Minggu, 03 Mei 2026

CTF - Chapter 352

Consort of A Thousand Faces

Chapter 352 : Kembali ke Istana Samping


Su Xi-er berbalik, melihat Situ Lin yang sedang tersenyum mengenakan baju kasual. Sementara untuk Hong Li, ia belum pernah bertemu Situ Lin sebelumnya, dan mengira bahwa ia adalah seorang bocah lelaki tak dikenal yang menerobos masuk ke kediaman. Jadi, tak bisa dihindari kalau ia berjalan maju dan melambaikan tangannya guna mengusir Situ Lin.

"Anak kecil, ini adalah Kediaman Pangeran Hao. Kau harus cepat-cepat pergi, jika tidak, bokongmu akan dipukuli kalau kau ketahuan."

Situ Lin mengejap beberapa kali. Wanita itu tidak mengenaliku, bahkan mau mengusirku. Tidak buruk, tampaknya akan jadi menyenangkan.

Situ Lin mengerling ke arah Su Xi-er, mengisyaratkannya agar tidak mengatakan apa-apa selagi ia menanyai Hong Li, "Siapa yang akan memukul bokongku?"

"Apa kau gila? Tentu saja itu pengawal kekaisaran di Kediaman Pangeran Hao. Mereka akan mengikatmu, membaringkanmu di atas dipan panjang, dan memukulimu. Aku bertaruh kau akan menangis hingga wajahmu ternoda oleh ingus dan air mata saat itu terjadi." Hong Li sudah meletakkan tangannya di pundak Situ Lin, bersiap untuk mendorongnya keluar.

Sudah mempelajari seni bela diri semenjak ia masih kecil, Situ Lin mempunyai keseimbangan yang hebat, dan tidak terpengaruh dengan dorongan lemah Hong Li.

"Apa-apaan denganmu, anak kecil? Haruskah kau dipukuli sebelum kau merasa senang?" Hong Li sama sekali tidak mencurigai identitas bocah lelaki ini.

Namun, seorang pengawal kekaisaran datang dan melihat Hong Li mencoba mendorong Situ Lin. Ia langsung menghardik, "Pelayan lancang, beraninya kau bertindak kurang ajar terhadap Yang Mulia!"

Hong Li tercengang, saking syoknya sampai-sampai tangan yang diletakkannya di atas pundak Situ Lin sepertinya membeku di tempat. Ia menatap kosong si pengawal, hanya tersentak kembali tersadar sewaktu ia mulai memarahinya lagi.

Ia langsung berlutut di tanah. "Hamba tidak pernah melihat Yang Mulia sebelumnya. Mohon maafkan hamba karena telah menyinggung Anda, Yang Mulia."

Situ Lin mengerutkan keningnya pada si pengawal kekaisaran yang mengungkapkan jati dirinya. "Mundurlah, Kaisar ini akan berada di sini sebentar."

Pengawal itu merasa cemas meninggalkan Kaisar di sana, tetapi ia tak punya pilihan selain mematuhi perintah Kaisar. Karenanya, ia hanya bisa membungkuk dan pergi.

Di dalam ruangan, Hong Li masih berlutut di tanah hingga satu tangan lembut menyentuh lengannya. "Bangunlah. Ketidaktahuan tidak membuatmu bersalah, jadi Kaisar ini tak akan menyalahkanmu."

Hong Li akhirnya merasakan ketegangan meninggalkan tubuhnya. Setelah berdiri, ia segera berdiri di sebelah Su Xi-er dan membisikkan, "Kau sudah pasti mengenali Yang Mulia, tetapi kau tidak mengingatkanku barusan ini. Aku ketakutan sekali."

Su Xi-er tersenyum padanya untuk menghiburnya.

Situ Lin maju ke depan dan menatap Su Xi-er sambil tersenyum. "Cantik, Kaisar ini sangat cemas. Bukan hanya aku benar-benar gugup, ekspresi gelap Paman Kekaisaran juga sangat membuatku ketakutan malam itu."

Hong Li bingung. Malam itu? Apakah terjadi sesuatu pada Su Xi-er malam itu?

Su Xi-er bertanya, "Yang Mulia, apakah Pangeran Hao menyalahkan dan memukul Anda?"

Situ Lin menghela napas, kerutan bermunculan di wajah kecilnya. "Mana mungkin ia tidak memukuliku. Pantatku mendapatkan beberapa pukulan, dan itu sangatlah menyakitkan. Setelah itu, aku dilarang keluar dari Istana Naga Langit dan dipaksa untuk menyalin kalimat dari buku-buku pemerintahan."

Baru beberapa hari semenjak insiden itu, tetapi Situ Lin diizinkan untuk keluar istana secepat ini? Su Xi-er merasa agak bingung. Kemungkinan besar, ia menyelinap keluar secara diam-diam.

"Kaisar ini mencemaskanmu setelah kau menghilang. Bagaimanapun juga, kalau bukan karena Kaisar ini yang menyeretmu keluar istana, tidak akan ada yang terjadi. Beruntungnya karena kau kembali; kalau tidak, Paman Kekaisaran akan menguliti Kaisar ini hidup-hidup. Cantik, Kaisar ini harus menjauh darimu. Apabila terjadi sesuatu yang lain, Kaisar ini tidak tahu bagaimana aku bisa menyelamatkan pantatku."

Biarpun menyebut dirinya sebagai 'Kaisar ini' ucapan kekanakan Situ Lin jelas sekali tak ada aura mengesankan dari kekaisaran yang akan diharapkan dari seorang Kaisar. Bahkan, Lian Chen saja seperti ini dulu.

Su Xi-er tersenyum. "Yang Mulia, mempertimbangkan karena Anda bisa meninggalkan istana untuk datang kemari secepat ini, Anda pastinya tidak dihukum terlalu berat. Anda bahkan cukup enerjik untuk melompat kesana-kemari saat ini."

"Siapa bilang? Kau tidak melihat bagaimana pantat Kaisar ini hampir menyerah. Beruntungnya, Paman Kekaisaran mengirimkanku bubuk bunga Ling Rui setelahnya, dan aku berhasil sembuh dengan cepat setelah mencampurkannya dengan obat ajaib Tabib Kekaisaran Zhao." Segera setelah Situ Lin menyebutkan bubuk bunga Ling Rui, matanya diliputi dengan kebanggaan.

Tidak ada yang pernah bisa mentransplantasikan Ling Rui milik Nan Zhao, tetapi Paman Kekaisaran berhasil! Bahkan sekarang, banyak penanam bunga itu saat ini tengah melakukan penelitian, bagaimana caranya mereka dapat meningkatkan jumlah bunga yang bisa ditanam.

Su Xi-er dapat melihat kebanggaan dan kekaguman dalam matanya, tetapi ia merasa perlu mempertanyakan Situ Lin. "Yang Mulia, mengapa Anda meninggalkan Istana Naga Langit? Apakah Pangeran Hao membatalkan perintahnya secepat itu?"

Situ Lin jadi waspada. "Tentu saja tidak, mana mungkin? Kaisar ini mempertaruhkan segala risiko dipukuli, untuk secara diam-diam meninggalkan istana dan mengunjungimu. Commandery Prince Xie mengatakan bahwa kau berada di Kediaman Pangeran Hao. Jangan khawatir, Kaisar ini tidak akan memberitahukan siapa-siapa."

Su Xi-er merasa ekspresinya berubah untuk sesaat ketika ia mendengar kata-kata 'Commandery Prince Xie', tetapi berhasil mengembalikannya jadi normal sebelum ada yang menyadarinya.

"Cantik, Kaisar ini lega sekarang, karena aku melihat kau baik-baik saja. Cukup tinggal di Kediaman Pangeran Hao. Dengan keamanannya yang ketat, tak akan ada yang berani menyentuhmu." Situ Lin terkikik, dan tatapan tertuju pada Hong Li yang terdiam.

"Kau mengatakan bahwa pengawal yang akan mengikat Kaisar ini dan memukuli pantatku, tetapi sekarang aku akan pergi, kau tidak bilang apa-apa?" Situ Lin melemparkan lirikannya pada Hong Li dengan ekspresi yang menggemaskan.

Hong Li membungkuk. "Hamba dengan hormat mengucapkan selamat jalan pada Yang Mulia."

Situ Lin mendengus. Tidak menyenangkan setelah orang mengetahui identitasku! Kemudian, ia berbalik dengan cepat dan meninggalkan ruangan, hanya menyisakan Su Xi-er dan Hong Li.

Setelah ia pergi, Su Xi-er dibiarkan dengan pemikirannya sendiri.

"Ada apa?" Hong Li bertanya dengan penasaran.

"Apa tujuan Commandery Prince Xie, mendadak memberitahukan Yang Mulia bahwa aku berada di dalam Kediaman Pangeran Hao?"

Hong Li menggelengkan kepalanya. "Yang Mulia tidak akan menyebarkan kabar ini kemana-mana. Commandery Prince Xie barangkali memberitahu Yang Mulia karena ia melihatnya cemas."

"Tidak mungkin sesederhana itu." Su Xi-er yakin.

Sebelum Hong Li bisa menjawab, Wu Ling bergegas masuk ke dalam ruangan dan menatap Su Xi-er dengan ekspresi yang muram. "Terjadi sesuatu pada Dayang Senior Liu."

Su Xi-er dan Hong Li membeku. Bukankah Istana Samping adalah tempat yang paling tidak mencolok di istana kekaisaran, jadi mengapa terjadi sesuatu pada Dayang Senior Liu?

"Dayang Senior Liu ditemukan meninggal di lantai kamarnya pagi ini. Ekspresinya tenang, dan tampak seolah ia meninggal dalam damai. Seorang tabib kekaisaran sudah pergi ke Istana Samping untuk menginvestigasinya."

(T/N : dayang senior Liu huhuhuhu ДT))

Su Xi-er mendapatkan kembali ekspresi normalnya. "Aku mau kembali ke Istana Samping."

"Tidak pantas untuk mengantarkanmu ke sana dengan kereta kuda Kediaman Pangeran Hao. Kau harus pergi bersama Yang Mulia dan berusaha menyusup masuk ke dalam istana." Saran Wu Ling, mengulurkan tangannya, memberi sinyal agar Su Xi-er berangkat.

Aku harus pergi ke barak tentara dan melaporkan masalah ini pada Pangeran Hao sesegera mungkin.

Ada kilat yang melintas di mata Su Xi-er selagi tangannya membola jadi tinjuan. Akhirnya aku paham mengapa Commandery Prince Xie memberitahu Yang Mulia bahwa aku berada di Kediaman Pangeran Hao.

Xie Yun pasti berhubungan dengan kematian Dayang Senior Liu. Ia bukannya memperingatkan Pangeran Hao, tetapi memperingatkanku bahwa jika aku bersikeras menjadi Hao Wang Fei, orang-orang di sekitarku akan mati satu per satu. Dayang Senior Liu adalah yang pertama, tetapi Ruo Yuan dan Hong Li mungkin akan jadi yang berikutnya. Ia tidak akan melepaskan siapa pun selama mereka terkait denganku.

Peringatan yang kejam sekali!

Namun, apa yang tidak diperhitungkannya adalah bahwa Pei Qian Hao dan aku berbagi sifat yang sangat spesifik: tidak ada yang bisa menghentikanku setelah aku membuat keputusan! Xie Yun, kaulah orang yang menyerang duluan; jangan salahkan aku atas apa yang akan terjadi selanjutnya!

Dengan cepat Su Xi-er meninggalkan Kediaman Pangeran Hao, nyaris tidak berhasil menyusul Situ Lin yang sedang menaiki kereta kudanya.

Melihatnya berjalan kemari, Situ Lin mengangkat tirai keretanya dan berkata, "Cantik, kau tidak perlu mengantarkanku."

Su Xi-er membungkuk. "Yang Mulia, hamba ingin memasuki istana untuk melihat Dayang Senior Liu. Bolehkah aku menaiki kereta kuda yang sama dengan Anda?"

0 comments:

Posting Komentar