Selasa, 17 Februari 2026

CTF - Chapter 249

Consort of A Thousand Faces

Chapter 249 : Mengembalikan Kekuasaan


Ada banyak warga yang tercengang setelah mereka mendengarkan kata-kata Guan Xiang. Beberapa orang bahkan cukup berani untuk mengajukan pertanyaan, "Kalau tulisan tangan Guru Agung Liu bisa ditiru oleh seorang ahli, apa mungkin, bukti yang disediakan oleh Pangeran Yun juga adalah palsu?"

"Itu bisa saja terjadi. Guru Agung Liu bukanlah seseorang yang akan mengkhianati Nan Zhao."

Deru kerumunan makin menjadi-jadi, dan tempat kejadian itu jadi sulit diatur.

Ada kilat halus yang melintasi mata Yun Ruo Feng, alisnya mengerut sementara tangannya terkepal di dalam lengan bajunya. Orang di balik perang salib ini merencanakan sesuatunya dengan baik, dan memang adalah seorang ahli. Mereka bahkan sangat mengenalku hingga memprediksi setiap langkahku.

Saat ini, Ning Lian Chen mengangkat tangannya ke arah Kasim Fu. "Bawakan saputangan dari Guan Xiang kepada Kaisar ini. Aku bisa mengetahui apakah tulisan tangan tersebut mirip dengan tulisan tangan Guru Agung Liu."

Kasim Fu membungkuk hormat sebelum berbalik menatap Pangeran Yun. Meskipun ia melayani Yang Mulia, kesetiaannya terletak pada Pangeran Yun. Dengan situasi yang begini genting, aku harus memastikan pada Pangeran Yun sebelum bertindak.

Yun Ruo Feng mengangguk dan berpura-pura tenang. "Pergi dan ambilkan saputangan tersebut."

"Bawahan ini mengerti." Kasim Fu membungkuk dengan sopan sebelum bergegas, kembali segera setelahnya bersama dengan saputangan tersebut di tangannya.

Warna putih dan sulaman bunga merah muda di atas saputangan membuatnya jelas, bahwa itu adalah aksesoris perempuan. Tinta di atas saputangan itu baunya segar, mengindikasikan bahwa kata-kata yang ada di atasnya tidak mungkin dituliskan lebih dari empat jam yang lalu.

Ning Lian Chen menerima saputangan itu dan memeriksanya dengan cermat, bahkan ujung sapuan dari tulisan tersebut. Akhirnya, ia tersenyum. "Ini benar-benar terlihat seperti tulisan tangan Guru Agung Liu. Apabila Guru Agung Liu masih hidup, ia pasti akan menerima orang ini sebagai seorang murid dan mengajari mereka dengan teliti."

Chu Ling Long meneruskan setelah Ning Lian Chen. "Dilihat dari bentuk saputangannya, tampaknya, ahli ini adalah seorang wanita. Putra Mahkota ini terkesan, dengan begitu banyaknya orang-orang berbakat yang dimiliki oleh Nan Zhao."

"Putra Mahkota Chu, kau terlalu menyanjung kami. Dong Ling juga memiliki banyak sekali orang-orang berbakat." Ning Lian Chen tersenyum sebelum menyerahkan saputangan tersebut kepada Yun Ruo Feng. "Pangeran Yun, kau harus melihatnya. Kau boleh menyimpannya bila kau suka. Karena Guru Agung Liu sudah tidak lagi bersama kita, itu cukup memiliki nilai koleksi."

Kata-katanya tampak santai, tetapi sesungguhnya mengejek Yun Ruo Feng. Mari kita lihat, siapa yang tidak tahu kalau kau hanya sedang memfitnah Guru Agung Liu!

Tidak lama sebelum Guan Xiang bersuara keras lagi. "Pangeran Yun membunuh Guru Agung Liu, dan kini juga mencoba untuk memfitnah nama baiknya. Ini benar-benar sangat mengecewakan kami, para sastrawan. Pangeran Yun, mohon berikan kami sebuah penjelasan dan kembalikan kekuasaan pada Yang Mulia!"

Suaranya menggema. Sisa sastrawan lainnya pun mengikuti, berseru dengan nyaring. "Kembalikan kekuasaan pada Yang Mulia!"

Para pejabat dari kerajaan lain, semuanya menatap Yun Ruo Feng untuk memeriksa ekspresinya. Pei Qian Hao sendiri tenang sembari ia terus melihatnya. Sudah pasti akan terjadi banyak kekacauan dalam makhamah Nan Zhao.

Yun Ruo Feng tahu bahwa situasi menentang dirinya, tetapi ia tidak bisa membiarkan emosinya terlihat. Semua orang sedang menantikan jawabanku. Apa pun yang akan kukatakan berikutnya bukanlah sesuatu yang kuinginkan, tetapi aku tidak punya pilihan.

Itu adalah pertama kalinya ia merasa bahwa situasinya tanpa harapan, diluar kendalinya.

Di sudut mulut Yun Ruo Feng terdapat sejejak senyuman lembut. Ia mengangkat tangan dan menepuk pundak Ning Lian Chen. "Pangeran ini tidak menyelidiki dengan benar perihal surat bertulisan darah tersebut, menghentikanku dari berpikir bahwa surat itu bisa saja dipalsukan oleh seseorang yang ingin memfitnah Guru Agung Liu. Pangeran ini akan menyelidiki masalah ini dengan saksama dan memberikan penjelasan lengkap pada para sastrawan. Sementara itu, Yang Mulia sudah enam belas tahun, dan sudah waktunya bagi Anda untuk mengurusi laporan-laporan mahkamah. Pangeran ini akui, kalau aku terlalu banyak mengawasi Anda dan aku harus merenungkannya; namun, aku tidak bisa memberikan Anda seluruh mahkamah karena Anda masih belum dewasa."

Kemudian, Yun Ruo Feng berbalik dan menghadap ke arah kerumunan di pinggiran sungai, dengan lantang menyatakan, "Ada enam kementerian yang diatur oleh Pangeran ini. Kini, Pangeran ini akan membiarkan Yang Mulia mengatur Kementerian Pendapatan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Ritus."

Namun, Su Xi-er tahu bahwa dalam enam kementerian, Kementerian Perang, Kementerian Kehakiman, dan Kementerian Personalia adalah yang paling penting. Akan tetapi, karena sekarang Lian Chen dapat mengatur tiga kementerian, ia memiliki lebih banyak kekuasaan daripada sebelumnya.

Guan Xiang menyembah. "Asosiasi Sastra mengikuti Guru Agung Liu; karena ia sudah tiada, Yang Mulia akan menjadi penerusnya. Mulai dari sekarang. Asosiasi Sastra bersedia mengikuti instruksi Yang Mulia."

Setelah mendengarkan kata-kata Guan Xiang, jantung Yun Ruo Feng pun tenggelam dengan kuatnya. Asosiasi Sastra mewakili para pelajar Nan Zhao. Dulu, kebanyakan pelajar yang mengikuti Ujian Kekaisaran berasal dari Asosiasi Sastra. Kalau begini kasusnya, Kementerian Personalia akan sulit untuk dikendalikan di masa yang akan datang.

Ning Lian Chen adalah yang paling bahagia. Ia tahu kalau ini semua direncanakan oleh Kakak Perempuannya. Kakak Perempuan telah mengembalikan beberapa kekuasaan padaku. Aku masih harus menemukan sebuah cara untuk mengambil kembali sisanya sendiri!

"Guan Xiang, bangunlah. Kaisar ini juga merupakan murid Guru Agung Liu, dan akan mengikuti ajarannya. Aku pasti tidak akan mengecewakan rakyat Nan Zhao!" Ning Lian Chen berhenti dan melirik Yun Ruo Feng. Kemudian, ia berujar lantang pada para warga yang ada di pinggiran sungai. "Kami akan mengurangi pajak. Kaisar ini akan memikirkan mengenai rinciannya malam ini dan membuat pengumuman publiknya besok."

Semua warga sipil pun bersorak kala mereka mendengar pengumuman ini. Semua sastrawan juga mengangguk dan memuji Ning Lian Chen karena menjadi seorang kaisar yang baik.

Sudut mulut Su Xi-er sedikit terangkat. Mengurangi pajak akan membatasi jumlah pendanaan yang dapat diterima oleh Kementerian Perang. Meskipun jika keenam kementerian terpisah, mereka masih bisa saling memengaruhi satu sama lain dengan tindakan mereka dan saling mengimbangi.

Barangkali, Yun Ruo Feng tidak menyangka kalau Ning Lian Chen akan mengurangi pajak sebegitu cepatnya ketika ia memutuskan untuk menyerahkan Kementerian Pendapatan padanya.

Dengan semua warga dan pejabat penting dari kerajaan lain di sekitar, Yun Ruo Feng tidak bisa mengungkapkan keputusasaan dalam dadanya. Ia dipaksa untuk mempertahankan senyuman palsu di wajahnya. "Kami akan mengikuti perintah Yang Mulia. Namun, jika Yang Mulia kebingungan tentang apa pun setelah menerima ketiga kementerian, Anda harus bertanya pada Pangeran ini."

Ning Lian Chen mengangkat tangannya dan menepuk-nepuk bahu Yun Ruo Feng sebagaimana layaknya seorang Kaisar akan memperlakukan pejabatnya dengan sopan. "Jangan cemas Pangeran Yun, Kaisar ini akan mengatur mereka dengan baik. Aku tidak akan mengecewakan kebaikanmu. Komandan Wei masih harus menyelidiki kasus kedua Nona Wei, dan kau harus menyelidiki kematian Guru Agung Liu. Pangeran Yun, terima kasih atas kerja kerasmu!"

Makna tersembunyi dalam kata-kata Ning Lian Chen hanya bisa dimengerti oleh Yun Ruo Feng, tetapi meskipun orang itu merasa tidak senang, tidak ada yang dapat diperbuatnya.

Pei Qian Hao mendadak berkomentar, "Pangeran ini iri pada Pangeran Yun. Suatu hal yang menyenangkan untuk membantu seorang kaisar yang cakap."

Yun Ruo Feng tahu kalau ia sedang dihina, sehingga ia tersenyum dan membalas, "Pangeran Hao, meskipun Kaisar Bei Min masih muda, waktu akan berlalu sangat cepat. Di saat itu, kau tidak perlu iri pada Pangeran ini."

"Itu benar. Saat itu, Pangeran ini akan dengan senang hati untuk bersantai." Di saat ini, Pei Qian Hao melihat sosok bergaun cyan itu. Sekarang aku tahu kenapa Su Xi-er bersembunyi dariku. Sebagai dayangku, ia bersembunyi di dalam kerumunan warga untuk mencela Pangeran Yun. Jika Pangeran Yun mengetahui soal ini, ia akan berpikir kalau Bei Min sedang ikut campur dalam urusan Nan Zhao.

Ning Lian Chen tertawa dengan cerahnya. "Guan Xiang, tolong, cepatlah bangun. Hari ini merupakan hari terakhir perjamuan kerajaan, sehingga kau harus membawa semua sastrawan ke Restoran Tepi Sungai Air Caltrop. Rumah Tangga Kekaisaran Ning yang akan membayarkan semua makanan dan minuman kalian."

Guan Xiang menyembah untuk menyampaikan rasa hormatnya. "Terima kasih banyak Yang Mulia!" Ia memberi sinyal pada sisa sastrawan ketika ia bangkit berdiri sebelum rombongan itu mulai menuju ke arah restoran.

Ning Lian Chen mengangkat tangannya. "Mulai penabuhan genderangnya!"

Kelompok penabuh mematuhi titah dan mulai menabuh genderang secara ritmis.

Kilat cerah melintas di mata Su Xi-er. Ia memandangi Ning Lian Chen, yang tengah berdiri di Kapal Naga dan kebetulan juga sedang melihat ke arahnya. Su Xi-er balas mengangguk padanya ketika Lian Chen tersenyum padanya, kemudian perlahan-lahan meninggalkan kerumunan.

Ketika Su Xi-er meninggalkan kerumunan, Pei Qian Hao melihat sisi samping wajahnya. Su Xi-er yang kukenal sangat berbeda dari yang kulihat sekarang. Tampaknya, ia baik-baik saja tanpa diriku.

Suara penabuhan genderang jadi semakin keras, menciptakan kegembiraan di antara para warga sipil yang pada akhirnya membuat mereka mulai bertepuk tangan dan bersorak.

Yun Ruo Feng berdiri di Kapal Naga dengan hati yang berat sejak awal hingga akhir.

0 comments:

Posting Komentar