Minggu, 22 Februari 2026

CTF - Chapter 259

Consort of A Thousand Faces

Chapter 259 : Bertemu Dengannya


Pengawal itu mengesampingkan keraguan dalam hatinya dan mengangguk sebelum dengan cepat mengikuti Yu Xiao, mengawasi orang itu dari kegelapan.

Pei Qian Hao melihat ke salah satu toko obat di samping. Ia membutuhkan ginseng untuk mempertahankan pernapasannya, dan aku teringat kalau ada akar ginseng berumur seribu tahun di antara hadiah-hadiah yang Bei Min persiapkan untuk Nan Zhao. Beruntungnya, pengawal lupa membawakannya, meninggalkannya tergeletak di rumah pos.

Pei Qian Hao segera berbalik dan menuju kembali ke rumah pos. Tak lama setelahnya, ia memerintahkan kusir untuk bergegas sewaktu mereka melakukan perjalanan menuju ke Asosiasi Sastra dengan ginseng di tangannya.

Untuk menghindari deteksi, Pei Qian Hao memerintahkan si kusir untuk berhenti di jalan dekat sana, daripada langsung menuju ke Asosiasi Sastra. Meskipun ia sedang cemas, ia masih harus menjaga pikiran tetap tenang.

Suara pengawal terdengar pelan dari luar kereta kuda, "Pangeran Hao, setiap jalan dipenuhi pengawal kekaisaran. Semakin dekat kita ke Asosiasi Sastra, semakin banyak mereka. Dilihat dari baju mereka, mereka berasal dari Kediaman Pangeran Yun."

Pei Qian Hao mengangguk. Sekitar Asosiasi Sastra telah ditutup oleh Yun Ruo Feng. Ia mengangkat tirai kereta kuda dan melihat para pengawal yang telah membuat barikade di pintu masuk jalannya dan memeriksa setiap penduduk.

Seluruh jalan dipenuhi pengawal dari Kediaman Pangeran Yun, begitu pula dengan Pasukan Tentara Kekaisaran dari istana. Tampaknya, Yun Ruo Feng yakin bahwa pembunuh Wei Mo Hai ada hubungannya dengan Asosiasi Sastra. Mungkin ia bahkan mulai mencurigai Su Xi-er.

Kilat tajam melintas di mata Pei Qian Hao. Jika kau tidak mengutus Wei Mo Hai untuk membunuh dayang Pangeran ini, ia tidak akan mati. Walaupun Pei Qian Hao tidak yakin apakah Su Xi-er yang membunuh Wei Mo Hai, ia tahu kalau gadis itu entah bagaimana, pasti ada hubungannya.

"Pangeran Hao, apa yang harus kita perbuat sekarang?" Suara si pengawal pun terdengar lagi.

Pei Qian Hao membalas dengan suara rendah, "Kembalilah dulu. Pangeran ini akan turun." Kemudian, Pangeran Hao meletakkan ginseng ribuan tahunnya ke dalam lengan jubahnya, mengangkat tirai, dan melangkah keluar dari kereta.

"Kembali ke rumah pos sesegera mungkin." Pei Qian Hao memberikan perintah sebelum ia berbalik menuju ke Asosiasi Sastra. Daripada menyelinap masuk ke dalam Asosiasi Sastra, akan lebih baik bagiku untuk langsung masuk ke dalam.

Pengawal itu memerhatikan sewaktu Pangeran Hao menghilang di kejauhan sebelum ia mengangkat cemeti dan memecutnya, mengendarai kereta kuda kembali ke rumah pos.

Pei Qian Hao ditemukan oleh seorang pengawal dari Kediaman Pangeran Yun tak lama setelahnya. Mengetahui kalau ia sedang berbicara pada Pangeran Hao, pengawal itu menyapanya dengan hormat, tetapi memastikan untuk menyampaikan perintah Pangeran Yun juga. "Pangeran Hao, perjamuan kerajaan Nan Zhao telah berakhir, dan para tamu dari berbagai kerajaan juga sudah pulang. Apabila Anda ingin terus menikmati pemandangan indah Nan Zhao, mengapa tidak biarkan Pangeran Yun sendiri yang memandu Anda?"

Pei Qian Hao membubarkan si pengawal dengan lambaian tangannya, "Tidak perlu. Pangeran ini paling benci saat orang lain mengikutiku kemana-mana ketika aku menikmati pemandangan."

Pengawal itu mengerti kata-kata Pei Qian Hao, tetapi ia masih tidak bisa membiarkan Pangeran Hao mendekati Asosiasi Sastra. "Pangeran Hao, sebenarnya adalah, Pangeran Yun telah memerintahkan agar orang luar tidak diizinkan untuk mendekati sekitar Asosiasi Sastra. Hanya penduduk yang tinggal di dalam wilayah ini saja yang boleh keluar-masuk. Silakan lihat; bawahan ini harus melakukan pemeriksaan yang ketat pada mereka setiap hari. Bawahan ini berharap agar Anda dapat mengerti bahwa Nan Zhao ...."

Sebelum si pengawal bisa selesai, ia disela oleh Pei Qian Hao yang tampak santai, namun nada bicaranya mengesankan. "Pangeran ini mengagumi keberanian orang-orang dari Asosiasi Sastra setelah mereka melakukan protes di Sungai Air Caltrop. Hari ini, Pangeran ini secara khusus datang kemari untuk mengunjungi Asosiasi Sastra."

Pei Qian Hao mengungkapkan tujuannya secara blak-blakan. Pangeran ini bertekad untuk pergi ke Asosiasi Sastra hari ini. Apa yang dapat kalian perbuat tentang itu?

Pengawal itu dapat merasakan kekuasaan Pei Qian Hao. Ini membuatku dalam kesulitan. Apa yang harus kulakukan?

Tepat saat Pei Qian Hao baru akan menerobos masuk, Qin Ling tiba. Ia telah mendengar dari bawahannya bahwa Pei Qian Hao datang dan bergegas kemari secepat yang ia bisa. Setelah memberikan hormatnya, ia mulai berbicara sungguh-sungguh. "Karena Pangeran Hao bertekad untuk masuk, kami, para pengawal sudah pasti tidak akan sanggup menghentikan Anda." Setelah mengatakan itu, Qin Ling menoleh pada si pengawal di sebelahnya. "Biarkan ia masuk."

"Pengawal Kekaisaran Qin, ini ...."

"Pangeran Yun menutup jalanan ini untuk menemukan siapa pembunuh Komandan Wei. Apa kau pikir, Pangeran Hao adalah pembunuhnya? Cepat biarkan ia masuk." Kemudian, dengan cermat, Qin Ling mempelajari ekspresi Pei Qian Hao dan menemukan mata orang itu tampak cerah, ekspresinya tenang.

Pei Qian Hao melemparkan lirikan pada Qin Ling dan masuk ke area itu, menuju ke Asosiasi Sastra.

Setelahnya, Qin Ling segera memerintahkan bawahan yang ada di sebelahnya, "Segera pergi ke Kediaman Pangeran Yun dan beritahukan Pangeran Yun bahwa Pangeran Hao sedang menuju ke Asosiasi Sastra."

"Baik, bawahan ini akan pergi sekarang juga." Lalu, pengawal itu menaiki kudanya dan melecutkan cemetinya sebelum bergegas.

Tepat saat ia memerhatikan kuda yang menghilang ke kejauhan, bawahan lainnya menghampiri Qin Ling dan berujar pelan, "Bawahan ini pantas mati. Suami wanita itu telah dibunuh, tetapi karena kelalaian bawahan ini, anaknya sudah dibawa kabur di tengah-tengah kekacauan."

Bahkan tanpa ia menyatakan secara eksplisit siapa yang tengah dibicarakannya, Qin Ling tahu siapa yang dimaksud oleh bawahannya itu—si wanita yang dicintai Komandan Wei.

"Bagaimana dengan wanita itu? Apakah ia bersedia menjaga makam Komandan Wei?"

"Akhirnya ia bersedia setelah diancam dengan nyawa dari keluarga gadisnya. Namun .... Jenazah Komandan Wei dibawa pulang ke kampung halamannya kemarin. Wanita itu setuju menjaga makamnya pagi ini, hanya untuk menumburkan kepalanya ke tembok dan bunuh diri di depan jasad Komandan Wei."

Mendengarkan kata-kata pengawal itu, Qin Ling merasakan sakit di hatinya. Arwah Komandan Wei pasti tidak akan tenang jika ia mendengar tentang ini di alam baka. Namun, kami tidak bisa menentang perintah Pangeran Yun.

"Haruskah kita melaporkan ini pada Pangeran Yun?"

Menghadapi pertanyaan bawahannya, Qin Ling pun mengambil keputusannya sendiri. "Jangan laporkan padanya soal ini. Cukup katakan saja kalau anaknya sudah dibunuh. Jangan beritahukan padanya tentang kematian wanita itu juga. Masalah ini akan jadi rahasia di antara kau dan aku."

(T/N : kan, Qin Ling ini masih baik u.u kasian dapat atasan modelan si yunyun =___=)

"Bawahan ini pasti akan menjaga mulutku tetap tertutup."

Qin Ling membubarkannya dengan lambaian tangannya. "Teruskan menjaga jalan."

Bawahannya mengiyakan dan berjaga di pinggir jalan.

***

Sementara itu, Pei Qian Hao sudah sampai di depan Asosiasi Sastra dan mengetuk pintu depannya. Pria tua yang membukakan pintunya tidak mengenali Pei Qian Hao dan seketika itu juga memberitahukannya, "Hari ini, Asosiasi Sastra tidak buka. Datanglah lagi lain hari."

Kesabaran Pei Qian Hao sudah hampir habis sebelum sampai di Asosiasi Sastra. Ia harus menemui Su Xi-er sesegera mungkin. Dengan demikian, ia mengangkat satu tangan dan mendorong pintunya dengan cukup tenaga untuk membuat si pria tua itu mundur.

Tidak mengetahui siapa orang yang ada di hadapannya, pria tua itu merasa cemas selagi ia cepat-cepat mengunci pintu asosiasi dan mengikuti di belakang Pei Qian Hao.

Memasuki aula bagian dalam, pria tua itu berteriak, "Cepatlah kemari, ada orang yang menerobos masuk!"

Langsung saja, banyak sastrawan yang bermunculan di aula bagian dalam, memandangi Pei Qian Hao dengan berbagai tingkat kewaspadaan.

Tak lama setelahnya, Guan Xiang muncul juga. Setelah melihat Pei Qian Hao, Guan Xiang terkejut sejenak sebelum membungkuk untuk menyapanya. "Orang biasa ini memberi hormat pada Pangeran Hao dari Bei Min."

Nilai keterkejutan dari kata-kata, 'Pangeran Hao dari Bei Min', sangatlah tinggi. Kewaspadaan di mata para sastrawan pun dengan cepat menjadi kaget.

"Dimana dayang Pangeran ini?"

Mendengar kata-kata 'dayang Pangeran ini', mata Guan Xiang diliputi dengan keraguan. "Nona adalah dayang Pangeran Hao?"

"Dimana dia?" Kesabaran Pei Qian Hao sudah berada di ujung tanduk sewaktu ia mengarahkan sikap mengancamnya pada Guan Xiang.

"Di ruang rahasia. Pangeran Hao, silakan ikuti orang biasa ini." Guan Xiang dapat melihat kegelisahan di kedalaman mata Pei Qian Hao. Karena ia datang kemari, ia pasti punya suatu cara untuk menyelamatkan Nona!

Guan Xiang membubarkan sisa sastrawan lainnya dan membawa Pei Qian Hao masuk ke dalam ruang rahasia.

Banyak lilin yang menyala di dalam ruang rahasia, cahaya mereka menyinari seluruh terowongannya terang benderang.

Pei Qian Hao memasuki ruang rahasia, melihat sosok mungil yang berbaring di atas tempat tidur kayu, ditutupi dengan sehelai selimut abu-abu.

Dengan cepat ia berjalan menuju ke arah tempat tidur dan melihat wajah yang akrab itu di depannya. Wajah gadis itu yang semula berseri-seri, kini sepucat mayat, tanpa adanya sejejak pun warna merah muda di bibirnya.

Pei Qian Hao ingin mengangkat tangannya untuk mengelus wajahnya, tetapi ada hal yang lebih penting untuk dilakukannya sekarang. Ia segera mematahkan sepotong kecil ginseng, memasukkannya ke dalam mulut Su Xi-er.

0 comments:

Posting Komentar