istana Kedamaian Penuh Kasih setelah mengucapkan kalimatnya, meninggalkan Pei Ya Ran menatap kosong ke arah perginya dia, sebelum tatapannya akhirnya mendarat pada botol tersebut. Cara yang tercela? Apakah ia sedang menghinaku karena menggunakan obat terlarang di dalam istana? Tetapi, racun yang digunakan untuk membunuh Dayang Senior Liu juga dapat dianggap salah satunya.

Namun, istana kekaisaran selalu menjadi tempat yang sangat keji. Terlepas betapa sucinya seseorang, mereka semua akan rusak setelah tinggal di sini.

Pei Ya Ran mengepalkan tangannya dengan erat di sekeliling botol itu. Xie Yun, apa hakmu untuk mengkritikku? Apakah menurutmu, kau bisa dibenarkan?

Menurut pendapatku, orang yang paling tercela adalah dirimu! Kau adalah yang paling handal dalam memanipulasi hati dan pikiran orang lain, mendekati mereka tanpa memberikan kesempatan untuk membalas. Kau menyuruh orang lain untuk melakukan pekerjaan kotormu untukmu, menekan lawanmu hingga mereka jadi gila. Tetapi, pada akhirnya, kau berani berdiri di sini, dan mengejek orang lain karena menggunakan cara yang tercela!

Bibir Pei Ya Ran terkatup rapat, dan matanya seperti belati.

Saat ini, Shi Mo muncul mengenakan jubah hitamnya yang biasa, melihat botol di tangan Pei Ya Ran sebelum tertawa. "Aku tidak menyangka, Commandery Prince Xie akan mengembalikan benda itu."

"Jika Xie Yun tidak menginginkannya, si pertapa penyendiri Pangeran Kekaisaran Ketiga juga tidak akan menerimanya. Benda ini ...." Pei Ya Ran tertawa kecil dengan niat buruk.

"Shi Mo, apakah seorang pria akan terpengaruh ketika ini digunakan pada seorang wanita? Dengan asumsi, bahwa itu adalah dosis yang terkonsentrasi." Pei Ya Ran bertanya dengan suara yang rendah, sudut mulutnya melengkung ke atas.

"Di dalam sebuah ruangan yang tertutup rapat, jika itu dioleskan pada leher, hidung, ujung jari, dan bahu, bahkan seorang pria yang kuat saja akan mabuk kepayang."

Pei Ya Ran menyimpan botol itu di dalam lengan jubahnya. "Pei Qian Hao membawa pergi satu botol, dan tidak akan menduga kalau aku masih punya sisanya. Aku penasaran, ingin melihat seberapa kuatkah pengendalian dirinya."

"Ibu Suri, apakah Anda sudah memutuskan untuk menggunakannya pada diri Anda sendiri?" Senyuman Shi Mo tersembunyi di balik topengnya. Setelah banyaknya lika-liku, Pei Ya Ran masih memutuskan pada rencana ini. Walaupun itu berbeda dari apa yang sebelumnya kurencanakan, kira-kira masih mengarah ke arah yang sama. Apakah akhirnya kekacauan akan pecah di Bei Min?

"Aku selalu menyukainya hingga sekarang, dan masih akan begitu di masa depan juga. Selama aku mencurahkan segenap hatiku dalam mencintai seseorang, apa pentingnya juga aku menggunakan cara yang tercela?" Kesedihan melintas di matanya. Aku akan merasa sangat senang di saat aku melakukan sesuatu seperti ini, tetapi Kakak Hao pasti akan sangat kecewa padaku ketika ia terbangun setelah melakukannya.

Hubungan kami mungkin hancur, terus kenapa? Aku hanya ingin satu kali. Hanya satu kali sudah cukup. Satu-satunya masalah sekarang adalah masalah Su Xi-er!

Menyadari kekhawatiran Pei Ya Ran, Shi Mo berkata, "Meskipun Commandery Prince Xie tidak bersedia menggunakan wewangian pekasih ini, masalah pertunangan Pangeran Hao dan Commandery Princess Xie sudah tersebar. Demi mencapai tujuannya, Su Xi-er harus mati. Untuk itu, aku yakin bahwa Commandery Prince Xie sudah memikirkan rencana lain untuk menyingkirkannya."

Mata Pei Ya Ran berbinar, mengetahui betapa kejam dan efisiennya Xie Yun ketika ia memutuskan untuk bergerak. Satu-satunya orang di Bei Min yang bisa melawan Pei Qian Hao adalah Xie Yun.

"Ibu Suri, Anda hanya perlu menunggu dengan sabar. Saat waktunya tiba, cari sebuah cara untuk menyuruh Pangeran Hao masuk ke kamar Anda. Tak peduli seberapa kuatnya seseorang, mereka tidak akan bisa melarikan diri." Shi Mo meyakinkan dengan suara yang tenang.

Pei Ya Ran yakin, tetapi jadi ketakutan segera setelahnya. "Bagaimana kalau ia bisa melawan wewangian ini dan berjalan keluar?"

"Tidak akan. Setelah wewangian itu memasuki tubuh, orang itu akan kehilangan seluruh tenaga. Jika Pangeran Hao memang keluar, aku akan ikut campur dan mengirimnya kembali ke kamar Anda."

Tatapan Pei Ya Ran bersinar, tetapi ia masih merasa sedikit khawatir bahwa Pei Qian Hao mungkin berhasil kabur dan mengungkap masalah ini.

Bagaimanapun juga, aku adalah Ibu Suri. Kalau sampai tersebar bahwa Ibu Suri dan Prince Regent melakukan sesuatu seperti itu, itu akan benar-benar merusak reputasi Bei Min.

Shi Mo melanjutkan. "Ibu Suri, apa yang Anda cemaskan? Biarpun jika masalah itu terekspos, Anda cukup mencari alasan untuk menghilang dari istana kekaisaran. Ini adalah kesempatan untuk membebaskan diri Anda dari status Ibu Suri."

"Setelah aku membebaskan diriku sendiri dari status sosialku, aku bisa bersama-sama dengannya tanpa terkekang oleh norma sosial." Harapan menyala dalam hati Pei Ya Ran. Memangnya kenapa kalau itu gagal dan ketahuan? Aku cukup mengambil kesempatan ini untuk menghilang dan membebaskan diri dari status ini. Apabila aku juga bisa mengandung dan menggunakan anak itu untuk mengancam Pei Qian Hao, itu yang terbaik!

"Ibu Suri, istirahatlah dengan baik malam ini. Aku akan membantu Anda untuk mensukseskannya besok." Lalu, Shi Mo menghilang dari pandangannya.

Pei Ya Ran memandangi aula utama yang kosong itu selagi ia merenungi kata-kata Shi Mo selama beberapa jam. Apa sebenarnya yang didapatkannya dengan membantuku?

***

Para dayang istana sudah bekerja dengan rajin di Taman Kekaisaran. Dalam delapan jam, mereka sudah selesai membersihkan tempat itu dan menggantikan semua pot bunga, memberikan tampilan baru yang menyegarkan. Tandan bunga-bunga yang bermekaran membuatnya menjadi pemandangan yang indah untuk dilihat.

Su Xi-er menyimpan sapunya dan kembali ke Perpustakaan Kekaisaran bersama Chao Mu dan Tan Ge.

Shu Xian masih belum kembali, dan Xiao Yuan Zi sudah berkemas sebelum pergi ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran, mengatakan bahwa keadaannya jadi cukup sibuk baginya hingga tinggal di sana selama beberapa hari.

Selain dari menyiapkan makanan dan mengobrol dengan semua orang selama jam makan, juru masak itu juga sangat sibuk. Sementara itu, Guru Agung Kong tak tampak dimana-mana.

Perpustakaan Kekaisaran menjadi semakin sepi. Setelah makan malam, Chao Mu mulai menghela napas lagi dengan ekspresi yang frustrasi.

Tan Ge berinisiatif untuk berbicara, pertama kalinya semenjak ia kembali ke Perpustakaan Kekaisaran. "Sudah larut malam, dan akan dingin di malam hari. Kita harus istirahat lebih awal malam ini, supaya kita bisa bersiap-siap untuk beban kerja esok hari." Ia tersenyum samar pada Su Xi-er sebelum memasuki kamarnya.

"Su Xi-er, akhirnya Tan Ge mengatakan sesuatu. Apakah ia mungkin merasa lebih baik?" Mata Chao Mu berbinar-binar, gembira tentang perubahan Tan Ge.

"Mungkin. Ia masih belum pulih sepenuhnya. Jangan terlalu dekat dengannya selama jangka waktu ini." Su Xi-er menyarankan sebelum memasuki kamarnya.

Chao Mu bingung. Mengapa Su Xi-er terus-terusan mengingatkanku agar tidak mendekati Tan Ge? Jika kita membiarkannya pulih pelan-pelan dan kembali berdiri, berapa lama kita akan menunggu?

Pada akhirnya, Chao Mu juga berjalan masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan diri sebelum istirahat, benaknya dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan ini sepanjang waktu.

***

Su Xi-er duduk di dalam kamarnya dan baru tertidur setelah pukul satu malam. Pei Qian Hao belum berkunjung selama beberapa hari; seakan-akan ia menghilang.

Kebiasaan benar-benar adalah penyakit yang mengerikan. Ia tidak akan berhenti muncul ketika aku berusaha untuk menghindarinya, tetapi kini, aku sedang memikirkan tentang bagaimana ia tidak berkunjung.

***

Selagi Su Xi-er tidur, Tan Ge gemetar ketakutan.

Ia memerhatikan Xie Yun berjalan mendekat dan makin dekat padanya. Ia tidak bisa menghentikan tubuhnya yang gemetaran, dan akhirnya ia berlutut di lantai sedingin es itu. "Commandery Prince Xie, kumohon pada Anda, mohon lepaskan hamba."

Xie Yun melihat ke bawah padanya dan berujar dengan suara yang lembut, "Tan Ge, Pangeran ini sudah memberikanmu satu pilihan. Kau tinggal di Kediaman Tan dan merenunginya selama tiga hari, tetapi pada akhirnya, kaulah orang yang memutuskan untuk kembali ke Perpustakaan Kekaisaran, bukan?"

"Hamba berpikir bahwa aku bisa menjadi jahat, tetapi aku benar-benar tidak dapat melakukannya. Kapan saja aku melihat Su Xi-er tersenyum padaku, hati hamba akan melunak. Kumohon pada Anda, Commandery Prince Xie, aku bisa melakukan apa saja yang Anda ingin agar kulakukan, selama itu tidak menyangkut melukai orang lain."

Tan Ge memohon selagi ia mengeluarkan bungkusan obat tersebut dari lengan bajunya.

Ia sudah membawa-bawa ini bersamanya selama beberapa hari ini, tetapi setiap kali ia terpikirkan untuk bertindak, ia jadi tidak bisa menguatkan hatinya. Aku sungguh tidak sanggup melakukannya ....

Xie Yun memandangi bungkusan obat itu, tetapi tidak mengulurkan tangan untuk mengambilnya. "Tan Ge, apa kau yakin bahwa kau sudah memikirkannya dengan hati-hati?"

"Hamba yakin." Tan Ge menggertakkan giginya, memaksakan kata-kata ini keluar.

"Bagus sekali." Ia jelas-jelas tersenyum dan berbicara dengan lembut, tetapi ia tidak bisa menghentikan nada sinis dalam kata-katanya.

"Bangunlah. Pangeran ini akan memberikanmu sesuatu." Xie Yun membungkuk untuk membantu Tan Ge yang gemetaran.

0 comments:

Posting Komentar