Kamis, 05 Februari 2026

CTF - Chapter 224

Consort of A Thousand Faces

Chapter 224 : Mirip Seperti Lan (Anggrek)


Su Xi-er tahu kalau Pei Qian Hao akan menolaknya saat ia melihat kilat dingin di matanya, tetapi ia masih ingin tetap tinggal.

Oleh sebab itu, ia menarik lengan jubah Pei Qian Hao seperti seekor burung yang penurut. "Pangeran Hao, hamba ingin melihat-lihat Taman Pemandangan Rumah Tangga Kekaisaran Nan Zhao."

"Bei Min juga memiliki sebuah Taman Pemandangan Rumah Tangga Kekaisaran. Kenapa kau harus melihat-lihat punya Nan Zhao?" Pei Qian Hao mengabaikan tangan Su Xi-er yang sedang menarik-narik lengan jubahnya. Ini pertama kalinya ia menarik-narik lengan jubahku, dan itu demi si Kaisar kecil Nan Zhao.

Su Xi-er mengangguk. "Jarang sekali bagi hamba untuk bisa datang kemari, jadi aku takut kalau aku tidak akan bisa melihatnya lagi di masa yang akan datang."

Saat Ning Lian Chen mendengar kata-kata 'aku takut aku tidak akan bisa melihatnya lagi di masa yang akan datang', ia merasakan sakit yang tidak terjelaskan di dalam hatinya, mendorongnya untuk berkata, "Taman pemandangan setiap kerajaan memiliki karakteristik uniknya masing-masing. Pangeran Hao, karena ini adalah pertama kalinya kau datang ke Nan Zhao, bagaimana kalau Kaisar ini sendiri yang memandu kalian semua untuk mengagumi pemandangan?"

'Kalian semua' darinya dimaksudkan pada Pei Qian Hao dan Su Xi-er.

Pei Qian Hao melirik dingin pada Ning Lian Chen. Meski jika kami akan melihat-lihat, aku tidak mau Kaisar kecil Nan Zhao ini membuntuti di belakang kami. Akan baik-baik saja dengan hanya Su Xi-er dan diriku, tetapi Kaisar kecil ini, dengan begitu tidak bijaknya, berada di tengah-tengah kami.

Yun Ruo Feng mampu merasakan ketidaksenangan Pei Qian Hao dari tatapan di matanya. Tetapi, aku masih tidak bisa membaca pikirannya. Mereka terkubur sedalam jurang.

Melihat kalau Pei Qian Hao baru saja akan mengatakan sesuatu, Su Xi-er menarik lengan jubahnya lagi. "Pangeran Hao, kalau begitu, seperti itu saja. Akan tidak sopan bagi kita untuk menolaknya saat Kaisar Nan Zhao sedang begitu sopannya."

Siapa bilang itu akan tidak sopan? Tatapan Pei Qian Hao berubah dingin, tetapi ia pun goyah saat ia menyadari harapan di relung mata Su Xi-er. Dengan hati-hati ia meneliti Ning Lian Chen. Baiklah, tinggal dan ikut saja kalau kau mau. Saat kami mengagumi pemandangan nanti, Kaisar kecil Nan Zhao tidak akan bisa melakukan apa-apa dengan adanya diriku.

"Kalau begitu, kami akan mengikuti keinginan Anda. Namun ...." Pei Qian Hao terkekeh dan mencondongkan diri dekat ke Su Xi-er, berbisik padanya, "Malam ini, Pangeran ini ingin dibayarkan dengan bonusnya."

Demi bisa bersama Ning Lian Chen lebih lama, Su Xi-er bersedia untuk menyetujui apa saja. "Baiklah, selama Anda tidak melakukan apa pun yang kelewatan."

Itu adalah batasan bawahnya. Paling-paling, ia hanya bisa menerima dipeluk oleh seorang pria selagi tidur.

Ning Lian Chen tidak mengetahui apa yang keduanya bicarakan, tetapi ketika ia melihat Pei Qian Hao mengangguk, binar kegembiraan bersinar dari matanya. Ia langsung mengulurkan tangannya dan memberi gestur sopan menuju ke arah Taman Pemandangan Rumah Tangga Kekaisaran.

Pei Qian Hao meliriknya sebelum berjalan menuruni panggung pengamatan.

Melihat kalau pertunjukan di atas panggung sudah selesai, para tamu dari kerajaan lain juga mulai berdiri dan turun ke bawah dari panggung pengamatan. Karena acara berikutnya adalah melihat-lihat Taman Rumah Tangga Kekaisaran, sudah pasti mereka mengikuti di belakang Ning Lian Chen dan Pei Qian Hao yang baru saja pergi. Yun Ruo Feng mengernyit sewaktu ia memerhatikan Ning Lian Chen yang tidak memedulikan kemuliaan seorang kaisar dan mengikuti di belakang Pei Qian Hao.

Ekspresi Hua Zi Rong tampak kosong sementara ia mengamati adegan ini, tetapi ketika ia melihat sosok berbaju merah Su Xi-er, ekspresi di matanya langsung berubah. Wanita ini sangat berbakat, dan pesonanya mirip dengan Putri Pertama Kekaisaran yang terdahulu.

Chu Ling Long menatap Yun Ruo Feng dan tersenyum. "Pangeran Yun, apakah kau tidak akan mengatakan apa-apa? Yang Mulia masih belum cukup umur dan masih naif, sementara Pangeran Hao ganas dan punya caranya sendiri dalam berurusan dengan orang dan masalah. Apakah kau tidak takut kalau akan terjadi sesuatu yang salah?"

"Biarpun Yang Mulia masih belum cukup umur, ia jelas mengenai apa yang harus diperbuat, jadi tidak perlu bagi Pangeran ini untuk merecokinya. Apalagi, dikekang untuk waktu yang lama, bukanlah sebuah hal yang bagus. Ada kalanya saat kita harus mengendurkan tali kekangnya." Suara Yun Ruo Feng terdengar tidak terganggu. Apabila Ning Ru Lan mengendurkan tali kekangnya padaku, dan tidak menjatuhkan semua opiniku kapan pun kami sedang merencanakan peristiwa besar ....

Akankah jadinya sampai begini di antara kami? Namun, aku tidak boleh berkutat dengan masa lalu, dan sebaliknya, harus mengalihkan perhatianku pada masa depan dan impian yang besar!

***

Taman Pemandangan Rumah Tangga Kekaisaran berada di sebelah Sungai Air Caltrop, membuat rombongan Su Xi-er tiba di sana dalam waktu lima belas menit tanpa kereta kuda.

Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari ketiga orang itu yang berbicara. Sementara Ning Lian Chen berjalan di belakang, tatapannya terus terpaku pada punggung Su Xi-er. Angkuh dan penyendiri, Tarian Jing Hong, Tarian Menekuk Ranting ....

Kakak Perempuan, apakah ini kau? Mungkinkah kau hidup kembali? Jika aku bertanya padamu apakah kau memiliki seorang adik lelaki yang bernama Lian Chen, apakah kau akan ragu? Atau apakah kau hanya akan mengabaikanku?

Mana mungkin ada orang yang hidup kembali? Bahkan di dalam pertunjukan drama, mereka tidak akan berakting sesuatu seperti kebangkitan kembali.

Benak Su Xi-er berada dalam kekacauan yang mirip sementara ia terus-terusan diserang oleh keinginan untuk berbalik. Meski, dengan Pei Qian Hao yang terus saja memancarakan aura dingin di sebelahnya, itu mustahil.

Akan tetapi, ia benar-benar ingin berjalan bersama-sama dengan Ning Lian Chen dan berbicara dengannya. Tetapi, aku tidak akan memberitahukan secara langsung padanya bahwa aku adalah Ning Ru Lan.

Reinkarnasi akan menjadi kabar yang mengejutkan bagi semua orang.

Ning Lian Chen terus mengikuti di belakang, akhirnya menginjakkan kakinya di depan mereka saat mereka sudah akan sampai di Taman Pemandangan Rumah Tangga Kekaisaran. Ia kini bisa melihat Su Xi-er dengan jelas. "Taman Pemandangan Rumah Tangga Kekaisaran ada di depan. Di kejauhan, ada puncak gunung, sementara wilayah yang mengelilinginya adalah hutan yang luas. Di sebelah kiri ada Hutan Biru Gelap, sementara di sebelah kanan ada Hutan Bambu. Di depan kita ada lautan bunga dengan beragam warna."

Su Xi-er tersenyum. "Hanya deskripsinya saja terdengar indah; aku tidak sabar untuk masuk ke dalam dan melihat-lihat."

Ia datang ke Taman Pemandangan Rumah Tangga Kekaisaran sekali setiap tahunnya, dan sangat akrab dengan pemandangan di dalamnya. Namun, hanya memikirkan bisa menikmati pemandangan bersama Lian Chen membuatnya gembira sekali.

'Kalian tidak akan mengetahui apa yang kalian miliki sampai itu menghilang'. Aku sudah pernah mati satu kali. Sekarang, karena aku lahir kembali, aku merasa bahkan lebih dekat lagi dengan satu-satunya keluarga yang kumiliki di depan mataku.

Namun, Pei Qian Hao menjadi sangat kesal sewaktu ia menyadari betapa akrabnya mereka berdua.

"Ayo." Pei Qian Hao menarik tangan Su Xi-er dan membawanya masuk ke dalam taman, meninggalkan Ning Lian Chen.

Saat ini, Pei Qian Hao benar-benar memperlakukan Ning Lian Chen sebagai seorang musuh dan tidak mengizinkannya untuk berdekatan dengan Su Xi-er.

Ning Lian Chen mempercepat langkahnya demi berusaha menyusul. Ia sedang memikirkan cara untuk memisahkan Pangeran Hao dan bertanya pada Su Xi-er bagaimana ia mengetahui caranya menampilkan Tarian Menekuk Ranting.

Atmosfernya sangat aneh sementara ketiganya terus berjalan maju ke depan. Su Xi-er bukannya datang kemari untuk mengagumi pemandangan, melainkan, untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama Ning Lian Chen. Namun, dengan adanya Pei Qian Hao di antara mereka, ia bahkan tidak bisa melirik ke arah Lian Chen, apalagi berbicara dengannya.

Karenanya, Su Xi-er juga sedang memikirkan bagaimana caranya mengalihkan Pei Qian Hao pergi.

Jika Pei Qian Hao mengetahui apa yang mereka berdua pikirkan, ekspresinya pasti akan menggelap.

"Pangeran Hao, setelah mengagumi lautan bunga di depan, mari melihat Hutan Biru Gelap dan Hutan Bambu. Kita akan sampai di lautan bunga-bunga Ling Rui setelah maju beberapa langkah lagi ke depan."

Pei Qian Hao tidak memberinya muka, dan langsung membalas dingin, "Pangeran ini sudah melihat lautan bunga Ling Rui tepat di Provinsi Bulan. Su Xi-er, aku benar kan?"

Su Xi-er mengangguk. "Bunga Ling Rui sangat indah."

Sebuah ide timbul di mata Ning Lian Chen. "Nona Xi-er, seberapa indahnya mereka?"

Dalam sekejap, ekspresi di mata Su Xi-er berubah. Ini adalah ... kode rahasia.

Saat mereka masih kecil, ia dan Lian Chen akan bermain petak-umpet. Ia akan bersembunyi di dalam semak-semak bunga Ling Rui, membuat Lian Chen tidak dapat menemukan dirinya. Saat akhirnya ia muncul, Lian Chen akan menangis sambil memeluknya. Setelah itu, ia akan mengelus kepala Lian Chen dan memberitahunya, "Di masa yang akan datang, jika kau tidak bisa menemukan Kakak Perempuanmu ini, cukup ajukan pertanyaan ini: 'Seberapa indahnya bunga Ling Rui?' Selama kau menanyakannya, Kakak Perempuanmu akan muncul dan menjawab padamu dengan tiga kata—'mirip seperti Lan (anggrek)."

Mirip seperti Lan. Artinya bahwa bunga Ling Rui dan Ning Ru Lan sama cantiknya.

Su Xi-er gembira tetapi ia mengendalikan emosinya dengan sangat baik. Mungkin, Lian Chen hanya mengatakan itu sambil lalu.

Tetapi ... aku ingin mencobanya. Oleh sebab itu, ia menjawab lembut, "Mirip seperti Lan."

(T/N : terhuraaaaa huwee akhirnya T_T)

0 comments:

Posting Komentar