Minggu, 22 Februari 2026

CTF - Chapter 251

Consort of A Thousand Faces

Chapter 251 : Siasat


Yun Ruo Feng mengangkat tangannya dan mengelus wajah Ning An Lian lembut, ia menyuarakan, "Jangan menyebut Ning Ru Lan di masa yang akan datang. Ia sudah mati."

"Baiklah, aku tidak akan menyebutkannya lagi. Aku akan bergerak maju bersamamu mulai dari sekarang." Ning An Lian tersenyum dan menoleh pada Yun Ruo Feng, menjalin tangannya dengan pria itu.

"An Lian, aku akan meminta Qin Ling untuk segera mengantarkanmu kembali. Kau harus tinggal di istana peristirahatanmu sekarang; jangan bertindak sembrono."

Ning An Lian mengangguk. "Aku akan kembali ke istana peristirahatan; namun aku tidak akan pergi ke Makam Kekaisaran. Kau harus menyelidiki dan menemukan bahwa pembunuh sebenarnya adalah Su Xi-er. Sebenarnya, yang terbaik adalah jika ...." Bulu mata Ning An Lian bergetar, dan ia menerka pemikiran Yun Ruo Feng. "Kau sedang berpikir ...."

Yun Ruo Feng mengangguk. "Kau tidak perlu pergi ke Makam Kekaisaran jika ia mati."

"Aku akan menunggu kabar baikmu di istana peristirahatan." Ning An Lian berjinjit setelah ia selesai bicara, mencium bibir Yun Ruo Feng. Kemudian, ia mundur dan segera meninggalkan kamar tersebut.

Tak lama setelahnya, Ning An Lian mengikuti Qin Ling kembali ke istana peristirahatan.

***

Sementara itu, Su Xi-er sudah pergi ke Rumah Aprikot Keberuntungan setelah meninggalkan Sungai Air Caltrop.

Pengurus baru segera menghadangnya. "Nona, kami masih renovasi, dan masih belum siap untuk menerima tamu. Silakan datang lagi saat kami selesai renovasi."

"Apa kalian masih membuka restoran di sini? Apa nama barunya?"

Si pengurus tertawa. "Paviliun Angin Cyan. Akan menjadi sebuah restoran dengan makanan yang berasal dari banyak kerajaan yang berbeda. Nona, kau harus kembali setelah toko kami dibuka untuk tamu."

"Aku sudah memberitahu majikan barumu kalau aku akan menunggunya di sini." Su Xi-er melafalkan tiap katanya, mengelak mengitari pria itu dan mulai menuju ke arah lantai dua.

"Nona, aku tidak menerima instruksi apa pun dari tuanku, jadi kau tidak boleh naik ke atas." Si pengurus berada tepat di belakang Su Xi-er selagi ia berbicara.

"Aku lihat kalau renovasi di lantai dua sudah selesai. Tuanmu akan segera di sini sebentar lagi; katakan padanya kalau aku sedang menunggunya." Su Xi-er dengan cepat berjalan naik ke atas.

Si pengurus memandanginya. Tampaknya, ia akrab dengan struktur Paviliun Angin Cyan. Belum lagi, ia tidak tampak seperti seseorang yang akan berbohong. Selain itu, tuan yang baru sangat cakap, dan tidak perlu mencemaskan tentang seseorang yang mencoba untuk menyinggungnya.

Setelah si pengurus memikirkan tentang itu, ia pun menyuruh seorang pelayan agar membawakan seteko teh supaya nona itu bisa minum teh sambil ia menunggu.

Su Xi-er memastikan untuk memilih sebuah ruangan yang berjendela, memungkinkannya menatap ke luar selagi ia menyesap tehnya dan menunggu Feng Chang Qing.

Kedua Nona Wei bukanlah tokoh yang penting dalam siasat licik yang penting, sehingga semestinya lumayan gampang bagi Feng Chang Qing untuk menggali beberapa informasi dengan seberapa waktu yang dimilikinya.

***

Setelah satu jam, Feng Chang Qing berjalan masuk ke dalam Paviliun Angin Cyan, mengenakan jubah biru. Pengurus segera menghampiri dan melaporkan, "Tuan, ada seorang wanita bergaun cyan yang sedang menunggu Anda di lantai dua. Ia berada di dalam ruangan di paling kiri; tampaknya, ada hal penting yang ingin diberitahukannya pada Anda."

Feng Chang Qing mengangguk dan cepat-cepat berjalan naik ke lantai dua. Si pengurus mendesah lega. Tampaknya, wanita itu benar-benar mengenal tuanku! Beruntungnya, aku tidak mengusir wanita itu keluar.

Feng Chang Qing mengangguk sebelum menaiki tangga dan memasuki ruangan yang ada di paling kiri. Ia menutup pintunya sebelum membungkuk untuk menyampaikan hormatnya. "Bawahan ini memberi salam pada Putri Pertama Kekaisaran."

Su Xi-er melambaikan tangannya. "Kau tidak perlu memanggilku Putri Pertama Kekaisaran di masa yang akan datang. Kau cukup panggil saja aku Su Xi-er."

"Ini .... Aku tidak bisa. Bawahan ini terbiasa memanggil Anda, 'Putri Pertama Kekaisaran'."

Su Xi-er tertawa. "Apa yang akan dipikirkan orang lain jika mereka mengetahui soal reinkarnasiku? Bicara secara gamblang, mereka akan berpikir bahwa, jiwa seseorang kembali di dalam tubuh orang lain adalah hal yang aneh."

Feng Chang Qing segera mengerti. Itu hanya akan mencelakai kami apabila seseorang mendengarku memanggilnya Putri Pertama Kekaisaran. Orang-orang hanya dapat menganggapnya sebagai roh jahat yang merasuki tubuh orang lain, dan metode yang diketahui untuk memecahkan masalah semacam itu adalah dengan membakar tubuh orang itu.

Feng Chang Qing membuka mulutnya sedikit dan akhirnya berkata, "Su Xi-er." Namun, ia masih merasa itu canggung.

"Itu akan baik-baik saja setelah kau terbiasa. Mari kita tinggalkan saja itu. Sudahkah kau menemukan lebih banyak tentang Nona-Nona Wei?"

Feng Chang Qing mengangguk. "Aku menemukan tentang semuanya. Kedua Nona Wei sering sekali bertengkar, dan sesuatu terjadi dua bulan yang lalu dimana mereka hampir melakukan kekerasan; hanya berkat Tuan Tanah Wei-lah, tidak ada hal besar yang terjadi. Pernah suatu kali, dimana mereka berdua menyukai pelajar tampan yang sama dari Provinsi Bulan. Ternyata, biarpun pelajar itu tampak lembut dan layak di permukaan, ia adalah seorang monster berkulit manusia, terlibat hubungan dengan banyak wanita di waktu yang bersamaan."

Suara Su Xi-er meninggi. "Pelajar tampan, haha."

"Meski punya banyak sekali hubungan, ia punya seorang tunangan yang akan dinikahinya bulan depan."

Su Xi-er meletakkan cangkir tehnya di atas meja. "Apa gunanya seorang pria seperti itu di dunia ini? Tiru tulisan tangannya dan tinggalkan sepucuk surat untuk memperlihatkan bahwa ia meminta uang dari Nona-Nona Wei. Kita akan menanamkan kesalahan pembunuhan kedua Nona Wei padanya."

"Itu tidak perlu, karena alasan kedua Nona Wei putus darinya, tepatnya adalah karena ia meminta uang dari mereka. Suratnya ada di sini." Setelah itu, Feng Chang Qing mengeluarkan beberapa lembar surat dari lengan jubahnya.

Su Xi-er mengambil surat itu dan membaca mereka secara teliti. "Bunuh dia, lalu bawa surat itu ke pintu masuk Kediaman Wei."

Pelajar ini benar-benar mendapatkannya. Dalam suratnya, ia mengancam untuk membunuh Nona-Nona Wei jika mereka tidak memberikannya uang. Waktu ia mengirimkan suratnya bahkan sesuai dengan kematian Nona-Nona Wei.

Feng Chang Qing mengambil surat-surat itu dan memasukkannya kembali ke lengan jubahnya. "Bawahan ini akan melakukannya sekarang." Ia mulai bersiap untuk pergi, hanya untuk berbalik sebelum ia meninggalkan ruangan.

"Putri Pertama ...." Sebelum ia bisa melanjutkan, Su Xi-er memberinya tatapan yang membuat hatinya tersentak. Dengan canggung, ia mengoreksi diri sendiri. "Su Xi-er, sebagian kekuasaan Pangeran Yun telah dikembalikan pada Yang Mulia. Anda sudah merencanakannya dengan baik."

"Hanya inilah yang bisa kulakukan untuk Lian Chen dengan kemampuanku yang terbatas sekarang ini. Semua yang lainnya akan tergantung padanya."

"Bawahan ini sudah menginstruksikan mantan bawahan Anda untuk menyebar menjadi empat kelompok, dan mereka sudah membuat rencana untuk memulai bisnis dan berladang. Banyak yang memutuskan untuk membuka restoran dan kedai teh. Yang pergi ke Bei Min telah memutuskan untuk membuka sebuah sanggar tari karena ada lebih banyak penari di sana. Namun, apa yang harus ditanam oleh mereka yang menjadi petani?"

"Tanamlah bunga, sayuran, dan padi." Su Xi-er membalas acuh tak acuh sewaktu tatapannya melayang keluar jendela.

Feng Chang Qing mengangguk. "Su Xi-er, kapan Anda akan kembali ke Bei Min?"

"Besok. Pangeran Hao memberikanku waktu sebanyak dua hari, jadi aku harus kembali besok. Perjamuan kerajaan Nan Zhao telah usai, dan kita akan bisa menyelesaikan kasus Nona-Nona Wei."

Feng Chang Qing mengangguk. "Bawahan ini akan ikut serta ke Bei Min bersama dengan sejumlah mantan bawahan Anda. Kami akan berbaur dengan penduduk sembari merahasiakan identitas Anda."

"Bagus. Cepatlah pergi dan selesaikan urusan Nona-Nona Wei." Su Xi-er membalas dan melambaikan tangannya, memberi sinyal agar Feng Chang Qing pergi.

Feng Chang Qing mengangguk dan meninggalkan ruangan itu dengan cepat. Sebelum ia meninggalkan Paviliun Angin Cyan, ia menginstruksikan si pengurus agar menjaga wanita di ruang pribadi di atas itu baik-baik.

Pengurus itu mengangguk sebelum pergi ke dapur untuk menginstruksikan koki membuatkan beberapa hidangan lezat.

Su Xi-er menghabiskan sepanjang harinya di Paviliun Angin Cyan, tetapi instingnya memperingatkannya bahwa sesuatu yang besar akan segera terjadi. Biasanya aku selalu tepat saat memprediksi adanya bahaya.

Feng Chang Qing efisien, menyelesaikan pekerjaannya untuk membunuh si pelajar tampan sebelum menyeret mayatnya ke depan Kediaman Wei di tengah malam.

Malam yang sunyi itu ditakdirkan untuk kacau. Seorang pejalan kaki pada akhirnya menemukan mayatnya, mengeluarkan jeritan kaget yang kencang. Tak lama setelahnya, seorang pelayan Kediaman Wei pun keluar, sama terperangahnya, dan segera lanjut untuk memberitahukan Wei Guang.

0 comments:

Posting Komentar