Sabtu, 27 Juni 2026

CTF - Chapter 407

Consort of A Thousand Faces

Chapter 407 : Kakak Peri


Tentu saja, Su Xi-er tidak tahu apa-apa tentang yang terjadi di aula utama. Ketika ia tiba di halaman belakang rumah pos, ia melihat Liu Yin Yin sedang memerhatikan langit yang menggelap seorang diri, menggumamkan sesuatu dengan tangannya yang terangkat.

Hanya setelah Su Xi-er mendekat, barulah ia mendengarkan Liu Yin Yin sedang menghitung. "Satu, dua, tiga, empat ...."

Mengikuti jari si gadis kecil, Su Xi-er mengetahui bahwa ia sedang menghitung awan gelap di langit.

Tiba-tiba saja Liu Yin Yin berhenti dan menoleh, kaget melihat Su Xi-er. Tak lama kemudian, ia memekik, "Kakak Peri!" Wajahnya berseri-seri penuh kegembiraan selagi ia menarik tangan Su Xi-er seolah orang itu adalah anggota keluarga yang dekat.

Alasannya sederhana: Su Xi-er ada ketika Liu Yin Yin melihat orang tuanya untuk yang terakhir kalinya. Ia ingat dengan jelas, Su Xi-er keluar dari ruang baca ayahnya, dan bahkan mengingat kalau ibunya memperlakukan orang itu secara hormat.

Mata Su Xi-er melengkung membentuk senyuman selagi ia mengangkat tangannya untuk mengelus kepala Liu Yin Yin. "Yin Yin, apakah kau bersikap penurut selagi aku tidak ada?"

"Iya, aku sangat penurut." Liu Yin Yin berulang kali mengangguk sebelum ekspresinya mendadak runtuh dan suaranya jadi tenang. "Kakak Peri, ketika kau keluar dari ruang baca ayah hari itu, apakah ia sudah meninggal dunia?"

Banyak emosi yang berkedip di mata Su Xi-er. Pada akhirnya, ia masih mengetahui perihal kematian orang tuanya. Bagaimana bisa anak sekecil ini menanggung kenyataan kejam seperti ini?

"Kakak Peri, tolong jangan berbohong padaku. Apakah ayahku sudah meninggal hari itu? Kau tahu bahwa ibuku juga akan meninggal saat kau membawaku pergi. Orang tuaku memercayakanku kepadamu, kan?" Mata Liu Yin Yin sudah mengandung kedewasaan yang tidak dimiliki seseorang seusianya.

Su Xi-er tidak menyembunyikan itu lagi darinya. "Yin Yin, orang tuamu wafat demi negara. Nan Zhao dan Rumah Tangga Kekaisaran Ning akan mengingat mereka. Seluruh hidupmu akan dijamin terbebas dari kekhawatiran."

"Aku tidak tahu siapa dirimu sebenarnya, tetapi orang tuaku memercayaimu; itu berarti, aku juga bisa memercayaimu. Kakak Peri, tolong beritahu aku, siapa yang membunuh orang tuaku?" Liu Yin Yin tiba-tiba saja menarik lengan baju Su Xi-er dengan rasa lapar gelap dalam matanya.

"Yin Yin, aku tidak bisa memberitahumu. Akan tetapi, aku bersumpah bahwa mereka tidak akan dimaafkan; hanya masalah waktu hingga mereka menerima ganjarannya." Su Xi-er meraih bahu Liu Yin Yin dengan tampang yang kukuh.

"Tidak, aku mau mengetahui siapa dia! Kakak Peri, kumohon padamu, tolong beritahu aku." Liu Yin Yin bersikeras, dan nada bicaranya tegas.

"Aku akan memberitahumu di hari pembunuhnya mati. Hingga saat itu, kau harus patuh, Yin Yin." Su Xi-er berpura-pura memasang ekspresi yang serius.

Melihat reaksinya, Liu Yin Yin paham bahwa Su Xi-er tidak akan memberitahu dirinya. Orang yang mengetahui identitas pembunuhnya adalah Kakak Peri dan Yang Mulia, tetapi mereka berdua tidak mau memberitahuku. Haruskah aku benar-benar menunggu sampai pelakunya mati untuk mengetahui siapa mereka?

"Yin Yin, kau tinggal di istana peristirahatan yang mana?" Su Xi-er bertanya selagi ia mengelus kepalanya.

"Kakak Peri, Yin Yin merindukanmu. Bisakah kau kembali ke Nan Zhao bersamaku?" Liu Yin Yin bertanya sungguh-sungguh sambil tersenyum.

Su Xi-er menghentikan tangannya dan menjawab dengan lembut, "Aku tidak bisa kembali. Rumahku ada di Bei Min."

Mendengar kata 'rumah', ekspresi Liu Yin Yin segera tenggelam. "Aku tidak punya rumah. Yin Yin sudah tidak punya rumah lagi." Ia pun terisak.

Su Xi-er menepuk punggungnya dengan lembut. "Yin Yin, saat kau cukup umur, kau akan menemukan pasangan takdirmu dan menikah. Kau akan memiliki sebuah keluarga, dan rumah juga."

"Tidak, aku tidak punya rumah. Putri Tabib Kekaisaran Fang mengandung, dan Yang Mulia akan segera mengambilnya sebagai seorang selir kekaisaran. Aku adalah orang luar; Yang Mulia dan Fang Ling Dang adalah keluarga." Air mata sudah mengalir turun dari wajahnya.

Su Xi-er terperangah. Mengandung? Lian Chen akan segera punya anak?

"Kakak Peri, jika kau tidak kembali bersamaku, aku benar-benar tidak akan punya satu pun anggota keluarga yang tersisa. Yang Mulia hanya mengomeliku, bahkan Fang Ling Dang berpura-pura lembut, ia akan menggunakan metode yang curang. Aku akan jadi menyedihkan dan sendirian di istana kekaisaran." Air mata Liu Yin Yin terus membasahi wajahnya.

Melihat mata bengkaknya, Su Xi-er terus menepuk-nepuk punggungnya dan dengan lembut membujuknya. Namun, Liu Yin Yin hanya menangis lebih keras terlepas dari usahanya.

Pada adegan inilah, Ning Lian Chen masuk, membuatnya bingung. Kenapa Yin Yin menangis separah itu? Bukankah seharusnya ia bahagia, bertemu dengan Kakak Perempuan?

Mendengarkan langkah kaki, Su Xi-er mengangkat kepalanya dan melihat Ning Lian Chen sedang berdiri di sana sendirian. Bukankah seharusnya ia menemani Pei Qian Hao di aula utama? Mengapa ia datang ke halaman belakang seorang diri?

"Pangeran Hao sudah pergi. Ia menyarankan bahwa kau harus bermalam di sini karena Yin Yin merindukanmu." Ning Lian Chen menjelaskan dengan senyuman di wajahnya, walaupun kenyataannya lumayan berbeda.

Ning Lian Chen tidak akan pernah melupakan percakapan yang baru saja terjadi di aula utama. Kemampuan observasi Pangeran Hao adalah yang terbaik, dan banyak petunjuk yang sudah diketahui olehnya. Tidak mungkin aku bisa menyembunyikan kebenaran darinya, jadi aku putuskan untuk jujur saja.

Namun, kata-kata yang datang dari mulut Pei Qian Hao setelahnya, hanya membuatnya lebih takjub. "Kakak Perempuan Anda adalah wanita Pangeran ini dalam kehidupan ini. Mengingat kalian dua bersaudara sudah terpisah begitu lama, kita harus membiarkanya tinggal di rumah pos untuk malam ini."

Akhirnya, sebelum Pei Qian Hao pergi, ia menekankan bahwa Ning Lian Chen tidak boleh membiarkan Su Xi-er mengetahui apa yang terjadi.

Secara alami, Ning Lian Chen mengetahui apa maksudnya. Aku tidak boleh membiarkan Kakak Pertama tahu bahwa Pangeran Hao sudah mengetahui identitasnya. Aku baru memberikannya persetujuan tingkat pertama sebagai kakak iparku, tetapi kata-kata terakhirnya sepenuhnya memenangkan diriku.

'Penyisipan jiwa' dan terlahir kembali setelah kematian bukanlah sesuatu yang akan dipercaya kebanyakan orang. Hanya keluarga dan orang-orang yang setia pada Kakak Perempuan yang akan merasa yakin, tetapi Pei Qian Hao juga memilih untuk memercayainya. Bukan hanya itu, ia bahkan telah memutuskan untuk melindunginya di sisinya! Aku bisa melihat seberapa besar ia menghargainya.

Aku, Ning Lian Chen, menerima kakak ipar ini!

Su Xi-er menyadari Ning Lian Chen jadi tersesat dalam pikirannya, dan mau tak mau bertanya, "Apa-apaan dengan putri Tabib Kekaisaran Fang yang mengandung?"

Tiba-tiba Ning Lian Chen tersentak kembali ke akal sehatnya. Ia memahami pertanyaan Su Xi-er setelah melihat ke arah Liu Yin Yin yang tersedu-sedu. "Tidak ada hal seperti itu. Fang Ling Dang tidak bersalah, dan ia tidak ada hubungannya denganku."

"Tidak bersalah? Anda bahkan membelanya!" Liu Yin Yin berhenti meratap dan mengulurkan tangannya untuk mendorong Ning Lian Chen.

Namun, sejumlah kecil kekuatan yang dikumpulkannya dengan perawakan kecilnya bahkan tidak cukup untuk membuat Ning Lian Chen bergerak.

Su Xi-er mengerti bahwa itu hanya masalah Liu Yin Yin yang terlalu banyak berpikir. Tetapi, reaksinya ini benar-benar terlihat seolah ia cemburu. Mungkinkah ia tertarik pada Lian Chen? Su Xi-er mulai memperhitungkan perbedaan usia mereka. Kalau Lian Chen juga tertarik pada Yin Yin, mungkin saja bagi mereka berdua untuk bersama-sama.

"Pengawal, kemari dan antarkan Yin Yin kembali ke kamarnya." Ning Lian Chen menarik tangan Liu Yin Yin selagi ia memanggil pengawal di pintu masuk halaman belakang.

Seorang pengawal menerima perintah tersebut dan berjalan mendekat. Liu Yin Yin mendengus sebelum melangkah maju sendiri dengan marah, memperlihatkan kejengkelannya terhadap Ning Lian Chen.

Memerhatikan sosok Liu Yin Yin yang berlalu, Ning Lian Chen pun menghela napas. "Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan Yin Yin. Ia sudah membuat keributan dan mengabaikanku selama masa-masa ini. Di waktu yang bersamaan, putri Tabib Kekaisaran Fang itu lembut dan sopan; secara sukarela tinggal di dalam istana untuk mengekang ayahnya."

Dengan hanya mereka berdua yang tersisa di halaman belakang, Su Xi-er menatapnya dan dengan serius berkata, "Aku tidak akan berkomentar terlalu banyak tentang masalah ini, tetapi dari apa yang kulihat, Yin Yin menyukaimu. Sisanya terserah padamu." 

 

0 comments:

Posting Komentar