Consort of A Thousand Faces
Chapter 388 : Commandery Prince Sangat Gelisah
Senja kian mendekat kala para pengawal Kediaman Commandery Prince terus menjelajahi jalanan mencari Xie Liu Li, tetapi tidak berhasil. Bahkan, ekspresi lembut Commandery Prince yang biasanya saja jadi semakin heboh. Tetapi, bahkan setelah mencari seluruh ibu kota, Commandery Princess tidak terlihat dimana-mana. Mungkinkah ia sudah diculik dan dibawa kabur ke pinggiran kota atau daerah pedesaan?
Xie Yun merasa sangat gelisah. Liu Li selalu penurut. Jika ia pergi atas keinginannya sendiri, kami pasti sudah menemukannya setelah mencari begitu lama! Ia pasti diculik. Tetapi pertanyaannya adalah, oleh siapa? Pei Qian Hao?
Kemungkinan itu mengakibatkan kilat kekejaman muncul di mata Xie Yun. Liu Li suci dan polos, bahkan membantu Pei Qian Hao selama perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin istana. Ia tidak akan pernah mengira orang yang ditolongnya, suatu hari akan melawannya.
"Commandery Prince, kami sudah menyisir seluruh ibu kota, tetapi kami masih belum melihat adanya tanda-tanda dari Commandery Princess. Kita harus mengutus beberapa orang untuk mencari di pinggiran kota." Seorang pengawal membungkuk selagi ia melapor.
Xie Yun melambaikan tangannya, menjawab dingin, "Tidak perlu."
Mata si pengawal berkedut, ekspresinya kebingungan. "Tidak perlu?"
"Iya, Pangeran ini mengetahui dimana dia. Tarik mundur semua pengawal." Xie Yun pergi menaiki kereta kuda dari Kediaman Commandery Prince, dan langsung bergegas ke istana kekaisaran.
Pengawal itu bingung. Commandery Prince pergi ke arah istana kekaisaran. Apakah itu artinya bahwa Commandery Princess ada di sana? Tetapi, walaupun ia memang memasuki istana, tidak akan pergi tanpa mengatakan apa-apa.
Tidak mungkin Xie Yun tahu bahwa Xie Liu Li bukannya diculik, melainkan malah menyelinap keluar sendiri.
Setelah mendengarkan kakaknya di aula utama siang ini, ia merasa seolah ada batu yang membebani hatinya. Walaupun Kakak Lelaki tersenyum padaku, itu tidak terasa tulus sama sekali.
Kakak Lelaki dalam ingatanku akan memanjat pohon untuk memetik buah-buahan dan mencuri telur bersamaku. Ia begitu murni dulu. Tetapi sekarang, Kakak Lelaki terlalu menggilai kekuasaan. Keluarga Xie sudah menjadi salah satu keluarga bangsawan yang paling bergengsi di Bei Min; bukankah itu cukup? Mengapa ia bersikeras mencoba merebut kekuasaan yang bukan milik kami?
Pemikiran murni Xie Liu Li tidak memungkinkannya untuk memahami metode Xie Yun. Faktanya, semakin ia mencoba untuk memahaminya, rasa sesak dalam dadanya semakin meningkat. Alhasil, diam-diam ia menyelinap keluar sendiri dari Kediaman Commandery Prince.
Ia berkeliaran di jalanan tanpa tujuan hingga ia memasuki sebuah kedai teh, mencari satu kamar pribadi di pojok dan minum teh sendirian. Ia memerhatikan jalanan dari jendela ruangan tersebut, melihat para pengawal Kediaman Commandery Prince yang sedang mencarinya.
Tetapi, aku tidak bisa membuat diriku kembali. Aku tidak akan pernah melupakan kata-kata yang diucapkan Pangeran Hao kepadaku saat aku bertemu secara pribadi dengannya di kedai teh hari itu.
Saat dua orang saling mencintai, mereka harus menerima restu dari orang lain. Ia hanya menghormati Pei Qian Hao, dan ia mengagumi Su Xi-er.
Xie Liu Li menghela napas, manik-manik kaca pandora di keningnya sedikit bergoyang. Ia mengambil teko teh dan menuangkan secangkir teh, berencana untuk kembali setelah meminumnya.
Namun, tepat saat ia sudah menyesap beberapa kali, pintu ruangan pribadi itu terbuka, menampakkan seorang pria jangkung dan kurus yang memasang ekspresi lembut di wajahnya.
Meskipun ia menerobos masuk, Xie Liu Li menjaga formalitas yang dibutuhkan. "Tuan, kau salah masuk ruangan."
Pria itu menggelengkan kepalanya. "Aku tidak salah. Ini sudah larut, Nona. Apa kau tidak takut kalau itu akan berbahaya, pergi keluar sendirian di malam selarut ini?"
Kewaspadaan merayapi mata Xie Liu Li. "Pelayan keluargaku sedang menunggu di luar kedai teh. Aku akan segera kembali."
"Begitukah? Aku tidak melihat adanya pelayan keluarga di luar kedai teh." Pria itu berbicara lagi selagi ia berjalan mendekat. "Nona, kau seharusnya tahu bahwa germo dari rumah bordil sudah menyuruh orang menunggumu di luar sana."
"Terima kasih banyak atas peringatannya, Tuan." Xie Liu Li bangkit berdiri, bersiap untuk meninggalkan ruang pribadi tersebut.
Ia baru mengambil beberapa langkah saat pria itu menghadangnya. "Nona, kau akan benar-benar langsung tertangkap apabila kau keluar seperti ini. Kau harus pergi bersamaku dari pintu belakang."
Xie Liu Li mendongak untuk menatapnya. Dapatkah aku memercayainya? Matanya jernih; seharusnya ia adalah orang yang baik.
Karenanya, ia membuang kecurigaannya dan mengikuti pria itu keluar dari ruangan pribadi. Setelah pria itu membayarkan tehnya, mereka berdua berjalan keluar melalui pintu belakang.
Setelah mereka keluar dari kedai teh, Xie Liu Li berhenti. "Tuan, mari kita berpisah jalan sekarang."
Tepat sewaktu kata-kata itu meninggalkan mulutnya, pria itu berbalik, tatapan lembut di matanya yang sebelumnya pun menghilang. Beberapa orang lainnya mendadak muncul di sampingnya, dengan salah satu pria yang memegangi karung goni.
"Nona, tidak mudah bagiku untuk menipu supaya kau keluar. Tentu saja kami akan menjualmu dengan harga yang bagus." Ejek pria itu selagi ia mengangkat tangannya, langsung menyerang ke arah tengkuk Xie Liu Li.
Dengan gesit memutar tubuhnya, Xie Liu Li mati-matian melarikan diri. Akan tetapi, suara tawa dan derap langkah dari para pria di belakangnya jadi semakin keras sementara mereka berangsur menyusulnya.
Dengan seberapa cepatnya ia berlari, tak bisa dihindari kalau manik-manik kaca pandora yang dipakainya akan jatuh dari kepalanya. Memungutnya, salah satu pria itu berkomentar, "Manik-manik ini tampak berkilauan; sepertinya akan mendapatkan harga yang bagus." Ia menyimpannya ke lengan bajunya sebelum mengulurkan satu tangan, berusaha untuk menarik kerah Xie Liu Li.
Pemandangan dari manik-manik kacanya yang jatuh ke tangan orang asing semakin meningkatkan kepanikannya. Namun, ia hanya bisa terus berlari ke depan, memaksakan dirinya agar mempercepat lajunya. Aku hanya perlu berbelok di tikungan dan aku akan selamat!
Pemikiran ini mendorong kakinya supaya bergerak lebih cepat. Pria di belakangnya sengaja membiarkannya lari sebentar, mengetahui bahwa ia sudah memerintahkan orang untuk bersembunyi di jalan di depan.
Ketika Xie Liu Li berbelok di tikungan, ia tidak bisa menghentikan dirinya tepat waktu, menabrak seorang pria berbaju kasar warna biru.
Pria berbaju biru itu menyangganya dan bertanya, "Nona, kau baik-baik saja?"
Xie Liu Li menengadahkan kepalanya, hanya menemukan dirinya menatap cadar kain kasar yang menutupi wajah pria itu. Tatapan yang menawan terpancar dari mata hitam legamnya, menyebabkan Xie Liu Li hanya terus bengong memandanginya.
Pria di belakangnya pun berteriak, "Lepaskan dia. Dia milikku!"
Teriakannya menarik Xie Liu Li keluar dari pemikirannya. Pria di depanku bukanlah kaki tangan si orang jahat. Ia segera menariknya, dan memohon, "Tuan, tolong selamatkan aku. Mereka mau menjualku."
Melihat ke tangan mungilnya yang mencengkeram erat pergelangan tangannya, alis pria itu tampak berkerut selagi ia menarik Xie Liu Li ke balik punggungnya. "Menjauhlah dariku, dan pejamkan matamu."
Meskipun tidak mengerti mengapa ia menyuruhnya agar menjauh, Xie Liu Li masih mengikuti instruksinya. Tetapi, ia merinding setelah mendengarkan apa yang sepertinya adalah jerit tragis dari para pria yang mengejar setelah ia melakukannya.
Beberapa saat setelahnya, keheningan pun mengambil alih, dan suara bergema pria itu dapat terdengar. "Ayo kita pergi."
Merasakan seseorang menarik tangannya, Xie Liu Li pun membuka matanya, melihat punggung tinggi orang yang menuntunnya.
"Dimana kau tinggal? Aku akan mengantarkanmu pulang. Tidak aman bagi seorang gadis untuk berkeliaran di jalanan seorang diri di jam segini." Feng Chang Qing membawanya ke jalan utama dan melepaskannya, mundur beberapa langkah guna memastikan jarak di antara mereka.
Menebak kalau ia adalah warga sipil biasa dari baju kasarnya, Xie Liu Li memutuskan bahwa tidak bijaksana baginya untuk memberitahukan padanya tentang statusnya sebagai Commandery Princess.
"Rumahku hanya berjarak tiga jalan jauhnya. Kau cukup mengantarkanku ke jalan sebelahnya." Xie Liu Li menjawab sambil tersenyum.
Feng Chang Qing mengangguk. "Baiklah."
Mereka berdua berjalan ke jalan sebelah sewaktu malam berangsur turun. Tiba-tiba saja, Xie Liu Li teringat bahwa manik-manik kaca pandoranya masih berada pada pria yang sudah mencoba untuk menculiknya!
Menyadari kesusahannya, Feng Chang Qing mengeluarkan sesuatu dari lengan bajunya sebelum menyerahkannya kepada Xie Liu Li. "Milikmu; simpan baik-baik."
Melihat ke arah manik-manik kaca pandora di tangannya, Xie Liu Li merasa senang. Ia baru saja akan mengambilnya ketika mendadak ia berhenti dan tersenyum. "Tuan, bisakah kau membantuku memakaikannya? Aku tidak tahu bagaimana caranya memakai aksesoris sendiri."
Feng Chang Qing agak tertegun sebelum ia mengangkat tangannya untuk membantunya memakaikan manik-manik kaca pandora tersebut. Namun, suara seorang pria tiba-tiba saja terdengar, "Commandery Princess, akhirnya kami menemukan Anda."
(T/N: Sepertinya ada kapal baru guys, Feng Chang Qing x Xie Liu Li. :3)

0 comments:
Posting Komentar