Minggu, 10 Mei 2026

CTF - Chapter 369

Consort of A Thousand Faces

Chapter 369 : Mengumumkan Pernikahan


Tatapan Pei Qian Hao menjadi lebih dalam sewaktu tertuju pada Pei Ya Ran. Setelah melihatnya, jantung Pei Ya Ran nyaris melompat keluar dari dadanya, dan senyuman di sudut mulutnya pun jadi kaku.

Tiba-tiba saja, Xie Liu Li buka suara. "Pangeran Hao, apakah barangkali, Anda sedang membicarakan tentang nona yang kutemui di kedai teh waktu itu?"

Pei Qian Hao mengangguk. "Itu benar."

Xie Liu Li tertawa kecil. "Meskipun nona itu adalah seorang dayang, aku sangat terkesan dengan cara bicaranya yang fasih, sekaligus dengan caranya mengendalikan dirinya sendiri. Apabila keluarga Pei dan Xie mengembalikan hubungan baik mereka, aku akan senang kalau kami bisa berteman."

Mata Xie Yun menggelap. Aku tidak menyangka kalau adik perempuanku bukan hanya akan menolak pernikahan itu di depan umum, tetapi sampai-sampai mendukung Pei Qian Hao menikahi Su Xi-er!

Selain menjadi salah satu dari tiga wanita tercantik Bei Min, Xie Liu Li juga dikenal karena banyak bakatnya. Namun, karena ia jarang sekali meninggalkan kamarnya, ia tidak sering disebut-sebut oleh rakyat Bei Min. Sekarang, karena ada seorang nona yang cukup mengesankan hingga bisa membuat Xie Liu Li menyanjungnya, itu membuat sejumlah menteri sangat penasaran. Beberapa orang bahkan dapat melihat bahwa dayang yang dimaksud adalah dayang yang berasal dari Istana Samping.

Dengan mata semua orang yang terpaku padanya, Pei Qian Hao melanjutkan, "Wanita itu bernama Su Xi-er. Pernikahan akan diadakan tujuh hari dari sekarang, dan itu akan menjadi hari dimana Pangeran ini menikahi Wang Fei-ku."

Kata-kata 'wang fei' seperti bongkahan batu raksasa yang menimpa hati semua orang. Pei Ya Ran tertawa kecil. "Jika Ibu Suri ini tidak salah ingat, Su Xi-er berasal dari Istana Samping. Pangeran Hao, dengan status semacam itu, Ibu Suri ini akan mengerti apabila kau mengambilnya sebagai seorang dayang selir kamar. Namun, mempersuntingnya sebagai Hao Wang Fei ... Ibu Suri ini berharap supaya kau bisa mempertimbangkannya kembali."

Dengan Ibu Suri yang memimpin, para pejabat mulai berdiri satu per satu dan membungkuk dengan tangan mereka yang digenggam di depan mereka. "Kami harap agar Pangeran Hao dapat mempertimbangkannya kembali."

Tepat saat yang terakhir dari mereka berbicara, Guru Agung Kong bangkit berdiri dan membungkuk kepada semua tokoh penting yang ada di sini sebelum angkat bicara. "Belum lama ini, pejabat biasa ini menerima Su Xi-er sebagai putri angkatku."

Suasananya hampir membeku seketika, dengan halaman yang langsung menjadi cukup sunyi untuk dapat mendengarkan sebatang jarum yang terjatuh.

Dengan paksa Pei Ya Ran menekan amarah yang mengamuk di dalam dirinya. Tampaknya, Pei Qian Hao benar-benar bersusah payah hanya untuk menikahi Su Xi-er sementara aku dikurung di Istana Kedamaian Penuh Kasih!

Setelah beberapa lama, tawa lembut Xie Yun dapat terdengar. "Belakangan ini, Bei Min mulai menghargai sastra, dan posisi Guru Agung Kong sudah meningkat karenanya. Karena kau belum punya anak, memang sudah waktunya bagimu untuk menerima seorang putri angkat supaya ada seseorang yang mengurusmu di hari tuamu. Putri angkat Guru Agung Kong, sewajarnya, pantas menjadi Hao Wang Fei."

Tanpa menunggu untuk melihat reaksi semua orang, ia menuangkan secawan anggur untuknya sendiri. "Pangeran ini mengajak Pangeran Hao bersulang. Selamat karena telah berhasil mendapatkan wanita impianmu." Ia tersenyum sebelum berbicara dengan nada ramahnya yang biasa.

Pei Qian Hao mengambil guci anggur dan mengisi cawan anggurnya hingga meluap, menggunakan kedua tangan untuk mengangkatnya. "Pangeran ini menerima ucapan selamat dari Commandery Prince Xie." Kemudian ia menelan isi cawan tersebut.

Xie Yun mengikutinya, tetapi batinnya justru sebaliknya. Pei Qian Hao benar-benar adalah seekor rubah tua dan licik. Ia sudah lama merencanakan untuk menikahi Su Xi-er, dan sudah mulai merencanakan ini segera setelah ia kembali ke Bei Min.

Semua orang melihat Pei Qian Hao dan Xie Yun kembali ke tempat duduk mereka sebelum menoleh untuk melihat ekspresi Guru Agung Kong yang senang setelah menerima seorang putri angkat. Sepertinya, masalah Pangeran Hao menikahi Su Xi-er sebagai Hao Wang Fei sudah tak mungkin diganggu-gugat.

Tangan Pei Ya Ran terkepal erat di dalam lengan jubahnya untuk sesaat sebelum ia melirik Xie Yun dan menjadi santai. Dari apa yang kuketahui tentang taktiknya, Su Xi-er tidak akan pernah menjadi Hao Wang Fei. Lebih baik bagiku untuk diam-diam menunggu dan memancing Pei Qian Hao untuk datang ke kamarku malam ini.

Demi menghindari kemungkinan terungkapnya rencananya untuk malam ini, Pei Ya Ran memastikan untuk menampilkan ekspresi yang ramah selama sisa perjamuan. "Pangeran Hao, Ibu Suri ini dan kau tumbuh besar bersama-sama di Kediaman Pei, dan Ibu Suri ini harus memanggilmu 'Kakak'. Kini, karena kau akan menikahi seorang Wang Fei, Ibu Suri ini harus memanggil Su Xi-er 'Kakak Ipar'."

Pei Zheng tercengang. Apakah putriku sudah melepaskannya? Ia tidak berencana untuk bertindak lagi?

"Itu tidak perlu. Bagaimanapun juga, sekarang ini Anda adalah Ibu Suri Bei Min, bukannya Nona Pertama Kediaman Pei." Jawab Pei Qian Hao, secara tak langsung, mengingatkan Pei Ya Ran akan statusnya.

Pei Ya Ran tersenyum dengan canggung. "Pernikahan Pangeran Hao harus megah. Tidak boleh ada gaun pengantin, tusuk rambut emas, dan gelang giok yang kurang."

"Itu sudah pasti. Pangeran ini akan mengatur semuanya."

Pei Ya Ran mempertahankan senyuman di wajahnya, tetapi menjadi berat hati. Aku tidak percaya ia akan menangani semua masalah-masalah lain dan sepele ini! Daya pikat Su Xi-er memang tidak bisa diremehkan. Jika ia sungguh menjadi Hao Wang Fei, dan merasa Kediaman Pei merusak pemandangan, bukankah bisa saja ia memikat Pei Qian Hao sementara berada di ranjang, untuk melawan kami?

Karena Situ Lin masih muda, ia tidak memahami pergolakan ini. Ia hanya mengetahui bahwa Paman Kekaisarannya akan menikah, dan bahwa Hao Wang Fei akan menjadi seseorang yang dikenalnya. Su Xi-er bersifat manis dan penyayang, dan ia tampak sangat cantik ketika ia tersenyum. Setelah Paman Kekaisaran menikahi Su Xi-er, kepribadiannya yang keras dan pantang menyerah akan menjadi lebih lembut, kan? Hati Situ Lin dipenuhi dengan rasa suka cita. Mungkin, ekspresi Paman Kekaisaran akan menjadi lebih menyenangkan ketika ia mengajariku tata cara pemerintahan dan peperangan di masa yang akan datang.

Setelah pemikiran ini, suasana hati Situ Lin meningkat drastis sampai-sampai ia berani meneriakkan, "Kaisar ini sedang dalam suasana hati yang sangat baik hari ini. Semuanya, silakan minum sepuas hati kalian! Tidak ada yang boleh pulang ke rumah tanpa mabuk malam ini!" Sayangnya, ia merasakan tatapan sedingin es melesat ke arahnya segera setelah kata-kata itu meninggalkan mulutnya.

Jantung Situ Lin nyaris terhenti sejenak sebelum perlahan-lahan ia mengalihkan matanya, bertatapan dengan mata dingin Pei Qian Hao.

"Yang Mulia, Anda masih belum cukup umur. Tidak seharusnya Anda serakah akan anggur." Pei Qian Hao mengingatkannya dengan tegas menggunakan suara dalamnya.

Xie Yun menimpali. "Pangeran Hao, usia muda Yang Mulia mengizinkanmu untuk lebih mengendalikannya. Tetapi, saat Yang Mulia cukup umur, kekuasaan besar yang kau pegang di tanganmu akan ...."

Pei Qian Hao menginterupsinya. "Pada saat itu, tentu saja Pangeran ini akan mengembalikan kekuasaan kepada Yang Mulia. Kau berpikiran terlampau jauh ke depan, Commandery Prince Xie."

Para menteri yang mendengarnya merasa skeptis. Dengan kekuasaan sebesar itu, apakah Pangeran Hao sungguh bersedia menyerahkan sepotong daging gemuk ini kembali kepada Yang Mulia?! Jelas bahwa masing-masing dari mereka memendam pemikiran mereka sendiri, tetapi tetap diam.

Suasana di perjamuan akhirnya sedikit menjadi lebih ringan, tetapi pergolakan itu hanya berpindah, dari permukaan, menuju ke bayang-bayang.

***

Di dalam Perpustakaan Kekaisaran, Tan Ge memasuki kamarnya tanpa kata kepada Su Xi-er dan Chao Mu.

"Su Xi-er, bisakah Tan Ge benar-benar pulih dari traumanya seorang diri jika kita membiarkannya?"

"Chao Mu, istirahatlah lebih awal malam ini, dan jangan pergi kemana-mana." Su Xi-er memperlihatkan ekspresi yang serius. Intuisiku selalu akurat. Segera setelah Pei Qian Hao mengumumkan tanggal pernikahan, setiap faksi akan mulai membuat langkah mereka sendiri.

"Karena hari ini adalah perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin istana, setiap dayang istana bisa pergi ke Dapur Kekaisaran untuk mengambil pangsit. Kau harus makan pangsit selama Titik Balik Matahari Musim Dingin." Chao Mu tersenyum cerah.

(T/N : biasanya disajikan di atas sebuah piring dan kalian bisa mencelupkannya ke dalam saus. Itu adalah salah satu tradisi di Tiongkok Utara selama Titik Balik Matahari Musim Dingin, dan sepertinya, itu untuk menghormati seorang tabib Tiongkok bernama Zhang Zhong Jing dan pangsit dianggap menghilangkan rasa dingin.)

"Ambil mereka dan kembali sesegera mungkin." Jawab Su Xi-er, kemudian berhenti sebelum menambahkan, "Aku akan pergi bersamamu. Kembalilah ke kamarmu setelah mengambil mereka."

Chao Mu mengangguk berulang kali. "Baiklah, aku akan kembali ke kamarku dulu. Aku akan memanggilmu lagi di malam hari."

Selagi Chao Mu berjalan kembali ke kamarnya sendiri, dan melewati kamar Shu Xian, tanpa sadar, ia akan mengangkat kepalanya untuk melihatnya sekilas. Mengapa ia masih belum kembali setelah selama ini? Apakah ia sungguh tidak akan pernah kembali? Segera setelah seorang asisten lelaki pelajar memasuki Akademi Kekaisaran, ia tidak akan pernah kembali.

Yang mengejutkan Chao Mu, ia mendapati dirinya menjadi sedih, dan ia menggelengkan kepalanya dengan kuat. Apanya yang perlu disesali? Setelah ia pergi, tidak akan ada orang yang mengatakan apa yang mereka inginkan, dan dengan sengaja bertengkar denganku.

***

Su Xi-er kembali ke kamarnya untuk istirahat sejenak sebelum pergi ke tempat penyimpanan buku empat jam kemudian.

Di waktu yang bersamaan, ia melihat Tan Ge keluar dari salah satu tempat penyimpanan buku, mata orang itu membentuk ekspresi yang rumit ketika ia melihat Su Xi-er.

0 comments:

Posting Komentar