Kamis, 05 Februari 2026

CTF - Chapter 229

Consort of A Thousand Faces

Chapter 229 : Penggoda, Jalang


Pei Ya Ran sedang beristirahat di atas dipan empuk dengan mata terpejam. Saat ia mendengar kabar ini, matanya terbuka, manik matanya jadi setingkat lebih gelap.

"Darimana datangnya kabar ini?"

Si dayang istana menjawab gugup seraya berlutut. "Kabar ini datang dari Nan Zhao. Banyak orang yang mengatakan ...."

"Apa yang mereka katakan?" Suara Pei Ya Ran tenang, dan wajahnya tanpa ekspresi. Tetapi, kilat jahat di matanya, menakutkan.

"Mereka mengatakan bahwa Pangeran Hao mungkin akan kembali bersama dengan seorang gadis cantik yang tak tertandingi kali ini. Mereka bahkan sampai mengatakan bahwa ia akan membiarkan wanita itu masuk ...." Dayang itu merinding sebelum akhirnya ia mendapatkan keberanian untuk meneruskan di bawah tatapan membunuh Pei Ya Ran. "... masuk ke Kediaman Pangeran Hao."

Pelototan ganas muncul di mata Pei Ya Ran. Ia memainkan kuku jarinya yang berwarna merah muda dan melepaskan kikikan. "Kediaman Pangeran Hao .... Si gadis cantik yang katanya tiada tara ini memang tidak sederhana. Setiap wanita yang pernah dikumpulkan Pangeran Hao ada di Istana Kecantikan. Wanita ini tidak akan bisa masuk ke dalam Kediaman Pangeran Hao, meski jika ...."

Tiba-tiba saja, ekspresinya berubah. Meski jika Pei Qian Hao sungguh ingin membawa penggoda itu ke Kediaman Pangeran Hao, itu harus melangkahi mayatku dulu! Aku tidak percaya kalau ia akan setidak berperasaan itu sampai mengabaikanku jika aku mengancamnya dengan nyawaku!

Saat itu, seorang pengawal masuk ke aula dan membungkuk dengan hormat. "Melapor pada Ibu Suri, Istana Kecantikan dijaga dengan ketat oleh para pengawal dari Kediaman Pangeran Hao, menghentikan siapa pun yang masuk. Bawahan ini sudah mencoba untuk masuk beberapa kali, tetapi setiap kali selalu dihentikan. Kasim Sun bahkan mengeluarkan kata-kata berat, mengatakan bahwa Yang Mulia telah mengirimkan Su Xi-er ke Istana Kecantikan. Sekarang, karena Yang Mulia ingin mengirimkannya kembali ke istana kekaisaran, itu harus disetujui oleh Pangeran Hao."

Pei Ya Ran menggebrakkan telapak tangan kanannya ke pegangan kursi. "Lancang! Kasim Sun hanya seorang budak hina; berani sekali ia tidak mendengarkan kata-kata Ibu Suri ini!"

Tiba-tiba saja, Pei Ya Ran terdiam lagi. Su Xi-er adalah benda dari masa lalu, dan sekarang, Pei Qian Hao memiliki wanita genit dan memikat di sisinya. Namun, aku hanya perlu mengatur agar wanita penggoda itu dan Su Xi-er bertemu, untuk menangani situasi ini. Sekalinya ia melihat bagaimana Su Xi-er diabaikan, wanita itu secara otomatis akan meninggalkan Pangeran Hao tanpa perlu diriku melakukan apa pun.

Ia merasa tenang saat memikirkan itu, melambaikan tangan untuk memberi sinyal pada pengawal. "Perintahkan Dapur Kekaisaran untuk membawakan beberapa kudapan ke Istana Kecantikan untuk Su Xi-er cicipi. Biarkan ia mengetahui kalau ia adalah orang yang menyedihkan. Juga, biarkan ia mengetahui bahwa Pangeran Hao sedang menikmati hidup yang santai dan ceria di Nan Zhao dengan seorang wanita cantik dan menawan di sampingnya."

(T/N : mau ketawain Pei Ya Ran, kok iya jadi agak kasian. Lah, wong, Su Xi-er sama si penggoda itu cewe yang sama =___=)'

Pengawal itu kaget. Aku tidak mengira kalau Ibu Suri akan mengetahuinya secepat itu. Bahkan, aku saja baru mendengarnya saat aku ada di luar istana.

"Kenapa kau masih di sini? Pergi," Pei Ya Ran memerintahkan dingin.

Pengawal itu menerima perintahnya dan pergi. Dayang istana yang ada di dalam aula merasa merinding saat mereka melihat senyum di wajah Pei Ya Ran. Senyuman Ibu Suri terlalu mengerikan!

Kilat jahat muncul di mata Pei Ya Ran sebelum ia segera bangkit dari dipan empuk, menunjuk seorang dayang yang berdiri di samping, "Siapkan merpati pos istana. Ibu Suri ini akan menuliskan surat sendiri pada Pangeran Hao."

Aku tidak mau Pei Qian Hao menetap di Nan Zhao terlalu lama, dan harus membuatnya kembali sesegera mungkin. Sementara untuk wanita di sampingnya, aku harus melihatnya baik-baik lebih dulu. Mula-mula, aku tidak akan menangani wanita itu secara terbuka, tetapi sebaliknya, menggunakan Su Xi-er untuk mencoba membuat si wanita penggoda itu tahu tempatnya dan pergi.

Kalau wanita penggoda itu tidak mau pergi, maka tidak boleh menyalahkan diriku! Aku tidak percaya bahwa ikatan selama tiga belas tahun di antara Pei Qian Hao dan diriku tidak dapat dibandingkan dengan wanita itu! Pikiran Pei Ya Ran terus berlanjut dengan kecepatan yang sangat tinggi. Pertama kalinya kami bertemu, usiaku lima tahun, dan ia dua belas tahun. Pei Ya Ran selalu merasa ia tampan, dan perlahan-lahan jatuh hati padanya setelah mengenalnya.

Akan tetapi, takdir mempermainkan orang. Aku masuk ke istana kekaisaran dan menikahi Kaisar tua. Kini, usiaku baru delapan belas tahun, tetapi aku harus menanggung kesepian di harem kekaisaran ini seorang diri.

Ada guratan kesedihan dalam tatapan Pei Ya Ran sebelum ia dengan cepat menenangkan dirinya, buru-buru ke kamar dalam sebelum duduk di depan meja menulis. Kemudian, ia cepat-cepat menuliskan surat dan menggulungnya, menyerahkannya pada seorang dayang istana di samping. "Segera kirimkan suratnya dengan merpati pos kepada Pangeran Hao."

Dayang istana itu dengan cepat mengambil surat dari tangannya, membungkuk, dan menerima perintah sebelum keluar dari aula dengan terburu-buru.

Pei Ya Ran menyipitkan matanya. Pei Qian Hao, aku melarangmu tetap tinggal di Nan Zhao untuk waktu yang lama. Jika kau menyisihkan sedikit saja pertimbangan untuk diriku, kau tidak akan membawa wanita penggoda itu kembali.

Ada banyak sekali wanita cantik di dunia ini, dan aku bisa berpura-pura tidak memedulikan dirimu yang membawa masuk tujuh puluh dua wanita cantik dan membangun Istana Kecantikan. Tetapi sekarang, aku tidak tahan lagi.

Aku harus membuat rencana untuk masa depan, tidak menanti kehancuranku dan menoleransi kesepian di dalam harem kekaisaran.

Pei Ya Ran baru saja menetapkan pikirannya saat dayang lainnya memasuki aula. Ia membungkuk dan menyapa Pei Ya Ran sebelum bicara lebih banyak. "Yang Mulia, Nyonya Keluarga Pei ada di sini."

Ibu di sini. Terakhir kali ia datang kemari, ia menyuruhku tepat di wajahku, agar membiarkan Pei An Ru masuk ke istana. Aku tidak memanggil Ibu setelah itu saking kesalnya diriku.

Tetapi, sekarang ia datang menemuiku atas kemauannya sendiri lagi. Untuk apa?

Aura dingin memancar dari Pei Ya Ran. Semua rasa kasih sayang keluarga yang sebelumnya ia miliki, sudah hilang darinya semenjak ia masuk ke istana kekaisaran. Kediaman Pei tidak bisa membantunya, dan hanya akan berkunjung ketika mereka membutuhkan bantuannya untuk sesuatu.

"Ibu Suri, Nyonya Keluarga Pei sedang menunggu di luar Istana Kedamaian Penuh Kasih. Apa Anda ingin memanggilnya?" Suara dayang istana itu terdengar lagi, seberkas teror tertanam di matanya. Terakhir kali Nyonya Keluarga Pei masuk istana, Ibu Suri memiliki ekspresi buruk yang sama seperti dirinya sekarang.

"Ibu kandung Ibu Suri ini sudah datang, mana mungkin aku tidak menemuinya? Bawa ia masuk." Pei Ya Ran menggesturkan dan mendudukkan dirinya di kursi utama. Ia mengambil cangkir teh yang ada di samping ke bibirnya dan pelan-pelan menyesapnya.

Nyonya Keluarga Pei, Lu Ning Xiang, memasuki aula utama Istana Kedamaian Penuh Kasih. Melihat putrinya memasang ekspresi yang serius, ia segera membungkuk dan menyapa, "Istri pejabat ini memberi salam pada Ibu Suri."

Pei Ya Ran menurunkan cangkir tehnya dan memerintahkan dayang istana yang ada di samping untuk menyiapkan tempat duduk. "Nyonya Keluarga Pei, jarang sekali bagimu untuk meminta bertemu dengan Ibu Suri ini atas keinginanmu sendiri. Bagaimana bisa kau berdiri di sana? Duduklah."

Dayang istana itu mengerti dan segera membawakan sebuah kursi ke sana, meletakkan bantal empuk di atasnya.

Wajah Lu Ning Xiang jadi serius, melirik ke arah dayang-dayang istana di sekeliling mereka.

"Mundurlah. Pastikan untuk menutup pintu istana." Pei Ya Ran memerintahkan dengan sebuah gestur.

Segera saja, semua dayang istana membungkuk dan mundur, menutup pintu-pintu istana dengan rapat di belakang mereka.

Lu Ning Xiang segera berlutut. "Istri Pejabat ini punya sebuah permintaan."

Melihat ibunya berlutut, Pei Ya Ran hanya bisa merasakan sakit di dalam hatinya. Tetapi, apa yang membuatnya lebih sakit hati adalah fakta bahwa ibunya hanya datang untuk mengunjunginya demi meminta sesuatu lagi!

"Ibu Suri, masalah ini adalah hubungannya dengan Kediaman Pei. Yang Mulia harus membantu kami. Cabang samping Keluarga Pei ...."

Sebelum Lu Ning Xiang bisa melengkapi kalimatnya, ia disela oleh Pei Ya Ran, "Seorang putri yang telah menikah, mirip dengan air yang tumpah. Semenjak Ibu Suri ini menikahi mendiang Kaisar, aku sudah tidak lagi ada hubungannya dengan Kediaman Pei."

Lu Ning Xiang tercengang dan langsung menjawab, "Mana mungkin tidak ada hubungannya? Darah Keluarga Peilah yang mengalir di dalam tubuhmu! Saudara sepupu tertuamu, Pei Yong dari Kediaman Pei, ditangkap oleh Wu Ling untuk alasan yang tidak diketahui. Investigasi menyeluruh sedang dilancarkan padanya. Apabila kau tidak bersedia menolong, hanya kematian yang menanti Pei Yong!"

"Akan lebih baik kalau ia mati. Tidak ada yang menyuruhnya untuk melakukan hal-hal tidak bermoral seperti itu. Jangan kira kalau Ibu Suri ini sudah melupakan bahwa, belum lama ini, kau sudah memintaku untuk membawa putri Pei Yong, Pei An Ru, masuk ke dalam istana kekaisaran. Bagi seorang gadis belia di usia ketiga belas, masuk ke dalam istana kekaisaran, apa kau pikir kalau Ibu Suri ini tidak tahu tentang rencanamu?" Pei Ya Ran semakin terganggu selagi ia berbicara, aura dingin pun menyembur keluar.

Aku menikahi Kaisar Tua saat aku berusia lima belas tahun, membawaku ke situasiku sekarang. Aku sepenuhnya yakin kalau Keluarga Pei hanya mau aku mengatur pertemuan di antara Pei An Ru dan Pei Qian Hao. Namun, apa hak yang dimiliki An Ru, menapaki tangga yang terbuat dari darah, keringat, dan air mataku?

0 comments:

Posting Komentar