Kamis, 05 Februari 2026

CTF - Chapter 223

Consort of A Thousand Faces

Chapter 223 : Kakak Perempuan Pertama


Suara dari instrumen bambu sutra terdengar semakin keras sewaktu gaun merah berterbangan berputar-putar tampak, ditemani dengan aroma bunga osmanthus.

Su Xi-er yang sekarang, berbeda dari penampilan memikatnya yang semalam. Gerakannya pelik dan lambat, tetapi, setiap ayunan dari tubuhnya tampak elegan. Ia terus mengikuti alunan musik dengan sempurna, pelan-pelan menarik hadirin semakin jatuh ke dalam sihirnya.

Tatapan Ning Lian Chen terpaku pada ranting bunga osmanthus. Ia hampir bisa mencium aroma samarnya yang terbawa oleh angin.

Ia melihat bayangan Kakak Perempuan-nya selama Tarian Jing Hong kemarin, dan sekarang, ia mempersembahkan Tarian Menekuk Ranting ....

Ning Lian Chen bahkan tidak mengedipkan matanya. Kakak Perempuan pernah memberitahukan padaku, "Ini disebut dengan Tarian Menekuk Ranting. Tarian Jing Hong untuk ditampilkan selama perjamuan kerajaan, tetapi aku hanya akan menampilkan Tarian Menekuk Ranting pada kerabat terdekatku." Yun Ruo Feng juga ada saat itu.

Saat memikirkan ini, Ning Lin Chen segera menoleh, melihat Yun Ruo Feng. Sudah tentu, ada retakan di roman muka orang itu yang biasanya tenang. Matanya dipenuhi ketidakpercayaan selagi tangannya tetap terkepal dengan erat di atas pahanya. Sisa anggota tubuhnya yang lain sudah jadi kaku.

Jantung Yun Ruo Feng terasa berdebar dengan kencang di dalam tenggorokannya. Mengapa Su Xi-er mengetahui Tarian Menekuk Ranting! Mengapa ia menggenggam sebatang ranting bunga osmanthus juga?!

"Pangeran Yun ...." Ning Lian Chen memelankan suaranya, matanya mengandung makna mendalam. "Katakan, apakah menurutmu, mungkinkah bagi Kakak Perempuan untuk kembali dari kematian?" Ada sejejak kegembiraan yang nyaris tidak bisa dipahami dalam suaranya. Jika wanita yang berada di atas panggung yang mengambang itu memang adalah Kakak Perempuan ....

Ekspresi Yun Ruo Feng berubah lagi sementara ia menatap lurus ke arah wanita yang sedang menari di atas panggung mengambang. Ia berupaya keras untuk mengabaikan Ning Lian Chen, tetapi matanya tidak tahan untuk tidak menyipit selagi ia pelan-pelan merilekskan kepalan tangannya. Kebangkitan setelah kematian, hanyalah sebuah fantasi. Kematian adalah kematian, dan ilmu gaib hanyalah tipuan!

"Bagaimana jika Kakak Perempuan adalah Su Xi-er, dan sejak awal, ia tidak pernah mati ...."

Yun Ruo Feng menyela Ning Lian Chen, dan mempertimbangkan karena mereka sedang dikelilingi oleh para tamu, Yun Ruo Feng hanya bisa berbicara pelan-pelan. "Yang Mulia, seharusnya kau berpikir secara logis; bagaimana bisa kau memercayai hal gaib semacam itu? Jika ini berlanjut, bagaimana bisa Pangeran ini memercayakan Nan Zhao padamu di masa yang akan datang?"

Ning Lian Chen terkikik pelan, "Pangeran Yun, kau berpikir untuk memercayakan urusan negara pada Kaisar ini? Bukankah kau selalu suka mengendalikan semuanya? Apabila kau tidak serakah akan kekuasaan, mengapa kau membunuh Kakak Perempuan?"

"Cukup!" Suara Yun Ruo Feng ternoda dengan ketidaksenangan, aura lembutnya sepenuhnya menghilang. Namun, ia berhasil mengendalikan dirinya setelah menyadari tatapan aneh di mata Pei Qian Hao.

Pada akhirnya, Yun Ruo Feng melambatkan pidatonya dan pelan-pelan membalas, "Pangeran ini tidak ingin melihat Yang Mulia tersesat. Jika Anda begitu merindukan Kakak Perempuan Anda, Pangeran ini bisa mengirimkan Anda ke Makam Kekaisaran. Kemudian, Anda bisa berlutut di hadapan mendiang Kaisar Nan Zhao selama tiga bulan dan merenungkan tindakan Anda sambil menunjukkan rasa bakti Anda."

"Pangeran Yun memang tidak berperasaan. Apabila Kaisar ini akan dihukum karena merindukan Kakak Perempuanku, maka aku semestinya dikirimkan untuk berlutut di hadapan makamnya, bukannya di Makam Kekaisaran. Tetapi, dimanakah makamnya?" Biarpun Ning Lian Chen berbicara dengan cara berbisik pelan, tetapi ia melafalkan setiap katanya dengan jelas. Setiap katanya seperti bongkahan batu yang menyerang dada Yun Ruo Feng.

Makam Ning Ru Lan—Ia tidak dimakamkan di Makam Kekaisaran. Hanya Yun Ruo Feng yang mengetahui bagaimana mayat Ning Ru Lan diurus, begitu pula dengan dimana mayatnya dikuburkan.

Selama percakapan mereka, Su Xi-er telah menyelesaikan tariannya dan membungkuk pada para tamu dari kerajaan lain. Kemudian, ia turun dari atas panggung yang mengambang bersama Kasim Fu dan berjalan menuju ke panggung pengamatan.

Chu Ling Long adalah yang pertama bertepuk tangan dan berulang kali memuji, "Tarian ini telah meluaskan pandangan Putra Mahkota ini. Bahkan, Putri Pertama Kekaisaran yang terdahulu tidak mempertunjukkan tarian semacam itu. Dengan demikian, Putra Mahkota ini memiliki beberapa keraguan. Meskipun ini berbeda dari tarian Jing Hong yang ditampilkan di perjamuan kerajaan semalam, mengapa aku merasa kalau sosok dari orang yang menampilkannya sangat mirip?"

Lalu, ia berbalik menghadap Yun Ruo Feng. "Pangeran Yun, tidakkah ada sesuatu yang harus kau jelaskan?" Ia sudah mencurigai bahwa Tarian Jing Hong bukan ditampilkan oleh Ning An Lian, tetapi, setelah melihat tarian Su Xi-er, ia terpikirkan sebuah hipotesis liar: Su Xi-er telah menggantikan Ning An Lian di perjamuan tersebut.

Diinterogasi, Yun Ruo Feng tepat waktu menenangkan dirinya dan menatap Chu Ling Long sambil tersenyum. "Putra Mahkota Chu, bagimu, mengatakan hal semacam itu hanya berdasarkan dari firasat, mungkinkah kau berencana untuk memerintah Dong Ling dengan firasatmu saja setelah mewarisi takhta?"

Mendengarkan respons seperti itu, Chu Ling Long hanya bisa tertawa. Biarpun ia tidak menyanggah Yun Ruo Feng secara terbuka, ia yakin di dalam hatinya, bahwa Su Xi-er adalah wanita yang menampilkan tarian di perjamuan semalam.

Ia hanyalah seorang dayang biasa, tetapi ia benar-benar mampu menampilkan Tarian Jing Hong. Bukan hanya itu, ia bahkan mempersembahkan tarian menakjubkan lainnya hari ini. Pangeran Hao sungguh tahu bagaimana caranya membuat semua orang cemburu dengan seorang gadis cantik seperti itu di sisinya.

Tatapan Ning Lian Chen mengikuti Su Xi-er sementara gadis itu kembali ke dek pengamatan. Tindakannya ini tertangkap oleh Pei Qian Hao yang mendengus diam-diam pada dirinya sendiri. Kaisar muda ini, memangnya, ia kira, ia sedang melihat kemana! Aku harus melakukan sesuatu untuk memberinya pelajaran.

Oleh karenanya, saat Su Xi-er baru saja akan duduk di kursi di sebelahnya, Pei Qian Hao mengulurkan tangan dan menariknya ke dalam pelukannya tepat di hadapan semua orang.

Dalam sekejap, mata setiap penguasa dari kerajaan yang lebih kecil pun terbelalak. Pangeran Hao sungguh menyukai wanita cantik, terutama yang ada di depan kita!

Bahu lebar Pei Qian Hao dan lengannya yang kuat mengunci Su Xi-er dengan erat dalam pelukannya. Tidak bisa membebaskan diri, Su Xi-er mengingatkannya pelan, "Pangeran Hao, ingatlah dimana kita berada."

"Pangeran ini selalu melakukan apa pun yang diinginkannya, tidak peduli tempatnya. Apa nama tarian yang baru saja kau tampilkan?" Matanya diliputi oleh senyuman dan kekaguman yang meluap; ia bahkan sampai mengetuk hidung Su Xi-er main-main.

Ia sengaja melakukan ini agar Ning Lian Chen dapat melihat bahwa Su Xi-er adalah dayangnya, dan miliknya!

Su Xi-er memandanginya, tetapi suaranya lantang dan jelas. Kata-katanya dimaksudkan untuk Ning Lian Chen. "Tarian Menekuk Ranting."

Setiap katanya jelas-jelas dilafalkan. Ning Lian Chen merinding. Aku tidak memercayai hal gaib, maupun reinkarnasi, tetapi aku benar-benar sangat merindukan Kakak Perempuanku. Apabila Su Xi-er sungguh adalah Kakak Perempuan, aku ... aku akan lebih memercayai itu daripada menerima fakta bahwa Kakak Perempuan sudah meninggal.

Aku harus mencari kesempatan untuk bertanya pada Su Xi-er darimana ia mempelajari Tarian Menekuk Ranting. Apakah sebelumnya, ia memiliki seorang adik lelaki yang bernama Ning Lian Chen ....

Pei Qian Hao tidak menduga Su Xi-er akan menjawab dengan selantang itu, dan hanya bisa menggetok keningnya sementara ia mengerutkan alisnya. "Tarian Menekuk Ranting, Pangeran ini akan mengingatnya. Kau tidak diizinkan untuk menampilkannya lagi di masa yang akan datang." Kemudian, Pei Qian Hao melepaskannya dan membiarkannya kembali ke tempat duduknya.

Namun, segera setelah Su Xi-er duduk, tatapannya melayang ke arah Ning Lian Chen. Kebetulan sekali karena Ning Lian Chen juga sedang menatap ke arahnya.

Ada perasaan aneh di udara selagi mata mereka bertemu.

Tatapan Ning Lian Chen pun mendalam. Suara di dalam kepalanya secara praktis menjerit padanya. Ia adalah Kakak Perempuan, dan ia hidup di dalam tubuh lain!

Chu Ling Long merasa ada yang tidak beres, tetapi memilih untuk tetap diam dan tidak mengacau kali ini.

(T/N : kalimat aslinya adalah 'mengaduk kualinya kali ini'. Yang artinya mengacau atau membuat keributan.)

Pei Qian Hao meletakkan cangkir anggurnya di atas meja dengan bunyi gedebuk. "Pangeran ini merasa lelah dan akan kembali untuk istirahat. Aku akan menantikan perjamuan Kapal Naga malam ini."

Ning Lian Chen segera bangkit berdiri. "Pangeran Hao, itu tidak akan menghormati Nan Zhao apabila kau pergi sebegitu tergesanya. Setelah pertunjukan, para tamu Nan Zhao bisa menikmati diri mereka di Sungai Air Caltrop sepuas mereka. Ada sebuah Taman Pemandangan Rumah Tangga Kekaiasaran yang secara istimewa dibangun di sebelah Sungai Air Caltrop, yang dijaga dengan ketat, dimana para tamu bisa menikmati diri mereka sendiri dengan tenang."

Ning Lian Chen ingin bertemu dengan Su Xi-er sedikit lebih lama, dan tidak ingin ia pergi terlalu cepat. Pangeran Hao mungkin tidak akan membawanya keluar lagi malam ini.

0 comments:

Posting Komentar