Consort of A Thousand Faces
Chapter 369 : Mengumumkan Pernikahan
Tatapan Pei Qian Hao menjadi lebih dalam sewaktu tertuju pada Pei Ya
Ran. Setelah melihatnya, jantung Pei Ya Ran nyaris melompat keluar dari
dadanya, dan senyuman di sudut mulutnya pun jadi kaku.
Tiba-tiba saja, Xie Liu Li buka suara. "Pangeran Hao, apakah
barangkali, Anda sedang membicarakan tentang nona yang kutemui di kedai teh
waktu itu?"
Pei Qian Hao mengangguk. "Itu benar."
Xie Liu Li tertawa kecil. "Meskipun nona itu adalah seorang dayang,
aku sangat terkesan dengan cara bicaranya yang fasih, sekaligus dengan caranya
mengendalikan dirinya sendiri. Apabila keluarga Pei dan Xie mengembalikan
hubungan baik mereka, aku akan senang kalau kami bisa berteman."
Mata Xie Yun menggelap. Aku tidak menyangka kalau adik perempuanku
bukan hanya akan menolak pernikahan itu di depan umum, tetapi sampai-sampai
mendukung Pei Qian Hao menikahi Su Xi-er!
Selain menjadi salah satu dari tiga wanita tercantik Bei Min, Xie Liu Li
juga dikenal karena banyak bakatnya. Namun, karena ia jarang sekali
meninggalkan kamarnya, ia tidak sering disebut-sebut oleh rakyat Bei Min.
Sekarang, karena ada seorang nona yang cukup mengesankan hingga bisa membuat
Xie Liu Li menyanjungnya, itu membuat sejumlah menteri sangat penasaran. Beberapa orang bahkan
dapat melihat bahwa dayang yang dimaksud adalah dayang yang berasal dari Istana
Samping.
Dengan mata semua orang yang terpaku padanya, Pei Qian Hao melanjutkan,
"Wanita itu bernama Su Xi-er. Pernikahan akan diadakan tujuh hari dari
sekarang, dan itu akan menjadi hari dimana Pangeran ini menikahi Wang
Fei-ku."
Kata-kata 'wang fei' seperti bongkahan batu raksasa yang menimpa
hati semua orang. Pei Ya Ran tertawa kecil. "Jika Ibu Suri ini tidak salah
ingat, Su Xi-er berasal dari Istana Samping. Pangeran Hao, dengan status
semacam itu, Ibu Suri ini akan mengerti apabila kau mengambilnya sebagai
seorang dayang selir kamar. Namun, mempersuntingnya sebagai Hao Wang
Fei ... Ibu Suri ini berharap supaya kau bisa mempertimbangkannya
kembali."
Dengan Ibu Suri yang memimpin, para pejabat mulai berdiri satu per satu
dan membungkuk dengan tangan mereka yang digenggam di depan mereka. "Kami
harap agar Pangeran Hao dapat mempertimbangkannya kembali."
Tepat saat yang terakhir dari mereka berbicara, Guru Agung Kong bangkit
berdiri dan membungkuk kepada semua tokoh penting yang ada di sini sebelum
angkat bicara. "Belum lama ini, pejabat biasa ini menerima Su Xi-er
sebagai putri angkatku."
Suasananya hampir membeku seketika, dengan halaman yang langsung menjadi
cukup sunyi untuk dapat mendengarkan sebatang jarum yang terjatuh.
Dengan paksa Pei Ya Ran menekan amarah yang mengamuk di dalam
dirinya. Tampaknya, Pei Qian Hao benar-benar bersusah payah hanya untuk
menikahi Su Xi-er sementara aku dikurung di Istana Kedamaian Penuh Kasih!
Setelah beberapa lama, tawa lembut Xie Yun dapat terdengar.
"Belakangan ini, Bei Min mulai menghargai sastra, dan posisi Guru Agung
Kong sudah meningkat karenanya. Karena kau belum punya anak, memang sudah
waktunya bagimu untuk menerima seorang putri angkat supaya ada seseorang yang
mengurusmu di hari tuamu. Putri angkat Guru Agung Kong, sewajarnya, pantas menjadi Hao Wang Fei."
Tanpa menunggu untuk melihat reaksi semua orang, ia menuangkan secawan
anggur untuknya sendiri. "Pangeran ini mengajak Pangeran Hao bersulang.
Selamat karena telah berhasil mendapatkan wanita impianmu." Ia tersenyum
sebelum berbicara dengan nada ramahnya yang biasa.
Pei Qian Hao mengambil guci anggur dan mengisi cawan anggurnya hingga
meluap, menggunakan kedua tangan untuk mengangkatnya. "Pangeran ini
menerima ucapan selamat dari Commandery Prince Xie."
Kemudian ia menelan isi cawan tersebut.
Xie Yun mengikutinya, tetapi batinnya justru sebaliknya. Pei
Qian Hao benar-benar adalah seekor rubah tua dan licik. Ia sudah lama
merencanakan untuk menikahi Su Xi-er, dan sudah mulai merencanakan ini segera
setelah ia kembali ke Bei Min.
Semua orang melihat Pei Qian Hao dan Xie Yun kembali ke tempat duduk
mereka sebelum menoleh untuk melihat ekspresi Guru Agung Kong yang senang
setelah menerima seorang putri angkat. Sepertinya, masalah Pangeran Hao
menikahi Su Xi-er sebagai Hao Wang Fei sudah tak mungkin diganggu-gugat.
Tangan Pei Ya Ran terkepal erat di dalam lengan jubahnya untuk sesaat
sebelum ia melirik Xie Yun dan menjadi santai. Dari apa yang kuketahui
tentang taktiknya, Su Xi-er tidak akan pernah menjadi Hao Wang Fei. Lebih baik
bagiku untuk diam-diam menunggu dan memancing Pei Qian Hao untuk datang ke
kamarku malam ini.
Demi menghindari kemungkinan terungkapnya rencananya untuk malam ini,
Pei Ya Ran memastikan untuk menampilkan ekspresi yang ramah selama sisa
perjamuan. "Pangeran Hao, Ibu Suri ini dan kau tumbuh besar bersama-sama
di Kediaman Pei, dan Ibu Suri ini harus memanggilmu 'Kakak'. Kini, karena kau
akan menikahi seorang Wang Fei, Ibu Suri ini harus memanggil Su
Xi-er 'Kakak Ipar'."
Pei Zheng tercengang. Apakah putriku sudah melepaskannya? Ia
tidak berencana untuk bertindak lagi?
"Itu tidak perlu. Bagaimanapun juga, sekarang ini Anda adalah Ibu
Suri Bei Min, bukannya Nona Pertama Kediaman Pei." Jawab Pei Qian Hao,
secara tak langsung, mengingatkan Pei Ya Ran akan statusnya.
Pei Ya Ran tersenyum dengan canggung. "Pernikahan Pangeran Hao
harus megah. Tidak boleh ada gaun pengantin, tusuk rambut emas, dan gelang giok
yang kurang."
"Itu sudah pasti. Pangeran ini akan mengatur semuanya."
Pei Ya Ran mempertahankan senyuman di wajahnya, tetapi menjadi berat
hati. Aku tidak percaya ia akan menangani semua masalah-masalah lain
dan sepele ini! Daya pikat Su Xi-er memang tidak bisa diremehkan. Jika ia
sungguh menjadi Hao Wang Fei, dan merasa Kediaman Pei merusak pemandangan,
bukankah bisa saja ia memikat Pei Qian Hao sementara berada di ranjang, untuk
melawan kami?
Karena Situ Lin masih muda, ia tidak memahami pergolakan ini. Ia hanya
mengetahui bahwa Paman Kekaisarannya akan menikah, dan bahwa Hao Wang
Fei akan menjadi seseorang yang dikenalnya. Su Xi-er bersifat
manis dan penyayang, dan ia tampak sangat cantik ketika ia tersenyum. Setelah
Paman Kekaisaran menikahi Su Xi-er, kepribadiannya yang keras dan pantang
menyerah akan menjadi lebih lembut, kan? Hati Situ Lin dipenuhi dengan
rasa suka cita. Mungkin, ekspresi Paman Kekaisaran akan menjadi lebih
menyenangkan ketika ia mengajariku tata cara pemerintahan dan peperangan di
masa yang akan datang.
Setelah pemikiran ini, suasana hati Situ Lin meningkat drastis
sampai-sampai ia berani meneriakkan, "Kaisar ini sedang dalam suasana hati
yang sangat baik hari ini. Semuanya, silakan minum sepuas hati kalian! Tidak
ada yang boleh pulang ke rumah tanpa mabuk malam ini!" Sayangnya, ia
merasakan tatapan sedingin es melesat ke arahnya segera setelah kata-kata itu
meninggalkan mulutnya.
Jantung Situ Lin nyaris terhenti sejenak sebelum perlahan-lahan ia
mengalihkan matanya, bertatapan dengan mata dingin Pei Qian Hao.
"Yang Mulia, Anda masih belum cukup umur. Tidak seharusnya Anda
serakah akan anggur." Pei Qian Hao mengingatkannya dengan tegas menggunakan
suara dalamnya.
Xie Yun menimpali. "Pangeran Hao, usia muda Yang Mulia
mengizinkanmu untuk lebih mengendalikannya. Tetapi, saat Yang Mulia cukup umur,
kekuasaan besar yang kau pegang di tanganmu akan ...."
Pei Qian Hao menginterupsinya. "Pada saat itu, tentu saja Pangeran
ini akan mengembalikan kekuasaan kepada Yang Mulia. Kau berpikiran terlampau
jauh ke depan, Commandery Prince Xie."
Para menteri yang mendengarnya merasa skeptis. Dengan kekuasaan
sebesar itu, apakah Pangeran Hao sungguh bersedia menyerahkan sepotong daging
gemuk ini kembali kepada Yang Mulia?! Jelas bahwa masing-masing dari
mereka memendam pemikiran mereka sendiri, tetapi tetap diam.
Suasana di perjamuan akhirnya sedikit menjadi lebih ringan, tetapi
pergolakan itu hanya berpindah, dari permukaan, menuju ke bayang-bayang.
***
Di dalam Perpustakaan Kekaisaran, Tan Ge memasuki kamarnya tanpa kata
kepada Su Xi-er dan Chao Mu.
"Su Xi-er, bisakah Tan Ge benar-benar pulih dari traumanya seorang
diri jika kita membiarkannya?"
"Chao Mu, istirahatlah lebih awal malam ini, dan jangan pergi
kemana-mana." Su Xi-er memperlihatkan ekspresi yang serius. Intuisiku
selalu akurat. Segera setelah Pei Qian Hao mengumumkan tanggal pernikahan,
setiap faksi akan mulai membuat langkah mereka sendiri.
"Karena hari ini adalah perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin
istana, setiap dayang istana bisa pergi ke Dapur Kekaisaran untuk mengambil
pangsit. Kau harus makan pangsit selama Titik Balik Matahari
Musim Dingin." Chao Mu tersenyum cerah.
(T/N : biasanya disajikan di atas sebuah piring dan kalian bisa
mencelupkannya ke dalam saus. Itu adalah salah satu tradisi di Tiongkok Utara selama Titik Balik Matahari Musim Dingin, dan sepertinya, itu
untuk menghormati seorang tabib Tiongkok bernama Zhang Zhong Jing dan pangsit dianggap menghilangkan rasa
dingin.)
"Ambil mereka dan kembali sesegera mungkin." Jawab Su Xi-er,
kemudian berhenti sebelum menambahkan, "Aku akan pergi bersamamu.
Kembalilah ke kamarmu setelah mengambil mereka."
Chao Mu mengangguk berulang kali. "Baiklah, aku akan kembali ke
kamarku dulu. Aku akan memanggilmu lagi di malam hari."
Selagi Chao Mu berjalan kembali ke kamarnya sendiri, dan melewati kamar
Shu Xian, tanpa sadar, ia akan mengangkat kepalanya untuk melihatnya sekilas. Mengapa
ia masih belum kembali setelah selama ini? Apakah ia sungguh tidak akan pernah
kembali? Segera setelah seorang asisten lelaki pelajar memasuki Akademi
Kekaisaran, ia tidak akan pernah kembali.
Yang mengejutkan Chao Mu, ia mendapati dirinya menjadi sedih, dan ia
menggelengkan kepalanya dengan kuat. Apanya yang perlu disesali?
Setelah ia pergi, tidak akan ada orang yang mengatakan apa yang mereka
inginkan, dan dengan sengaja bertengkar denganku.
***
Su Xi-er kembali ke kamarnya untuk istirahat sejenak sebelum pergi ke
tempat penyimpanan buku empat jam kemudian.
Di waktu yang bersamaan, ia melihat Tan Ge keluar dari salah satu tempat
penyimpanan buku, mata orang itu membentuk ekspresi yang rumit ketika ia
melihat Su Xi-er.

0 comments:
Posting Komentar