Kamis, 05 Februari 2026

CTF - Chapter 225

Consort of A Thousand Faces

Chapter 225 : Mengenali Satu Sama Lain


Tiga kata lembut dari mulut Su Xi-er menghantam ke dalam hati Ning Lian Chen dengan berat seperti sebuah gunung. Matanya dipenuhi ketidakpercayaan. Ia tidak mengharapkan banyak saat mengajukan pertanyaan itu karena ia takut bahwa semakin tinggi pengharapan, semakin besar pula kekecewaannya ...Tetapi, siapa yang menyangka bahwa ia akan menjawabku dengan 'mirip seperti Lan'?!

Hanya Kakak Perempuan yang akan menjawabku seperti ini. Ia sudah pasti adalah Kakak Perempuan! Tadi malam, Tarian Jing Hong, pagi ini Tarian Menekuk Ranting di atas panggung yang mengambang, dan kata-kata 'mirip seperti Lan'; semua ini memberikan kesan bahwa ia tak lain tak bukan adalah Kakak Perempuan!

Takut kalau ia akan lepas kendali, Ning Lian Chen berusaha menekan segala emosi yang memancar keluar, berupaya keras menenangkan dirinya sendiri. Aku tidak menduga bahwa Kakak Perempuan bisa hidup kembali. Aku tidak memercayai hal gaib, tetapi Kakak Perempuanku sedang berdiri tepat di hadapanku! Meskipun kini ia memiliki penampilan yang berbeda, jiwa yang ada di dalamnya masih sama.

Pei Qian Hao agak mengerutkan kening. Ia menatap tampang tenang Su Xi-er sebelum mengalihkan pandangannya pada Ning Lian Chen. Ada apa dengan Kaisar Kecil Nan Zhao? Kenapa ia mendadak begitu gelisah?

Ia bertanya, "Yang Mulia, mengapa Anda tampak sangat gelisah? Pangeran Yun akan menceramahimu lagi jika ia melihatmu dalam keadaan seperti ini."

Mendengarkan kata-kata 'Pangeran Yun', Ning Lian Chen tersenyum. "Kaisar ini bahagia. Tidak, bukan hanya bahagia, aku sangat amat bahagia, begitu bahagianya sampai-sampai aku tidak bisa menggambarkannya dengan kata-kata." Ia sepenuhnya mengekspresikan perasaan suka citanya. Aku ingin membiarkan Kakak Perempuan mengetahui bahwa aku sudah mengenalinya! Meskipun tampak tidak bisa dipercaya, aku tidak tahan untuk terpikirkan lagi saat pertama kali aku bertemu Kakak Perempuan di Istana Yun; ia bertanya padaku, "Apakah Anda percaya pada jiwa yang bereinkarnasi ke dalam tubuh orang lain?"

Waktu itu, ia merasa aneh karena gadis itu mengajukan pertanyaan semacam itu. Meski kini, ia mengerti kenapa. Kakak Perempuan ingin aku mengenalinya sejak awal kami bertemu.

Kegembiraan Su Xi-er juga tidak bisa ungkapkan oleh kata-kata, tetapi ia berhasil mengendalikan perasaannya dengan baik, mencegah Pei Qian Hao memergoki mereka. Tetap saja, atmosfernya jadi aneh, saat tatapan Pei Qian Hao terus bergantian di antara Su Xi-er dan Ning Lian Chen.

Semakin ia melihatnya, semakin ia merasa kalau ada sesuatu yang tidak beres. Akhirnya, ia menarik Su Xi-er ke belakangnya dan berkata, "Yang Mulia, Anda bisa kembali sekarang. Pangeran ini bisa berjalan-jalan di sekitar hanya bersama dengan dayangku."

Ning Lian Chen langsung melambaikan tangannya. "Mana mungkin itu bisa diterima? Kaisar ini sudah mengatakan bahwa aku sendiri yang akan membawa kalian semua untuk berjalan-jalan. Aku serius dengan apa yang kuucapkan. Bukankah aku benar, Nona Xi-er?"

Ia langsung melewati Pei Qian Hao dan menanyai Su Xi-er, berniat berbicara pada Kakak Perempuannya. Tidak ada yang bisa memahami perasaan dari mendapatkan sesuatu yang tadinya dikira sudah hilang.

"Terdengar logis." Su Xi-er dengan sengaja mengabaikan Pei Qian Hao selagi ia berbicara, sebelum kemudian bertatap muka dengannya secara langsung. "Pangeran Hao, Kaisar Nan Zhao begitu sopan. Anda tidak akan memandang muka Nan Zhao apabila Anda menolaknya. Anda sedang berada di Nan Zhao saat ini, bukan di Bei Min."

"Apakah Pangeran ini butuh kau untuk mengingatkanku?" Pangeran Hao merespons dingin sebelum menggandeng tangan Su Xi-er sementara ia berjalan maju ke depan.

"Pangeran ini akan membawamu melihat lautan bunga Ling Rui."

Melihat Su Xi-er dibawa pergi oleh Pei Qian Hao, Ning Lian Chen segera mengikuti. Itu adalah Kakak Perempuanku, tetapi aku sudah pasti tidak boleh mengekspos identitasnya di depan orang lain.

Segera setelah kucing keluar dari karung, konsekuensinya bisa menjadi tidak terbayangkan. Bahkan mereka yang tidak mengenal Kakak Perempuan akan menganggapnya sebagai siluman jika mereka mengetahui tentang reinkarnasinya, apalagi Yun Ruo Feng.

Pei Qian Hao berjalan dengan sangat cepat, berencana untuk menyingkirkan Ning Lian Chen sesegera mungkin. Akan tetapi, ketika ia sampai di lautan bunga Ling Rui bersama Su Xi-er, Ning Lian Chen masih mengikuti tepat di belakang.

Dengan tidak sopannya, ia mengomentari Su Xi-er, "Kaisar kecil Nan Zhao sepertinya mengejarmu dengan ketat. Mengapa kau begitu memesona hingga dengan mudahnya menarik perhatian begitu banyak pria?"

Su Xi-er menatapnya, mengetahui kalau pria itu sudah salah paham tentang hubungan di antara Ning Lian Chen dan dirinya. Namun, ia juga tidak boleh membiarkan pria itu mengetahui apakah hubungan mereka yang sebenarnya. Alhasil, ia hanya bisa membalasnya lirih. "Hamba tidak tahu mengapa Kaisar Nan Zhao seperti itu. Namun, karena ia adalah Kaisar, hamba berharap agar Anda tidak terlalu dingin, Pangeran Hao."

"Biar Pangeran ini tanyakan padamu, apa artinya 'mirip seperti Lan'? Sama seperti bunga Anggrek?" Pei Qian Hao memandanginya. Tidak mungkin artinya adalah 'sama seperti bunga Anggrek'. Mana mungkin bunga Ling Rui mirip dengan bunga Anggrek?

(T/N : Lan yang dibicarakan Pangeran Hao, Lan yang berarti bunga anggrek.)

Su Xi-er terpikirkan sebuah ide. "Hamba tidak mengatakan 'mirip seperti anggrek', tetapi 'mirip seperti biru'."

(T/N : Anggrek dan biru, pelafalannya sama-sama lan dan terdengar sama dalam bahasa Mandarin.)

"Bunga Ling Rui jelas-jelas berwarna kuning. Mana mungkin jadi biru?"

Tawa Su Xi-er bisa terdengar segera setelahnya. "Pangeran Hao, Anda benar-benar bodoh. Itu disebut dengan lautan bunga Ling Rui. Apa warna lautan?"

Lautan berwarna biru, dan pemandangan bunga Ling Rui tampak agung, sama seperti lautan.

Di saat Pei Qian Hao sudah berhasil menerkanya, Ning Lian Chen sudah berjalan ke sebelah Su Xi-er. "Nona Xi-er, bukan hanya bunga Ling Rui yang tampak cantik, serbuk sari mereka bahkan bisa digunakan untuk membekukan pendarahan. Mereka hanya bisa ditanam di Nan Zhao. Karena jarang-jarag bagimu untuk berkunjung ke Nan Zhao, kau harus melihat bunga Ling Rui ini baik-baik."

Pangeran Hao berbicara sebelum Su Xi-er. "Anda begitu yakin kalau hanya Nan Zhao yang bisa membiakkan Ling Rui?"

"Sudah bertahun-tahun, tetapi, kerajaan mana yang berhasil mentransplantasi mereka? Kaisar ini sangat percaya diri mengenai poin ini." Ning Lian Chen membalas dengan tenang. Niatnya bukanlah untuk memamerkan bunga Ling Rui, tetapi untuk memberitahu Kakak Perempuannya, "Jangan pergi terlalu cepat dengan Pangeran Hao."

Ia yakin kalau Kakak Perempuannya akan memahami kata-katanya.

Secara alami, Su Xi-er paham makna lain di dalam kata-kata Ning Lian Chen. "Pangeran Hao, bunga Ling Rui memang indah. Sementara apakah mereka bisa ditransplantasikan ke kerajaan lain, kita masih harus melihat bagaimana itu jadinya di masa mendatang."

Ia tahu bahwa bunga Ling Rui sudah berhasil ditanam di Kediaman Shui di Bei Min oleh ibu Shui Ying Lian, tetapi orang itu sudah meninggal dunia.

Pei Qian Hao menatap tidak senang pada Ning Lian Chen, sementara orang itu juga memikirkan hal yang mirip, tentang bagaimana caranya lepas dari Prince Regent Bei Min. Ia ingin berbincang baik-baik dengan Kakak Perempuannya, tanpa harus berbicara dengan kode.

"Pangeran Hao, apakah Anda sungguh berencana mengutus orang untuk menggiling serbuk sari Ling Rui?" Su Xi-er menatap Pei Qian Hao.

"Pangeran ini serius dengan yang kukatakan. Para penanam bunga sudah menggiling mereka. Di saat kita kembali ke Bei Min, prosesnya akan selesai." Namun, ia masih meninggalkan satu hal, berniat untuk mengumpulkan semua tukang kebun di Bei Min untuk memikirkan rencana mentransplantasikan Ling Rui dengan sukses.

"Yang Mulia, lebih baik jika Anda menikmati pemandangan indah ini sendirian." Pei Qian Hao mengulurkan tangannya untuk menarik Su Xi-er.

Namun, ia tidak berhasil kali ini. Su Xi-er berjongkok, berpura-pura mengagumi dan menghirup aroma bunga Ling Rui demi menghindari genggamannya.

Ning Lian Chen mengambil kesempatan untuk berjongkok dan berlari cepat ke sisinya, memanggil lirih, "Nona Xi-er." Biarpun ia memanggil 'Nona Xi-er' secara lantang, ia sedang memanggil 'Kakak Perempuan' di dalam hatinya.

Su Xi-er membalas dengan 'mmm' untuk mengakuinya, menyebabkan hati Ning Lian Chen meledak penuh suka cita. Ia mengakuiku! Akhirnya, aku berbicara dengan Kakak Perempuan!

Orang yang merasa paling jengkel adalah Pei Qian Hao. Ia mengulurkan tangannya untuk menarik Su Xi-er bangun. "Pangeran ini merasa kalau lautan bunga ini biasa saja. Ayo, kembali."

Ning Lian Chen segera mengusulkan, "Masih ada lautan bunga di depan. Pergi begitu cepat ...."

Su Xi-er menginterupsinya. "Yang Mulia, apa yang Pangeran Hao maksud adalah karena lautan bunganya tidak indah, sebaliknya, ia ingin pergi ke hutan bambu."

Pei Qian Hao sedikit mengerutkan alisnya. Tepat saat ia akan mengatakan sesuatu, Kasim Fu bergegas datang. "Yang Mulia, Pangeran Yun menginstruksikan agar pelayan ini memanggil Anda ke sana."

"Kaisar ini tidak pergi. Pemandangan di sini indah."

Kasim Fu terhimpit posisi yang sulit saat ia melirik Ning Lian Chen. Kemudian, ia membungkuk pada Pei Qian Hao. "Pangeran Hao, Pangeran Yun telah mengundang Anda ke sana. Apabila Anda lelah, Anda bisa pergi ke Kapal Naga untuk beristirahat; Anda juga bisa menunggu di sana untuk perjamuan malam dimulai, tanpa harus kembali ke rumah pos." 

0 comments:

Posting Komentar