Consort of A Thousand Faces
Chapter 259 : Bertemu Dengannya
Pengawal
itu mengesampingkan keraguan dalam hatinya dan mengangguk sebelum dengan cepat
mengikuti Yu Xiao, mengawasi orang itu dari
kegelapan.
Pei
Qian Hao melihat ke salah satu toko obat di samping. Ia membutuhkan
ginseng untuk mempertahankan pernapasannya, dan aku teringat kalau ada akar
ginseng berumur seribu tahun di antara hadiah-hadiah yang Bei Min persiapkan
untuk Nan Zhao. Beruntungnya, pengawal lupa membawakannya, meninggalkannya
tergeletak di rumah pos.
Pei
Qian Hao segera berbalik dan menuju kembali ke rumah pos. Tak lama setelahnya,
ia memerintahkan kusir untuk bergegas sewaktu mereka melakukan perjalanan
menuju ke Asosiasi Sastra dengan ginseng di tangannya.
Untuk
menghindari deteksi, Pei Qian Hao memerintahkan si kusir untuk berhenti di
jalan dekat sana, daripada langsung menuju ke Asosiasi Sastra. Meskipun ia
sedang cemas, ia masih harus menjaga pikiran tetap tenang.
Suara
pengawal terdengar pelan dari luar kereta kuda, "Pangeran Hao, setiap
jalan dipenuhi pengawal kekaisaran. Semakin dekat kita ke Asosiasi Sastra,
semakin banyak mereka. Dilihat dari baju mereka, mereka berasal dari Kediaman
Pangeran Yun."
Pei
Qian Hao mengangguk. Sekitar Asosiasi Sastra telah ditutup oleh Yun Ruo
Feng. Ia mengangkat tirai kereta kuda dan melihat para pengawal yang telah
membuat barikade di pintu masuk jalannya dan memeriksa setiap penduduk.
Seluruh
jalan dipenuhi pengawal dari Kediaman Pangeran Yun, begitu pula dengan Pasukan
Tentara Kekaisaran dari istana. Tampaknya, Yun Ruo Feng yakin bahwa
pembunuh Wei Mo Hai ada hubungannya dengan Asosiasi Sastra. Mungkin ia bahkan
mulai mencurigai Su Xi-er.
Kilat
tajam melintas di mata Pei Qian Hao. Jika kau tidak mengutus Wei Mo Hai
untuk membunuh dayang Pangeran ini, ia tidak akan mati. Walaupun Pei
Qian Hao tidak yakin apakah Su Xi-er yang membunuh Wei Mo Hai, ia tahu kalau
gadis itu entah bagaimana, pasti ada hubungannya.
"Pangeran
Hao, apa yang harus kita perbuat sekarang?" Suara si pengawal pun
terdengar lagi.
Pei
Qian Hao membalas dengan suara rendah, "Kembalilah dulu. Pangeran ini akan
turun." Kemudian, Pangeran Hao meletakkan ginseng ribuan tahunnya ke dalam
lengan jubahnya, mengangkat tirai, dan melangkah keluar dari kereta.
"Kembali
ke rumah pos sesegera mungkin." Pei Qian Hao memberikan perintah sebelum
ia berbalik menuju ke Asosiasi Sastra. Daripada menyelinap masuk ke
dalam Asosiasi Sastra, akan lebih baik bagiku untuk langsung masuk ke dalam.
Pengawal
itu memerhatikan sewaktu Pangeran Hao menghilang di kejauhan sebelum ia
mengangkat cemeti dan memecutnya, mengendarai kereta kuda kembali ke rumah pos.
Pei
Qian Hao ditemukan oleh seorang pengawal dari Kediaman Pangeran Yun tak lama
setelahnya. Mengetahui kalau ia sedang berbicara pada Pangeran Hao, pengawal
itu menyapanya dengan hormat, tetapi memastikan untuk menyampaikan perintah
Pangeran Yun juga. "Pangeran Hao, perjamuan kerajaan Nan Zhao telah
berakhir, dan para tamu dari berbagai kerajaan juga sudah pulang. Apabila Anda
ingin terus menikmati pemandangan indah Nan Zhao, mengapa tidak biarkan
Pangeran Yun sendiri yang memandu Anda?"
Pei
Qian Hao membubarkan si pengawal dengan lambaian tangannya, "Tidak perlu.
Pangeran ini paling benci saat orang lain mengikutiku kemana-mana ketika aku
menikmati pemandangan."
Pengawal
itu mengerti kata-kata Pei Qian Hao, tetapi ia masih tidak bisa membiarkan
Pangeran Hao mendekati Asosiasi Sastra. "Pangeran Hao, sebenarnya adalah,
Pangeran Yun telah memerintahkan agar orang luar tidak diizinkan untuk
mendekati sekitar Asosiasi Sastra. Hanya penduduk yang tinggal di dalam wilayah
ini saja yang boleh keluar-masuk. Silakan
lihat; bawahan ini harus melakukan pemeriksaan yang ketat pada mereka setiap
hari. Bawahan ini berharap agar Anda dapat mengerti bahwa Nan Zhao ...."
Sebelum
si pengawal bisa selesai, ia disela oleh Pei Qian Hao yang tampak santai, namun
nada bicaranya mengesankan. "Pangeran ini mengagumi keberanian orang-orang
dari Asosiasi Sastra setelah mereka melakukan protes di Sungai Air Caltrop.
Hari ini, Pangeran ini secara khusus datang kemari untuk mengunjungi Asosiasi
Sastra."
Pei
Qian Hao mengungkapkan tujuannya secara blak-blakan. Pangeran ini
bertekad untuk pergi ke Asosiasi Sastra hari ini. Apa yang dapat kalian perbuat
tentang itu?
Pengawal
itu dapat merasakan kekuasaan Pei Qian Hao. Ini membuatku dalam
kesulitan. Apa yang harus kulakukan?
Tepat
saat Pei Qian Hao baru akan menerobos masuk, Qin Ling tiba. Ia telah mendengar
dari bawahannya bahwa Pei Qian Hao datang dan bergegas
kemari secepat yang ia bisa. Setelah memberikan hormatnya, ia mulai berbicara
sungguh-sungguh. "Karena Pangeran Hao bertekad untuk masuk, kami, para
pengawal sudah pasti tidak akan sanggup menghentikan Anda." Setelah
mengatakan itu, Qin Ling menoleh pada si pengawal di sebelahnya. "Biarkan
ia masuk."
"Pengawal
Kekaisaran Qin, ini ...."
"Pangeran
Yun menutup jalanan ini untuk menemukan siapa pembunuh Komandan Wei. Apa kau
pikir, Pangeran Hao adalah pembunuhnya? Cepat biarkan ia masuk." Kemudian,
dengan cermat, Qin Ling mempelajari ekspresi Pei Qian Hao dan menemukan mata
orang itu tampak cerah, ekspresinya tenang.
Pei
Qian Hao melemparkan lirikan pada Qin Ling dan masuk ke area itu, menuju ke
Asosiasi Sastra.
Setelahnya,
Qin Ling segera memerintahkan bawahan yang ada di sebelahnya, "Segera
pergi ke Kediaman Pangeran Yun dan beritahukan Pangeran Yun bahwa Pangeran Hao
sedang menuju ke Asosiasi Sastra."
"Baik,
bawahan ini akan pergi sekarang juga." Lalu, pengawal itu menaiki kudanya
dan melecutkan cemetinya sebelum bergegas.
Tepat
saat ia memerhatikan kuda yang menghilang ke kejauhan, bawahan lainnya
menghampiri Qin Ling dan berujar pelan, "Bawahan ini pantas mati. Suami
wanita itu telah dibunuh, tetapi karena kelalaian bawahan ini, anaknya sudah
dibawa kabur di tengah-tengah kekacauan."
Bahkan
tanpa ia menyatakan secara eksplisit siapa yang tengah dibicarakannya, Qin Ling
tahu siapa yang dimaksud oleh bawahannya itu—si wanita yang dicintai Komandan
Wei.
"Bagaimana
dengan wanita itu? Apakah ia bersedia menjaga makam Komandan Wei?"
"Akhirnya
ia bersedia setelah diancam dengan nyawa dari keluarga gadisnya. Namun ....
Jenazah Komandan Wei dibawa pulang ke kampung halamannya kemarin. Wanita itu
setuju menjaga makamnya pagi ini, hanya untuk menumburkan kepalanya ke tembok
dan bunuh diri di depan jasad Komandan Wei."
Mendengarkan
kata-kata pengawal itu, Qin Ling merasakan sakit di hatinya. Arwah Komandan
Wei pasti tidak akan tenang jika ia mendengar tentang ini di alam baka. Namun,
kami tidak bisa menentang perintah Pangeran Yun.
"Haruskah
kita melaporkan ini pada Pangeran Yun?"
Menghadapi
pertanyaan bawahannya, Qin Ling pun mengambil keputusannya sendiri.
"Jangan laporkan padanya soal ini. Cukup katakan saja kalau anaknya sudah
dibunuh. Jangan beritahukan padanya tentang kematian wanita itu juga. Masalah
ini akan jadi rahasia di antara kau dan aku."
(T/N
: kan, Qin Ling ini masih baik u.u kasian dapat atasan modelan si yunyun =___=)
"Bawahan
ini pasti akan menjaga mulutku tetap tertutup."
Qin
Ling membubarkannya dengan lambaian tangannya. "Teruskan menjaga jalan."
Bawahannya
mengiyakan dan berjaga di pinggir jalan.
***
Sementara
itu, Pei Qian Hao sudah sampai di depan Asosiasi Sastra dan mengetuk pintu
depannya. Pria tua yang membukakan pintunya tidak mengenali Pei Qian Hao dan
seketika itu juga memberitahukannya, "Hari ini, Asosiasi Sastra tidak
buka. Datanglah lagi lain hari."
Kesabaran
Pei Qian Hao sudah hampir habis sebelum sampai di Asosiasi Sastra. Ia harus
menemui Su Xi-er sesegera mungkin. Dengan demikian, ia mengangkat satu tangan
dan mendorong pintunya dengan cukup tenaga untuk membuat si pria tua itu
mundur.
Tidak
mengetahui siapa orang yang ada di hadapannya, pria tua itu merasa cemas selagi
ia cepat-cepat mengunci pintu asosiasi dan mengikuti di belakang Pei Qian Hao.
Memasuki
aula bagian dalam, pria tua itu berteriak, "Cepatlah kemari, ada orang
yang menerobos masuk!"
Langsung
saja, banyak sastrawan yang bermunculan di aula bagian dalam, memandangi Pei
Qian Hao dengan berbagai tingkat kewaspadaan.
Tak
lama setelahnya, Guan Xiang muncul juga. Setelah melihat Pei Qian Hao, Guan
Xiang terkejut sejenak sebelum membungkuk untuk menyapanya. "Orang biasa
ini memberi hormat pada Pangeran Hao dari Bei Min."
Nilai
keterkejutan dari kata-kata, 'Pangeran
Hao dari Bei Min', sangatlah tinggi. Kewaspadaan di mata para sastrawan pun
dengan cepat menjadi kaget.
"Dimana
dayang Pangeran ini?"
Mendengar
kata-kata 'dayang Pangeran ini', mata Guan Xiang diliputi dengan keraguan.
"Nona adalah dayang Pangeran Hao?"
"Dimana
dia?" Kesabaran Pei Qian Hao sudah berada di ujung tanduk sewaktu ia
mengarahkan sikap mengancamnya pada Guan Xiang.
"Di
ruang rahasia. Pangeran Hao, silakan ikuti orang biasa ini." Guan Xiang
dapat melihat kegelisahan di kedalaman mata Pei Qian Hao. Karena ia
datang kemari, ia pasti punya suatu cara untuk menyelamatkan Nona!
Guan
Xiang membubarkan sisa sastrawan lainnya dan membawa Pei Qian Hao masuk ke
dalam ruang rahasia.
Banyak
lilin yang menyala di dalam ruang rahasia, cahaya mereka menyinari seluruh
terowongannya terang benderang.
Pei
Qian Hao memasuki ruang rahasia, melihat sosok mungil yang berbaring di atas
tempat tidur kayu, ditutupi dengan sehelai selimut abu-abu.
Dengan
cepat ia berjalan menuju ke arah tempat tidur dan melihat wajah yang akrab itu
di depannya. Wajah gadis itu yang semula berseri-seri, kini sepucat mayat,
tanpa adanya sejejak pun warna merah muda di bibirnya.
Pei
Qian Hao ingin mengangkat tangannya untuk mengelus wajahnya, tetapi ada hal
yang lebih penting untuk dilakukannya sekarang. Ia segera mematahkan sepotong
kecil ginseng, memasukkannya ke dalam mulut Su Xi-er.

0 comments:
Posting Komentar