Minggu, 22 Februari 2026

CTF - Chapter 254

Consort of A Thousand Faces

Chapter 254 : Apakah Manusia Punya Roh?


Ekspresi Yun Ruo Feng suram, dengan garis kekejaman berlarian di matanya. Ia menatap ke arah Qin Ling dan memerintahkan dengan tegas, "Geledah setiap jalanan di ibu kota Nan Zhao; jangan lupa untuk mencari pinggiran kota juga."

Ia terdiam sebelum menambahkan, "Berikan perhatian khusus pada jalan-jalan di sekitar Asosiasi Sastra."

Qin Ling tidak tahu apa misi Wei Mo Hai. Namun, ia bisa mengetahui kalau itu adalah sesuatu yang berbahaya hanya dengan fakta bahwa kuda perang orang itu kembali tanpa dirinya. Melihat ekspresi Pangeran Yun, Qin Ling yakin bahwa, apa pun yang tengah diselidiki oleh Komandan Wei pastinya serius.

Karena itu, Qin Ling segera membungkuk, "Bawahan ini akan segera mengumpulkan lebih banyak orang untuk mencari dengan teliti di setiap jalanan." Kemudian, ia naik ke atas kuda sebelum menyabetkan cemetinya, pergi terburu-buru.

Si kusir kereta menatap Yun Ruo Feng dengan hormat. "Pangeran Yun, apa kita akan kembali ke Kediaman Pangeran Yun?"

Yun Ruo Feng menautkan alisnya dan melambai pada si kusir. "Tidak, Pangeran ini akan memeriksa ini secara pribadi. Kau bisa membawa keretanya kembali ke Kediaman Pangeran Yun." Lalu, Yun Ruo Feng dengan gesit turun dari kereta kuda.

Wei Mo Hai adalah tangan kanannya, seseorang yang telah menjalankan perintah apa pun tanpa kegagalan selama bertahun-tahun ini. Mungkinkah telah terjadi sesuatu kali ini?

Wei Mo Hai bukan hanya bawahannya yang setia, tetapi merupakan saudara tersumpahnya juga. Pemikiran kalau sesuatu terjadi padanya, membuat Yun Ruo Feng menautkan alisnya, langkahnya jadi lebih cepat sewaktu ia menuju ke Asosiasi Sastra.

Tepat saat ia melewati gang lainnya, ia mendengar jeritan melengking dari seorang wanita. "Ada mayat di jalan!"

Yun Ruo Feng segera menelusuri sumber jeritan dan menemukan wanita itu. Mayat? Ia bertanya pada wanita itu, "Dimana mayatnya?"

Karena itu di tengah malam, wanita itu tidak bisa melihat wajah Yun Ruo Feng dengan jelas, dan menganggapnya sebagai warga biasa. Karena itu, ia hanya menunjuk ke arah jalan yang ada di belokan berikutnya. "Ada seorang pria kekar, mati tergeletak di jalan di depan."

Mendengarkan kata-katanya, Yun Ruo Feng segera ke sana, meninggalkan si wanita itu ketakutan. Aku tidak akan pernah meninggalkan rumahku di malam hari lagi.

Mempercepat langkahnya, Yun Ruo Feng dengan cepat sampai di jalan yang disebutkan oleh wanita itu. Dari posisinya di jalan masuk, ia bisa melihat samar-samar dari cahaya bulan, sosok manusia yang berbaring tak bergerak di tanah.

Mirip sekali dengan Wei Mo Hai.

Dengan alis yang mengerut begitu rapatnya, langkah Yun Ruo Feng yang tadinya cepat pun berangsur melambat seperti rangkakkan sewaktu ia berjalan mendekat. Ketika Yun Ruo Feng berada tiga langkah jauhnya dari sosok itu, matanya melebar, dadanya naik-turun, dan tangannya terkepal erat di bawah lengan jubahnya.

Wei Mo Hai. Sesuatu sungguh terjadi padanya. Tangannya terkulai tak berdaya di tanah, matanya tertutup, dan pedangnya terhunus di sisinya; jelas bahwa kematiannya tidak alami.

Tiba-tiba saja, Yun Ruo Feng bisa merasakan emosi yang melonjak dalam dirinya. Persaudaraan selama dua puluh tahun. Ia tidak punya saudara kandung ataupun kerabat, dan Wei Mo Hai adalah yang paling dekat dengannya dalam hal keluarga. Hanya setelah mengalami kesulitan di militer, barulah mereka berakhir dengan posisi mereka hari ini.

Tadinya, Yun Ruo Feng ingin menunggu hingga iklim politik Nan Zhao stabil sebelum mempromosikan Wei Mo Hai, mengizinkan orang itu membawakan kejayaan pada leluhurnya. Tetapi, Wei Mo Hai sudah mati sebelum itu dapat terjadi.

Tiba-tiba saja, suara ringkikan kuda datang dari jalan masuk gang. Qin Ling segera menarik tali kekangnya dan turun dari kudanya.

Ketika ia melihat Wei Mo Hai yang tak bergerak di tanah bersama dengan pedangnya, mata Qin Ling pun membelalak tak percaya. Komandan Wei benar-benar mati ....

Qin Ling memandang Pangeran Yun, tidak tahu apa yang harus dikatakan. Ia hanya bisa memerhatikan selagi Pangeran Yun berjalan ke arah Komandan Wei sebelum berjongkok dan memeriksa jenazahnya dengan cermat.

"Qin Lin, simpan pedang Komandan Wei." Suara Yun Ruo Feng lambat dan tenang.

Qin Ling membungkuk dan menerima perintah, memeriksa pedangnya dengan saksama sebelum menunjukkan, "Pangeran Yun, ada darah hitam di pedangnya."

Yun Ruo Feng berbalik dan melihat ke arah darah hitam di pedang itu sebelum memeriksa jenazah Wei Mo Hai lagi. Tidak ada luka pedang pada dirinya. Darah hitam itu pasti milik pembunuhnya!

Darah hitam berarti kalau pembunuhnya pasti sudah terkena racun. Wei Mo Hai sengaja melumuri racun mematikan di pedangnya sebelum menjalankan perintahku.

Orang yang membunuhnya adalah ... Su Xi-er? Yun Ruo Feng kaget, tubuhnya membeku. Sudah pasti Su Xi-er, atau setidaknya, seseorang yang berhubungan dengannya.

"Pastikan kau menjaga pedangnya," Yun Ruo Feng memerintahkan lagi sebelum ia memeriksa jenazah Wei Mo Hai secara detail. Tidak ada luka-luka pada dirinya. Apa yang menyebabkan kematiannya?

Seolah-olah dengan sihir, awan menyebar, dan bulan pun memperlihatkan wajahnya; cahayanya menyinari tempat kejadian pembunuhan.

Di bawah cahaya bulan, Yun Ruo Feng melihat tiga jarum perak di kepala Wei Mo Hai. Setiap jarum itu tertancap di satu dari tiga titik akupuntur mematikan manusia. Tancapkan satu, tidak sadar. Tancapkan dua, lumpuh. Tancapkan tiga, kematian.

Tatapan Yun Ruo Feng jatuh pada tiga jarum perak itu. Untuk sanggup mengenai tiga titik itu dengan seketika, pembunuhnya pasti sangat akrab dengan titik akupuntur di tubuh manusia, ditambah dengan sangat handal dalam melemparkan jarum. Kemampuan orang ini ....

Beberapa saat setelahnya, napas Yun Ruo Feng jadi mengeras selagi matanya menggelap. Jantungnya berdebar-debar dalam dadanya. Menggunakan jarum perak, itu mirip sekali dengan seseorang! Ning Ru Lan! Metode membunuhnya adalah mengincar titik akupuntur; setiap gerakannya, adalah gerakan yang mematikan.

Bagaimana bisa ada seseorang dengan metode membunuh yang sama? Itu .... Tanpa sadar, Yun Ruo Feng mengepalkan dan membuka kepalan tangannya, tatapan di matanya berubah-ubah.

Apakah roh Ning Ru Lan telah kembali? Tak diragukan lagi kalau ia membenciku saat aku membunuhnya dan Lü Liu. Ia mati penuh penderitaan, dan sudah datang mencariku untuk balas dendam ....

Qin Ling merasa hatinya jatuh saat ia melihat sisi Yun Ruo Feng yang ini. Aku sangat mengetahui persaudaraan di antara Pangeran Yun dan Komandan Wei. Pangeran Yun hanya seperti ini karena ia tidak bisa menerima kematian Komandan Wei.

"Pangeran Yun, turut berduka." Qin Ling menangkupkan kepalan tangannya dan berujar pelan.

"Katakan, bisakah arwah membunuh seseorang setelah mereka mati?" Yun Ruo Feng mendadak mengajukan pertanyaan ini. Senyum melintas di wajahnya, tetapi senyuman itu tidak lembut maupun kejam—itu dipenuhi dengan kesunyian yang suram.

Qin Ling tidak mengerti alasan di balik pertanyaan Pangeran Yun. Merenunginya sebentar, ia membalas, "Bawahan ini tidak memercayai hal gaib. Orang tidak bisa membunuh dari balik kuburan, sama seperti orang tidak dapat kembali dari kematian."

"Kembali dari kematian." Yun Ruo Feng menggumamkan di bawah napasnya, sebelum akhirnya berdiri. Kedengkian melintas di matanya sebelum sikap tenangnya kembali. "Sampaikan perintah Pangeran ini: tutup semua toko obat di ibu kota Nan Zhao. Matikan pegunungan di pinggiran ibu kota Nan Zhao dimana tanaman obat dikumpulkan dan jaga pegunungan dengan ketat. Perintah ini akan tetap ada sampai hari dimana pembunuh Komandan Wei tertangkap."

Kata-kata Yun Ruo Feng tegas. Kemudian, ia melihat ke jenazah Wei Mo Hai. "Bawa jenazah Komandan Wei kembali ke kampung halamannya dan makamkan dia. Adakan pemakaman yang terperinci untuknya, dan suruh wanita dari perjodohan pernikahan masa kecil Komandan Wei untuk datang menjaga makamnya selama sisa hidupnya."

Qin Ling tertegun. Ia merupakan seorang pengikut kepercayaan Wei Mo Hai, dan mengetahui soal perjodohan tersebut. Namun, ia juga mengetahui kalau wanita itu tidak menyukai Wei Mo Hai, dan sudah memutuskan pertunangan untuk menikahi orang lain.

Qin Ling mengira kalau Pangeran Yun tidak mengetahui tentang ini. "Pangeran Yun, wanita yang memiliki perjodohan dengan Komandan Wei jatuh hati pada seorang guru desa. Ia telah memutuskan pertunangan dengan Komandan Wei, dan menikah tahun lalu. Sekarang, karena ia pasti sudah melahirkan seorang anak, mana mungkin ia menjaga makam Komandan Wei?"

Yun Ruo Feng tanpa ekspresi. Dengan nada bicara yang acuh tak acuh, ia memerintahkan, "Bunuh suami dan anak wanita itu. Suruh dia menjaga makamnya selamanya. Jika ia mencoba bunuh diri, maka bunuh keluarga gadisnya secara diam-diam juga."

Qin Ling menahan napas. Komandan Wei sungguh menyukai wanita itu, dan sudah pasti tidak akan mengharapkan hal semacam itu terjadi. Namun, mustahil bagiku untuk menentang Pangeran Yun!

(T/N : Qin Ling, kayaknya kamu masih ada bibit baik, buruan udahan deh jadi anak buah Yun. Bisa ketiban sial -___-)

0 comments:

Posting Komentar