Kamis, 05 Februari 2026

CTF - Chapter 231

Consort of A Thousand Faces

Chapter 231 : Ditendang Ke Sungai


Suara instrumen musik bambu sutra jadi semakin keras seiring dengan cahaya bulan yang terpantulkan di atas permukaan sungai yang berkilauan. Banyak perahu yang menampung pejabat kecil, bersinar di dalam malam juga, diterangi dengan lentera merah yang tergantung di seluruh kapal. Yang menjulang di atas mereka semua adalah Kapal Naga, tempat perayaan utama akan digelar. Aula utama kapal sangat luas; pintu-pintunya didekorasi dengan bunga Ling Rui keemasan, sementara tumbuhan warna-warni lainnya digunakan untuk mendekorasi interiornya.

Angin sepoi-sepoi yang bertiup di sepanjang sungai akan membawakan aroma dari bunga-bunga ini, membuat warga biasa yang berbaris di sepanjang pinggiran Sungai Air Caltrop menikmati aroma mereka. Orang-orang ini semuanya telah menyelesaikan pekerjaan mereka selama siang hari, membawa serta istri dan anak mereka untuk menikmati malam perayaan.

Namun, warga hanya bisa menaruh bangku-bangku mereka sepuluh meter di belakang Sungai Air Caltrop dikarenakan banyaknya pengawal kekaisaran yang menjaga perimeternya.

Namun, itu tidak menghentikan antusiasme mereka untuk menonton pertunjukan. Sungai Air Caltrop diwarnai dengan warna merah dari lentera, dan tampak indah sekali.

Semua orang sedang memikirkan tentang betapa mewahnya itu, dengan semua tokoh berkuasa dan berpengaruh yang duduk di dalam aula utama Kapal Naga.

Ketika itu, suara seorang pria tegap terdengar duluan, "Aku sungguh berharap aku bisa melihat ke dalam Kapal Naga, berserta dengan semua tokoh besar di dalamnya. Aku dengar bahwa, ada seorang juru masak dari restoran dan seorang penjual tepung yang dianugerahkan dengan banyak sekali perak hari ini!"

"Aku mendengar soal itu juga. Betapa beruntungnya mereka! Mereka berdua berutang semua itu atas bantuan dari Nona Peri. Mengapa tidak ada Nona Peri yang membantuku?"

Wanita paruh baya lainnya mendengus. "Lihat saja penampilanmu. Nona Peri akan ketakutan olehmu sebelum bisa menolong. Menyerah saja. Hmm? Kenapa istrimu tidak ada di sini?"

"Ia masih belum selesai cuci piring, tetapi ia akan segera kemari. Lagipula, aku hanya bercanda saja tentang Nona Peri. Jika ia benar-benar muncul, istriku pasti akan mencungkil bola mataku kalau aku curi-curi pandang."

Tawa pun membahana seketika. "Istrimu tidak akan mencungkil bola matamu. Paling-paling, ia akan menghukummu dengan membuatmu berlutut di atas papan cucian, hahaha."

Tawa itu terus berlanjut. Pria bertubuh tegap itu malu, tetapi itulah kenyataannya. Meskipun bentuk tubuhnya tinggi dan kekar, ia takut pada istrinya.

***

Saat ini, instrumen sudah memasuki masa jeda, sementara para tamu dari berbagai kerajaan menaiki Kapal Naga.

Chu Ling Long sudah berganti pakaian mengenakan satu set jubah berwarna ungu, kerahnya diselimuti dengan bunga-bunga yang disulam dengan benang emas. Penampilannya sangat memikat saat dipadukan dengan atmosfer sinar bulan.

Mata hitamnya segera menangkap sosok berbaju merah yang berdiri di buritan. Itu Su Xi-er. Kenapa Pangeran Hao tidak ada? Chu Ling Long berpikir, itu aneh dan langsung berjalan menuju ke buritan.

Perlahan-lahan, Chu Ling Long mendekat, hingga akhirnya, ia tertegun hingga ia tidak sanggup membuat dirinya berbicara. Wanita di depannya ini, saat ini, diselimuti dengan aura ketenangan dan keanggunan. Kalau aku mengganggunya, aku akan menghancurkan keindahan seperti ini.

Tepat saat ia ragu-ragu, Su Xi-er berbalik. "Putra Mahkota Chu, mengapa Anda menunggu di sekitar buritan, bukannya menuju ke aula utama?"

Nada bicaranya dingin dan santai, memberikan sejejak rasa mengasingkan diri sementara wajahnya tetap tenang.

Chu Ling Long menyadari bahwa ia tidak bisa menebak wanita itu. "Putra Mahkota ini bisa pergi kemana pun yang aku inginkan. Juga, Putra Mahkota ini bisa menanyakan hal yang sama padamu."

"Putra Mahkota Chu, Anda adalah putra mahkota kerajaan; hal yang wajar bagi Anda untuk masuk ke dalam aula utama, sementara pelayan ini hanyalah seorang dayang." Ini hanyalah alasannya belaka. Sebenarnya, ia hanya berada di sini untuk menikmati pemandangan malam hari di Sungai Air Caltrop, dan juga untuk melihat apakah Lian Chen akan lewat.

Tetapi, ia tidak menyangka kalau orang yang akan muncul, malah adalah Chu Ling Long.

"Apakah Pangeran Hao tidak membawamu masuk karena kau membuatnya marah? Bukan masalah; karena kau adalah sesuatu yang tidak disangka-sangka bagi Putra Mahkota ini, aku saja yang akan membawamu masuk." Kemudian, Chu Ling Long segera mengulurkan satu tangan untuk meraihnya.

Su Xi-er menghindarinya sebelum membalas, "Pelayan ini tidak akan merepotkan Putra Mahkota Chu."

"Menghindari Putra Mahkota ini?" Chu Ling Long mengejap, bibirnya melengkung membentuk senyuman, sementara aura yang memikat terpancar dari mata berbentuk bulan sabitnya. Kalau bukan karena jakunnya, ia benar-benar akan terlihat seperti seorang gadis cantik di bawah siraman sinar bulan.

"Putra Mahkota Chu, beruntungnya karena aku adalah seorang wanita. Jika Anda bertingkah seperti ini di depan seorang pria, pria mana yang tidak akan mempunyai pemikiran aneh yang liar?" Su Xi-er terkikik, makna tersirat dalam ucapannya terlalu jelas.

Senyuman Chu Ling Long membeku. Ia sungguh mengatakan aku .... Beraninya dia! Aku selalu menyukai wanita, bukan pria! Dulu, pernah, aku diam-diam sangat menyukai seorang wanita untuk waktu yang sangat lama. Sayangnya, wanita ini menghinaku karena terlihat terlampau mirip wanita, dan tidak menerimaku.

Alhasil, ia terpaksa mengubur perasaannya untuk wanita itu, dan malah mendapatkan seorang Wang Fei dan Ce Fei. Sekarang, Ce Fei-nya juga mengandung.

(T/N : Ce Fei : Side Consort, Selir Utama, sepertinya setingkat di bawah Wang Fei statusnya.)

"Su Xi-er, gurauanmu sudah kelewatan!" Chu Ling Long menunjukkan rungutannya, dengan mengangkat satu tangan, ingin menariknya.

Su Xi-er memanfaatkan gerakan kakinya yang gesit, mengelak dari percobaan pria itu untuk menariknya. Wajah Chu Ling Long menggelap sebagai responsnya, tindakannya menjadi semakin agresif hingga akhirnya, ia terpaksa menggunakan teknik seni bela diri.

Su Xi-er tidak tahu bahwa perkataannya sebelumnya telah menyentak rasa mabuk cinta Chu Ling Long. Wanita yang dicintainya selama bertahun-tahun, dan bahkan masih dicintainya hingga sekarang, sudah menolaknya. Ini ....

Su Xi-er melihat kalau pria itu mulai ceroboh, dan memutuskan untuk jadi sedikit lebih serius. Setelah menangkis serangannya selama beberapa saat, ia mengerutkan alisnya dan menendang punggung Chu Ling Long.

Dua tendangan berturut-turut memaksanya ke sisi lambung kapal. Tiba-tiba saja, Chu Ling Long terjatuh dari sisi kapal karena pergerakan besar dan berlebihannya sendiri.

Byuuur! Ada bunyi cipratan.

"Oh, tidak, ada yang jatuh ke dalam sungai!" Seorang dayang istana melihat apa yang terjadi dari kejauhan dan menjerit.

Pengawal kekaisaran mendengarnya dan segera berlari ke buritan. Hanya setelah mereka sampai, mereka menangkap pemandangan Chu Ling Long yang sedang berenang ke Kapal Naga.

Apa yang sebenarnya terjadi? Pengawal kekaisaran menatap Su Xi-er keheranan.

Kericuhan tersebut terlalu besar untuk diabaikan, menarik banyak sekali orang dalam sekejap.

Ketika Ning Lian Chen melihat Su Xi-er, ia sedikit tertegun, sebelum melihat ke arah Chu Ling Long yang sedang berenang kembali ke kapal. Kakak Perempuan mendorong Putra Mahkota Chu ke dalam sungai?

Kilat dingin melintas di mata Yun Ruo Feng. "Nona Xi-er, bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi?"

"Apa yang terjadi? Kita akan mengetahuinya saat Putra Mahkota Chu kembali ke atas kapal." Suara yang bahkan lebih dingin membalas sebelum Su Xi-er bisa mengatakan apa-apa.

Tatapan semua orang mendarat pada Pei Qian Hao sewaktu ia berjalan mendekat secara perlahan. Meskipun langkahnya ringan, banyak yang merasa kalau Kapal Naganya bergetar seiring tiap langkah yang diambilnya.

"Kemarilah," Pei Qian Hao memanggil dengan lembut. Aura dinginnya lenyap, dan ada sejejak kelembutan dalam suaranya.

Jantung Ning Lian Chen berdebar kencang sewaktu ia melihat ke arah Pei Qian Hao. Ia tidak melewatkan jejak kelembutan dalam suara pria itu. Apakah Pangeran Hao tulus pada Kakak Perempuan? Sanggupkah ia melindunginya seumur hidupnya? Meski jika seluruh mahkamah akan menentang, akankah Pangeran Hao tetap melangkah maju tanpa ragu?

Ning Lian Chen terpikirkan situasi saat ini di Bei Min dan merasa tidak yakin. Pangeran Hao memiliki pengaruh dan kuasa yang luar biasa, tetapi ia berasal dari latar belakang yang rendah, dan merupakan putra angkat Keluarga Pei.

Setelah bangkit dari bawah, rasa hausnya akan kekuasaan tidak akan berada di bawah Yun Ruo Feng, mungkin akan melampauinya.

Su Xi-er berjalan ke sisi Pei Qian Hao, selangkah demi selangkah, dan berkata di depan semua orang, "Putra Mahkota Chu mengolok-olok hamba sebelum mulai menyerangku. Pelayan ini tanpa sengaja menendangnya ke dalam danau."

Suaranya jelas, dan kata-katanya terdengar jelas. Semua orang lainnya tersentak. Dayang Pangeran Hao menendang Putra Mahkota Chu ke dalam danau. Berdasarkan karakter Putra Mahkota Chu, sudah pasti ia tidak akan melepaskan dayang Pangeran Hao.

Pei Qian Hao memasang ekspresi yang sama sementara ia berbicara acuh tak acuh, "Karena kau sudah menendangnya, maka biarlah. Bagi seorang pria, kalah melawan seorang wanita ... Putra Mahkota Chu harus bekerja keras meningkatkan keterampilan bertarungnya ketika ia kembali ke kerajaannya."

Tepat saat inilah, Chu Ling Long berhasil memanjat ke atas Kapal Naga. Jubah ungunya basah kuyup, dan rambut hitamnya menempel di pipinya. Air sungai pelan-pelan menetes di dek kapal sementara ia berdiri membeku di tempat.

"Siapa bilang kalau ialah yang menendang Putra Mahkota ini? Putra Mahkota ini jatuh ke dalam sungai tanpa sengaja," Chu Ling Long berujar perlahan-lahan sebelum membuat sebuah gestur. "Putra Mahkota ini akan pergi berganti pakaian." Kali ini, aku tidak akan memakai baju ungu. Aku harus memakai pakaian yang menunjukkan kejantananku!

0 comments:

Posting Komentar