Consort of A Thousand Faces
Chapter 375 : Kurungan
Setelah melihat seprai yang ternoda darah, Su Xi-er mengabaikan rasa
sakitnya sewaktu ia buru-buru bangun. Selimut yang ada di pinggir
ranjangnya sudah ternoda oleh darah.
Sejejak kecemasan dan rasa bersalah melintas di manik mata Pei Qian Hao
yang sebaliknya tenang. Ia langsung mengangkat selimutnya dan menarik bahu Su
Xi-er, memindahkannya ke tempat tidur.
"Anda terluka; Anda tidak boleh terlalu banyak bergerak. Pendarahan
ini mungkin disebabkan oleh menstruasiku." Su Xi-er meletakkan tangannya
di kepala ranjang, bersiap untuk membangunkan dirinya sebelum didorong lagi
oleh Pei Qian Hao.
"Cedera kecil ini hanya membuat gatal Pangeran ini. Berbaring di
sana dan jangan bergerak!" Pei Qian Hao dengan cepat membangunkan dirinya
dengan satu tangan, sementara tangan yang lainnya meraih pinggang Su Xi-er.
Tak lama kemudian, ia sudah melepaskan celana luaran dan dalaman Su
Xi-er.
Su Xi-er tahu bahwa pendarahan itu bukan karena menstruasinya, tetapi
karena tempat itu sudah koyak. Ia bahkan bertukar jurus dengan si pria berbaju
hitam setelahnya, yang mana memperburuk kondisinya.
"Su Xi-er, maafkan aku." Mata Pei Qian Hao yang biasanya
arogan, kini diliputi rasa bersalah. Faktanya, ini adalah pertama kalinya ia
meminta maaf dalam hidupnya.
"Sekarang aku kedinginan karena Anda melepaskan celanaku." Su
Xi-er mengulurkan tangannya, berniat mengambil celananya kembali.
Namun, Pei Qian Hao membungkusnya di dalam selimut begitu saja.
Kemudian, ia merobek kain dari seprai sebelum berusaha membantu Su Xi-er
membalut luka itu.
Akan tetapi, ia tetaplah seorang pria. Tindakannya yang canggung
ternyata membuktikan bahwa ia tidak tahu bagamana seharusnya membalut bagian
wanita yang itu.
Su Xi-er mengambil potongan kain dari tangannya. "Menghadap ke sisi
lain. Anda tidak boleh mengintip." Berusaha untuk mengurangi rasa bersalah
yang dirasakan Pei Qian Hao, Su Xi-er melembutkan nada bicaranya dan berupaya
bertingkah seolah itu bukanlah masalah yang besar.
Pei Qian Hao tidak pergi, malahan menonton bagaimana ia menggunakan kain
itu untuk membebat kakinya satu kali, sebelum mengikatnya jadi satu simpul.
"Aku akan pergi dan ambilkan beberapa ramuan obat." Pei Qian
Hao langsung bersiap untuk pergi.
Sebelum ia bisa keluar, Su Xi-er menangkapnya. "Aku tidak butuh
ramuan obat. Cukup membalutnya akan menghentikan pendarahannya. Yang lebih
penting, Anda tidak boleh membuat diri Anda terkena angin dingin di luar sana
sementara sedang terluka." Tegur Su Xi-er selagi ia menariknya ke ranjang.
"Pangeran ini tidak selemah itu. Luka panah hanyalah sebuah cedera
kecil." Pei Qian Hao meremas tangannya dan memasukkannya ke dalam selimut.
Saat ini, suara jelas dari bocah lelaki dapat terdengar. "Paman
Kekaisaran."
Situ Lin berdiri di luar cukup lama sebelum ia mengumpulkan keberaniannya
untuk memasuki kamar bagian dalam dari aula samping. Pemandangan yang
menyambutnya cukup untuk membuatnya tercengang.
Bukankah Paman Kekaisaran yang terluka? Mengapa Paman Kekaisaran berdiri
di sebelah ranjang sementara Su Xi-er yang berbaring? Apa yang sebenarnya
sedang terjadi?!
Pei Qian Hao berbalik dan dengan dingin menatap Situ Lin.
"Keluarlah."
Situ Lin merinding ketika ia mendengar kata yang dingin itu. "Paman
Kekaisaran, Ibu Suri bersikeras masuk ke dalam. Aku sudah menginstruksikan
pengawal kekaisaran untuk menghadangnya, tetapi ekspresinya buruk, dan
barangkali mereka tidak akan sanggup menahannya terlalu lama."
"Coba hadang dia untuk sekarang. Pangeran ini akan keluar
nanti."
Situ Lin mengangguk. "Aku akan pergi dan menginstruksikan juru
masak agar menyiapkan sup kacang merah untuk menutrisi darahmu, Paman
Kekaisaran."
Tepat saat ia mencapai pintu, Situ Lin mendengar suara dalam seorang
pria. "Tambahkan jamur putih dan polong teratai."
Situ Lin kaget. Jamur putih, polong teratai, dan kacang merah
bisa dimasak bersama-sama? Tetapi aku tidak bisa bilang tidak untuk instruksi
Paman Kekaisaran.
Karenanya, ia cepat-cepat mengangguk. "Aku akan menyampaikan
pesananmu sekarang juga." Di saat ia selesai bicara, ia sudah meninggalkan
kamar bagian dalam.
Su Xi-er tetap diam. Ia menyadari bahwa ketika Situ Lin dan Pei Qian Hao
bersama-sama sendirian, ia akan bersikap seperti seorang anak-anak dan
melupakan statusnya sebagai seorang kaisar. Orang itu bahkan akan lupa menyebut
dirinya sendiri sebagai "Kaisar ini" dan sebaliknya, mulai
menggunakan "aku".
"Berbaring dengan benar di sini." Pei Qian Hao meletakkan
tangannya di kepala Su Xi-er dan memastikan ia berbaring dengan patuh di atas
bantal yang empuk itu.
"Pangeran ini akan pergi keluar sebentar. Aku akan segera
kembali." Pei Qian Hao berjalan menuju ke area lemari pakaian dan
melepaskan jubah berlumur darahnya, menggantinya dengan jubah ungu kebiruan
yang bersih.
Su Xi-er belum pernah melihatnya dengan warna semacam ini
sebelumnya. Warna biru biasanya memberikan perasaan yang dewasa.
Rasanya seperti aura dingin yang biasa menyelimutinya sedikit menghilang ketika
ia mengenakannya.
Sewaktu Pei Qian Hao berbalik, menemukan Su Xi-er sedang memandanginya,
sudut mulutnya tanpa sadar melengkung ke atas. "Apakah Pangeran ini sangat
tampan?"
"Anda akan lebih tampan jika Anda tidak terluka." Su Xi-er
tersenyum.
Pei Qian Hao tidak mengatakan apa-apa lagi sebelum meluruskan kerahnya
dan berjalan keluar dari pintu. Baginya, luka yang tidak fatal akan dianggap
gatal saja baginya, tak akan lama sebelum itu sembuh. Dengan set pakaian yang
baru ini, tidak ada yang dapat mengetahui kalau ia terluka sebelumnya.
***
Di luar istana di samping, wajah Pei Ya Ran tampak seperti badai ketika
ia berdiri di depan pengawal kekaisaran. Situ Lin benar-benar berani
memerintahkan pengawal untuk menghadangku!
Pei Qian Hao melirik Pei Ya Ran sambil lalu sebelum melihat ke arah para
pengawal kekaisaran. "Pergi ke Institut Tabib Kekaisaran dan panggilkan
Tabib Kekaisaran Zhao kemari."
Pengawal itu menerima perintah tersebut dan segera pergi.
Sekarang ini, Tabib Kekaisaran Zhao sedang sibuk mempelajari teko air
yang dibawanya dari kamar Su Xi-er, tetapi saat ia menerima titah lisan
Pangeran Hao, ia segera berangkat ke Istana Naga Langit tanpa kata lainnya.
Atmosfer di luar aula samping Istana Naga Langit sangat tegang.
Pernapasan semua orang menjadi lebih pendek sementara mereka mengamati tatapan
dingin di mata Pei Qian Hao.
"Kalian semua boleh mundur. Pangeran ini akan berbicara baik-baik dengan Ibu Suri."
Para pengawal akhirnya dapat menghela napas lega. Mereka membungkuk
dengan cepat dan mundur.
Beberapa saat setelahnya, hanya Pei Qian Hao dan Pei Ya Ran yang tersisa
di luar aula.
Pei Ya Ran tidak mengindahkan tatapan berbahaya dalam mata Pei Qian Hao,
dan menunjuknya. "Tempat macam apakah Istana Naga Langit ini? Kau
benar-benar tidak menganggap peraturan istana dan membiarkan pelacur itu masuk
ke dalam!"
"Namanya adalah Su Xi-er, dan ia adalah Hao Wang Fei.
Apa, apakah Hao Wang Fei adalah seorang pelacur di
matamu?" Pei Qian Hao berjalan mendekatinya, aura yang menindas
mengelilinginya, bahkan pakaiannya tidak berefek apa-apa untuk menghilangkan
sikap dinginnya.
Tanpa sadar, Pei Ya Ran mundur beberapa langkah ke belakang.
"Membiarkan Su Xi-er menjadi Hao Wang Fei hanya akan
merugikanmu! Kau tidak pernah membiarkan dirimu merugi, jadi mengapa kali ini
...."
"Pangeran ini senang melakukannya."
"Pei Qian Hao, kau tidak boleh menikahinya!" Wajah Pei Ya Ran
diselimuti amarah, dan kecemburuan melonjak dari dasar hatinya.
Aku bisa mengerti apabila ia menikahi Xie Liu Li. Tetapi aku tidak
mengerti mengapa ia menikahi Su Xi-er!
"Apa kau menyembunyikan seseorang di dalam Istana Kedamaian Penuh
Kasih?" Ekspresi serius Pei Qian Hao dan nada bicaranya yang percaya diri
membuatnya terdengar seperti sebuah pernyataan daripada sebuah pertanyaan.
Pei Ya Ran tercengang. Menyembunyikan seseorang? Apakah ia sudah
menyadari
soal Shi Mo?
"Kau sudah tinggal di dalam istana kekaisaran selama lebih dari
tiga tahun. Bagaimana bisa kau menyembunyikan seseorang di dalam istana,
terlebih lagi seorang pria?"
Pei Ya Ran menggelengkan kepalanya. "Omong kosong! Aku tidak
menyembunyikan siapa-siapa!"
"Pangeran ini tertembak oleh anak panah, dan pelakunya bersembunyi
di dalam Istana Kedamaian Penuh Kasih. Pei Ya Ran, apa kau tidak akan
mengatakan yang sebenarnya?"
"Aku tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan!" Pei Ya Ran
meninggikan suaranya, berupaya menyembunyikan kepanikannya.
Di saat inilah, Komandan Pasukan Tentara Kekaisaran, Yu Chi Mo, memilih
untuk tiba.
"Pangeran Hao, kami belum berhasil menemukan Shu Xian. Kami sudah memeriksa setiap sudut dan celah di istana
kekaisaran, tetapi tidak dapat menemukan jejaknya. Apa yang kami temukan adalah
lebih dari sepuluh pengawal kekaisaran yang berjaga di gerbang istana bagian
barat laut yang terbunuh."
Tatapan Pei Ya Ran goyah. Aku belum melihat Shi Mo sama sekali
di Istana Kedamaian Penuh Kasih malam ini. Mungkinkah ia yang membunuh para
pengawal di sisi barat laut?
"Pengawal, antarkan Ibu Suri kembali ke Istana Kedamaian Penuh
Kasih untuk dikurung." Pei Qian Hao memerintahan secara perlahan dengan
suara yang dingin.

0 comments:
Posting Komentar