Sabtu, 27 Juni 2026

CTF - Chapter 405

Consort of A Thousand Faces

Chapter 405 : Lian Chen Tiba


"Apa begini caramu menuliskannya?" Situ Li bertanya selagi ia mendemonstrasikan guratan di lemari.

Su Xi-er mengamati guratannya dengan cermat sebelum menjawab. "Itu benar. Apa Anda masih mempunyai pertanyaan lainnya?"

"Tidak, Pangeran ini akan pergi sekarang. Tidak akan baik jika Pangeran Hao mengetahui tentang diriku yang ada di sini." Situ Li mengambil buku salinan Aksara Lan tersebut kembali sebelum menutupnya, melirik Situ Lin sebelum berjalan keluar dari aula utama.

Setelah ia berada di luar aula istana, ia menyimpan buku itu di lengan jubahnya, ekspresi di matanya masih dingin dan tanpa emosi.

Baru setelah ia berbelok di tikungan jalur istana, ia melihat Pei Qian Hao datang dari arah yang lain. Tampaknya, ia akan pergi ke Istana Naga Langit. Semenjak Xie Yun meninggalkan ibu kota, sepertinya Pangeran Hao jadi santai. Namun, ia benar-benar kejam ketika ia beraksi, menjatuhkan jenderal Xie Yun dengan begitu cepatnya.

Keduanya sedikit demi sedikit saling mendekat, dan ekspresi Situ Li sedatar suaranya ketika ia berbicara. "Pangeran Hao, belakangan ini, kau sudah tinggal di Istana Naga Langit, bukannya di Kediaman Pangeran Hao."

"Pangeran ini tentunya akan kembali ke kediamanku setelah pernikahan." Suara Pei Qian Hao terdengar dingin dan mengesankan secara alami.

"Aku lihat kalau kau akan selalu berada dimana pun pengantin cantikmu berada, Pangeran Hao. Pangeran ini tidak akan mengganggumu lagi kalau begitu." Situ Li bergeser ke samping dan berjalan melewati Pei Qian Hao.

Alis Pei Qian Hao agak mengerut. Situ Li jarang-jarang datang ke Istana Naga Langit, tetapi ia mendadak datang hari ini karena beberapa alasan. Pei Qian Hao mempercepat langkahnya sementara ia menuju ke Istana Naga Langit.

Saat ia masuk ke aula utama dan menemukan Situ Lin dengan giat sedang melatih tulisannya, akhirnya Pei Qian Hao merasa bersyukur. Akhirnya, ia jadi lebih bijaksana.

Situ Lin melihat Pei Qian Hao, dengan cepat berbicara sebelum orang itu bisa mengatakan apa-apa. "Bibi Kekaisaran ada di aula samping. Kakak Kekaisaran Ketiga datang dan berkonsultasi dengan Bibi Kekaisaran tentang Aksara Lan barusan ini." Kemudian, ia meneruskan latihannya.

Pei Qian Hao pun berbalik untuk menuju ke aula samping tanpa kata. Setelah masuk, ia melihat Su Xi-er sedang mengatur lemari pakaian.

Mau tak mau, ia pun terhenti di jalannya dan mengamati pemandangan dari Su Xi-er yang mengeluarkan semua pakaian dan melipat mereka sebelum memasukkannya kembali ke dalam lemari pakaian. Bahkan, hati tangguh dan kerasnya saja hanya bisa melembut selagi ia memerhatikan, tak sanggup mengganggu pemandangan damai di depannya.

Tepat sewaktu Su Xi-er selesai, akhirnya ia menyadari kehadiran Pei Qian Hao.

Ia tersenyum. "Apa Anda tidak pernah melipat pakaian Anda sebelum memasukkan mereka ke dalam lemari pakaian?"

Pei Qian Hao berjalan ke arahnya, dan memeluknya erat-erat dengan lengannya yang kuat. "Xi-er." Aura dingin yang biasa ada dalam suaranya digantikan dengan kelembutan.

Mendengarkan bentuk sapaannya, Su Xi-er merasa sedikit tidak wajar. Biasanya ia memanggilku dengan nama lengkapku, dengan cara yang serius atau tidak senang. Baginya, mendadak memanggilku Xi-er ....

"Cuaca hari ini tidak bagus, jadi aku tidak pergi ke Perpustakaan Kekaisaran. Biar begitu, rasanya tidak tepat hanya untuk bermalas-malasan, jadi kupikir, aku akan menyusun lemari pakaian Anda setelah melihatnya penuh dengan pakaian yang belum dilipat dengan benar."

Pria biasanya lebih santai kalau soal melipat pakaian, dan Pei Qian Hao tidak suka wanita lain menyentuh barang-barangnya.

"Xi-er, semua persiapan pernikahan sudah lengkap. Kita hanya perlu menunggu hari baik itu untuk tiba."

Su Xi-er mendongakkan kepala untuk menatapnya, mengamati tatapan tulus di matanya selagi hatinya meleleh sekali lagi. Tanpa bicara, ia balas memeluk Pei Qian Hao lebih erat lagi. Aku tidak akan memberitahukannya identitasku, karena sekarang, itu adalah sesuatu dari masa lalu. Sekarang ini, aku adalah Su Xi-er; itulah identitas yang kuinginkan, untuk menemaninya seumur hidup.

"Xi-er, Kaisar Nan Zhao sudah dalam perjalanan, dan akan segera sampai di sini. Putri Guru Agung Liu juga bepergian bersamanya." Kata Pei Qian Hao selagi ia mencium kening Su Xi-er.

Jejak kebingungan melintas di mata Su Xi-er. Mengapa ia mendadak menyebutkan Lian Chen? Belum lagi, ia sampai sedetail itu, bahkan memberitahukan padaku, siapa yang dibawa Lian Chen bersamanya.

"Pangeran ini sengaja memberitahukanmu karena aku ingin melihat reaksimu." Pei Qian Hao terkekeh kecil, dan memeluknya lebih erat lagi. "Pangeran ini belum melupakan kalau kau pernah 'bertukar pandang genit' dengan Kaisar Nan Zhao."

Jadi, itu alasannya. Su Xi-er menengadahkan kepalanya, dan mendadak mencubit wajah Pei Qian Hao. "Sembarangan membiarkan pikiranmu jadi liar; itu sama sekali tidak terjadi."

Melihat penampilannya yang jail, Pei Qian Hao merasa hatinya tergerak. Ia langsung meraup bibir Su Xi-er, tangan kanannya berpindah ke belakang pinggangnya sementara tangan kirinya berkeliaran di punggungnya.

Meskipun angin bertiup kencang di luar ruangan, itu tidak mampu memengaruhi nuansa hangat di dalamnya.

Hanya setelah beberapa lama, barulah Pei Qian Hao melepaskannya. Ia memang sengaja memberitahukan Su Xi-er tentang Ning Lian Chen, tetapi alasannya melakukan demikian jelas bukan karena mereka 'bertukar pandang genit'. Malahan, ia sedang mencoba untuk memancing Su Xi-er. Ia sangat memerhatikan Ning Lian Chen, bahkan mirip dengan Ning Ru Lan dalam beberapa aspek. Selain itu, ia bahkan tahu bagaimana cara menulis Aksara Lan.

Aku pernah memberitahunya bahwa aku tidak menyukai wanita seperti Ning Ru Lan setelah ia menanyaiku. Bahkan dulu, pertanyaan semacam ini akan menimbulkan kecurigaan dariku. Namun, semuanya tak lagi sesederhana yang terlihat.

Bahkan jika aku akan memercayai bahwa ia adalah seorang dayang biasa, ada banyak aspek darinya yang tidak mirip seorang dayang. Hiasan rambut hijau giok beruntai, memahami nilai bunga Ling Rui, terlalu memedulikan tentang Nan Zhao ... Semuanya menunjuk pada ....

Ia adalah Ning Ru Lan. Aku mengklaim bahwa ia adalah wanita yang tidak akan kucintai, tetapi aku tidak punya pilihan selain mengakui bahwa ia adalah orang yang kuhargai sekarang ini.

Pei Qian Hao memiliki pemahaman kasar tentang seberapa berkemauan keras Ning Ru Lan. Apabila mereka benar-benar adalah orang yang sama, aku hanya bisa ... pasrah akan takdirku. Tidak masalah meski jika ia kuat. Pangeran ini hanya perlu lebih kuat lagi.

Pei Qian Hao memeluk Su Xi-er bahkan lebih erat lagi. Kalau spekulasi mencolokku ini akurat, maka itu artinya, ia dan Yun Ruo Feng benar-benar pernah punya hubungan di antara mereka. Jika Yun Ruo Feng menyesal dan datang memohon padanya, apakah ia akan kembali?

(T/N : tenang bang Hao, dijamin kagak bakalan. Neng Xi-er uda mupon~)

"Ada apa?" Su Xi-er mengintip dari dadanya. Ia sudah bertingkah aneh semenjak ia kembali hari ini.

"Xi-er ingatlah, kau adalah Wang Fei Pangeran ini. Kau milikku di kehidupan ini." Mata Pei Qian Hao dipenuhi dengan harapan yang tulus.

Su Xi-er tertawa. "Aku akan jadi milik siapa lagi, kalau bukan Anda?"

"Kau benar. Tidak akan ada yang berani menginginkan wanita milik Pangeran ini, dan tidak akan ada yang sanggup melakukan demikian." Ekspresi di mata Pei Qian Hao tampak ceria. Kalau ada seseorang yang memang datang untuk merebutnya, aku hanya perlu membunuh orang itu.

Saat ini, suara seorang pengawal terdengar dari luar istana. "Pangeran Hao, Kaisar Nan Zhao sudah memasuki ibu kota Bei Min."

Su Xi-er kaget. Ia sampai cepat sekali? Namun, matanya hanya berbinar untuk sesaat.

Pei Qian Hao berujar sambil lalu, "Ia datang lumayan cepat. Ia adalah yang paling cepat di antara keempat penguasa kerajaan."

Ia berjalan keluar dari istana dan memberitahukan si pengawal, "Pangeran ini akan menyambutnya secara pribadi."

Su Xi-er tidak sanggup bertahan lebih lama lagi ketika ia mendengar itu. Aku sudah lama sekali tidak melihat Lian Chen. Aku juga ingin pergi dan melihatnya, tetapi, alasan apa yang bisa kuberikan karena ingin pergi?

Saat ini, suara Pei Qian Hao terdengar lagi di telinganya. "Xi-er, kemari dan sambut Kaisar Nan Zhao bersama Pangeran ini."

Su Xi-er tidak bisa menahan ekspresi gembira yang ditunjukkannya sebelum kembali normal di saat berikutnya. Ketika mereka berada di luar aula, ia bertanya, "Mengapa aku pergi juga?"

Mengabaikan pengawal yang berdiri di sebelahnya, Pei Qian Hao menundukkan kepalanya dan berbisik di telinganya, "Untuk melihat apakah kau dan Kaisar Nan Zhao masih bertukar pandang genit satu sama lain."

Ia menarik tangan Su Xi-er dan berjalan maju, tidak memberinya waktu untuk menjawab.

Ketika para dayang istana yang lewat melihat Pei Qian Hao menarik Su Xi-er selagi mereka berjalan, mereka mengira kalau Su Xi-er merasa tidak senang pada Pei Qian Hao. Wow, ia berani membuat keributan di depan Pangeran Hao!

Beberapa dari mereka saling menoleh untuk bergosip. "Hao Wang Fei tidak punya sifat yang bagus. Pangeran Hao masih harus membujuknya ketika ia mengamuk."

"Ia beruntung karena Pangeran Hao menyukainya dengan temperamen semacam itu."

"Mungkin, sifat ini adalah hasil karena Pangeran Hao yang memanjakannya!"

Segera saja, rumor tentang Pangeran Hao yang memanjakan Hao Wang Fei secara berlebihan, menyebar di seluruh istana.

Alaminya, Situ Li, yang baru saja pindah ke dalam istana, juga mendengar tentang itu. Ia membolak-balikkan buku salinan Aksara Lan di tangannya sebentar sebelum menutupnya dan melihat keluar jendela.

Kilatan berkedip di matanya. Surat sudah dikirimkan. Yun Ruo Feng, Pangeran ini hanya bisa membantumu sebanyak ini.

 

0 comments:

Posting Komentar