Minggu, 10 Mei 2026

CTF - Chapter 362

Consort of A Thousand Faces

Chapter 362 : Aura Dingin Menyerang


"Perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin istana adalah besok. Semuanya harus fokus menyapu." Angin dingin menemani suara lembut Su Xi-er, menyebabkan semua orang mendadak menggigil.

Tidak memedulikan mereka, mata Su Xi-er melihat mereka penuh penghinaan, sebelum memungut sapunya dan lanjut menyapu.

Semua orang yang tadinya bergosip penuh semangat sudah menutup mulut mereka dan mulai melakukan pekerjaan dengan benar.

Mata Chao Mu dipenuhi kekaguman. Ia menepuk pundak Su Xi-er dan berbisik, "Kau hebat sekali, bisa membuat mereka bungkam hanya dengan beberapa patah kata. Dengan begitu banyaknya desas-desus yang menyebar kesana-kemari di istana, sulit mengetahui kebenarannya, jadi, jangan pedulikan soal itu."

"Chao Mu, kau harus menjaga amarahmu saat kau meninggalkan Perpustakaan Kekaisaran. Tidak semua orang akan mengalah padamu seperti Shu Xian." Su Xi-er tersenyum sementara ia mengingatkan lembut.

Penyebutan dadakan dari Shu Xian yang menghilang menyebabkan ketidaksenangan muncul dalam hati Chao Mu. "Mungkin ia tinggal di Akademi Kekaisaran dan tak akan pernah kembali ke Perpustakaan Kekaisaran. Haah, aku kehilangan satu orang lagi untuk diajak bicara. Aku menganggapnya biasa di masa lalu, tetapi sekarang karena ia mendadak hilang, aku sebenarnya merasa diriku sedikit merindukannya. Rasanya seperti anggota keluarga yang sudah pergi jauh."

Chao Mu dan Shu Xian biasanya adalah dua orang yang paling sering bertengkar di Perpustakaan Kekaisaran, yang mana membuat Chao Mu tidak terbiasa dengan ketidakhadirannya.

Kebiasaan merupakan hal yang hangat namun mengerikan. Semuanya baik-baik saja selama orang yang kau andalkan ada di dekat kita, tetapi tiba-tiba saja akan runtuh setelah mereka pergi.

Tan Ge diam-diam mengamati semuanya dari samping. Tidak ada banyak waktu yang tersisa. Perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin istana adalah besok, yang mana artinya, batas akhirnya adalah besok, pukul sebelas malam. Jika aku masih belum bergerak saat itu, konsekuensinya tak bisa dibayangkan.

Emosinya seperti badai yang kacau dalam hatinya, alis tipis Tan Ge agak mengerut sebelum ia rileks, terus menyapu jalur setapak istana.

Menyadari perubahan Tan Ge, Chao Mu tidak tahan untuk bertanya pada Su Xi-er. "Aku belum berbicara pada Tan Ge selama beberapa hari. Sepertinya, ia belum pulih. Apa yang sebenarnya terjadi di Kediaman Tan? Aku terus merasa kalau ...."

Ia tidak mengucapkan sisa kalimatnya. Aku tidak bisa memberitahukan orang lain bahwa ada sesuatu yang sangat aneh dengan Tan Ge. Ia mungkin punya banyak sekali rahasia yang membebani hatinya.

"Chao Mu, lakukan pekerjaanmu dengan benar." Su Xi-er tersenyum padanya sebelum mengalihkan pandangannya pada Tan Ge. Setelah melirik sekilas, ia berpaling untuk lanjut bekerja.

Chao Mu hanya bisa menekan rasa ingin tahunya dan terus menyapu.

Tanpa mereka ketahui bahwa seorang pengawal kekaisaran dari Kediaman Commandery Prince sudah menyaksikan semua yang terjadi di Taman Kekaisaran. Ia langsung pergi untuk melapor pada Xie Yun, yang saat ini sedang berada di Istana Naga Langit.

***

Situ Lin menatap Xie Yun bingung sementara berada di Istana Naga Langit. "Commandery Prince Xie, Kaisar ini belum melihat Paman Kekaisaran selama beberapa hari ini. Kemana perginya dia? Sepertinya ia lumayan sibuk."

Xie Yun tersenyum lembut. "Pangeran Hao memang sibuk. Ada begitu banyak hal yang harus ditanganinya di barak tentara sampai-sampai ia baru bisa kembali tepat waktu untuk perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin besok."

"Begitu. Apakah kau tidak sibuk, Commandery Prince Xie? Kaisar ini akan mempelajari cara-cara pemerintahan. Kau tidak perlu mengawasiku setiap hari." Situ Lin memasang ekspresi sungguh-sungguh sewaktu ia mulai membolak-balikkan buku-bukunya.

"Jangan cemas, Yang Mulia. Pejabat biasa ini tidak akan melaporkan pada Pangeran Hao."

Situ Lin melihat ke arah Xie Yun. "Tidak masalah meski jika kau memberitahu Paman Kekaisaran. Kaisar ini tidak bermain-main secara berlebihan, sehingga Paman Kekaisaran tidak akan memarahi Kaisar ini."

Ia paham dengan sangat baik, bahwa satu-satunya alasan ia dihukum di masa lalu adalah karena ia telah melakukan sesuatu yang salah. Paman Kekaisaran tidak akan menghukumku apabila aku tidak melakukan kesalahan.

Xie Yun tersenyum samar. "Sudahkah para pengawas Kantor Upacara Kekaisaran dan Departemen Rumah Tangga Kekaisaran melaporkan pada Anda tentang perkembangan dari persiapan untuk perjamuan besok?"

"Mereka sudah melakukan itu kemarin. Kaisar ini cukup puas setelah memeriksa perkembangan mereka, sehingga semuanya akan dilakukan sesuai dengan apa yang mereka usulkan. Menteri Ritus juga membantu mereka bersiap-siap, sehingga Kaisar ini bisa tenang." Situ Lin yang sekarang bersikap jauh lebih seperti seorang Kaisar saat ia berbicara. Seakan-akan kematian Dayang Senior Liu membangkitkan sesuatu di dalam dirinya, memaksa dirinya untuk menahan diri.

Tiba-tiba saja, seorang pengawal dari Kediaman Commandery Prince Xie datang dan berhenti di luar pintu masuk aula. Xie Yun melihatnya dan membungkuk ke arah Situ Lin sebelum undur diri.

Memerhatikan sosok Xie Yun yang berlalu, Situ Lin menggerakkan mulutnya. Commandery Prince Xie selalu bersikap sangat lembut, dan tidak pernah mencoba untuk mengendalikanku. Mengapa ia sering mengunjungi Istana Naga Langit akhir-akhir ini?

***

Setelah Xie Yun berjalan keluar dari pintu, pengawal itu segera melaporkan, "Rumor tentang pertunangan Pangeran Hao dan Commandery Princess sudah disebarkan. Dengan Pangeran Hao yang masih menangani urusan tentara, ia tidak mengetahui tentang ini."

"Apa kau menyebarkannya di antara rakyat jelata?"

"Menjawab Commandery Prince Xie, rakyat jelata di ibu kota sudah mendengar tentang pertunangan itu, dan mereka benar-benar gembira. Mereka semua mengatakan bahwa hanya seorang wanita dengan garis keturunan bangsawan yang bisa bersanding dengan Pangeran Hao."

Xie Yun membuka bibir tipisnya. "Bagus sekali. Bagaimana dengan Pangeran Kekaisaran Ketiga?"

"Pangeran Kekaisaran Ketiga sering pergi ke istana peristirahatan Consort Dowager Guo. Selain dari itu, tak ada apa pun yang melenceng dari biasanya."

"Mmm, tunggu di luar gerbang istana dengan kereta kuda. Pangeran ini akan kembali ke Kediaman Commandery Prince dalam satu jam." Kemudian, Xie Yun pergi, meninggalkan si pengawal untuk mengikuti instruksinya.

***

Semua pengawal Tentara Kekaisaran membungkuk ketika mereka melihat Xie Yun di Istana Kedamaian Penuh Kasih. "Bawahan ini memberi hormat pada Commandery Prince Xie."

Xie Yun melambaikan tangannya. "Pangeran ini sudah lama tidak melihat Ibu Suri. Dengan perjamuan istana yang sudah dekat, Pangeran ini datang untuk mengunjunginya hari ini."

Dengan statusnya sebagai Commandery Prince, para pengawal Tentara Kekaisaran mengizinkannya untuk masuk.

Di dalam aula utama Istana Kedamaian Penuh Kasih, alis Pei Ya Ran tertaut selagi ia memegangi secangkir teh yang sudah dingin di tangannya. Hanya ketika ia melihat Xie Yun masuk, barulah ia menurunkan cangkirnya.

"Besok adalah perjamuan istana. Mengapa Anda masih merasa kesusahan, Ibu Suri?"

Pei Ya Ran memahami tujuannya datang mencarinya di Istana Kedamaian Penuh Kasih. Setelah membubarkan para dayang istana di dalam aula, ia langsung bicara tanpa basa-basi. "Apa kau kemari hari ini untuk membuat kesepakatan dengan Ibu Suri ini?"

"Kesepakatan?" Xie Yun meninggikan nada bicaranya, kemudian mengeluarkan sebuah botol kecil dari lengan jubahnya.

Pei Ya Ran terperangah ketika ia melihat botol kecil itu. Itu adalah botol wewangian pekasih yang kuberikan pada Shi Mo waktu itu! Ia tidak memberikannya pada Pangeran Kekaisaran Ketiga, tetapi Commandery Prince Xie.

"Benda ini muncul secara misterius di dalam aula utama Kediaman Commandery Prince. Ibu Suri, Pangeran ini lihat, Anda menyembunyikan beberapa orang yang handal. Pangeran ini bahkan tidak mengetahui bahwa seseorang sudah menyusup masuk ke Kediaman Commandery Prince." Xie Yun berkomentar selagi ia mulai mengusap-usap botol di tangannya.

Ekspresi Pei Ya Ran kembali normal dan ia tertawa kecil. "Karena kau sudah mengetahui isi botol itu, jangan buat keributan tentang seseorang yang menyusup masuk. Apa kau bersedia untuk membuat kesepakatan denganku?"

"Ibu Suri, apa yang ingin Anda lakukan? Apakah Anda berencana untuk menggunakan wewangian pekasih itu pada Su Xi-er dan membuat Pangeran ini merenggut kesuciannya?" Xie Yun penuh senyum, tetapi pemikirannya tak bisa diduga.

Pei Ya Ran tidak bisa memahami apa yang sedang dipikirkannya, tetapi ia masih memutuskan untuk tidak bicara secara bertele-tele. "Su Xi-er adalah seorang gadis cantik. Apa kau tidak menyukainya? Ibu Suri ini dengar bahwa, demi bertemu sendirian dengannya di Istana Samping, kau bahkan membawakan buah-buahan untuk mengalihkan para dayang istana lainnya."

"Apa masalahnya bagi Anda, apakah aku menyukainya atau tidak?"

"Apa maksudmu? Kalau kita tidak menyingkirkan Su Xi-er, ia mungkin sekali akan menjadi Hao Wang Fei. Bukankah kau ingin membuat aliansi pernikahan keluarga Pei dan Xie terjadi? Jangan katakan padaku kau akan membiarkan adik perempuanmu menjadi Secondary Consort?"

Xie Yun mempertahankan senyumannya dan berjalan mendekat selangkah demi selangkah. Ia meletakkan botol kecil di tangannya di atas meja di sebelah Pei Ya Ran. "Pangeran ini punya banyak cara untuk menangani orang. Hanya saja, Pangeran ini tidak berkenan menggunakan cara menjijikkan seperti wewangian pekasih."

(T/N : Orang jahat aja ga mau pake wewangian ini HAHAHA. Emang cuman Pei Ya Ran sama Ning An Lian yang otaknya uda rada-rada.)

0 comments:

Posting Komentar