Minggu, 03 Mei 2026

CTF - Chapter 350

Consort of A Thousand Faces

Chapter 350 : Mengetahui


Su Xi-er melemparkan lirikan penuh makna pada Hong Li. "Ikuti Ruo Yuan."

Hong Li mengerti dan dengan cepat pergi ke arah yang sama dengan Ruo Yuan.

Wu Ling masih direcoki oleh Ye Qing Zhu, dan hanya bisa memberi sinyal tak berdaya pada Su Xi-er dengan matanya, agar membantunya.

Namun, Su Xi-er menggelengkan kepalanya dan malah berbalik, berjalan jauh ke dalam halaman belakang.

Wu Ling kehabisan akal. Pada akhirnya, ia mendorong Ye Qing Zhu pergi sembari bertanya padanya, "Katakan padaku, apa sebenarnya yang kau inginkan?"

"Aku tidak menginginkan apa-apa darimu. Aku hanya ingin melihatmu dan mengikutimu. Apakah itu salah?" Ye Qing Zhu memandangi Wu Ling, tidak yakin apa yang membuatnya kesal. Aku sudah mundur selangkah dengan tidak menekannya agar menyukaiku.

"Apa kau berencana untuk terus mengikutiku bahkan setelah aku menikahi seorang istri? Ye Qing Zhu, apa kau masih berencana untuk menikahi seseorang?" Tanpa sadar, Wu Ling meninggikan suaranya dan memandangnya serius.

Ye Qing Zhu syok. Kakak Wu tidak pernah meninggikan suaranya padaku. Apakah aku terlalu memaksanya? Apakah ia bertekad, bahkan tak membiarkanku untuk menyukainya?

"Ye Qing Zhu, jangan tatap aku seperti itu. Apa kau mengerti bahwa aku hanya memandangmu seperti seorang adik perempuan? Aku tidak berharap agar adik perempuanku menyimpan perasaan seperti itu terhadapku; kalau tidak, kita akan berakhir seperti ...." Wu Ling mengecilkan suaranya sebelum ia berjalan mendekati Ye Qing Zhu dan meneruskan. "Sudah bertahun-tahun Ibu Suri menyukai Pangeran Hao, tetapi Pangeran Hao tidak pernah menerima perasaannya. Bukankah kau tahu mengapa? Aku tidak ingin kita, suatu hari nanti, berakhir seperti Pangeran Hao dan Ibu Suri."

Wu Ling merasa bahwa ia sudah membuat semuanya sangat jelas, dan berbalik pergi tanpa melihat ekspresi di wajah Ye Qing Zhu.

Ye Qing Zhu berdiri tercengang di sana, dan tak tahu apa yang harus diperbuat. Aku sangat jelas tentang seberapa tegangnya hubungan di antara Pangeran Hao dan Ibu Suri. Di waktu yang bersamaan, pemikiran kalau Kakak Wu akan bertemu orang lain yang disukainya di masa depan, membuatku tidak nyaman. Aku yang paling mengenal diriku dengan baik, bahwa mungkin aku akan melakukan sesuatu yang gegabah yang akan menimbulkan ketidaksenangannya.

Semakin ia merenung, semakin kosong pula tatapan Ye Qing Zhu jadinya selagi ia menyadari kesia-siaan dari situasinya.

Pada akhirnya, suara wanita lain datang dari belakangnya. "Bagus juga untuk menyelesaikan masalahnya lebih awal."

Ye Qing Zhu berbalik dan menatap Su Xi-er. "Mungkin itu karena aku telah lama sekali mengikuti Pangeran Hao, tetapi kepribadianku sudah jadi begini, tidak bisa melepaskan sesuatu. Apakah Pangeran Hao akan merasakan hal yang sama apabila ia dipaksa untuk melepaskanmu?"

"Jangan selalu membandingkan dirimu sendiri dengan Pangeran Hao; ia selalu yakin bahwa ia akan mendapatkan sesuatu ketika ia menginginkannya. Hanya ada sedikit orang yang dapat berbagi keyakinan semacam itu. Hal yang sama berlaku di sini; apa kau yakin kalau kau bisa membuat Wu Ling menyukaimu?"

Dihadapkan pada pertanyaan Su Xi-er, Ye Qing Zhu sebenarnya merasa dirinya tak sanggup menjawab. Dulu, aku akan menjawab iya dalam sekejap, tetapi kini, aku tidak begitu yakin. Rasanya seperti ada tali yang tegang di antara Kakak Wu dan aku, dan jika aku menariknya lebih keras, tali itu mungkin putus.

"Bahkan tanpa Wu Ling pun, kau bisa bertahan hidup sendiri. Jangan memaksakan dirimu ke jalan buntu." Su Xi-er menepuk pundak Ye Qing Zhu dan membesarkan hatinya dengan lembut.

Tubuh Ye Qing Zhu menggigil. "Apa yang dapat kulakukan adalah membantu Kakak Wu dengan pekerjaannya."

"Bantu dia melakukan sesuatu, tetapi secara diam-diam. Ye Qing Zhu, itulah apa yang selalu dilakukan oleh Pangeran Hao untukku. Ia tidak pernah memberitahukan padaku seberapa besar ia mencintaiku, tetapi aku bisa mengetahuinya dari tindakannya." Su Xi-er berbicara perlahan, sudut mulutnya melengkung jadi senyuman tanpa ia menyadarinya.

Tiap orang mengharapkan kehangatan. Setiap orang mengharapkan untuk dihibur. Semua orang menginginkan pelabuhan yang aman. Entah apakah orang itu lemah atau kuat, tak ada bedanya.

Ye Qing Zhu merasa seolah ia berhenti bernapas. Pangeran Hao selalu mendukung Su Xi-er secara diam-diam, bukannya hanya memperjuangkannya tanpa memedulikan yang lainnya.

Jadi begitu; itu adalah salahku karena Kakak Wu merasa bahwa ia telah dipaksa sampai ke ujung tebing. Aku tidak betul-betul memahami apa yang dimaksudkan Pangeran Hao ketika ia memberitahukanku bahwa aku harus memperjuangkan apa yang kusukai.

"Ye Qing Zhu, aku akan pergi menyapu halaman utama." Kemudian, Su Xi-er pergi meninggalkannya sendirian.

Memerhatikan sosok Su Xi-er yang berlalu, Ye Qing Zhu merasa seolah ia telah tercerahkan selagi ia merenungi ucapan orang tadi.

***

Melewati aula utama, Su Xi-er melihat Wu Ling berdiri di samping, seolah ia sudah menunggunya.

"Komandan Wu, apa yang sedang kau lakukan di sini, bukannya mengerjakan urusan untuk Pangeran Hao?"

Wu Ling membuka mulutnya, tetapi tampaknya mendadak jadi bisu. Misiku selama beberapa hari ke depan adalah untuk mengawasi Su Xi-er di kediaman.

Melihat Wu Ling berdiri di sana seperti sebalok kayu, Su Xi-er tertawa. Ia tak lagi memedulikannya dan terus menuju ke halaman utama.

Feng Chang Qing sudah melihat tujuan asli Wu Ling untuk tinggal di dalam kediaman. Wu Ling akan mengawasi Su Xi-er dengan ketat selama beberapa ini, mencegahku mendekatinya. Tampaknya, Pangeran Hao sudah mencurigaiku.

Di sebelahnya, Yu Xiao menyadari tampang termenung Feng Chang Qing dan sengaja melambai-lambaikan satu tangan di depan wajahnya. "Kakak Chang Qing, mengapa kau terus menatap bengong ke arah Komandan Wu?"

Semenjak ia terus terang pada Feng Chang Qing mengenai masalah dari mendiang kakak lelakinya, Yu Xiao sudah memanggilnya 'Kakak Chang Qing' sembari bersikap sangat sopan. Orang yang rela dilindungi oleh Kakak Lelaki dengan nyawanya sudah pasti sangat luar biasa.

"Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan? Tidakkah kau merasa kalau tindakan Komandan Wu sangat aneh?" Feng Chang Qing berkomentar selagi ia memandangi Wu Ling.

Yu Xiao merenunginya. "Memang agak aneh. Seseorang sepertinya, duduk-duduk di kediaman pangeran seperti seorang wanita yang tinggal di rumah di dalam kamar tidurnya."

"Barangkali itu karena Pangeran Hao memerintahkan Komandan Wu agar mengawasi Su Xi-er." Feng Chang Qing menduga perlahan, sebelum berbalik pergi.

Yu Xiao langsung mengikuti. "Apakah perlu melakukan demikian? Apakah ia takut kalau Su Xi-er akan melarikan diri setelah ia membawanya ke Kediaman Pangeran Hao?"

Tadinya, Feng Chang Qing berniat untuk memberitahukan Su Xi-er bahwa suratnya sudah dikirimkan, dan akan sampai di Nan Zhao hari ini. Namun, ia menyadari bahwa ia tidak akan bisa, setelah melihat Wu Ling yang mengawasi dengan cermat.

***

Kediaman Pangeran Hao tetap damai selama sisa harinya, dan di saat malam tiba, Ning Lian Chen sedang menerima surat di istana kekaisaran Nan Zhao.

Saat ini, Ning Lian Chen tengah berada di halaman Liu Yin Yin. Aku tidak tahu apa yang salah dengan gadis kecil ini. Sebelumnya, ia merajuk dan secara spontan membuat masalah. Setelah memeriksanya, tabib kekaisaran mengklaim bahwa ia mengalami panas internal yang berlebihan, yang mana menghasilkan sifat lekas marahnya.

Seorang gadis berusia sepuluh tahun mengalami panas internal yang berlebihan? Apa ia tidak takut ditertawakan jika perkataan ini sampai keluar? Ning Lian Chen terkekeh mendengar ini dan menginstruksikan tabib kekaisaran supaya tidak menyebarkan masalah ini.

Saat Ning Lian Chen mengetahui dari siapa surat yang sedang dipegangnya itu, ekspresinya jadi serius. Ia baru saja akan membukanya ketika Liu Yin Yin mendadak berjalan dan mencoba untuk merebut surat itu.

Ekspresi Ning Lian Chen jadi tegas, dan aura menekannya pun bocor tanpa sadar. Menghadapi ini, Liu Yin Yin ketakutan sampai-sampai ia tersentak menjauh, tampak seperti seseorang baru saja merugikannya.

"Yin Yin, yang patuh." Ning Lian Chen mengetahui bahwa ia sudah menakutinya, sehingga ia cepat-cepat menyingkirkan ekspresi kasarnya dan dengan lembut membujuknya.

Liu Yin Yin tidak menjawab, tetapi berbalik untuk duduk di atas sebuah bangku, tangannya mengetuk meja.

Ketika Ning Lian Chen membaca isi surat tersebut, matanya langsung terbelalak. Kakak Perempuan Pertama akan menikahi Pangeran Hao? Cepat sekali. Apakah Pangeran Hao memainkan sejumlah trik? Tidak, ini tidak bisa, aku harus mencari cara untuk berpergian ke Bei Min.

Saat ini, seorang pengawal tiba-tiba saja berjalan masuk dan membungkuk sebelum melaporkan pelan, "Yang Mulia, Qin Ling sudah menyusup ke ibu kota Bei Min. Pangeran Yun sendirian di kediamannya."

Alis Ning Lian Chen mengerut, tetapi jadi rileks saat ia mendengar bagian laporan dari orang itu. "Mengerti. Terus awasi Kediaman Pangeran Yun. Kau boleh mundur."

"Bawahan ini mematuhi perintah." Si pengawal membungkuk dan pergi.

Setelah Ning Lian Chen membakar surat tersebut, ia dibiarkan dalam pikirannya hingga secara mendadak, Liu Yin Yin menginterupsinya. "Jika Yang Mulia membenci Pangeran Yun, mengapa tidak Anda bunuh saja dia?" 

0 comments:

Posting Komentar