Minggu, 03 Mei 2026

CTF - Chapter 342

Consort of A Thousand Faces

Chapter 342 : Ingin Membatalkan Pertunangan


Hong Li mengulurkan tangannya untuk menarik Ruo Yuan. "Dengan begini, kau bisa mendekati Komandan Wu. Kau tidak perlu terus diam-diam mendambakannya."

"Jangan mengungkit omong kosong semacam itu. Aku menyukainya, tetapi tidak berarti bahwa aku harus bersamanya apa pun yang terjadi." Ruo Yuan melirik ke arah Hong Li. Ia jelas tentang statusnya sendiri. Status Komandan Wu terlalu tinggi bagiku, bermimpi untuk bersanding dengannya.

Tanpa sepengetahuannya sendiri, Ruo Yuan dengan mudahnya memberikan logika pada sesuatu yang banyak tidak dipahami orang. Jikalau orang yang sedang jatuh cinta memiliki pendekatan yang berpikiran seterbuka itu, mungkin banyak tragedi yang dapat dihindari.

"Su Xi-er, dimana kau tinggal? Aku akan membantumu beres-beres." Hong Li mengerling ke arahnya.

Su Xi-er menjawab, "Halaman utama."

Ketika ia mendengar kata-kata 'halaman utama', mata Hong Li langsung terbelalak selagi ia berseru, "Halaman utama?!" Ia takjub sampai-sampai mulutnya masih menganga. Hanya majikan yang boleh tinggal di halaman utama. Dayang selir kamar, selir, dan Ce Fei hanya boleh tinggal di halaman samping. Pelayan boleh memasuki halaman utama hanya saat mereka di sana untuk bersih-bersih.

Dengan menginstruksikan Su Xi-er tinggal di halaman utama, apakah Pangeran Hao bermaksud untuk menikahinya sebagai Hao Wang Fei?!

Ruo Yuan begitu terkejut hingga ia nyaris lupa untuk bernapas, mati-matian menghirup napas setelah terdiam lama. "Su Xi-er, kau akan menjadi Hao Wang Fei!"

"Jangan berteriak terlalu kencang. Itu masih belum dipastikan." Su Xi-er tersenyum pada mereka sebelum menepuk tangan mereka dan berjalan menuju ke halaman utama.

Praktis saja, Ruo Yuan dan Hong Li melonjak kegirangan. Kalau ia sungguh menjadi Hao Wang Fei, sudah pasti ia akan tercatat dalam sejarah Bei Min karena perubahan besar dalam statusnya; dari dayang menjadi Wang Fei. Tidak mungkin kalau tidak akan ada kehebohan tentang ini.

***

Sementara itu, Yu Xiao sudah menemukan lokasi toko obat Mei Jin Xiu. Tepat setelah ia sampai, ia melihat seorang wanita yang keluar dengan tangan kosong dan menaiki kereta kuda dari Kediaman Pei.

Merasa itu aneh, ia segera mengikutinya sampai ia menyadari bahwa kereta itu menuju ke istana kekaisaran. Setelah menemukan ini, Yu Xiao cepat-cepat bergegas kembali ke Kediaman Pangeran Hao.

Sementara ia kembali untuk melaporkan, Feng Chang Qing sedang menunggu di bawah bayang-bayang dekat gerbang istana. Karena masih tengah hari, ia hanya bisa menantikan kesempatan untuk menyusup masuk.

Memutuskan untuk mengunjungi sebuah kedai teh dekat gerbang istana, ia memesan secangkir minuman panas dan pelan-pelan menyesapnya sementara ia duduk menunggu.

Namun, tiba-tiba saja ia melihat Pangeran Hao memasuki kedai teh yang sama, mendorongnya agar segera berbalik dan berpura-pura untuk melihat keluar jendela.

Beruntungnya, Pangeran Hao tidak melihatnya, dan langsung naik ke lantai dua. Tatapan Feng Chang Qing mengekorinya, memerhatikan sewaktu ia memasuki sebuah ruang pribadi yang berada di sekitar bagian tengah lantai dua.

Barangkali ia di sini untuk mendiskusikan sejumlah urusan. Feng Chang Qing tidak terlalu memikirkan itu.

Satu jam setelahya, ia melihat seorang wanita yang mengenakan jubah polos dan memakai manik-manik kaca pandora di keningnya. Ia naik ke lantai dua dan memasuki ruangan Pangeran Hao.

(T/N : nama dari manik-maniknya sama dengan nama gadis itu.)

Siapakah wanita itu? Dan mengapa Pangeran Hao menemuinya secara pribadi?

Feng Chang Qing bingung. Aku harus memeriksa ini. Karena itulah, ia beralih ke posisi yang tidak terlalu mencolok dan diam-diam mengamati situasi.

Keduanya berada di ruang pribadi itu sekitar empat jam sebelum Pei Qian Hao muncul seorang diri, ekspresinya sekeras batu seperti biasanya. Sejam kemudian, wanita itu keluar juga. Ia tampak normal, tetapi pandangan sedih sekilas di matanya memungkiri emosinya yang sesungguhnya selagi ia meninggalkan kedai teh tersebut.

Dengan kehandalan Feng Chang Qing, ia berhasil mengikutinya selagi gadis itu naik ke atas kereta kuda. Ia tetap tidak ketahuan sementara ia membuntuti wanita tersebut, akhirnya berhenti sewaktu keretanya berhenti di depan Kediaman Xie.

Ia juga cukup dekat untuk mendengar para pengawal di pintu memanggilnya sebagai 'Commandery Princess', membiarkan Feng Chang Qing mengetahui bahwa wanita itu adalah adik perempuan Commandery Prince Xie.

Mengapa Pangeran Hao bertemu dengan adik perempuan Commandery Prince Xie? Bukankah ia akan menikahi Putri Pertama Kekaisaran? Feng Chang Qing mencemaskan hal ini, dan memutuskan bahwa ia harus menginfromasikannya pada Putri Pertama Kekaisaran.

***

Setelah Xie Liu Li memasuki Kediaman Commandery Prince, ia tidak mengutarakan sepatah kata pun sementara langsung menuju ke kamar tidurnya. Bahkan setelah menutup pintu, ia tetap berada di kamarnya dalam diam hingga malam turun.

Saat Xie Yun kembali dari istana, seorang dayang melaporkan, "Yang Mulia, hamba tidak yakin apa yang salah dengan Commandery Princess. Ia sudah mengurung diri di kamarnya semenjak ia kembali."

Xie Yun mengangguk sebelum berjalan ke kamar tidur Xie Liu Li, mengetuk ringan. Namun, ia tidak menerima respons apa-apa.

"Liu Li, apa kau di dalam?" Xie Yun bertanya dengan nada yang lembut.

Baru setelah sekian lama, akhrnya ia menerima sebuah balasan. "Kakak, aku sedang tidur. Apakah ada masalah?"

"Buka pintunya. Kau jelas-jelas masih belum tidur." Xie Yun menyatakan dengan percaya diri. Sudah tinggal bersama adik perempuanku selama bertahun-tahun, aku memahami kepribadiannya dengan sangat baik.

Segera saja, Xie Liu Li membukakan pintunya dan mengangguk sewaktu ia memanggil, "Kakak."

Xie Yun mengangguk dan masuk sementara Xie Liu Li menutup pintu, selanjutnya menuangkan secangkir teh untuknya.

"Kemana kau pergi hari ini, dan kau bertemu dengan siapa?" Xie Yun langsung ke pokok permasalahannya. Adik perempuannya tidak sering meninggalkan kediaman, dan bahkan saat ia pergi, Xie Yun hanya akan menyuruh seseorang menemaninya dan tidak akan terlalu banyak mengekang kebebasannya.

Xie Liu Li tertawa. "Apa yang sedang kau bicarakan, Kakak? Aku hanya pergi keluar untuk lihat-lihat; aku tidak bertemu dengan siapa-siapa. Omong-omong, kalau kau tidak keberatan, aku ingin membicarakan sesuatu."

"Apa itu?"

Xie Liu Li melanjutkan. "Kakak, tidak ada banyak interaksi di antara keluarga Xie dan Pei selama bertahun-tahun, walaupun ada pertunangan di antara kita. Apakah pertunangan ini masih berlaku?"

"Tentu saja berlaku. Serahkan saja masalah ini padaku. Kau tidak perlu mencemaskan soal itu." Xie Yun tersenyum menenangkannya dan menuangkannya secangkir teh.

Xie Liu Li tidak duduk. "Kakak, aku tidak menyukai Pangeran Hao. Bisakah kita membatalkan pertunangan ini?"

Ia hanya mendapatkan keheningan selagi Xie Yun menatapnya dengan saksama dan bertanya, "Siapa sebenarnya yang kau temui hari ini?"

Melihat tatapan menyelidik kakaknya, secara naluriah Xie Liu Li menurunkan pandangannya. Ia tidak tahu bagaimana caranya berbohong, dan akan selalu merasa tidak nyaman saat ia melakukannya.

"Liu Li, kau tidak pernah bisa berbohong semenjak kau masih kecil. Sekarang, beritahu kakakmu, siapa sebenarnya yang kau temui hari ini? Siapa yang memberimu ide untuk membatalkan pertunangan tersebut? Pertunangan ini tertulis dengan cap dari masing-masing keluarga Pei dan Xie. Sekarang, karena ia adalah putra sulung Keluarga Pei, bahkan Pei Qian Hao tidak bisa mengelakkannya."

Tiba-tiba saja, Xie Liu Li mendongakkan kepalanya. "Kakak, aku tidak mau menikahi Pangeran Hao. Dan lebih dari pada itu, aku tidak mau melihat keluarga Pei dan Xie meneruskan perseteruan kita seperti ini."

"Jika kau tidak menyukainya, maka kenapa kau menolak begitu banyak lamaran pernikahan orang lain? Kau sudah berusia 18 tahun, dan tidak lagi muda. Berapa lama lagi kau akan menunggunya? Jangan bilang padaku bahwa kau ingin menunggu hingga ia menikahi seseorang?" Xie Yun mempertanyakan perlahan.

"Kakak, aku sudah memikirkan tentang ini untuk waktu yang sangat lama. Hancurkan saja janji tertulis itu dan anggap saja seolah pertunangan ini tidak pernah ada." Xie Liu Li menatap lurus kepada Xie Yun dengan bibir yang terkatup rapat.

"Liu Li, kau adalah seorang anggota Keluarga Xie, sekaligus adik perempuanku. Itu adalah, adik perempuan Commandery Prince Xie. Kau tidak diizinkan untuk memutuskan pernikahanmu sendiri. Cukup percayai saja bahwa kakak lelakimu akan mengatur semuanya dengan baik untukmu, meskipun jika aku tidak bisa membocorkan terlalu banyak detailnya padamu."

"Kakak, aku tidak mau ...."

Xie Yun bangkit berdiri dari kursi dan menyelanya. "Istirahatlah lebih awal; jangan memikirkan tentang hal-hal yang tidak perlu." Dengan itu, ia memutar tumitnya dan meninggalkan kamar tersebut.

Liu Li pasti bertemu Pei Qian Hao, yang mana memberinya ide untuk membatalkan pertunangan tersebut. Tampaknya, Pei Qian Hao sudah membulatkan tekadnya untuk menikahi Su Xi-er dan mengubahnya menjadi Hao Wang Fei.

Kalau itu benar-benar kasusnya ....Tatapan Xie Yun menggelap. Keributan ini akan menyebar secara eksplosif, cukup untuk mengguncang keempat kerajaan besar. Seseorang yang aslinya bergaris keturunan rendahan akan jadi semakin rendah. Apakah Pei Qian Hao sudah gila?

Di dalam kamarnya, Xie Liu Li tidak mengerti tindakan kakaknya. Mengapa Kakak begitu bersikeras tentang ini? Kalau Pei Qian Hao tidak menikahiku, maka ia bisa menikahi wanita yang disukainya. Apabila wanita itu berlatar belakang rendah, para pejabat mahkamah akan kehilangan kepercayaan padanya. Pada saat itu, bukankah Kediaman Xie yang akan diuntungkan?

0 comments:

Posting Komentar