Selasa, 17 Februari 2026

CTF - Chapter 243

Consort of A Thousand Faces

Chapter 243 : Tempat Kejadian yang Kacau


Guan Xiang segera maju ke depan, mencoba menangkap Yu Xiao dengan menarik bahu orang itu. "Kau harus mengurangi minum-minum, Yu Xiao; tetapi untuk sekarang ini, cepatlah pergi ke ruang rahasia."

Yu Xiao menghindari tangan Guan Xiang dan tersenyum. "Anggur adalah barang kesukaanku dalam hidup ini. Kau tidak bisa merebutnya dariku. Pokoknya, Guan Xiang, orang yang semestinya pergi ke ruang rahasia adalah dirimu."

Ia menggantungkan kendi anggur di pinggangnya dan menyapa Guan Xiang dengan serius, "Aku melihat Wei Mo Hai menuju kemari dengan sekelompok pasukan di perjalanan pulang. Dengan usia tuamu itu, kau hanya akan terluka apabila kau mencoba melawan mereka."

Su Xi-er bisa mengetahui dari pidato Yu Xiao dan gayanya, bahwa pria itu tidak mabuk; ia juga bisa mengetahui bahwa pria itu mengetahui seni bela diri. Namun, saat Su Xi-er mendengar tentang Wei Mo Hai, ia juga tahu kalau mereka harus menemukan cara untuk menghadapinya sesegera mungkin.

Namun, Guan Xiang bersikeras untuk tinggal. Ia merasa bahwa Yu Xiao muda tidak boleh sampai bertemu dengan bahaya.

Alis tipis Su Xi-er mengerut sejenak sebelum ia membuat keputusan. Dengan gerakan gesit kakinya, ia berpindah ke belakang Guan Xiang dan menyerang lehernya, menyebabkannya meraung sebelum roboh.

Su Xi-er menginstruksikan Yu Xiao, "Bawa ia ke ruang rahasia." Kemudian, ia berjalan keluar dari Asosiasi Sastra.

Memapah Guan Xiang, Yu Xiao menatap Su Xi-er. "Dan bagaimanakah seorang wanita lemah seperti dirimu sendiri, berencana untuk mengatasi Wei Mo Hai? Takutnya, kau akan digotong keluar sebelum kau bahkan bisa mengadapinya."

Namun, sosok Su Xi-er sudah menghilang di waktu ia menyelesaikan kalimatnya. Yu Xiao mendecakkan lidahnya. Wanita ini mendadak muncul di Asosiasi Sastra, dan tindakannya juga sangat aneh. Aku hanya dapat menggambarkannya sebagai orang aneh dan misterius!

Setelah berpikir sendiri, Yu Xiao mulai menggendong Guan Xiang di punggungnya, menuju ke ruang rahasia. "Guan Xiang, aku sudah menyuruhmu untuk mengurangi makan. Dengan bobotmu ini, bukankah aku akan mati karena kelelahan di saat kita sampai di ruang rahasia?"

***

Sementara itu, Su Xi-er sudah mencapai pintu depan. Jalanannya masih sepi, tidak ada tanda-tanda kuda yang terlihat ataupun terdengar. Bagus, Wei Mo Hai masih belum sampai. Dengan perbedaan dalam jumlah, aku hanya bisa berharap untuk bertarung dengannya menggunakan akal.

Asosiasi Sastra terletak di jalanan yang sepi, tetapi masih ada beberapa keluarga yang tinggal di sekitarnya. Melihat ke sekitar, Su Xi-er menemukan sebuah toko dengan sebuah rumah kecil di sebelahnya. Pintu toko itu tua dan rungkuh, membuatnya gampang ditendang. Melihat kalau tempat itu juga dipenuhi dengan jerami melalui salah satu jendelanya, Su Xi-er mulai mendapatkan ide.

Su Xi-er memahami niat Yun Ruo Feng. Ia berencana secara diam-diam memusnahkan Asosiasi Sastra. Namun, selama rencananya terbongkar, ia akan dipaksa untuk mundur sementara waktu.

Berhadapan dengan Wei Mo Hai secara langsung akan sulit, tetapi mencegahnya menyimpan rahasia ini sangatlah mudah.

Dengan cepat Su Xi-er memasuki ruangan luar Asosiasi Sastra dan kebetulan berjumpa dengan Yu Xiao yang berjalan keluar dan melambaikan tangannya untuk menghentikan Su Xi-er. "Nona, kau harus segera pergi karena kau tidak ada kaitannya dengan Asosiasi Sastra."

"Mengapa aku akan berada di sini kalau aku tidak ada kaitannya. Kau pastinya mengetahui bahwa, meskipun jika kau cukup tangguh untuk mengalahkan Wei Mo Hai, ia membawa satu pasukan tentara."

Yu Xiao terkekeh. "Aku punya benda mistis." Ia mengeluarkan sebuah kantong kecil dari pinggangnya dan menggoyang-goyangkannya di depan mata Su Xi-er. "Sebagai seseorang yang suka meneliti obat-obatan, aku diam-diam mencuri beberapa herba dari toko obat, dan mencampurkan mereka untuk membuat sebuah obat yang dapat membuat orang pingsan. Aku tidak menyangka kalau ini akan berguna hari ini."

Su Xi-er mengangguk dan menjawab pelan, "Kau bisa mencobanya dan melihat apakah itu berguna."

"Oh, kau tidak memercayaiku?" Yu Xiao berjalan keluar dari Asosiasi Sastra.

Su Xi-er melirik ke arah batangan lilin di atas meja, memastikan untuk membawa korek api dan sumbu sebelum mengikutinya keluar.

Su Xi-er melihat Yu Xiao sedang menuju ke arah pintu masuk jalan saat ia menginjakkan kaki keluar dari Asosiasi Sastra. Mengurusi urusannya untuk sekarang, Su Xi-er langsung pergi menuju ke toko yang dilihatnya barusan dan menendang pintunya.

Melesat masuk, ia berlutut sewaktu ia bersembunyi di tempat rahasia, menempelkan telinganya di tanah. Ia hanya bisa mendengar suara pelan dari ringkikan kuda untuk sesaat sebelum menghilang.

Wei Mo Hai sudah menginstruksikan semua orang untuk turun dari kuda-kuda mereka; atau barangkali, obat Yu Xiao sudah bekerja.

Namun, Wei Mo Hai tidak semudah itu untuk diatasi hanya dengan menggunakan obat biusOleh karena itu, Su Xi-er hanya bisa mempercepat gerakannya sewaktu ia menyalakan sumbu dan menumpuk sedikit jerami di atasnya.

Ia takut kalau nantinya apinya akan mengenai rumah-rumah warga di dekatnya; oleh karena itu, ia menggunakan sumbu untuk membatasi kerusakan di satu rumah ini sementara masih mencegah Wei Mo Hai menyelesaikan misinya.

Tepat saat ia sedang mengipasi api, Su Xi-er mendengar suara pedang yang terhunus dari luar sana. Ia berdiri dan melihat keluar melalui jendela, hanya melihat Yu Xiao yang dikepung.

Meski begitu, Yu Xiao mengambil kendi anggur dari pinggangnya dan mulai minum, perlahan-lahan menangani pengawal mana pun yang mendekatinya selagi ia minum.

Meskipun gerakannya tampak seolah tidak ada tekniknya, setiap pukulannya sangat terstruktur dan mendalam. Tatapan Su Xi-er pun mendalam. Yu Xiao berkelahi menggunakan Tinjuan Mabuk.

Aku pernah mendengar soal Tinjuan Mabuk dulu sekali, tetapi aku belum pernah menyaksikannya sendiri.

Su Xi-er mengamati adegan ini dengan cermat, menyadari kalau Wei Mo Hai sedang memegang busur dan bersiap untuk membunuh Yu Xiao dengan satu tembakan. Su Xi-er segera mempercepat kipasan apinya sebelum berlari keluar dari rumah dan bersembunyi di pojok yang gelap di jalanan.

Setelah rumah jerami itu terbakar, Su Xi-er pun berteriak sekencang-kencangnya. "Api! Cepat padamkan apinya!" Ia mengambil sebongkah batu dan dengan tangkas mengincar jendela rumah warga.

Melakukan hal yang sama pada beberapa rumah lainnya yang ada di sekitar, Su Xi-er pergi ke jalanan sebelah yang ramai, dan terus melanjutkan menimpuki rumah orang dengan batu.

Brak! Segera saja, keributannya cukup untuk membangunkan banyak warga. Cahaya lilin langsung mulai menyala di jendela tiap rumah.

Wei Mo Hai menurunkan busurnya. Kami tidak bisa menyelesaikan misi Pangeran Yun malam ini. Besok, kami pasti akan .... Alisnya tertaut, dan tangan yang sedang menggenggam busur itu terkepal dengan sangat erat. Ia melihat semakin banyak cahaya lilin yang menyala, ditemani dengan para warga yang berdatangan untuk mencari sumber api.

Dalam sekejap, Yu Xiao menarik pedang dari pinggang seorang Tentara Pengawal Kekaisaran, melemparkannya ke arah perut Wei Mo Hai selagi ia tertawa.

Pedang itu menikam Wei Mo Hai dengan kekuatan yang cukup untuk menembus lurus. Memutarkan pinggangnya, mencoba untuk mengelak, Wei Mo Hai sedikit terlambat; dan biarpun pedang itu tidak menikam menembusnya seperti yang ditujukan, pedang itu mengenai sisi pinggangnya.

Dengan cermat ia menilai Yu Xiao, segera mengangkat cemetinya. "Semuanya, segera mundur!"

Selain dari beberapa pengawal yang tetap berada di tanah karena obat Yu Xiao, sisa pasukan Wei Mo Hai segera mundur.

Yu Xiao menendang pengawal-pengawal itu dan mendengus dingin. Pengawal keluarga kekaisaran benar-benar tidak berguna!

Sekarang ini, para warga dari semua area sudah bangun dan menemukan sumber kericuhannya. Dengan api yang menjadi semakin besar, orang-orang mulai panik dan mencoba memadamkan apinya dengan ember-ember air mereka.

Setelah dua jam, apinya akhirnya terkendali.

Su Xi-er berjalan keluar dan memberitahukan para warga, "Ada orang yang tergeletak di tanah di kejauhan."

Karena mereka terlalu sibuk untuk memadamkan api, para warga tidak sempat memerhatikan keadaan sekitar mereka. Namun, kini, saat mereka diingatkan, mereka langsung melihat beberapa tubuh yang tergeletak di kejauhan.

Semua orang langsung maju ke depan untuk menyelidikinya. Di saat warga tiba, Yu Xiao sudah menyimpan kendi anggurnya. "Orang-orang ini adalah Tentara Kekaisaran dari istana kekaisaran. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi mereka tiba-tiba saja mulai berteriak dan mencoba membunuhku ...."

Su Xi-er mendadak menyelanya. "Kau adalah orang Asosiasi Sastra, jadi membunuhmu, sama saja dengan menyerang Asosiasi Sastra. Karena Yang Mulia tidak punya kendali di mahkamah, Tentara Kekaisaran sudah pasti bertindak di bawah perintah Pangeran Yun."

Para warga semuanya kebingungan. "Apa yang sedang terjadi? Pangeran Yun selalu mencintai rakyat, dan memperlakukan para sastrawan dengan lembut. Tidak mungkin ia menyerang Asosiasi Sastra."

Yu Xiao tersenyum dan berjongkok, menarik baju si Tentara Kekaisaran. "Lihatlah, di bahu mereka semuanya terdapat cap simbol istana kekaisaran."

Rasa takut muncul di wajah para warga sewaktu mereka berteriak, "Pangeran Yun sungguh menyerang Asosiasi Sastra!" Suara mereka menjadi sangat kencang, pada akhirnya menggema di seluruh langit malam.

0 comments:

Posting Komentar