Kamis, 05 Februari 2026

CTF - Chapter 234

Consort of A Thousand Faces

Chapter 234 : Bertingkah Seperti Seorang Badut


Ning An Lian terkejut dengan aura Su Xi-er. Ketika ia melihat gaun merah yang dikenakan orang itu, membuat matanya silau. "Kedua Nona Wei bukanlah musuhmu. Meski jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, tidak seharusnya kau mencaci-maki mereka. Yang lebih parahnya lagi, kau melakukannya di depan umum, di siang hari, bahkan tidak memedulikan soal reputasi mereka ...."

Sebelum ia bisa selesai, ia disela oleh Su Xi-er. "Sepertinya, kedua Nona Wei tidak memedulikan tentang reputasi mereka. Putri Pertama, tolong pastikan Anda mengetahui situasinya sebelum Anda berbicara."

Saat ini, Wei Guang mendadak membuka mulutnya. "Biarpun kedua putriku keras kepala, mereka tidak pernah melakukan perbuatan jahat. Mengapa kau memarahi mereka di jalanan? Selain itu, meski jika kau tidak membunuh mereka, ini masih berhubungan denganmu."

Setelah ia selesai bicara, Wei Guang berbalik dan menyembah kepada Ning Lian Chen dan Pangeran Yun untuk memberikan hormatnya. "Yang mulia, Pangeran Yun, orang desa ini berharap agar kasus ini diselidiki dengan saksama. Pengurus dan si pelayan di Rumah Aprikot Keberuntungan adalah orang-orang jujur dan sederhana. Orang desa ini tidak percaya kalau merekalah yang berkonspirasi untuk membunuh putri-putriku."

Ning An Lian melihat itu adalah saat yang tepat dan membuka mulutnya lagi sambil mempertahankan sikap yang sombong. "Kedua Nona Wei tidak ada hubungannya denganmu, dan mencaci mereka di jalanan, lebih dari ikut campur dalam urusan orang lain!"

"Putri Pertama, tampaknya, Anda tidak tahu apa yang dikatakan oleh kedua Nona Wei. Sebagai dayang Pangeran Hao, mana mungkin aku tetap diam ketika kedua Nona Wei, menodai citra Pangeran Hao di depan umum?" Su Xi-er berbicara dengan suara yang tenang dan acuh tak acuh.

Sudut mulut Pei Qian Hao sedikit terangkat. Su Xi-er menegur kedua Nona Wei karena mereka mengatakan sesuatu yang menghancurkan reputasiku. Menarik, aku tidak tahu soal ini.

Ning Lian Chen mengambil kesempatan untuk bicara. "Tuan Tanah Wei, Pangeran Hao adalah pejabat penting dari Bei Min. Apabila kedua Nona Wei memfitnah reputasi Pangeran Hao, sepuluh kali pukulan papan, masih bisa dianggap sebagai hukuman yang ringan. Namun, apabila hukuman berat, nyawa mereka akan menjadi bayarannya." Suaranya penuh otoritas, dan itu membuat Wei Guang tanpa sadar, terguncang setelah mendengarnya.

"Apa yang mungkin diucapkan oleh wanita-wanita kecil yang lemah, yang akan menghancurkan reputasi Pangeran Hao? Lucu sekali!" Ning An Lian mengibaskan lengan jubahnya dan menatap Su Xi-er. "Kesimpulannya, sudah pasti kau berhubungan dengan kematian kedua Nona Wei!"

Tanpa diduga, tiba-tiba saja Pei Qian Hao terkekeh di samping, menghadapi tuduhan ini. Dengan santainya, ia menyesap anggurnya. "Apabila kau sampai sejauh itu, maka, kita harus melakukan sebuah penyelidikan. Namun, Pangeran ini punya satu kalimat untukmu: Aku akan menemanimu sampai akhir."

(T/N : Hao, selamat, dirimu baru saja mendapatkan sertifikasi kebucinan tingkat wattpad dari saya. Wkwkwk.)

Suaranya terdengar dingin dan tidak tertekan, membawakan aura iblis yang arogan.

Mata Ning An Lian mendadak menyipit selagi ia memandangi Pei Qian Hao. Tepat saat ia baru saja akan membantahnya, tangannya ditarik oleh Yun Ruo Feng. Diam-diam, ia memberi sinyal padanya untuk berhenti bicara.

Namun, gestur itu seperti api yang sepenuhnya membakar Ning An Lian. Ia menatap Su Xi-er dalam amarahnya. "Lepaskan hiasan rambut beruntai itu dari kepalamu. Walaupun Yang Mulia setuju untuk menganugerahkannya padamu, Putri ini tidak menyetujuinya. Barangku hanya bisa dihadiahkan saat aku menyetujuinya."

Banyak dari para pimpinan kerajaan lain, yang langsung mulai menggeleng-gelengkan kepala mereka. Beberapa orang bahkan sampai mengungkapkan celaan mereka pada Ning An Lian. "Putri Pertama Kekaisaran sungguh tidak tahu bagaimana melihat gambaran yang lebih besar. Meski jika ia enggan untuk berpisah dengan hiasan rambut beruntai itu, seharusnya, ia memintanya untuk dikembalikan secara pribadi. Bagaimanapun juga, Yang Mulia sudah menghadiahkannya pada orang lain di depan kita semua. Tidak pantas baginya untuk membuat kekacauan dan memintanya sekarang juga."

"Itu benar, ia tidak memedulikan soal gambaran yang lebih besar. Dari apa yang kulihat, tidak mungkin ialah orang yang menari semalam. Faktanya, orang yang sosoknya sesuai dengan penari semalam lebih mirip dengan dayang Pangeran Hao!"

"Oh? Sekarang, karena kau menyebutkannya, itu memang benar-benar mirip dirinya. Ck, ck, Putri ini sama sekali tidak berterima kasih setelah meminta dayang Pangeran Hao untuk menari menggantikan dirinya, tetapi malah bertingkah begitu arogan." Tatapan banyak orang beralih kepada Ning An Lian dengan berbagai kebencian serta penghinaan.

Senyuman lembut di wajah Yun Ruo Feng lenyap. Kucing sudah sepenuhnya keluar dari kantong. Ning An Lian tidak seharusnya datang kemari.

Oleh sebab itu, Yun Ruo Feng melihat ke arah Wei Mo Hai dan segera menginstruksikan, "Putri Pertama Kekaisaran merasa kurang sehat; tolong antarkan ia kembali ke istana peristirahatannya untuk beristirahat, dan minta Tabib Kekaisaran untuk memeriksanya."

Ning An Lian segera mengangkat tangannya dan memotongnya. "Putri ini merasa sangat sehat. Tidak perlu memanggil Tabib Kekaisaran!" Kemudian, ia menolehkan kepalanya, menatap Su Xi-er. "Lepaskan hiasan rambut beruntai itu dan berikan pada Putri ini. Itu adalah sebuah aksesoris dari Ibunda Kekaisaran Putri ini!"

Su Xi-er mencibir sendiri. Ning An Lian benar-benar tidak tahu malu, sanggup mengatakan sesuatu seperti itu. Aku sangat jelas tentang milik siapakah hiasan rambut ini!

Ini adalah tanda cinta Ayahanda Kaisar dan Ibunda Permaisuri! Sebelum Ibunda Permaisuri meninggal dunia, ia memberikan hiasan rambut beruntai ini padaku dan memintaku untuk menjaganya tetap aman.

Su Xi-er memperlihatkan sejejak senyuman dan dengan sengaja mengangkat tangannya untuk mengelus hiasan di rambutnya. "Putri Pertama, apa yang telah diberikan, tidak bisa diambil kembali. Ini tidak ada hubungannya dengan Anda. Belum lagi, sejak awal, hiasan beruntai ini tidak pernah menjadi milik Anda."

Sebelum Ning An Lian bisa membalas, Ning Lian Chen menjawab, "Hiasan rambut beruntai itu adalah milik Kakak Perempuan Kekaisaran yang terdahulu. Kakak Perempuan menyukainya saat ia melihatnya sehingga ia memutuskan untuk menyimpannya. Nona Xi-er benar. Kakak Perempuan, ini bukanlah milikmu."

"Yang Mulia, Putri ini bisa melihat bahwa Anda memperlakukan Su Xi-er dengan sangat berbeda." Ada nada berlebihan dalam kata-kata Ning An Lian, dan matanya penuh dengan rasa dingin.

Yun Ruo Feng memberikan tatapan pada Wei Mo Hai, mendesak orang itu untuk maju sebelum membungkuk. "Putri Pertama, mohon kembali ke istana peristirahatan karena Anda sedang tidak sehat."

"Putri ini tidak akan kembali kecuali aku mendapatkan hiasan rambut beruntai itu." Ning An Lian segera menuju ke arah Su Xi-er, mengulurkan satu tangan untuk merebut hiasan itu.

Dengan gampangnya Su Xi-er mengelak dari gerakan menarik Ning An Lian, mengambil kesempatan untuk menggenggam pergelangan tangan orang itu. Ia tidak melepaskannya, hanya memelintirnya ke dalam.

Alis Ning An Lian mengerut kesakitan, dan ia menggigit bibir bawahnya dengan kuat. Aku tidak boleh kehilangan sikap sebagai seorang Putri Pertama Kekaisaran di Perjamuan Malam Kapal Naga, tidak peduli bagaimana Su Xi-er memperlakukan diriku. Tidak peduli seberapa sakitnya aku, aku tidak boleh mundur selangkah pun!

Hasil dari jalan buntu itu hanyalah, Su Xi-er memelintir pergelangan tangan Ning An Lian bahkan lebih keras lagi, sampai orang itu nyaris menggigit robek bibirnya.

Yun Ruo Feng maju dan mengangkat tangannya, menggenggam pergelangan tangan Su Xi-er. "Nona Xi-er, apabila Putri Pertama sudah melakukan sesuatu yang salah, Pangeran ini akan meminta maaf padamu." Ia mengerahkan cukup tenaga sehingga Su Xi-er tidak bisa terus memelintir pergelangan tangan Ning An Lian.

Tenaga seorang wanita tidak bisa dibandingkan dengan seorang pria, terutama ketika pria itu adalah seseorang yang telah berlatih selama bertahun-tahun di ketentaraan seperti Yun Ruo Feng.

Su Xi-er menatapnya dingin dan melepaskan Ning An Lian. Di waktu yang sama, ia mengibaskan tangan Yun Ruo Feng dengan kasar.

"Sejak kapan jadi giliran Pangeran Yun untuk mendisiplinkan dayang Pangeran ini?" Suara Pei Qian Hao terdengar sedingin es. Seiring dengan itu, sebatang sumpit kayu terbang di udara dengan kekuatan yang cukup besar.

Prang! Tiba-tiba saja, vas porselen putih di belakang Yun Ruo Feng jatuh ke lantai.

Bagi sebatang sumpit kayu, mengandung cukup tenaga untuk memecahkan vas porselen sebesar itu ....! Jejak ketakutan dapat terlihat di mata semua orang.

Pei Qian Hao berdiri dari kursinya dan berjalan maju selangkah demi selangkah. Ia mengangkat tangannya untuk memegang Su Xi-er, menariknya ke dalam pelukannya sementara ia menatap Yun Ruo Feng. "Bahkan, Pangeran ini saja tidak pernah memukulnya sebelumnya, tetapi Pangeran Yun sudah menyentuh dayangku. Beritahukan Pangeran ini, haruskah seseorang dianggap bertanggung jawab kali ini?"

(T/N : belum pernah mukul katanya, jadi yang kemaren itu tepuk-tepuk manja di bokong aja ya, hmm 🤭🤭)

Su Xi-er sedikit menggeliat dalam pelukannya, tetapi berhenti bergerak saat ia menengadahkan kepalanya dan melihat tatapan di matanya.

"Pangeran Hao, bagaimana Anda ingin seseorang bertanggung jawab?" Dengan adegan seperti ini, Perjamuan Malam Kapal Naga malam ini benar-benar sudah hancur.

Orang-orang yang duduk menonton pun paham bahwa Pangeran Hao dan Pangeran Yun akan mengurusi masalah pribadi, dan tidak akan pantas bagi mereka untuk duduk di sana dan menontonnya.

Pei Qian Hao melemparkan tatapan sedingin esnya ke seluruh ruangan dan membuat semua orang membeku.

Ning Lian Chen membuka mulutnya saat ini. "Perjamuan Malam Kapal Naga berakhir di sini malam ini. Mohon maaf pada semua orang." Setelah itu, ia menggesturkan pada semua orang untuk pergi.

0 comments:

Posting Komentar