Consort of A Thousand Faces
Chapter 235 : Pertikaian
Para
tamu dari kerajaan lain segera mengerti bahwa mereka masih diberikan rasa
hormat, mendorong mereka untuk berdiri dari tempat duduk mereka dan keluar dari
aula utama, dan kembali ke kapal mereka masing-masing.
Setelah
semuanya keluar, aula utama sunyi senyap. Melihat itu, bahkan Wei Mo Hai hanya
bisa berdiri dengan hormat di samping, Wei Guang bahkan tidak berani menarik
napas dalam-dalam sambil menyaksikan adegan di hadapannya.
Yun
Ruo Feng menatap Su Xi-er, orang itu didekap di dalam pelukan Pei Qian Hao
tanpa adanya pergerakan. Di dunia ini, hanya Pangeran Hao yang akan
memeluk seorang wanita dalam pelukannya tanpa memedulikan situasinya.
Senyuman
samar muncul di wajah Yun Ruo Feng meskipun dengan jejak sindiran.
"Rumor mengenai Pangeran Hao yang mencintai wanita cantik, ternyata memang
benar." Kemudian, ia berpaling melihat Su Xi-er dengan tatapan ambigu.
Su
Xi-er meletakkan kedua tangannya di dada Pei Qian Hao dan mendorongnya,
menegakkan dirinya sebelum menatap Yun Ruo Feng. "Bagaimana Pangeran Hao
bersikap adalah urusannya, dan tidak ada hubungannya dengan Anda, Pangeran Yun.
Yang lebih penting, bagaimana Anda berencana menangani Putri Pertama Kekaisaran
yang sudah memfitnahku dalam kasus pembunuhan Nona-Nona Wei?"
Pei
Qian Hao mengalihkan tatapannya pada Ning An Lian setelah mendengar ucapan Su
Xi-er, menimpalinya, "Apabila Putri Pertama, kalau kau ingin melakukan
investigasi mendalam pada kasus ini, Pangeran ini tidak keberatan untuk bekerja
sama. Namun, lebih baik kau sudah memikirkan tentang konsekuensi dari memfitnah
dayang Pangeran ini jika kau keliru?"
Pelototan
membekukannya membuat Ning An Lian merasa tidak nyaman, menyebabkannya membuka
bibirnya dan mendengus, mencoba menenangkan dirinya sendiri. "Putri ini
tidak pernah sembarangan memfitnah seseorang. Kalau Putri ini bilang itu dia,
sudah pasti dia!"
Pergelangan
kaki Ning An Lian masih sakit, dan ketika Su Xi-er maju selangkah ke depan,
secara tak sadar, ia mundur. Ketika ia menyadari apa yang diperbuatnya sendiri,
ekspresi Ning An Lian jadi lebih buruk. Aku adalah Putri Pertama
Kekaisaran suatu kerajaan; bagaimana bisa aku takut pada seorang dayang biasa?
"Putri
Pertama pastinya benar-benar memiliki mata dan penilaian yang tajam. Jika apa
yang Anda katakan itu benar, maka semestinya tidak ada kesalahan hukuman di Nan
Zhao." Menghentikan langkahnya, Su Xi-er melafalkan setiap katanya dengan
yakin.
Jantung
Ning An Lian berdebar-debar. Su Xi-er jelas sekali sedang tersenyum,
tetapi mengapa aku hanya merasakan dingin dari matanya? Perasaan pahit dan
membekukan ini, semuanya terlalu familier.
Bahkan
ada sesaat ketika Ning An Lian ingin memanggil Su Xi-er sebagai Ning Ru Lan ....
Yun
Ruo Feng dapat melihat kalau ada sesuatu yang salah pada Ning An Lian dan
menyatakan dengan gesit, "Apabila kau bukanlah pembunuhnya, Putri Pertama
akan memperpanjang permintaan maaf resminya."
"Pangeran
Yun, Anda memang suka sekali bergurau. Memfitnahku sebagai pembunuh, bukanlah
sesuatu yang dapat diselesaikan hanya dengan sebuah permintaan maaf. Ia harus
dihukum." Senyuman Su Xi-er tetap terpajang di wajahnya sepanjang waktu,
tetapi tidak ada yang akan salah mendengarkan, nada bicara sombong yang
digunakannya saat berbicara.
Keangkuhan
semacam ini tidak segaris dengan jati dirinya, mengundang kecurigaan orang
lain.
Takut
kalau Yun Ruo Feng akan menyatukan keduanya,
Ning Lian Chen langsung turun tangan. "Memfitnah seseorang adalah
kejahatan besar, dan dapat menghancurkan reputasi si korban dengan parah.
Selain dari permintaan maaf secara resmi, Putri Pertama Kekaisaran harus
menerima hukuman."
"Yang
Mulia bijaksana. Putri Pertama, apa Anda berani bertaruh denganku?" Su
Xi-er memandang ke arah Ning An Lian yang terdiam. Aku sangat
mengetahui kepribadiannya—sangat kejam ketika ia unggul, tetapi, ketika ia
jatuh ke dalam posisi yang pasif, ia seperti seekor burung unta dengan kepala
yang terkubur di dalam pasir. Itu, tentu saja, kecuali kalau garis batasan
bawahnya ditantang.
Tatapan
Ning An Lian berkedip sementara ia melihat Su Xi-er. "Taruhan apa?"
Pei
Qian Hao mendengus, "Dari apa yang Pangeran ini lihat, Putri Pertama
Kekaiasaran sepertinya kurang percaya diri. Setelah menuduh dayang Pangeran ini
dengan tak lebih dari spekulasi dan tebak-tebakan, kau jadi pengecut setelah
perjanjian resmi harus ditetapkan sebelum melakukan sebuah penyelidikan."
Pei
Qian Hao menoleh, menatap Wei Guang, "Tuan Tanah Wei, Pangeran ini paham
bahwa kau sangat sedih atas kematian
putri-putrimu, tetapi, apakah kau tidak takut kalau putri-putrimu tidak akan
bisa menyeberang dalam damai dan bereinkarnasi, jika kau menuduh orang yang
tidak bersalah?"
Wei
Guang kaget dan tercengang untuk berkata-kata, jantungnya berdebar-debar dengan
kencang di dadanya. Pada akhirnya, ia jatuh ke tanah dan menyembah secara
serentak. "Orang desa ini hanya ingin menemukan pembunuh yang sebenarnya.
Pangeran Hao, orang desa ini penakut, mohon jangan menakutiku."
"Penakut?
Pangeran ini tidak bisa melihat adanya rasa takut, melainkan keberanian darimu
malam ini. Di perjamuan kerajaan Nan Zhao, kau ikut serta untuk mengacau di
acara sepenting ini, Tuan Tanah Wei." Penghinaan Pei Qian Hao untuknya,
terbukti dalam nada bicaranya.
Alis
Yun Ruo Feng mengerut; ia hampir tidak bisa mempertahankan senyuman di
wajahnya.
Ning
An Lian menyadari ekspresi Yun Ruo Feng dan segera menjadi agak
ketakutan. Apakah Feng membenciku sekarang? Bukannya membawakannya
kejayaan, aku malah membawakannya aib.
Aku
tidak melakukan apa pun yang salah.
Aku hanya tidak menyukai Su Xi-er, dan tidak ingin melihatnya memakai hiasan
rambut beruntai itu dengan ekspresi arogannya. Aku ingin Su Xi-er berada di
bawah telapak kakiku, sama seperti Ning Ru Lan, dan setelahnya mencambukinya
hingga kulit dan dagingnya koyak!
Aku
tidak salah, tidak! Mengapa Feng marah?!
Tepat
saat Ning An Lian larut dalam guncangan emosionalnya, Su Xi-er berujar secara
perlahan, "Putri Pertama, tidak masalah Anda
menyetujuinya atau tidak. Demi investigasi, kesepakatan ini akan dibuat. Kalau
aku memang adalah pembunuhnya, Anda boleh menanganiku sesuka hati Anda. Kalau
bukan, Putri Pertama, Anda harus menjaga Makam Kekaisaran selama tiga
tahun."
Ning
An Lian merasa sia-sia, dan apabila ia dikirimkan ke Makam Kekaisaran, ia tidak
lagi bisa menikmati benda-benda materi. Ia juga menyukai Yun Ruo Feng, tetapi
dengan kecintaan orang itu pada kekuasaan, mana mungkin baginya untuk mengikuti
dirinya ke Makam Kekaisaran?
Mendengarkan
kata-kata Su Xi-er, Ning An Lian segera menggelengkan kepalanya. "Tidak.
Bahkan meski jika kau bukanlah pembunuhnya, Putri ini tidak akan pergi ke Makam
Kekaisaran." Apalagi selama tiga tahun!
"Bagus,
Kaisar ini berpikir kalau kesepakatan ini cukup adil. Jika Nona Xi-er bukanlah
pembunuhnya ...."
Ning Lian Chen menjeda dan menatap Ning An Lian sebelum ia melanjutkan,
"Kakak Perempuan, kau akan pergi ke Makam Kekaisaran dan menjaganya selama
tiga tahun, bagaimana? Kaisar ini tahu kalau kau tidak pernah pergi ke Makam
Kekaisaran. Beberapa tahun yang lalu, saat para keturunan kekaisaran pergi ke
Makam Kekaisaran untuk menyampaikan rasa hormat mereka, kau bahkan sampai
mengamuk saat Ayahanda Kaisar tidak mengizinkanmu untuk pergi."
Ning
An Lian mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Ini berbeda dengan perjalanan
ke Makam Kekaisaran beberapa tahun yang lalu. Beberapa tahun yang lalu, pergi
ke Makam Kekaisaran merupakan suatu simbol dari posisi seseorang. Dari semua
putri yang ada waktu itu, hanya Ning Ru Lan, satu-satunya yang diizinkan untuk
pergi!
Tetapi
kini, menjaga Makam Kekaisaran hanyalah pelembut kata dari ditahan; dan di
tempat sedingin dan terpencil itu pula!
"Tidak,
Putri ini tidak mau! Kalau Su Xi-er bukan pembunuhnya, Putri ini tidak akan
melangkahkan kaki keluar dari istana peristirahatanku selama tiga bulan!"
Ning
An Lian berkata pada dirinya sendiri. Ditahan di istana
peristirahatanku selama tiga bulan adalah hukuman paling berat yang dapat
kuterima.
Su
Xi-er menggelengkan kepalanya, "Aku menempatkan nyawaku sebagai
taruhannya. Aku akan membayar kejahatan itu dengan nyawaku apabila
penyelidikannya menunjukkan kalau aku adalah pembunuhnya, tetapi Anda hanya
akan dikurung selama tiga bulan? Pangeran Hao, tidakkah menurut Anda, hukuman
ini terlalu ringan?"
Mana
mungkin Pei Qian Hao tidak menyadari tujuan Su Xi-er? Akan tetapi, ia juga
tidak suka dengan Ning An Lian yang agresif, dan mengizinkan Su Xi-er untuk
bertingkah sesukanya kali ini.
Oleh
sebab itu, Pei Qian Hao berbalik untuk menatap Yun Ruo Feng, "Pangeran
Yun, dayang Pangeran ini mempertaruhkan nyawaya demi ini. Sebagai gantinya,
Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao harus menjaga Makam Kekaisaran selama tiga
tahun. Bagaimana kedengarannya?"
Mata
lembut Yun Ruo Feng bertatapan dengan mata membekukan Pei Qian Hao. Pertikaian
ini sudah melampaui dua orang wanita, dan telah meluas menjadi pertarungan di
antara kedua Prince Regent. Barangkali, ini bahkan merupakan sebuah
kompetisi di antara kedua kerajaan.
Tidak
peduli betapa enggannya Ning An Lian, panah telah terpasang dan harus
ditembakkan. Ia tidak lagi memiliki hak istimewa untuk memilih jalannya saat
menghadapi perselisihan semacam itu.
Yun
Ruo Feng merenung sedikit sebelum ia mengangguk. "Pangeran ini tidak akan
menentang apa yang diusulkan Nona Xi-er."
Mendengar
kata-kata Yun Ruo Feng, hati Ning Lian Chen sedikit tergerak. Ning An
Lian, kali ini, kau benar-benar hancur. Kaisar ini akan melihat, bagaimana kau
mengatasi tiga tahun di Makam Kekaisaran yang sepi itu. Meski jika kau berhasil
melalui tiga tahun itu, Kaisar ini akan memastikan kalau kau tidak akan pernah
kembali.
Wajah
Ning An Lian memucat. Jika pembunuhnya bukan Su Xi-er, aku sungguh
harus pergi ke Makam Kekaisaran selama tiga tahun?
Tidak,
aku tidak mau! Tetapi,
tepat saat ia baru saja akan bicara, ia menangkap tatapan Yun Ruo Feng, dan
jantungnya membeku.
Selama
bertahun-tahun, ia pikir kalau tatapan Yun Ruo Feng hanya terisi dengan
kelembutan. Untuk pertama kalinya, ia sungguh melihat sejejak kekejaman di
dalam matanya.
(T/N
: emang lemot ya, uda dari dulu-dulu si Yun kejamnnya mah. =_=)

0 comments:
Posting Komentar