Minggu, 03 Mei 2026

CTF - Chapter 351

Consort of A Thousand Faces

Chapter 351 : Melayani Pangeran Hao


Ning Lian Chen berjalan ke arah Liu Yin Yin. "Ada beberapa hal yang tidak kau mengerti. Yin Yin, ini waktunya bagimu agar mengendalikan emosimu belakangan ini."

"Bagaimana aku bisa memahami pemikiranmu? Fang Ling Dang sudah mengunjungi istana peristirahatanmu beberapa malam berturut-turut, bahkan menginap di sana malam sebelumnya." Suara Liu Yin Yin jadi semakin pelan selagi ia memalingkan wajah darinya. Ketika aku pertama kali masuk istana, ia datang mengunjungiku setiap hari karena ia takut kalau aku tidak akan terbiasa. Sekarang, bukan hanya ia tidak melakukan begitu lagi, ia bahkan mengizinkan Fang Ling Dang ke istana peristirahatannya!

Meskipun Yang Mulia enam belas tahun, semua orang mengatakan bahwa seharusnya ia sudah memiliki seorang dayang selir kamar. Fang Ling Dang baru berusia lima belas tahun, dan juga sudah menstruasi, membuatnya menjadi kandidat paling cocok untuk menjadi dayang selir kamar.

Biarpun Liu Yin Yin tidak mengerti apa itu dayang selir kamar, ia tahu bahwa orang yang menemani Ning Lian Chen adalah Fang Ling Dang. Pemikiran ini membuatnya sangat tidak nyaman, seolah sesuatu yang tadinya miliknya mendadak sudah direbut.

Ning Lian Chen menyuruh kasim di sebelahnya keluar, kemudian menolehkan kepala Liu Yin Yin kembali kepadanya. "Yin Yin, dari siapa kau mendengar bahwa Fang Ling Dang menghabiskan malam di istana peristirahatan Kaisar ini?"

"Kau berani melakukan sesuatu, tetapi kau tidak berani membiarkan orang lain mengetahuinya?" Liu Yin Yin mengabaikannya dan mencoba untuk memalingkan wajahnya, tetapi tenaga Ning Lian Chen terlalu besar untuknya.

Karenanya, Liu Yin Yin hanya bisa menatapnya dengan marah.

"Kau memercayai apa yang dikatakan orang lain begitu saja? Bagaimana bisa bahkan Kaisar ini tidak mengetahui bahwa Fang Ling Fang sudah menghabiskan malam di istana peristirahatanku?"

Liu Yin Yin jadi bingung. "Ia tidak bermalam di istana peristirahatanmu? Tetapi kau memang memanggilnya ke istana peristirahatanmu, kan?"

Yang sebelumnya betul-betul tidak benar, tetapi yang selanjutnya adalah fakta. Ia memang memanggil Fang Ling Dang ke istana peristirahatannya, tetapi itu sepenuhnya demi menenangkan Tabib Kekaisaran Fang dan pejabat mahkamah.

Beberapa menteri yang mendukungku berpikir bahwa aku sudah cukup umur dimana seharusnya aku mengambil dayang selir kamar.

Itulah mengapa, ia harus memilih seorang wanita dengan usia yang sesuai di antara para putri menteri untuk menjadi pelayan wanitanya. Setelah merenunginya, ia merasa watak Fang Ling Dang lembut karena ia berasal dari pedesaan. Alhasil, ia tidak akan terlalu cepat dewasa dan lebih mudah untuk dikendalikan. Kalau aku memanggil putri seorang menteri ke istana, ia mungkin menyebabkan masalah, bahkan menyakiti Liu Yin Yin di masa depan.

Tetapi Liu Yin Yin tidak akan mengerti biarpun aku mencoba untuk menjelaskan itu padanya. Jadi, Ning Lian Chen memutuskan untuk memendamnya sendiri dan hanya menepuk kepalanya. "Yin Yin, yang patuh. Bagaimana kalau Kaisar ini membawamu keluar istana untuk melihat-lihat nanti?"

Ketika ia mendengar kalau ia dapat meninggalkan istana, mata Liu Yin Yin mulai berbinar lagi. Segera setelah ia memikirkan tentang bagaimana Ning Lian Chen masih akan memanggil Fang Ling Dang ke istana peristirahatannya, hatinya jadi tidak tenang.

"Bisakah kau mengirimkan Fang Ling Dang kembali ke Kediaman Fang? Maka, kau tidak perlu memanggilnya ke istana peristirahatanmu lagi." Liu Yin Yin menggampangkan masalah dengan karakter terus terangnya.

Ning Lian Chen menggelengkan kepalanya. "Kau tidak perlu memedulikan tentang masalah ini."

"Lupakan saja; kau boleh pergi. Lagipula, aku tidak punya tempat tujuan." Liu Yin Yin membantah karena iri, menampar tangannya.

Namun, kata-katanya yang tidak disengaja telah menusuk hati Ning Lian Chen. Dengan Kediaman Liu yang sudah dihancurkan, ia tidak punya tempat tujuan. Namun, Guru Agung Liu tidak akan mati kalau bukan demi diriku. Kematiannyalah yang memaksa Pangeran Yun untuk menyerahkan setengah dari kekuasaannya.

"Yin Yin, lebih patuh, ya. Setelah beberapa waktu berlalu, Kaisar ini akan mengirimkan Fang Ling Dang kembali, ya?"

Mata Liu Yin Yin berbinar. "Kau tidak boleh berbohong padaku."

"Aku tidak akan berbohong padamu." Ning Lian Chen mengacak-acak rambutnya untuk menghiburnya.

Hanya setelah mendapatkan jaminannya, barulah akhirnya Liu Yin Yin tersenyum, kepahitan dalam hatinya menghilang seperti kabut pagi.

Ning Lian Chen menemani Liu Yin Yin sebentar lagi sebelum berangkat ke istana peristirahatannya. Tak peduli seberapa tidak pekanya Liu Yin Yin, ia tahu bahwa ia tidak diizinkan untuk pergi ke istana peristirahatannya. Aku hanya bisa menunggunya di sini untuk datang dan bermain denganku saat ia senggang.

Kediaman Liu tidak ada lagi, orang tuaku meninggal, dan orang yang tadinya paling kubenci menjadi satu-satunya orang yang bisa kuandalkan.

Sebelum Ning Lian Chen memasuki istana peristirahatannya, ia sudah melihat Fang Ling Dang dengan hormat menunggu di pintu masuk. Meski mengetahui kalau ia hanyalah sebuah dekorasi untuk menipu orang lain, ia masih dengan patuh melakukan sandiwaranya.

"Memberi hormat pada Yang Mulia." Fang Ling Dang membungkuk ke arah Ning Lian Chen. Awalnya tidak terbiasa dengan etika istana, kini ia sudah terbiasa.

"Kau boleh bangun. Kau tidak perlu berada di sini malam ini." Lalu Ning Lian Chen berjalan melewati pintu masuk.

Tanpa adanya izin Kaisar, Fang Ling Dang tidak berani masuk istana, dan dengan lembut memanggil Ning Lian Chen dari pintu masuk.

Ning Lian Chen berhenti di jalannya, tetapi melambaikan tangannya tanpa berbalik. "Kembali dan istirahatlah."

"Yang Mulia, apa kesalahan yang diperbuat wanita biasa ini?" Fang Ling Dang takut kalau ia sudah membuat Kaisar marah. Aku sudah mengikuti instruksinya agar datang ke istana peristirahatan setiap hari, serta tidur di dipan di ruangan luar.

"Kaisar ini akan mengutus seseorang untuk mengantarkanmu kembali ke Kediaman Fang setelah beberapa waktu berlalu."

Fang Ling Dang panik, dan langsung berlutut. "Yang Mulia, apabila Kediaman Fang menyambut wanita biasa ini, ayahku pasti sudah lama membawaku ke sana. Mohon jangan mengusir wanita biasa ini. Aku hanya akan tinggal diam-diam di sini, dan aku berjanji bahwa aku pasti tidak akan mengganggu Anda."

Ning Lian Chen terus berjalan maju, tak lagi memedulikan Fang Ling Dang.

Fang Ling Dang sangat ketakutan. Ia tidak bisa mengerti apa kesalahan yang telah diperbuatnya, tetapi tidak berani untuk pergi juga. Ia berdiri di pintu masuk istana sepanjang malam; di saat pagi tiba, ia sudah nyaris pingsan akibat kedinginan saat Ning Lian Chen melewatinya.

Bibirnya kering, dan wajahnya pucat pasi. Menatap Ning Lian Chen, ia menyapa, "Yang Mulia."

Ia baru berhasil mengeluarkan dua kata itu sebelum ia mulai jatuh ke tanah. Satu-satunya alasan ia tidak mengalami kecelakaan yang tak menguntungkan adalah berkat Ning Lian Chen yang bergegas maju menopangnya. Ia cepat-cepat menoleh pada seorang pengawal terdekat dan memberikan perintah. "Panggilkan tabib kekaisaran."

Kabar dari Kaisar yang membawa putri Tabib Kekaisaran Fang ke istana peristirahatannya sembari memanggil tabib kekaisaran segera menyebar ke seluruh penjuru istana. Seorang wanita yang sudah menstruasi, tiba-tiba saja membutuhkan seorang tabib kekaisaran ... mungkinkah ia mengandung?

Kabar itu secara alami menyebar ke istana peristirahatan Liu Yin Yin, dan walaupun ia masih muda, ia tahu apa artinya mengandung. Pada akhirnya, akulah yang orang luar; ia dan Fang Ling Dang adalah keluarga yang sebenarnya!

***

Kontras dengan kericuhan di istana kekaisaran Nan Zhao, Kediaman Pangeran Hao di Bei Min saat ini sangat tenang.

Pei Qian Hao sedang mengurusi masalah di ketentaraan, dan belum kembali ke kediaman semenjak kemarin malam. Itu mungkin akan sama untuk beberapa hari selanjutnya.

Namun, Wu Ling tetap berada di Kediaman Pangeran Hao selama ini. Tentunya, Su Xi-er sudah memahami mengapa dirinya, tangan kanan Pangeran Hao, akan tinggal di Kediaman Pangeran Hao.

Sayangnya bagi Ruo Yuan, kemunculan Wu Ling yang konstan membuatnya merasa sangat canggung.

Di lain pihak, Wu Ling merasa sikap Ruo Yuan aneh. Apakah aku mahkluk buas? Apakah ia perlu menghindariku seperti itu?

"Su Xi-er, apa kau merasa kalau ada sesuatu yang salah dengan Ruo Yuan?" Hong Li menanyai Su Xi-er.

"Iya." Su Xi-er menjawab dengan tenang dan meneruskan pekerjaannya.

"Aku merasa kalau ada sesuatu yang salah juga dengan Komandan Wu." Renung Hong Li.

"Baiklah, sudah cukup, kau belum selesai mencuci sayuran bahkan setelah setengah hari sudah berlalu." Su Xi-er merebut baskom cucinya dan mulai mencuci sayuran menggantikan Hong Li.

"Berhenti, tangan halusmu akan segera melayani Pangeran Hao. Bagaimana bisa kau mengerjakan pekerjaan fisik?" Hong Li merebut kembali baskom cucinya.

Su Xi-er tertawa. "Lupakan sayuran, aku bahkan mencuci pispot sebelumnya. Tanganku tidak pernah lembut sejak dulu."

Tepat setelah ia selesai berbicara, mereka mendengar suara tawa seorang bocah lelaki.

0 comments:

Posting Komentar