Consort of A Thousand Faces
Chapter 405 : Lian Chen Tiba
"Apa
begini caramu menuliskannya?" Situ Li bertanya selagi ia mendemonstrasikan
guratan di lemari.
Su
Xi-er mengamati guratannya dengan cermat sebelum menjawab. "Itu benar. Apa
Anda masih mempunyai pertanyaan lainnya?"
"Tidak,
Pangeran ini akan pergi sekarang. Tidak akan baik jika Pangeran Hao mengetahui
tentang diriku yang ada di sini." Situ Li mengambil buku salinan Aksara
Lan tersebut kembali sebelum menutupnya, melirik Situ Lin sebelum berjalan
keluar dari aula utama.
Setelah
ia berada di luar aula istana, ia menyimpan buku itu di lengan jubahnya,
ekspresi di matanya masih dingin dan tanpa emosi.
Baru
setelah ia berbelok di tikungan jalur istana, ia melihat Pei Qian Hao datang
dari arah yang lain. Tampaknya, ia akan pergi ke Istana Naga Langit.
Semenjak Xie Yun meninggalkan ibu kota, sepertinya Pangeran Hao jadi santai.
Namun, ia benar-benar kejam ketika ia beraksi, menjatuhkan jenderal Xie Yun
dengan begitu cepatnya.
Keduanya
sedikit demi sedikit saling mendekat, dan ekspresi Situ Li sedatar suaranya
ketika ia berbicara. "Pangeran Hao, belakangan ini, kau sudah tinggal di
Istana Naga Langit, bukannya di Kediaman Pangeran Hao."
"Pangeran
ini tentunya akan kembali ke kediamanku setelah pernikahan." Suara Pei Qian
Hao terdengar dingin dan mengesankan secara alami.
"Aku
lihat kalau kau akan selalu berada dimana pun pengantin cantikmu berada,
Pangeran Hao. Pangeran ini tidak akan mengganggumu lagi kalau begitu."
Situ Li bergeser ke samping dan berjalan melewati Pei Qian Hao.
Alis
Pei Qian Hao agak mengerut. Situ Li jarang-jarang datang ke Istana Naga
Langit, tetapi ia mendadak datang hari ini karena beberapa alasan. Pei
Qian Hao mempercepat langkahnya sementara ia menuju ke Istana Naga Langit.
Saat
ia masuk ke aula utama dan menemukan Situ Lin dengan giat sedang melatih
tulisannya, akhirnya Pei Qian Hao merasa bersyukur. Akhirnya, ia jadi
lebih bijaksana.
Situ
Lin melihat Pei Qian Hao, dengan cepat berbicara sebelum orang itu bisa
mengatakan apa-apa. "Bibi Kekaisaran ada di aula samping. Kakak Kekaisaran
Ketiga datang dan berkonsultasi dengan Bibi Kekaisaran tentang Aksara Lan
barusan ini." Kemudian, ia meneruskan latihannya.
Pei
Qian Hao pun berbalik untuk menuju ke aula samping tanpa kata. Setelah masuk,
ia melihat Su Xi-er sedang mengatur lemari pakaian.
Mau
tak mau, ia pun terhenti di jalannya dan mengamati pemandangan dari Su Xi-er
yang mengeluarkan semua pakaian dan melipat mereka sebelum memasukkannya
kembali ke dalam lemari pakaian. Bahkan, hati tangguh dan kerasnya saja hanya
bisa melembut selagi ia memerhatikan, tak sanggup mengganggu pemandangan damai
di depannya.
Tepat
sewaktu Su Xi-er selesai, akhirnya ia menyadari kehadiran Pei Qian Hao.
Ia
tersenyum. "Apa Anda tidak pernah melipat pakaian Anda sebelum memasukkan
mereka ke dalam lemari pakaian?"
Pei
Qian Hao berjalan ke arahnya, dan memeluknya erat-erat dengan lengannya yang
kuat. "Xi-er." Aura dingin yang biasa ada dalam suaranya digantikan
dengan kelembutan.
Mendengarkan
bentuk sapaannya, Su Xi-er merasa sedikit tidak wajar. Biasanya ia
memanggilku dengan nama lengkapku, dengan cara yang serius atau tidak senang.
Baginya, mendadak memanggilku Xi-er ....
"Cuaca
hari ini tidak bagus, jadi aku tidak pergi ke Perpustakaan Kekaisaran. Biar
begitu, rasanya tidak tepat hanya untuk bermalas-malasan, jadi kupikir, aku
akan menyusun lemari pakaian Anda setelah melihatnya penuh dengan pakaian yang
belum dilipat dengan benar."
Pria
biasanya lebih santai kalau soal melipat pakaian, dan Pei Qian Hao
tidak suka wanita lain menyentuh barang-barangnya.
"Xi-er,
semua persiapan pernikahan sudah lengkap. Kita hanya perlu menunggu hari baik
itu untuk tiba."
Su
Xi-er mendongakkan kepala untuk menatapnya, mengamati tatapan tulus di matanya
selagi hatinya meleleh sekali lagi. Tanpa bicara, ia balas memeluk Pei Qian Hao
lebih erat lagi. Aku tidak akan memberitahukannya identitasku, karena
sekarang, itu adalah sesuatu dari masa lalu. Sekarang ini, aku adalah Su Xi-er;
itulah identitas yang kuinginkan, untuk menemaninya seumur hidup.
"Xi-er,
Kaisar Nan Zhao sudah dalam perjalanan, dan akan segera sampai di sini. Putri
Guru Agung Liu juga bepergian bersamanya." Kata Pei Qian Hao selagi ia
mencium kening Su Xi-er.
Jejak
kebingungan melintas di mata Su Xi-er. Mengapa ia mendadak menyebutkan
Lian Chen? Belum lagi, ia sampai sedetail itu, bahkan memberitahukan padaku,
siapa yang dibawa Lian Chen bersamanya.
"Pangeran
ini sengaja memberitahukanmu karena aku ingin melihat reaksimu." Pei Qian
Hao terkekeh kecil, dan memeluknya lebih erat lagi. "Pangeran ini belum
melupakan kalau kau pernah 'bertukar pandang genit' dengan Kaisar Nan
Zhao."
Jadi,
itu alasannya. Su
Xi-er menengadahkan kepalanya, dan mendadak mencubit wajah Pei Qian Hao.
"Sembarangan membiarkan pikiranmu jadi liar; itu sama sekali tidak
terjadi."
Melihat
penampilannya yang jail, Pei Qian Hao merasa hatinya tergerak. Ia langsung
meraup bibir Su Xi-er, tangan kanannya berpindah ke belakang pinggangnya
sementara tangan kirinya berkeliaran di punggungnya.
Meskipun
angin bertiup kencang di luar ruangan, itu tidak mampu memengaruhi nuansa
hangat di dalamnya.
Hanya
setelah beberapa lama, barulah Pei Qian Hao melepaskannya. Ia memang sengaja
memberitahukan Su Xi-er tentang Ning Lian Chen, tetapi alasannya melakukan
demikian jelas bukan karena mereka 'bertukar pandang genit'. Malahan, ia sedang
mencoba untuk memancing Su Xi-er. Ia sangat memerhatikan Ning Lian
Chen, bahkan mirip dengan Ning Ru Lan dalam beberapa aspek. Selain itu, ia
bahkan tahu bagaimana cara menulis Aksara Lan.
Aku
pernah memberitahunya bahwa aku tidak menyukai wanita seperti Ning Ru Lan
setelah ia menanyaiku. Bahkan dulu, pertanyaan semacam ini akan menimbulkan
kecurigaan dariku. Namun, semuanya tak lagi sesederhana yang terlihat.
Bahkan
jika aku akan memercayai bahwa ia adalah seorang dayang biasa, ada
banyak aspek darinya yang tidak mirip seorang dayang. Hiasan rambut hijau giok
beruntai, memahami nilai bunga Ling Rui, terlalu memedulikan tentang Nan Zhao
... Semuanya menunjuk pada ....
Ia
adalah Ning Ru Lan. Aku mengklaim bahwa ia adalah wanita yang tidak akan
kucintai, tetapi aku tidak punya pilihan selain mengakui bahwa ia adalah orang
yang kuhargai sekarang ini.
Pei
Qian Hao memiliki pemahaman kasar tentang seberapa berkemauan keras Ning Ru
Lan. Apabila mereka benar-benar adalah orang yang sama, aku hanya bisa
... pasrah akan takdirku. Tidak masalah meski jika ia kuat. Pangeran ini hanya
perlu lebih kuat lagi.
Pei
Qian Hao memeluk Su Xi-er bahkan lebih erat lagi. Kalau spekulasi
mencolokku ini akurat, maka itu artinya, ia dan Yun Ruo Feng benar-benar pernah
punya hubungan di antara mereka. Jika Yun Ruo Feng menyesal dan datang memohon
padanya, apakah ia akan kembali?
(T/N
: tenang bang Hao, dijamin kagak bakalan. Neng Xi-er uda mupon~)
"Ada
apa?" Su Xi-er mengintip dari dadanya. Ia sudah bertingkah aneh
semenjak ia kembali hari ini.
"Xi-er
ingatlah, kau adalah Wang Fei Pangeran ini. Kau milikku di
kehidupan ini." Mata Pei Qian Hao dipenuhi dengan harapan yang tulus.
Su
Xi-er tertawa. "Aku akan jadi milik siapa lagi, kalau bukan Anda?"
"Kau
benar. Tidak akan ada yang berani menginginkan wanita milik Pangeran ini, dan
tidak akan ada yang sanggup melakukan demikian." Ekspresi di mata Pei Qian
Hao tampak ceria. Kalau ada seseorang yang memang datang untuk
merebutnya, aku hanya perlu membunuh orang itu.
Saat
ini, suara seorang pengawal terdengar dari luar istana. "Pangeran Hao,
Kaisar Nan Zhao sudah memasuki ibu kota Bei Min."
Su
Xi-er kaget. Ia sampai cepat sekali? Namun, matanya hanya
berbinar untuk sesaat.
Pei
Qian Hao berujar sambil lalu, "Ia datang lumayan cepat. Ia adalah yang
paling cepat di antara keempat penguasa kerajaan."
Ia
berjalan keluar dari istana dan memberitahukan si pengawal, "Pangeran ini
akan menyambutnya secara pribadi."
Su
Xi-er tidak sanggup bertahan lebih lama lagi ketika ia mendengar itu. Aku
sudah lama sekali tidak melihat Lian Chen. Aku juga ingin pergi dan melihatnya,
tetapi, alasan apa yang bisa kuberikan karena ingin pergi?
Saat
ini, suara Pei Qian Hao terdengar lagi di telinganya. "Xi-er, kemari dan
sambut Kaisar Nan Zhao bersama Pangeran ini."
Su
Xi-er tidak bisa menahan ekspresi gembira yang ditunjukkannya sebelum kembali
normal di saat berikutnya. Ketika mereka berada di luar aula, ia bertanya,
"Mengapa aku pergi juga?"
Mengabaikan
pengawal yang berdiri di sebelahnya, Pei Qian Hao menundukkan kepalanya dan
berbisik di telinganya, "Untuk melihat apakah kau dan Kaisar Nan Zhao
masih bertukar pandang genit satu sama lain."
Ia
menarik tangan Su Xi-er dan berjalan maju, tidak memberinya waktu untuk
menjawab.
Ketika
para dayang istana yang lewat melihat Pei Qian Hao menarik Su Xi-er selagi
mereka berjalan, mereka mengira kalau Su Xi-er merasa tidak senang pada Pei
Qian Hao. Wow, ia berani membuat keributan di depan Pangeran Hao!
Beberapa
dari mereka saling menoleh untuk bergosip. "Hao Wang Fei tidak
punya sifat yang bagus. Pangeran Hao masih harus membujuknya ketika ia
mengamuk."
"Ia
beruntung karena Pangeran Hao menyukainya dengan temperamen semacam itu."
"Mungkin,
sifat ini adalah hasil karena Pangeran Hao yang memanjakannya!"
Segera
saja, rumor tentang Pangeran Hao yang memanjakan Hao Wang Fei secara
berlebihan, menyebar di seluruh istana.
Alaminya,
Situ Li, yang baru saja pindah ke dalam istana, juga mendengar tentang itu. Ia membolak-balikkan
buku salinan Aksara Lan di tangannya sebentar sebelum menutupnya dan melihat
keluar jendela.
Kilatan
berkedip di matanya. Surat sudah dikirimkan. Yun Ruo Feng, Pangeran ini
hanya bisa membantumu sebanyak ini.

0 comments:
Posting Komentar