Kamis, 05 Februari 2026

CTF - Chapter 222

Consort of A Thousand Faces

Chapter 222 : Penuh Harap


Setelah dengan hati-hati membantu Su Xi-er mengenakan hiasan rambut beruntai itu, Pei Qian Hao membuat beberapa penyesuaian terakhir. Karena ini adalah pertama kalinya ia melakukan hal semacam ini, sudah pasti ia merasa cemas apabila ia tidak melakukannya dengan baik.

"Apakah tampak bagus?" Su Xi-er menyentuh hiasan rambut hijau giok beruntai itu dan bertanya pada Pei Qian Hao.

"Tampak bagus." Meskipun mereka hanya dua kata sederhana, mereka tetaplah sebuah pujian yang tidak pernah Pei Qian Hao katakan pada seorang wanita sebelumnya. Rasanya, seakan-akan hiasan rambut ini sedang menanti Su Xi-er. Meskipun jika kilaunya agak kurang, iringan dirinya membuat hiasan itu tampak semenyilaukan mentari. Rasanya, seolah-olah, hiasan rambut beruntai ini sudah berhibernasi di dalam kotak kayu, menantikan saat ketika Su Xi-er membangunkannya ....

Yun Ruo Feng tenggelam dalam kenangannya, menyebabkan Ning Lian Chen terkekeh saat menyadari orang itu dalam keadaan seperti ini. "Pangeran Yun, mungkinkah, kau tidak sanggup berpisah dengan hiasan rambut beruntai ini?" Ia telah memelankan suaranya agar pertanyaan itu hanya bisa terdengar oleh mereka berdua.

"Pangeran ini tidak memedulikan tentang hiasan rambut wanita. Apalagi, hiasan rambut beruntai itu cocok dengan Nona Xi-er."

"Kaisar ini juga merasa bahwa Kakak Perempuan Pertama yang sekarang, tidak sanggup memancarkan rasa mengagumkan seperti ini saat ia mengenakannya."

Yun Ruo Feng pun hanya bisa tertegun, tetapi ketika ia melihat ke arah Su Xi-er, ia hanya bisa menyetujuinya. Ning Lian Chen benar. Ning An Lian tidak mampu mengeluarkan daya tarik semacam ini saat ia mengenakannya.

Ia sangat jelas mengenai kekuatan dari daya pikat semacam ini, dan paham bahwa ia tidak akan pernah lagi menemukan orang lain yang cakap di dalam kehidupan ini. Akulah orang yang secara pribadi menghancurkannya dengan kedua tanganku sendiri. Aku yakin sekali bahwa aku tidak akan menyesalinya, bahwa hidupku hanya akan menjadi lebih tidak terkekang setelah kematian Ning Ru Lan, daripada malah terikat olehnya.

Namun, saat ia melihat Su Xi-er, ia merasakan sakit di hatinya; terutama ketika Pei Qian Hao membantunya memakaikan hiasan rambut itu.

Tepat disebabkan oleh perasaan inilah, makanya ia mulai meragukan apakah ia sudah membuat keputusan yang tepat dengan membunuh Ning Ru Lan. Dulu, ia tidak menyesalinya, tetapi sekarang, ia sendiri sedang memikirkan ulang.

(T/N : mikirnya telat masbroh =_=)

"Pangeran Yun, semakin Kaisar ini melihatmu, semakin aku merasa kalau ada sesuatu yang kurang darimu hari ini. Hatimu sepertinya tidak berada di perjamuan kerajaan ini. Mungkinkah itu dikarenakan kau sedang mengenang teman lama itu lagi?" Ning Lian Chen langsung mengamati Yun Ruo Feng. Meskipun sekarang ini aku tidak berkuasa, aku akan melakukan yang terbaik untuk memastikan Yun Ruo Feng tidak akan mendapatkannya dengan mudah!

"Yang Mulia, apa yang sedang Anda katakan? Pangeran ini mengabdikan diriku, semuanya demi Nan Zhao." Yun Ruo Feng tersenyum lembut, matanya secara tidak sengaja melayang ke arah Su Xi-er sekali lagi.

Chu Ling Long diam-diam mengamati dan memandangi Su Xi-er. "Apakah Nona Xi-er tahu bagaimana caranya menari? Bisakah kau menampilkan sebuah tarian di atas panggung?"

Segera setelah semua orang mendengar bahwa akan ada yang menari, mereka menjadi sangat bersemangat. Tarian Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao tadi malam sudah membuat mereka begitu gembira dan mengharapkan lebih. Walaupun ada juga beberapa yang mencurigai kalau penari semalam sepertinya bukanlah dirinya, mereka masih menjaga hubungan baik di permukaan karena kurangnya bukti.

Apalagi, meskipun status rendah Su Xi-er sebagai dayang Pangeran Hao, aura yang dipancarkannya sudah sepenuhnya menang dari Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao yang sekarang. Akan luar biasa jika bisa mengagumi tariannya apabila ia tahu caranya menari.

Harapan juga muncul di mata Ning Lian Chen. Ia sangat ingin melihat bayangan Kakak Perempuannya dari Su Xi-er sekali lagi.

Di antara mereka yang hadir, hanya ada dua orang yang menentang Su Xi-er untuk mempersembahkan sebuah tarian. Yang satu adalah Yun Ruo Feng, dan yang lainnya adalah Pei Qian Hao, meski alasan keberatan mereka berdua berbeda. Yang sebelumnya, takut kalau Su Xi-er akan menampilkan Tarian Jing Hong dan mengungkapkan rahasia dari pertunjukan kemarin; sementara itu, orang yang satunya, memang hanya merasa tidak senang saja.

Su Xi-er dapat melihat kerinduan di mata Ning Lian Chen, dan hatinya pun tanpa sengaja tergerak. Tanpa menunggu izin dari Pei Qian Hao, ia bangkit berdiri. "Hamba tahu bagaimana caranya menari, tetapi, aku takut kalau penampilanku yang sangat kurang ini akan diolok-olok oleh semua orang."

Chu Ling Long adalah orang pertama yang membalas. "Putra Mahkota ini tidak akan menertawakanmu. Mereka yang ada di sisi Pangeran Hao, semuanya adalah orang-orang yang cakap. Meski kau adalah seorang dayang, Putra Mahkota ini merasa bahwa kau sudah pasti istimewa."

Saat Ning Lian Chen mendengar Su Xi-er menyetujuinya, kebahagiaan muncul di matanya selagi ia segera menginstruksikan Kasim Fu. "Bawa Nona Xi-er pergi untuk bersiap-siap."

Melihat bahwa Su Xi-er sudah hampir menampilkan tarian, Pei Qian Hao pun langsung angkat bicara. "Kau tidak boleh pergi." Suaranya membekukan, dan ada jejak ancaman dalam tatapannya.

Su Xi-er menatapnya, alisnya agak mengerut. Ia tidak mau Lian Chen kecewa, tetapi Pei Qian Hao tidak bersedia. Tepat saat ia baru saja akan memasrahkan diri pada nasib, ia terpikirkan satu ide. Inilah satu-satunya cara.

Karena itu, ia berjalan mendekat pada Pei Qian Hao dan memelankan suaranya. "Pangeran Hao, hamba ingin menari. Malam ini ... hamba akan tidur bersama Anda, tetapi itu hanya akan tidur saja."

Pei Qian Hao merasa kelopak matanya berkedut saat ia mendengar apa yang dikatakan Su Xi-er. Ia benar-benar mengusulkan ini. Mau tak mau, ia menatap ke arah Ning Lian Chen. Daya pikat si Kaisar kecil benar-benar hebat. Namun, tidak peduli seberapa hebatnya, ia tidak bisa memanfaatkan Su Xi-er. Ia akan datang ke ranjangku malam ini.

Dengan rayuan semacam itu, Pei Qian Hao mengangguk. "Tidak ada lain kali."

Su Xi-er menjawab pelan, "Terima kasih banyak, Pangeran Hao." Kemudian, ia mengikuti Kasim Fu turun dari panggung pengamatan untuk mempersiapkan tariannya.

Banyak orang yang merasa itu aneh. Pei Qian Hao jelas-jelas menentang Su Xi-er menari, tetapi, mengapa mendadak jadi tidak apa-apa? Bahkan, Ning Lian Chen pun merasa keheranan, tetapi ketika ia memikirkan tentang menonton Su Xi-er menari, ia sangat merasakan bayangan Kakak Perempuannya lagi. Rasanya, seolah Kakak Perempuan belum meninggal dunia, dan seakan, yang menari itu adalah dirinya.

Ning Lian Chen segera merasa terhibur akan ini, sementara Yun Ruo Feng merasa gelisah. Bagaimana jika Su Xi-er sengaja mempersembahkan Tarian Jing Hong ....

Pei Qian Hao mengangkat cangkir anggurnya, ingin menyesapnya, tetapi menemukan cangkirnya sudah kosong. Guci anggur di mejanya sudah diberikan pada Chu Ling Long oleh Su Xi-er.

Ia agak mengerutkan dahi dan menurunkan cangkir anggurnya. Aku bahkan tidak bisa minum anggur saat aku menginginkannya. Bagaimana bisa aku berakhir dikendalikan oleh Su Xi-er? Tetapi, mengingat kalau gadis itu akan naik ke atas ranjangnya malam ini, alisnya mulai rileks.

Menyadari ada sesuatu yang berbeda dari Pei Qian Hao, Chu Ling Long sengaja mengangkat guci anggur yang tadinya milik orang itu dan mengisi cangkirnya sendiri. "Ini enak sekali. Putra Mahkota ini merasa bahwa rasa anggur jauh lebih baik daripada teh, terutama ketika itu diantarkan oleh seorang gadis cantik."

Si 'gadis cantik' yang disebutkannya, tak lain adalah Su Xi-er.

Suara Pei Qian Hao dalam dan menekan, tetapi kata-kata yang diucapkannya terdengar seperti ia hanyalah sedang bercanda. "Di dalam Istana Putra Mahkota di Dong Ling, jumlah pria tampan yang menuangkan anggur untuk Putra Mahkota Chu pasti melebihi para gadis cantiknya." Itu bukanlah sebuah pertanyaan, melainkan pernyataan.

Ekspresi Chu Ling Long langsung berubah mengerikan. "Putra Mahkota ini menyukai wanita, tetapi kebetulan saja karena semua bawahanku adalah pria tampan." Ia tertawa kecil, disposisi memikatnya pun kembali padanya. "Burung dari bulu yang sama akan berkumpul bersama. Pangeran Hao, apakah kau sedang mengatakan bahwa kau iri dengan penampilan cantik Putra Mahkota ini?"

"Putra Mahkota Chu, pernahkah kau melihat seorang pria yang terus-terusan membicarakan tentang penampilan cantik mereka?" Pei Qian Hao terkekeh sebelum melihat ke arah panggung yang mengambang, tidak lagi memedulikan Chu Ling Long.

Kehabisan kata-kata, Chu Ling Long mengepalkan tangannya dengan sangat erat. Ia secara diam-diam menghinaku karena tidak mirip seperti seorang pria! Tentu saja aku adalah seorang pria! Selir Utamaku baru saja mengandung belum lama ini.

Tiba-tiba saja, suara dari instrumen bambu sutra pun terdengar, menangkap perhatian semua orang, termasuk Pei Qian Hao.

Mengenakan gaun merah dengan sebuah hiasan rambut hijau giok beruntai, roman muka Su Xi-er sudah cukup untuk membuat orang-orang terpukau bahkan sebelum ia mulai menari.

Ketika Ning Lian Chen melihat ranting bunga osmanthus di tangannya, ekspresinya berubah. Tarian Menekuk Ranting! Itu ....

0 comments:

Posting Komentar