Minggu, 22 Februari 2026

CTF - Chapter 252

Consort of A Thousand Faces

Chapter 252 : Bahaya


Kabar mengenai adanya mayat pun menyebar bagaikan kebakaran, bahkan sampai membuat Kantor Kehakiman mengetahuinya hingga membuat mereka segera mengirimkan beberapa petugas kehakiman ke sana. Sulit dipercaya bahwa ada sebuah kasus pembunuhan selama perjamuan kerajaan!

Namun, setelah Hakim Provinsi melihat surat yang ditinggalkan di lengan jubah si pelajar, wajahnya menggelap. Masalah ini jelas sekali berhubungan dengan kematian kedua Nona Wei, tetapi kasusnya telah diserahkan pada Komandan Wei.

Wei Guang menatap si Hakim Provinsi. "Kematian pria ini tidak ada hubungannya dengan Kediaman Wei. Hakim Provinsi, mohon diinvestigasi."

Hakim Provinsi tampak serius. "Kematiannya mencurigakan, tetapi ini terkait dengan kematian Nona-Nona Wei. Mereka berselisih dengan pelajar ini sebelum mereka meninggal. Lihat saja sendiri; surat ini akan menjelaskan semuanya."

Ketika Wei Guang melihat isi suratnya, wajahnya memucat. Ia memeriksa dengan cermat wajah si pelajar itu. Benar-benar dia ... apakah ia membunuh putri-putriku karena ia tidak mendapatkan uang yang dimintanya? Kalau memang begitu, kenapa ia mendadak mati di depan Kediaman Wei?

"Kita harus melaporkan ini pada Pangeran Yun; kemungkinan ialah yang membunuh Nona-Nona Wei." Hakim Provinsi mengambil surat itu kembali dan memerintahkan para petugas kehakiman untuk membawa mayat si pelajar kembali ke Kantor Kehakiman.

Setelah itu, ia meminggirkan orang itu. "Siapkan seekor kuda untuk pejabat ini."

Seorang petugas kehakiman segera mempersiapkan sebuah kereta kuda untuk si Hakim Provinsi, membiarkan orang itu naik sewaktu ia pergi ke istana kekaisaran.

***

Dengan banyaknya orang yang membicarakan mengenai kasus tersebut, wajar jika kabar tersebut pada akhirnya sampai di Paviliun Angin Cyan. Su Xi-er mendengarkan secara resmi mengenai kabar itu setelah pengurus masuk untuk menghidangkan makanan.

Pengurus itu menghela napas. "Nona-Nona Wei tidak menjaga tingkah mereka dan main mata dengan seorang pelajar. Pada akhirnya, mereka terbunuh karena mereka menolak memberikannya uang."

Sekarang karena Feng Chang Qing sudah menyelesaikan masalah ini, sisanya akan tergantung pada Lian Chen.

"Nona, kau harus menyantap makanan ini. Sebentar lagi ...."

Sebelum si pengurus bisa selesai, Su Xi-er melambaikan tangannya. "Aku akan pergi keluar untuk melihat-lihat keadaan." Ia bangkit dan meninggalkan ruangan itu tanpa kata lainnya.

"Nona ...." Si pengurus mencoba mengatakan sesuatu, tetapi Su Xi-er sudah pergi.

Rencananya dijalankan selangkah demi selangkah, tetapi Su Xi-er masih merasa kalau ada sesuatu yang tidak beresBarangkali, bahkan akan ada lebih banyak ketidaksesuaian malam ini.

Aku selalu akurat dalam prediksiku, dan instingku menjerit padaku, mengatakan kalau aku tidak boleh tinggal di Paviliun Angin Cyan lebih lama lagi.

Sewaktu ia berjalan-jalan di jalanan, ia melihat banyak warga sipil yang bergegas menuju ke arah lainnya sembari berbisik-bisik, "Kasus kedua Nona Wei sepertinya sudah terpecahkan! Sebuah kereta kuda dari istana kekaisaran membawa baik Yang Mulia dan Pangeran Yun, akan pergi ke Kediaman Wei!"

Su Xi-er mendengus dingin. Biarpun mereka mencurigai kematian pelajar itu, suratnya asli, dan surat terbarunya memperlihatkan kalau ia memendam niatan untuk membunuh.

Suara dari para warga menyela pemikirannya. "Aku dengar, Pangeran Hao dari Bei Min juga pergi ke sana!"

"Mengapa kasus Nona-Nona Wei melibatkan begitu banyak tokoh penting? Mari kita cepat-cepat pergi ke sana dan melihatnya."

"Ayo, ayo, ayo!"

Jalanan yang tadinya sepi itu mendadak jadi lebih ramai daripada ketika siang hari. Segerombolan orang bergegas menuju ke Kediaman Wei, menyumbat jalan tempat kediaman itu berada.

Su Xi-er tidak berencana untuk pergi ke Kediaman Wei. Selama Lian Chen menanganinya dengan baik, Pei Qian Hao akan memastikan kalau mereka memutuskan bahwa pembunuhnya adalah si pelajar.

Kalau itu terjadi, Ning An Lian tidak bisa melarikan diri dari dikirimkan untuk menjaga Makam Kekaisaran selama tiga tahun!

Dengan Wei Mo Hai yang dibuat sibuk menyelidiki kasus ini, dan pengaruh Yun Ruo Feng yang melemah, kami harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang sementara besinya masih panas.

Su Xi-er melihat ke arah bulan sabit di langit. Matanya tampak terang, tetapi alisnya berkerut sewaktu kegelisahan bercokol dalam hatinya.

Aku harus siap. Bahaya mungkin akan segera tiba.

Ia pergi ke sebuah toko obat, sampai tepat sebelum mereka tutup. Menggunakan akupuntur sebagai alasan, ia membeli sekantong jarum perak. Selanjutnya, ia menuju ke sebuah pegadaian dan membayar si pemiliknya dengan beberapa koin tembaga, supaya menjaga hiasan rambut beruntai yang dipakainya.

Pegadaian itu sudah dibuka selama beberapa dekade di ibu kota Nan Zhao, dan pemilik tokonya jujur dan loyal. Ia bisa melihat bahwa, meskipun hiasan rambut beruntai itu tidak berkilauan, itu adalah benda antik yang berharga. Karena itu, ia tidak berani ceroboh, dan memutuskan untuk menjaganya sendiri daripada menyerahkannya pada salah satu pegawainya.

Su Xi-er merasa tenang ketika ia melihat ini. Bukannya kembali ke Paviliun Angin Cyan atau menuju ke Kediaman Wei, ia berjalan di jalanan yang sepi seorang diri.

Ia merasa firasatnya akan bahaya berkembang jadi lebih mendesak sewaktu ia berjalan, menantikan serangan balasan dari Yun Ruo Feng. Jika aku melawan Yun Ruo Feng, aku harus mengharapkan kalau ia memutuskan untuk bergerak melawanku juga.

Akhirnya, Su Xi-er melihat Wei Mo Hai sedang menunggunya dengan pedang berada dipinggangnya. Ekspresinya suram, sementara niat membunuh merembes dari matanya.

Wei Mo Hai menatapnya dan berujar dengan suara yang tenang. "Aku yakin aku tidak perlu menjelaskan pada orang yang cerdas sepertimu, mengapa aku ada di sini, Nona Xi-er."

Sepertinya, aku sudah menebak dengan tepat. Ia meninggalkan Pavilun Angin Cyan, secara khusus adalah karena ia sedang menantikan saat ini.

Namun, aku kira kalau Yun Ruo Feng, paling banter hanya akan mengirimkan prajurit biasa. Aku tidak menyangka kalau ia akan mengirimkan orang kepercayaannya, Wei Mo Hai. Ini bagus juga; Wei Mo Hai membunuh Lü Liu, dan aku harus membalaskan dendamnya!

Su Xi-er tersenyum. "Aku tidak mengira kalau Pangeran Yun akan begitu menganggapku serius, hingga mengirimkan seseorang sepertimu untuk membunuhku, Komandan Wei. Kau memiliki pengalaman selama bertahun-tahun di ketentaraan, bahkan bertempur dalam peperangan sebelumnya. Semestinya, itu adalah masalah yang mudah bagimu untuk membunuh seseorang seperti diriku."

Biarpun nada bicaranya datar, tiap katanya terucap dalam ejekan.

Wei Mo Hai memahami ini, tetapi ia tidak memedulikannya. Selama aku menyelesaikan pekerjaan, maka itu tidak masalah. Wanita ini sudah berulang-ulang menghancurkan rencana Pangeran Yun. Jika Putri Pertama Kekaisaran dikirim ke Makam Kekaisaran, itu akan menjadi sebuah aib bagi Nan Zhao.

Itulah mengapa, Su Xi-er harus mati!

"Nona Xi-er, aku tidak perlu menjelaskannya padamu agar mengerti, sehingga aku tidak akan membuang waktu untuk mencobanya." Wei Mo Hai menarik pedangnya dan mulai berlari ke arah Su Xi-er.

Su Xi-er tetap tenang berhadapan dengan serangannya, mengeluarkan satu jarum perak dan melemparkannya ke titik akupuntur bai hui-nya.

Wei Mo Hai menghentikan pedangnya, melompat ke udara, dan mengarahkan pedangnya ke titik akupuntur shen ting milik Su Xi-er.

Namun, berlawanan dengan dugaannya, Su Xi-er sengaja berdiam diri, dengan cepat berpindah ke samping di saat terakhir dan menusukkan sebuah jarum ke dalam titik akupuntur Tinnitus-nya.

Wei Mo Hai jatuh dalam perangkapnya; ia sudah mulai merasakan sakit kepala, ditambah dengan dengungan di telinganya. Meskipun ini menyebabkan langkah kakinya jadi tidak stabil, kefamilierannya dalam berpedang membuat tebasannya semematikan biasanya.

Dengan satu gerakan tiba-tiba, tangan Su Xi-er tertusuk oleh pedang itu. Ia sedikit memincingkan matanya dan memperlihatkan tatapan ganas sebelum mengeluarkan tiga jarum perak, dengan akurat melemparkan mereka ke titik akupuntur kematian Wei Mo Hai.

(T/N : juga dikenal dengan 'titik mematikan' dalam akupuntur. Terdapat total 108 titik akupuntur yang sangat penting, yang mana 72 di antaranya tidaklah fatal, dan 36 lainnya bisa mematikan, oleh sebab itu disebut dengan 'titik akupuntur kematian'.)

Ding ding ding! Mata Wei Mo Hai membelalak kaget sewaktu ia jatuh ke tanah. Napas terakhirnya meninggalkan mulutnya sewaktu tubuhnya menyentuh debu. Aku tidak berpikir kalau ia akan mempertaruhkan nyawanya sebagai umpan untuk membuat jebakan untukku.

Namun, kilat terang terlihat di mata Wei Mo Hai. Aku sudah hampir mati, dan tidak akan bisa mengikuti Pangeran Yun lagi. Setidaknya, aku sudah menyelesaikan misi yang diberikannya padaku. Untuk memastikan kematian Su Xi-er, aku sudah melumuri pedangku dengan racun yang bahkan lebih kuat daripada racun ular krait!

Wei Mo Hai mengangkat tangannya dan menunjuk Su Xi-er. "Siapa pun yang menghadang Pangeran Yun akan mati!"

Su Xi-er berjalan ke sebelahnya dan berlutut. "Wei Mo Hai, sudah waktunya kau bergabung dengan Lü Liu. Ia sudah kesepian di bawah sana, jadi aku akan mengirimkanmu lebih dulu. Akan ada yang lainnya yang akan bergabung denganmu nantinya."

"Lü ... Liu?" Mata Wei Mo Hai melebar. Lü Liu adalah dayang pribadi Ning Ru Lan. Jadi, Su Xi-er adalah ....

"Aku adalah Ning Ru Lan, tetapi tidak semua orang bisa terlahir kembali," ujar Su Xi-er pelan. Setiap katanya seperti sebuah tikaman di hati Wei Mo Hai.

0 comments:

Posting Komentar