Minggu, 22 Februari 2026

CTF - Chapter 256

Consort of A Thousand Faces

Chapter 256 : Penyakit Jiwa

Si pengawal penjaga pintu dengan cepat masuk dan kembali; menatap Piao Xu, ia memberitahukan, "Pangeran Yun sedang tidak dalam kondisi untuk memedulikan tentang apa pun sekarang ini. Ia mengatakan agar menyuruh Nona Piao Xu kembali ke istana kekaisaran, dan apa pun yang terjadi, tetap berada di sisi Putri Pertama Kekaisaran. Pangeran Yun punya pengaturannya sendiri untuk apa yang akan terjadi nanti."

Kata-kata pengawal itu membuat hati Piao Xu tenggelam. Maksud Pangeran Yun adalah bahwa, tidak pantas baginya untuk ikut campur dalam urusan Putri Pertama Kekaisaran sekarang. Ia hanya bisa menunggu tak berdaya jika Yang Mulia bersikeras untuk mengirimkannya ke Makam Kekaisaran.

Mendengarkan kata-kata si pengawal, Qin Ling pun kaget. Bukankah Pangeran Yun mencintai Putri Pertama Kekaisaran? Mengapa ia tidak memedulikan dirinya? Tiba-tiba saja, Qin Ling merasa bahwa ia tidak dapat memahami Yun Ruo Feng.

Ekspresi Piao Xu suram selagi ia memandangi Kediaman Pangeran Yun, bolak-balik melirik ke arah pintu dan pengawal yang memegang tombak kekaisaran mereka di depannya. Pada akhirnya, ia hanya bisa mengepalkan tangannya dan mengatupkan bibirnya, berjalan pergi tanpa kata.

Sebelumnya, aku mencoba melihat segalanya dari sudut pandang Pangeran Yun untuk menghibur Putri Pertama Kekaisaran bahwa Pangeran Yun mencintainya, tetapi sekarang ... dikirimkan ke Makam Kekaisaran, pada dasarnya sama saja dengan mengeksekusi dirinya!

Di saat Anda membutuhkannya, Pangeran Yun tidak menghiraukan tangisan permintaan tolong Anda, dan menggunakan suasana hatinya yang buruk sebagai alasan. Putri Pertama, Piao Xu salah. Seharusnya, aku tidak boleh menghibur Anda dengan cara seperti itu. Aku tahu sekarang bahwa ia tidak benar-benar mencintai Anda, dan barangkali tidak pernah mencintai Anda sejak awal; sementara untuk siapakah yang dicintainya, barangkali, ia hanya mencintai dirinya sendiri.

Qin Ling memerhatikan Piao Xu selagi ia menghilang di kejauhan. Ia dapat membayangkan adegan saat ini di istana peristirahatan Putri Pertama Kekaisaran. Sudah pasti kacau balau.

***

Di dalam istana peristirahatan Putri Pertama Kekaisaran, ada pecahan vas bunga dan teko teh dimana-mana. Bahkan bangku pun dijungkirbalikkan.

Ning An Lian menunjuk Ning Lian Chen, matanya terbuka dengan tatapan yang tajam. "Apa kau menganggap Putri ini sebagai orang tolol? Putri ini tidak akan pergi ke Makam Kekaisaran selama tiga tahun. Aku tidak akan pernah bisa kembali sekalinya aku pergi. Dipaksa untuk tinggal di tempat sedingin dan sesepi itu, aku lebih baik mati! Apabila kau menginginkan Putri ini pergi, kau bisa menganugerahkan kematian pada Putri ini dan membawa jasadku ke Makam Kekaisaran!"

Ning An Lian sengaja mengatakan ini untuk membuat Ning Lian Chen terganggu. Kakak Perempuanmu, Ning Ru Lan, diusir dari rumah tangga kekaisaran, dan tidak berkesempatan untuk dimakamkan di Makam Kekaisaran!

Namun, sikap Ning Lian Chen sebagai seorang Kaisar sangatlah kuat, suaranya diliputi dengan otoritas yang khidmat selagi ia berbicara. "Karena kau berani bertaruh dengan orang lain, kau harus bersedia untuk mengakui kekalahan. Kau belum pernah pergi ke Makam Kekaisaran, dan selalu ingin pergi, jadi Kaisar ini akan mengabulkan harapanmu hari ini. Pelayan, cepat bawa Putri Pertama Kekaisaran ke Makam Kekaisaran. Tidak boleh ada penundaan."

"Dimengerti." Pengawal kekaisaran membungkuk dan menerima perintah tersebut. Para pengawal kekaisaran ini, tadinya loyal kepada Ning Ru Lan. Setelah kematian Ning Ru Lan, Ning Lian Chen mengambil mereka ke bawah sayapnya dan diam-diam membesarkan mereka. Biarpun mereka menjalankan perintah dari Yun Ruo Feng, kesetiaan mereka yang sebenarnya terletak pada sang Kaisar. Meskipun hanya ada beberapa ratus orang dari mereka, mereka adalah yang terbaik.

Ning An Lian menatap dua pengawal bertubuh tinggi dan kuat yang berjalan ke arahnya dan mulai merasa tidak tenang. Ia melihat sekitar dalam kepanikan, mencari-cari Piao Xu dengan gelisah. Piao Xu pergi di tengah kekacauan—ia pasti sudah pergi mencari Feng. Kenapa ia masih belum kembali? Feng pasti punya solusinya; ia akan menyelamatkanku!

Ning An Lian mundur beberapa langkah dan mencoba untuk menghentikan pengawal yang mendekatinya dengan otoritasnya sebagai Putri Pertama Kekaisaran. Tetapi semua itu sia-sia. Ning Lian Chen yang sekarang, mengendalikan tiga kementerian; sepenuhnya berubah haluan dari beberapa hari yang lalu.

Tanpa adanya pilihan lain, Ning An Lian hanya mampu mengungkit soal Yun Ruo Feng. "Yang Mulia, sudahkah kau memberitahukan Pangeran Yun tentang mengirimkan Putri ini ke Makam Kekaisaran malam ini juga? Komandan Wei masih belum menyelesaikan investigasinya, tetapi kau mengatakan bahwa kenyataannya telah terungkap?"

Ning Lian Chen menjawab dengan serius, "Kebenaran di balik kasus Nona-Nona Wei telah terungkap. Surat ini merupakan bukti bahwa mereka dibunuh oleh seorang pelajar dari Provinsi Bulan, dan bukan oleh dayang Pangeran Hao. Dengan bagaimana kau telah menuduh dayang Pangeran Hao, sudah pasti ia tidak akan membiarkan masalah ini begitu saja apabila kau tidak dikirimkan ke Makam Kekaisaran selama tiga tahun. Kaisar ini menyarankan padamu agar segera pergi ke Makam Kekaisaran. Kekuatan Nan Zhao saat ini tidak dapat dibandingkan dengan Bei Min."

"Tidak, Putri ini tidak akan pergi!" Ning An Lian merasa sesak dalam dadanya, dan mencoba untuk melepaskan diri dari para pengawal seperti seorang wanita gila.

Aku tidak boleh pergi ke Makam Kekaisaran. Makam-makam itu hanya berisi dengan orang-orang mati. Kondisi hidupnya keras dan tidak akan ada orang di sana yang akan memedulikan diriku. Terlebih lagi, Makam Kekaisaran sangat jauh. Jika aku pergi ke sana, aku tidak akan bisa berjumpa dengan Feng selama tiga tahun!

Aku tidak mau! Tidak! Ada yang salah dengan tatapan Ning An Lian, seolah-olah ia akan jadi histeris.

Ning Lian Chen memberikan sinyal pada para pengawal untuk segera bertindak.

Pengawal mengerti dan mempercepat langkah mereka. Mereka langsung menangkap Ning An Lian dan mengikat kedua tangannya dengan seutas tali.

Ning An Lian belum pernah mengalami penghinaan semacam ini. Ia menjerit gila-gilaan, "Ning Lian Chen, kau hanyalah sebuah boneka! Putri ini tidak akan melepaskanmu karena memperlakukanku dengan cara seperti ini!"

"Begitukah? Kakak Perempuan, bila kau tidak ingin pergi ke Makam Kekaisaran, maka Kaisar ini punya sebuah solusi yang sederhana. Kaisar ini akan menganugerahkan secangkir anggur beracun untukmu. Kau hanya perlu meminumnya untuk bebas," Ning Lian Chen mengusulkan dengan tampang lembut di wajahnya.

Ning An Lian menatap Ning Lian Chen. Raut wajahnya persis seperti Ning Ru Lan, dan berhadapan dengannya dengan cara seperti ini hanya mengingatkannya akan Ning Ru Lan.

"Kau ...." Ning An Lian kehabisan kata-kata, hanya tersisa satu kalimat di ujung lidahnya. Aku membenci Ning Ru Lan sampai ke akarnya!

"Lancang sekali!" Suara ganas seorang wanita terdengar selagi Piao Xu masuk dan berhenti secara buru-buru di sebelah Ning An Lian. "Sekumpulan pelayan anjing! Ia adalah Putri Pertama Kekaisaran, dan kalian semua tidak diizinkan untuk bertindak lancang!"

(T/N : cara menghina yang biasanya ditujukan pada pelayan.)

Ning Lian Chen menatap Piao Xu dan terkekeh. "Kau harus memeriksa tuannya sebelum kau memukul seekor anjing. Memarahi mereka, sama saja tidak menganggap Kaisar ini."

"Piao Xu, dimana Pangeran Yun? Bukankah kau pergi ke Kediaman Pangeran Yun—kenapa kau di sini sendirian?" Ning An Lian melihat ke arah pintu istana dengan resah. Yun Ruo Feng tidak kemari! Kemana dia? Apa yang terjadi? Kenapa ia tidak kemari?

Piao Xu berupaya keras mengendalikan ekspresi sakitnya. Pertama-tama, ia memutuskan untuk menyembunyikan kenyataannya dari Ning An Lian dan menjawab pelan. "Putri Pertama, Pangeran Yun harus mengatasi masalah yang merepotkan, dan tidak akan bisa datang kemari malam ini. Tetapi jangan cemas, pelayan ini akan mengikuti Yang Mulia Putri selamanya."

"Masalah yang merepotkan? Tidak akan bisa datang? Putri ini sudah akan dibawa menuju Makam Kekaisaran, dan ia sungguh tidak datang!" Ning An Lian dapat merasakan sakit berdenyut di hatinya. Di saat genting ini, ia tidak muncul.

Ning Lian Chen memandang Piao Xu. "Ada masalah merepotkan apa memangnya? Pangeran Yun seharusnya baik-baik saja. Terlebih lagi, Putri Pertama akan pergi sendirian ke Makam Kekaisaran. Tidak ada yang diizinkan untuk menemaninya."

Piao Xu segera berlutut, "Pelayan ini melayani Putri Pertama seumur hidup, dan tidak akan pernah melarikan diri ataupun meninggalkanya."

Ning An Lian merasa sedikit tersentuh. "Piao Xu ...."

"Pelayan yang setia sekali. Kalau begitu ...." Ning Lian Chen menjeda dan memerintahkan pengawal di belakangnya, "Bawakan secangkir anggur beracun."

Pengawal itu membungkuk dan memutar tumitnya untuk menjalankan perintah tersebut.

Mendengar Ning Lian Chen menyebut-nyebut soal anggur beracun, Ning An Lian mengecam, "Apa yang mau kau lakukan?!"

"Pergi ke Makam Kekaisaran, sama saja dengan menghabiskan sepanjang sisa hidupmu di sana hingga kau menua. Mana mungkin Kaisar ini hanya akan membiarkanmu tinggal di sana selama tiga tahun? Karena Piao Xu bukanlah seorang pelayan yang menjaga Makam Kekaisaran, mana mungkin Kaisar ini mengizinkannya untuk menemanimu? Biar begitu, karena ia bersedia untuk melayanimu seumur hidupnya, Kaisar ini menganugerahkan secangkir anggur beracun untuknya." Ning Lian Chen melafalkan kata-katanya sehingga setiap katanya perlahan-lahan menusuk ke dalam hati Ning An Lian.

Pengawal yang pergi mengambilkan secangkir anggur beracun pun kembali. Sebelum siapa pun dapat mengatakan apa-apa, ia sudah tiba di depan Piao Xu dan memaksanya menenggak isi cangkir tersebut.

"Tidak, tidak!" Ning An Lian berusaha keras untuk menghentikannya, tetapi tangannya terikat di belakang punggung. Ia hanya mampu menonton tak berdaya selagi Piao Xu jatuh ke lantai, darah mengalir keluar dari lubang-lubang di tubuhnya.

Piao Xu berjuang keras menggunakan napas terakhirnya untuk berbicara pada Ning An Lian. "Putri Pertama, pelayan ini minta maaf karena pergi duluan. Putri Pertama .... Jangan memercayai Pangeran Yun. Ia sangat mengerikan. Ia tidak akan menyelamatkan Anda. Anda harus ... menyelamatkan diri Anda sendiri."

Setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya, Piao Xu menutup matanya, tangannya jatuh ke lantai sewaktu napasnya terhenti.

Mendengarkan kata-kata Piao Xu, Ning An Lian merasa seolah napasnya membeku di tempat. Jantungnya berdebar dengan begitu kuatnya hingga terasa mencekik.


0 comments:

Posting Komentar