Kamis, 05 Februari 2026

CTF - Chapter 235

Consort of A Thousand Faces

Chapter 235 : Pertikaian


Para tamu dari kerajaan lain segera mengerti bahwa mereka masih diberikan rasa hormat, mendorong mereka untuk berdiri dari tempat duduk mereka dan keluar dari aula utama, dan kembali ke kapal mereka masing-masing.

Setelah semuanya keluar, aula utama sunyi senyap. Melihat itu, bahkan Wei Mo Hai hanya bisa berdiri dengan hormat di samping, Wei Guang bahkan tidak berani menarik napas dalam-dalam sambil menyaksikan adegan di hadapannya.

Yun Ruo Feng menatap Su Xi-er, orang itu didekap di dalam pelukan Pei Qian Hao tanpa adanya pergerakan. Di dunia ini, hanya Pangeran Hao yang akan memeluk seorang wanita dalam pelukannya tanpa memedulikan situasinya.

Senyuman samar muncul di wajah Yun Ruo Feng meskipun dengan jejak sindiran. "Rumor mengenai Pangeran Hao yang mencintai wanita cantik, ternyata memang benar." Kemudian, ia berpaling melihat Su Xi-er dengan tatapan ambigu.

Su Xi-er meletakkan kedua tangannya di dada Pei Qian Hao dan mendorongnya, menegakkan dirinya sebelum menatap Yun Ruo Feng. "Bagaimana Pangeran Hao bersikap adalah urusannya, dan tidak ada hubungannya dengan Anda, Pangeran Yun. Yang lebih penting, bagaimana Anda berencana menangani Putri Pertama Kekaisaran yang sudah memfitnahku dalam kasus pembunuhan Nona-Nona Wei?"

Pei Qian Hao mengalihkan tatapannya pada Ning An Lian setelah mendengar ucapan Su Xi-er, menimpalinya, "Apabila Putri Pertama, kalau kau ingin melakukan investigasi mendalam pada kasus ini, Pangeran ini tidak keberatan untuk bekerja sama. Namun, lebih baik kau sudah memikirkan tentang konsekuensi dari memfitnah dayang Pangeran ini jika kau keliru?"

Pelototan membekukannya membuat Ning An Lian merasa tidak nyaman, menyebabkannya membuka bibirnya dan mendengus, mencoba menenangkan dirinya sendiri. "Putri ini tidak pernah sembarangan memfitnah seseorang. Kalau Putri ini bilang itu dia, sudah pasti dia!"

Pergelangan kaki Ning An Lian masih sakit, dan ketika Su Xi-er maju selangkah ke depan, secara tak sadar, ia mundur. Ketika ia menyadari apa yang diperbuatnya sendiri, ekspresi Ning An Lian jadi lebih buruk. Aku adalah Putri Pertama Kekaisaran suatu kerajaan; bagaimana bisa aku takut pada seorang dayang biasa?

"Putri Pertama pastinya benar-benar memiliki mata dan penilaian yang tajam. Jika apa yang Anda katakan itu benar, maka semestinya tidak ada kesalahan hukuman di Nan Zhao." Menghentikan langkahnya, Su Xi-er melafalkan setiap katanya dengan yakin.

Jantung Ning An Lian berdebar-debar. Su Xi-er jelas sekali sedang tersenyum, tetapi mengapa aku hanya merasakan dingin dari matanya? Perasaan pahit dan membekukan ini, semuanya terlalu familier.

Bahkan ada sesaat ketika Ning An Lian ingin memanggil Su Xi-er sebagai Ning Ru Lan ....

Yun Ruo Feng dapat melihat kalau ada sesuatu yang salah pada Ning An Lian dan menyatakan dengan gesit, "Apabila kau bukanlah pembunuhnya, Putri Pertama akan memperpanjang permintaan maaf resminya."

"Pangeran Yun, Anda memang suka sekali bergurau. Memfitnahku sebagai pembunuh, bukanlah sesuatu yang dapat diselesaikan hanya dengan sebuah permintaan maaf. Ia harus dihukum." Senyuman Su Xi-er tetap terpajang di wajahnya sepanjang waktu, tetapi tidak ada yang akan salah mendengarkan, nada bicara sombong yang digunakannya saat berbicara.

Keangkuhan semacam ini tidak segaris dengan jati dirinya, mengundang kecurigaan orang lain.

Takut kalau Yun Ruo Feng akan menyatukan keduanya, Ning Lian Chen langsung turun tangan. "Memfitnah seseorang adalah kejahatan besar, dan dapat menghancurkan reputasi si korban dengan parah. Selain dari permintaan maaf secara resmi, Putri Pertama Kekaisaran harus menerima hukuman."

"Yang Mulia bijaksana. Putri Pertama, apa Anda berani bertaruh denganku?" Su Xi-er memandang ke arah Ning An Lian yang terdiam. Aku sangat mengetahui kepribadiannya—sangat kejam ketika ia unggul, tetapi, ketika ia jatuh ke dalam posisi yang pasif, ia seperti seekor burung unta dengan kepala yang terkubur di dalam pasir. Itu, tentu saja, kecuali kalau garis batasan bawahnya ditantang.

Tatapan Ning An Lian berkedip sementara ia melihat Su Xi-er. "Taruhan apa?"

Pei Qian Hao mendengus, "Dari apa yang Pangeran ini lihat, Putri Pertama Kekaiasaran sepertinya kurang percaya diri. Setelah menuduh dayang Pangeran ini dengan tak lebih dari spekulasi dan tebak-tebakan, kau jadi pengecut setelah perjanjian resmi harus ditetapkan sebelum melakukan sebuah penyelidikan."

Pei Qian Hao menoleh, menatap Wei Guang, "Tuan Tanah Wei, Pangeran ini paham bahwa kau sangat sedih atas kematian putri-putrimu, tetapi, apakah kau tidak takut kalau putri-putrimu tidak akan bisa menyeberang dalam damai dan bereinkarnasi, jika kau menuduh orang yang tidak bersalah?"

Wei Guang kaget dan tercengang untuk berkata-kata, jantungnya berdebar-debar dengan kencang di dadanya. Pada akhirnya, ia jatuh ke tanah dan menyembah secara serentak. "Orang desa ini hanya ingin menemukan pembunuh yang sebenarnya. Pangeran Hao, orang desa ini penakut, mohon jangan menakutiku."

"Penakut? Pangeran ini tidak bisa melihat adanya rasa takut, melainkan keberanian darimu malam ini. Di perjamuan kerajaan Nan Zhao, kau ikut serta untuk mengacau di acara sepenting ini, Tuan Tanah Wei." Penghinaan Pei Qian Hao untuknya, terbukti dalam nada bicaranya.

Alis Yun Ruo Feng mengerut; ia hampir tidak bisa mempertahankan senyuman di wajahnya.

Ning An Lian menyadari ekspresi Yun Ruo Feng dan segera menjadi agak ketakutan. Apakah Feng membenciku sekarang? Bukannya membawakannya kejayaan, aku malah membawakannya aib.

Aku tidak melakukan apa pun yang salah. Aku hanya tidak menyukai Su Xi-er, dan tidak ingin melihatnya memakai hiasan rambut beruntai itu dengan ekspresi arogannya. Aku ingin Su Xi-er berada di bawah telapak kakiku, sama seperti Ning Ru Lan, dan setelahnya mencambukinya hingga kulit dan dagingnya koyak!

Aku tidak salah, tidak! Mengapa Feng marah?!

Tepat saat Ning An Lian larut dalam guncangan emosionalnya, Su Xi-er berujar secara perlahan, "Putri Pertama, tidak masalah Anda menyetujuinya atau tidak. Demi investigasi, kesepakatan ini akan dibuat. Kalau aku memang adalah pembunuhnya, Anda boleh menanganiku sesuka hati Anda. Kalau bukan, Putri Pertama, Anda harus menjaga Makam Kekaisaran selama tiga tahun."

Ning An Lian merasa sia-sia, dan apabila ia dikirimkan ke Makam Kekaisaran, ia tidak lagi bisa menikmati benda-benda materi. Ia juga menyukai Yun Ruo Feng, tetapi dengan kecintaan orang itu pada kekuasaan, mana mungkin baginya untuk mengikuti dirinya ke Makam Kekaisaran?

Mendengarkan kata-kata Su Xi-er, Ning An Lian segera menggelengkan kepalanya. "Tidak. Bahkan meski jika kau bukanlah pembunuhnya, Putri ini tidak akan pergi ke Makam Kekaisaran." Apalagi selama tiga tahun!

"Bagus, Kaisar ini berpikir kalau kesepakatan ini cukup adil. Jika Nona Xi-er bukanlah pembunuhnya ...." Ning Lian Chen menjeda dan menatap Ning An Lian sebelum ia melanjutkan, "Kakak Perempuan, kau akan pergi ke Makam Kekaisaran dan menjaganya selama tiga tahun, bagaimana? Kaisar ini tahu kalau kau tidak pernah pergi ke Makam Kekaisaran. Beberapa tahun yang lalu, saat para keturunan kekaisaran pergi ke Makam Kekaisaran untuk menyampaikan rasa hormat mereka, kau bahkan sampai mengamuk saat Ayahanda Kaisar tidak mengizinkanmu untuk pergi."

Ning An Lian mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Ini berbeda dengan perjalanan ke Makam Kekaisaran beberapa tahun yang lalu. Beberapa tahun yang lalu, pergi ke Makam Kekaisaran merupakan suatu simbol dari posisi seseorang. Dari semua putri yang ada waktu itu, hanya Ning Ru Lan, satu-satunya yang diizinkan untuk pergi!

Tetapi kini, menjaga Makam Kekaisaran hanyalah pelembut kata dari ditahan; dan di tempat sedingin dan terpencil itu pula!

"Tidak, Putri ini tidak mau! Kalau Su Xi-er bukan pembunuhnya, Putri ini tidak akan melangkahkan kaki keluar dari istana peristirahatanku selama tiga bulan!"

Ning An Lian berkata pada dirinya sendiri. Ditahan di istana peristirahatanku selama tiga bulan adalah hukuman paling berat yang dapat kuterima.

Su Xi-er menggelengkan kepalanya, "Aku menempatkan nyawaku sebagai taruhannya. Aku akan membayar kejahatan itu dengan nyawaku apabila penyelidikannya menunjukkan kalau aku adalah pembunuhnya, tetapi Anda hanya akan dikurung selama tiga bulan? Pangeran Hao, tidakkah menurut Anda, hukuman ini terlalu ringan?"

Mana mungkin Pei Qian Hao tidak menyadari tujuan Su Xi-er? Akan tetapi, ia juga tidak suka dengan Ning An Lian yang agresif, dan mengizinkan Su Xi-er untuk bertingkah sesukanya kali ini. 

Oleh sebab itu, Pei Qian Hao berbalik untuk menatap Yun Ruo Feng, "Pangeran Yun, dayang Pangeran ini mempertaruhkan nyawaya demi ini. Sebagai gantinya, Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao harus menjaga Makam Kekaisaran selama tiga tahun. Bagaimana kedengarannya?"

Mata lembut Yun Ruo Feng bertatapan dengan mata membekukan Pei Qian Hao. Pertikaian ini sudah melampaui dua orang wanita, dan telah meluas menjadi pertarungan di antara kedua Prince Regent. Barangkali, ini bahkan merupakan sebuah kompetisi di antara kedua kerajaan.

Tidak peduli betapa enggannya Ning An Lian, panah telah terpasang dan harus ditembakkan. Ia tidak lagi memiliki hak istimewa untuk memilih jalannya saat menghadapi perselisihan semacam itu.

Yun Ruo Feng merenung sedikit sebelum ia mengangguk. "Pangeran ini tidak akan menentang apa yang diusulkan Nona Xi-er."

Mendengar kata-kata Yun Ruo Feng, hati Ning Lian Chen sedikit tergerak. Ning An Lian, kali ini, kau benar-benar hancur. Kaisar ini akan melihat, bagaimana kau mengatasi tiga tahun di Makam Kekaisaran yang sepi itu. Meski jika kau berhasil melalui tiga tahun itu, Kaisar ini akan memastikan kalau kau tidak akan pernah kembali.

Wajah Ning An Lian memucat. Jika pembunuhnya bukan Su Xi-er, aku sungguh harus pergi ke Makam Kekaisaran selama tiga tahun?

Tidak, aku tidak mau! Tetapi, tepat saat ia baru saja akan bicara, ia menangkap tatapan Yun Ruo Feng, dan jantungnya membeku.

Selama bertahun-tahun, ia pikir kalau tatapan Yun Ruo Feng hanya terisi dengan kelembutan. Untuk pertama kalinya, ia sungguh melihat sejejak kekejaman di dalam matanya.

(T/N : emang lemot ya, uda dari dulu-dulu si Yun kejamnnya mah. =_=)

0 comments:

Posting Komentar