Consort of A Thousand Faces
Chapter 389 : Pangeran Yun Memasuki Bei Min
Sebelum Xie Liu Li bisa bereaksi, pria di depannya menghilang seperti angin, hanya meninggalkan manik-manik kaca pandora tergeletak di telapak tangannya, sebagai bukti bahwa ia pernah ada di sana.
Ia pergi sebelum aku bahkan bisa menanyakan namanya. Karena ia melarikan diri setelah mendengarkan identitasku, apakah itu artinya aku tidak akan pernah bertemu dengannya lagi?
Jejak kesedihan dan ketidaksenangan muncul di matanya.
(T/N : Ahem, sepertinya Xie Liu Li beneran naksir sama si babang Chang Qing.)
Pengawal itu berjalan mendekat dan berhenti di depannya. "Commandery Princess, mohon segera kembali ke kediaman bersama bawahan ini. Commandery Prince sangat cemas hingga ia menyuruh kami menyisir seluruh ibu kota."
"Aku akan kembali sekarang. Apakah Kakak ada di kediaman?"
"Tidak, Commandery Prince pergi ke istana kekaisaran."
Xie Liu Li kaget. "Mengapa ia pergi ke istana kekaisaran? Bukankah seharusnya ia mencariku di jalan?"
"Commandery Princess, apabila Anda tahu kalau Commandery Prince akan mencari Anda kemana-mana, tidak seharusnya Anda menyelinap keluar dari kediaman. Ia berpikir bahwa Anda diculik."
Napas Xie Liu Li tercekat sesaat. Mungkinkah Kakak mengira kalau Pangeran Hao menculikku dan pergi mencari masalah dengannya? Xie Liu Li segera menyimpan manik-manik kaca pandora itu ke dalam lengan bajunya dan mempercepat langkahnya. Dengan Kediaman Commandery Prince yang dekat, hanya dibutuhkan sejenak untuk sampai di sana dengan berjalan kaki.
Tepat saat Xie Liu Li sampai di jalan, kebetulan ia melihat Xie Yun turun dari sebuah kereta kuda. Ia langsung maju ke depan dan memanggilnya.
Namun, ia hanya menemukan teguran dingin di mata kakaknya.
Tatapan Xie Yun dalam dan tanpa senyuman sewaktu ia melihat ke arah Xie Liu Li. Ia menegur dengan kasar, "Kau sudah cukup pemberani untuk meninggalkan kediaman seorang diri, ya?"
"Kakak, dengarkan aku ...."
Xie Yun melambaikan tangannya, dan menginstruksikan pengawal, "Antarkan Commandery Princess kembali ke halamannya, dan jangan biarkan ia meninggalkan kediaman."
Melihat ekspresi layaknya badai milik Xie Yun, si pengawal pun segera menggesturkan pada Xie Liu Li supaya masuk ke kediaman,
Xie Liu Li tahu bahwa ia tidak akan bisa berkomunikasi dengan Xie Yun selagi orang itu masih marah. Oleh sebab itu, ia hanya bisa mencengkeram lengan jubahnya dan berjalan masuk ke kediaman sembari menundukkan kepala.
Ketika tangannya tanpa sadar menyentuh manik-manik kaca pandora di lengan jubahnya, Xie Liu Li merasakan kehangatan merayap masuk ke dalam hatinya untuk sesaat. Sewaktu bayangan dari pria yang menyelamatkannya melintas lagi dalam benaknya, ia berpikir, Aku harap agar Langit akan mengizinkan kami untuk bertemu lagi.
Siapa namanya? Dimana ia tinggal? Apa ia sudah beristri?
Ujung telinganya memerah selagi ia memikirkan pertanyaan terakhir. Apa yang sedang kupikirkan? Apakah karena sekarang aku berusia 18 tahun, aku tidak tahan kesepian dan ingin menikahi seseorang?
Memerhatikan sosok Xie Liu Li yang beranjak pergi, tatapan Xie Yun menggelap. Aku tidak menduga Liu Li akan begitu tidak arif beberapa kali berturut-turut. Aku sudah terlalu memanjakannya.
Saat aku tidak dapat menemukannya, aku langsung pergi ke Istana Naga Langit, hanya untuk diolok-olok oleh Pei Qian Hao. Bagaimana mungkin aku bisa membiarkan hal ini?!
Meskipun ia marah besar, ia masih merasa sangat puas dengan kinerja Tan Ge. Setelah ia menghadang panah Shi Mo, Tan Ge sudah sepenuhnya mendapatkan kepercayaan Su Xi-er. Setidaknya, itulah yang dapat kuketahui dari apa yang kulihat.
Kegelapan menghilang dari mata Xie Yun. Sudut mulutnya melengkung membentuk senyuman, tak lagi lembut, tetapi dengan sejejak kejahatan.
Tiba-tiba saja, seorang pengawal dari Kediaman Commandery Prince datang untuk melapor. "Commandery Prince, sesuatu yang besar sudah terjadi di istana kekaisaran. Ibu Suri menghilang, bahkan rakyat jelata saja mengetahui tentang insiden itu."
Ekspresi Xie Yun tetap tidak berubah selagi ia melambaikan tangannya. "Pangeran ini sudah mengetahui tentang itu. Mundurlah."
"Baik." Pengawal itu membungkuk dan menangkup kepalan tangannya sebelum pergi.
Mata Xie Yun berbinar selagi ia memerhatikan langit yang menggelap. Shi Mo bergerak cukup cepat; ia sudah menyebarkan kabar tersebut.
Akan tetapi, Xie Yun tidak mengetahui bahwa orang yang sudah menyebarkan kabar itu bukanlah Shi Mo, melainkan Yu Chi Mo, atas perintah Pei Qian Hao.
***
Sementara itu, Shi Mo, yang berperan penting dalam menghilangnya Ibu Suri, sedang berada di kedai teh di pinggiran kota. Ia sudah memesan beberapa kue dan perlahan-lahan menikmati mereka.
Kue-kue di kedai teh itu tidak dibuat dengan indah seperti yang dibuat di kedai-kedai teh ibu kota, tetapi ia masih menikmati waktunya, melahap mereka seolah mereka adalah makanan lezat yang eksotis. Bahkan, si pemilik kedai teh saja merasa ia aneh.
Sepenuhnya mengenakan jubah hitam dengan topi besar yang menutupi matanya. Aku hanya bisa melihat hidung dan mulutnya.
Shi Mo menurunkan sumpitnya dan memandang ke kejauhan. Setelah berhari-hari, ia seharusnya sudah berada di sini. Ia terus-terusan mengejar Su Xi-er selagi ia ada di Nan Zhao, bahkan sampai meminta dirinya pada Pangeran Hao. Sekarang, karena ia sudah akan menikahi pria lain, mana mungkin ia tetap tak terguncang?
Setelah menunggu selama hampir dua jam, sebuah kereta kuda biasa perlahan-lahan berhenti di depan kedai teh tersebut.
Berdiri di sebelah kereta adalah beberapa pelayan keluarga yang memakai baju kasar. Mereka semua sangat hormat kepada orang yang duduk di dalam kereta.
Sudut mulut Shi Mo melengkung ke atas. Akhirnya, ia di sini. Beberapa saat kemudian, ia meletakkan perak di atas meja dan pergi dengan cepat, jubah hitamnya berkibar dalam angin, tampak sombong dan dingin.
"Tuan, kita hanya punya ini. Mohon bertahanlah dengan itu dan makan sedikit." Qin Ling, yang menyamar sebagai pelayan, menyerahkan selembar kertas dengan beberapa biskuit di dalamnya kepada orang yang ada di dalam kereta.
Suara jernih seorang pria terdengar. "Saat aku tinggal di tentara selama masa peperangan, aku bahkan harus memakan makanan yang berjamur. Dibandingkan dengan itu, biskuit ini bisa dianggap enak." Satu tangan terulur dari tirai dan membawa masuk biskuit itu.
"Qin Ling, cari sebuah penginapan yang tak mencolok di ibu kota untuk kita tempati."
"Baik." Jawab Qin Ling, dan mengangkat tangannya untuk menginstruksikan pengawal agar terus mengendarai kereta kuda.
Segera, kereta kuda itu perlahan-lahan menuju ke ibu kota Bei Min.
Di dalam kereta kuda, Yun Ruo Feng memandangi biskuit di tangannya, mengenang tentang masa-masa yang dihabiskannya bersama Ning Ru Lan di barak tentara. Dulu, hanya ada sepotong biskuit kering di tanganku. Aku tidak tega memakannya, jadi kuberikan semuanya untuknya. Tetapi, ia memikirkan hal yang sama.
Pada akhirnya, kami berdua menghabiskannya dengan memakannya segigit secara bergantian.
Yun Ruo Feng merasakan jantungnya berdenyut nyeri. Lan-er, selama masa ini, kau meninggalkan Nan Zhao, aku sudah memikirkan tentang banyak hal. Akhirnya aku mengerti bahwa aku tidak sanggup kehilangan dirimu.
Aku hanya bisa menyalahkan diriku sendiri karena itu sudah terlambat. Aku takut kalau kau tidak akan memaafkanku. Tetapi, aku tidak bisa hidup tanpamu. Tak peduli apa responsmu, aku akan membawamu kembali bersamaku.
Awalnya kau adalah wanitaku. Kau tidak boleh menikahi pria lain!
Tekad muncul di mata Yun Ruo Feng selagi ia meremas kertas kuning di tangannya. Tidak jelas berapa lama waktu telah berlalu sebelum kereta kuda itu memasuki ibu kota, dan ia mulai memakan biskuit itu.
Setiap gigitannya, akan mengingatkannya pada kehadiran Ning Ru Lan. Ia hanya akan tersenyum padaku selagi dengan anggunnya menari untukku. Ia bahkan akan menanyakan, "Feng, apakah aku menari dengan baik?"
Walaupun ia selalu bersikap kuat dan mandiri, kadang-kadang ia masih akan memperlihatkan sisi malu-malunya padaku. Yun Ruo Feng hanya bisa membenci dirinya sendiri. Aku hanya bisa menyalahkan diriku sendiri karena membiarkan egoku menguasaiku. Aku menginginkan seluruh cintanya dan ia hanya menjadi wanita sopan yang berdiri di belakangku, sementara tidak menerima apa pun yang membuatnya menjadi dirinya sendiri. Pada akhirnya, keserakahanku menyebabkan diriku kehilangannya.
"Lan-er, aku akan membawamu kembali kali ini." Yun Ruo Feng bergumam pelan pada dirinya sendiri. Hanya saat Qin Ling memanggilnya, ia tertarik keluar dari lamunannya.
Yun Ruo Feng turun dari kereta kuda sebelum memasuki penginapan yang telah dipilih Qin Ling melalui pintu belakang. Ia memilih salah satu ruangan yang lebih baik untuk istirahat.
Memerhatikan Yun Ruo Feng memasuki kamarnya, Qin Ling merasa bahwa orang itu sudah berubah banyak selama masa waktu ini. Pangeran Yun sudah lama mengetahui bahwa Tabib Kekaisaran Fang sudah disogok oleh Yang Mulia agar meningkatkan obat untuk melemahkannya, tetapi ia masih meminumnya.
Tetapi, ketika Pangeran Yun mengetahui bahwa Su Xi-er akan menikah, ia langsung membuang obat itu; merebus yang lain untuk dirinya sendiri dan mengemut ginseng di dalam mulutnya setiap hari. Baru setelah itu, ia bisa memulihkan tenaganya dan datang jauh-jauh ke Bei Min.
Qin Ling tidak dapat memahami Yun Ruo Feng. Pangeran Yun baru mengenal Su Xi-er dalam waktu yang singkat. Mengapa tiba-tiba ia begitu mencintainya? Terlebih lagi, Su Xi-er adalah wanita yang disukai oleh Pangeran Hao!

0 comments:
Posting Komentar