Jumat, 29 Mei 2026

CTF - Chapter 387

Consort of A Thousand Faces

Chapter 387 : Orang Hilang


Sementara Su Xi-er sedang menuliskan surat pemutusan, Pei Ya Ran sendiri sedang berdiri di Kediaman Commandery Prince Xie sembari menatap Xie Yun, yang sedang duduk di kursi teratas.

Walaupun pintu ke aula utama tertutup rapat, sinar matahari masih masuk melalui jendela yang terbuka.

"Kemampuanmu mengagumkan, Commandery Prince Xie, aku tidak menduga kau akan mengenal Shi Mo. Bahkan Ibu Suri ini saja tidak mengetahui siapakah dirinya." Pei Ya Ran berkomentar dingin dengan jejak penghinaan di matanya.

"Ibu Suri, kau terlalu menyanjungku. Pangeran ini juga tidak mengetahui siapa dirinya." Xie Yun memasang senyuman selagi ia mengambil teko teh dan berdiri.

"Minum teh untuk menenangkan dirimu. Pangeran ini melihat kau memiliki terlalu banyak panas internal." Xie Yun menuangkan secangkir teh sebelum membawakannya ke samping Pei Ya Ran.

Pei Ya Ran memalingkan mukanya. "Ibu Suri ini tidak membutuhkannya. Kau bekerja sama dengan Shi Mo, bahkan sampai punya keberanian untuk menggunakan Ibu Suri ini sebagai bagian dari rencana kalian!" Ia menggebrakkan tangannya di lengan kursi, matanya dipenuhi dengan kekejaman.

"Menurut pendapat Pangeran ini, Shi Mo tidak menculikmu secara paksa; kau secara sukarela meninggalkan istana. Hanya saja, apa yang kau pikirkan jauh berbeda dari apa yang Pangeran ini pikirkan."

Meskipun diekspos oleh Xie Yun, tidak ada perubahan dalam ekspresi Pei Ya Ran. "Ibu Suri ini tentunya mengetahui apa tujuanmu. Namun, Commandery Prince Xie, sebaiknya kau menyerah. Pangeran Hao sudah memutuskan untuk tidak menikahi adik perempuanmu."

Xie Yun tertawa. "Pangeran ini tidak dapat memaksa adik perempuanku saat ia tidak punya perasaan terhadap Pangeran Hao. Siapa saja boleh menjadi Hao Wang Fei selama Pangeran ini dapat mengendalikannya secara penuh."

"Artinya, jika Su Xi-er bersedia untuk dimanfaatkan olehmu, kau akan setuju dirinya menjadi Hao Wang Fei?" Pei Ya Ran mempertanyakan dingin sementara matanya diliputi dengan ejekan. Besar sekali nyali Xie Yun. Ia sungguh ingin mengendalikan Pangeran Hao dan memperebutkan kekuasaan. Ambisinya benar-benar tidak kecil!

"Pei Ya Ran." Xie Yun mendadak memanggil nama gadisnya, tatapannya menjadi tidak terbaca. "Pangeran ini sangat jelas tentang apa yang sedang kau pikirkan; Dengan Ibu Suri Bei Min yang menghilang, bisakah pernikahan Pangeran Hao terus berlanjut?"

Alasan Pei Ya Ran bersedia mengikuti Shi Mo keluar istana, tepatnya adalah karena ia berharap agar pernikahan Pei Qian Hao gagal. Bukan hanya itu, ia juga ingin pria itu mati-matian mencarinya.

Bukankah kau sangat mencintai Su Xi-er? Bukankah kau bersikeras untuk menikahinya sebagai istrimu? Aku tertarik untuk melihat bagaimana warga sipil akan bereaksi pada Pangeran Hao yang melaksanakan pernikahan saat Ibu Suri mendadak menghilang!

Xie Yun dapat melihat kegembiraan di mata Pei Ya Ran. "Pangeran Hao akan memeriksa Kediaman Commandery Prince, sehingga Pangeran ini akan mengatur agar kau tinggal di tempat lain. Seorang petani buah akan mengantarkan kirimannya dalam dua jam."

"Kau mau aku duduk di dalam kereta kuda seorang petani buah?" Pei Ya Ran tidak tahan untuk meninggikan suaranya, ketidaksenangannya kentara.

"Apa salahnya duduk di kereta kuda petani buah? Kau harus belajar untuk mengorbankan sesuatu demi mencapai tujuanmu, bahkan meski jika itu artinya melepaskan martabatmu sebagai Ibu Suri. Tak diragukan lagi, Pangeran Hao akan kesulitan mencarimu malam ini."

Kalimat terakhirnya sangat menyenangkan Pei Ya Ran, menyebabkan kepahitan dalam hatinya menghilang.

Selanjutnya, Xie Yun mengirimkan Pei Ya Ran ke ruangan samping untuk istirahat. Dua jam kemudian, ia memberikannya satu set pakaian kasar untuk berganti pakaian selagi petani buah itu tiba dengan kereta kudanya.

Berpikir bahwa ia hanyalah seorang wanita biasa, si petani buah naik ke atas kereta dan melecut cemeti kuda begitu saja. Segera, Pei Ya Ran sudah meninggalkan Kediaman Commandery Prince Xie, menuju ke pegunungan, dimana para pengawal pribadi Xie Yun sudah menunggu.

Semuanya berjalan sesuai rencana. Mata Xie Yun berbinar selagi ia menggoyangkan cangkir teh di tangannya.

Tepat saat ia akan kembali duduk, dayang pribadi Xie Liu Li buru-buru datang. "Commandery PrinceCommandery Princess menghilang."

Xie Yun langsung menjadi serius dan menurunkan cangkir tehnya. "Kapan kau menyadari kalau ia menghilang?"

"Commandery Princess mau minum air hangat, sehingga hamba pergi untuk memanaskan air. Di saat aku kembali ke kamar, Commandery Princess sudah menghilang. Hamba sudah mencari selama setengah harian, tetapi ia tidak bisa ditemukan dimana-mana. Hamba hanya bisa datang mencari Anda, Commandery Prince."

Tanpa kata lagi, Xie Yun meninggalkan aula utama dan menginstruksikan para pengawal agar benar-benar memeriksa Kediaman Commandery Prince.

Satu jam setelahnya, kepanikan melintas di mata Xie Yun sewaktu para pengawal melaporkan tidak ada tanda-tanda Commandery PrincessLiu Li selalu patuh. Walaupun ia marah padaku hari ini; ia tidak akan meninggalkan kediaman secara tiba-tiba Mungkinkah ia diculik?

Kemungkinan ini mengakibatkan wajah Xie Yun menggelap.

Setelah itu, sekelompok pengawal dari kediaman pun diutus untuk mencari Xie Liu Li secara diam-diam.

Tentu saja, tak perlu dikatakan bahwa Pei Qian Hao sudah memiliki seorang pengawal tersembunyi di tempat, untuk mengawasi Kediaman Commandery Prince. Setelah melihat sekelompok pengawal meninggalkan Kediaman Commandery Prince, ia langsung menuju ke istana kekaisaran untuk memberitahukan Pangeran Hao tentang penemuannya.

***

Di dalam istana kekaisaran, Su Xi-er sudah selesai menuliskan surat pemutusan sebelum diam-diam meletakkannya di atas meja di istana peristirahatan Pei Ya Ran.

Dua jam setelahnya, Pei Qian Hao sengaja menginstruksikan Yu Chi Mo agar menyebarkan kabar bahwa Ibu Suri telah menghilang.

Yu Chi Mo tidak mengerti tujuannya. Pangeran Hao menyuruhku agar merahasiakannya beberapa waktu yang lalu, tetapi kini ia berusaha memastikan bahwa semua orang mengetahui tentang itu.

Itulah saat si pengawal tersembunyi tiba di Istana Naga Langit, menemukan majikannya sedang menuangkan teh untuk Su Xi-er yang duduk.

Pengawal itu membeku sejenak, wajahnya meringis akibat terkejut.

Pei Qian Hao sudah menuangkan secangkir teh panas, dan meniupnya beberapa kali sebelum menyerahkannya kepada Su Xi-er. "Hati-hati, masih panas."

Dibandingkan dengan suara dingin dan berkuasanya yang biasa, sekarang jauh lebih lembut.

Si pengawal membelalakkan matanya, ketidakpercayaan terpampang di wajahnya. Siapa yang akan mengira bahwa suatu hari, Pangeran Hao akan menjadi lembut?! Tetapi sekarang, sungguh terjadi di depan mata kepalaku sendiri!

Ketika Pei Qian Hao akhirnya berbalik untuk menghadap si pengawal, ekspresinya sudah kembali ke tatapan dinginnya yang biasa. Pengawal itu mundur dengan cepat dan tersadar.

"Pangeran Hao, untuk beberapa alasan, sekelompok pengawal sudah meninggalkan Kediaman Commandery Prince. Tampaknya, mereka sedang mencari seseorang."

Mata Su Xi-er dipenuhi keheranan. Pei Qian Hao tidak bergerak, jadi siapa yang mungkin menghilang di Kediaman Commandery Prince?

Ada jejak mencemooh dalam mata Pei Qian Hao. "Pangeran ini bahkan belum mulai mencari, tetapi Xie Yun sudah mulai." Ia menoleh pada Su Xi-er, cemoohan di matanya digantikan dengan senyuman iseng.

Su Xi-er menjawab, "Tampaknya, Xie Yun sudah punya masalahnya sendiri; Anda bahkan tidak perlu melakukan sesuatu."

"Orang yang sudah melakukan terlalu banyak hal yang berlawanan dengan hati nurani mereka, akan sering kali menemukan bahwa segala sesuatunya tidak akan berjalan sesuai kehendak mereka." Ia menginstruksikan si pengawal agar terus mengawasi Kediaman Commandery Prince sebelum mengangkat tangan untuk menyuruhnya mundur.

Pengawal itu menerima perintah tersebut dan membungkuk selagi ia pergi.

Pei Qian Hao berjalan ke arah Su Xi-er, menggenggam tangan wanita itu dengan tangannya sendiri selagi ia mengerutkan kening. "Tanganmu membeku. Cepatlah minum teh hangatnya."

Su Xi-er menyetujui dan menyesap cairan panas itu sebelum bertanya, "Setelah pengawal menemukan surat pemutusan tersebut, apakah itu akan diumumkan pada publik?"

Sebagai orang yang menuliskan surat pemutusan itu, ia menyadari bahwa tiap kalimat di dalamnya hanya akan membuat orang-orang menentang Pei Ya Ran. Apabila ini diumumkan pada publik, rakyat jelata akan berpikir bahwa Ibu Suri terlalu kejam dan tidak berperasaan, menjodoh-jodohkan orang yang tidak cocok secara acak untuk menstabilkan pengaruh Keluarga Pei.

"Kalau kita tidak akan mengumumkannya pada publik, mengapa kita buang-buang waktu untuk menuliskannya?" balas Pei Qian Hao. Karena Pei Ya Ran telah memilih jalan ini, aku tidak akan bersikap sopan.

Su Xi-er dapat mendengar ketegasan dalam nada bicaranya. Kepergian Pei Ya Ran bukanlah sebuah masalah, melainkan sebuah kesempatan. Sekarang karena ada pembelokkan yang dilemparkan ke rencana Xie Yun, aku penasaran, bagaimana perasaannya.


0 comments:

Posting Komentar