Consort of A Thousand Faces
Chapter 407 : Kakak Peri
Tentu
saja, Su Xi-er tidak tahu apa-apa tentang yang terjadi di aula utama. Ketika ia
tiba di halaman belakang rumah pos, ia melihat Liu Yin Yin sedang memerhatikan
langit yang menggelap seorang diri, menggumamkan sesuatu dengan tangannya yang
terangkat.
Hanya
setelah Su Xi-er mendekat, barulah ia mendengarkan Liu Yin Yin sedang
menghitung. "Satu, dua, tiga, empat ...."
Mengikuti
jari si gadis kecil, Su Xi-er mengetahui bahwa ia sedang menghitung awan gelap
di langit.
Tiba-tiba
saja Liu Yin Yin berhenti dan menoleh, kaget melihat Su Xi-er. Tak lama
kemudian, ia memekik, "Kakak Peri!" Wajahnya berseri-seri penuh
kegembiraan selagi ia menarik tangan Su Xi-er seolah orang itu adalah anggota
keluarga yang dekat.
Alasannya
sederhana: Su Xi-er ada ketika Liu Yin Yin melihat orang tuanya untuk yang
terakhir kalinya. Ia ingat dengan jelas, Su Xi-er keluar dari ruang baca
ayahnya, dan bahkan mengingat kalau ibunya memperlakukan orang itu secara
hormat.
Mata
Su Xi-er melengkung membentuk senyuman selagi ia mengangkat tangannya untuk
mengelus kepala Liu Yin Yin. "Yin Yin, apakah kau bersikap penurut selagi
aku tidak ada?"
"Iya,
aku sangat penurut." Liu Yin Yin berulang kali mengangguk sebelum
ekspresinya mendadak runtuh dan suaranya jadi tenang. "Kakak Peri, ketika
kau keluar dari ruang baca ayah hari itu, apakah ia sudah meninggal
dunia?"
Banyak
emosi yang berkedip di mata Su Xi-er. Pada akhirnya, ia masih
mengetahui perihal kematian orang tuanya. Bagaimana bisa anak sekecil ini
menanggung kenyataan kejam seperti ini?
"Kakak
Peri, tolong jangan berbohong padaku. Apakah ayahku sudah meninggal hari itu?
Kau tahu bahwa ibuku juga akan meninggal saat kau membawaku pergi. Orang tuaku
memercayakanku kepadamu, kan?" Mata Liu Yin Yin sudah mengandung
kedewasaan yang tidak dimiliki seseorang seusianya.
Su
Xi-er tidak menyembunyikan itu lagi darinya. "Yin Yin, orang tuamu wafat
demi negara. Nan Zhao dan Rumah Tangga Kekaisaran Ning akan mengingat mereka.
Seluruh hidupmu akan dijamin terbebas dari kekhawatiran."
"Aku
tidak tahu siapa dirimu sebenarnya, tetapi orang tuaku memercayaimu; itu
berarti, aku juga bisa memercayaimu. Kakak Peri, tolong beritahu aku, siapa
yang membunuh orang tuaku?" Liu Yin Yin tiba-tiba saja menarik lengan baju
Su Xi-er dengan rasa lapar gelap dalam matanya.
"Yin
Yin, aku tidak bisa memberitahumu. Akan tetapi, aku bersumpah bahwa mereka
tidak akan dimaafkan; hanya masalah waktu hingga mereka menerima
ganjarannya." Su Xi-er meraih bahu Liu Yin Yin dengan tampang yang kukuh.
"Tidak,
aku mau mengetahui siapa dia! Kakak Peri, kumohon padamu, tolong beritahu
aku." Liu Yin Yin bersikeras, dan nada bicaranya tegas.
"Aku
akan memberitahumu di hari pembunuhnya mati. Hingga saat itu, kau harus patuh,
Yin Yin." Su Xi-er berpura-pura memasang ekspresi yang serius.
Melihat
reaksinya, Liu Yin Yin paham bahwa Su Xi-er tidak akan memberitahu
dirinya. Orang yang mengetahui identitas pembunuhnya adalah Kakak Peri
dan Yang Mulia, tetapi mereka berdua tidak mau memberitahuku. Haruskah aku
benar-benar menunggu sampai pelakunya mati untuk mengetahui siapa mereka?
"Yin
Yin, kau tinggal di istana peristirahatan yang mana?" Su Xi-er bertanya
selagi ia mengelus kepalanya.
"Kakak
Peri, Yin Yin merindukanmu. Bisakah kau kembali ke Nan Zhao bersamaku?"
Liu Yin Yin bertanya sungguh-sungguh sambil tersenyum.
Su
Xi-er menghentikan tangannya dan menjawab dengan lembut, "Aku tidak bisa
kembali. Rumahku ada di Bei Min."
Mendengar
kata 'rumah', ekspresi Liu Yin Yin segera tenggelam. "Aku tidak punya
rumah. Yin Yin sudah tidak punya rumah lagi." Ia pun terisak.
Su
Xi-er menepuk punggungnya dengan lembut. "Yin Yin, saat kau cukup umur,
kau akan menemukan pasangan takdirmu dan menikah. Kau akan memiliki sebuah
keluarga, dan rumah juga."
"Tidak,
aku tidak punya rumah. Putri Tabib Kekaisaran Fang mengandung, dan Yang Mulia
akan segera mengambilnya sebagai seorang selir kekaisaran. Aku adalah orang
luar; Yang Mulia dan Fang Ling Dang adalah keluarga." Air mata sudah
mengalir turun dari wajahnya.
Su
Xi-er terperangah. Mengandung? Lian Chen akan segera punya anak?
"Kakak
Peri, jika kau tidak kembali bersamaku, aku benar-benar tidak akan punya satu
pun anggota keluarga yang tersisa. Yang Mulia hanya mengomeliku, bahkan Fang
Ling Dang berpura-pura lembut, ia akan menggunakan metode yang curang. Aku akan
jadi menyedihkan dan sendirian di istana kekaisaran." Air mata Liu Yin Yin
terus membasahi wajahnya.
Melihat
mata bengkaknya, Su Xi-er terus menepuk-nepuk punggungnya dan dengan lembut
membujuknya. Namun, Liu Yin Yin hanya menangis lebih keras terlepas dari
usahanya.
Pada
adegan inilah, Ning Lian Chen masuk, membuatnya bingung. Kenapa Yin Yin
menangis separah itu? Bukankah seharusnya ia bahagia, bertemu dengan Kakak
Perempuan?
Mendengarkan
langkah kaki, Su Xi-er mengangkat kepalanya dan melihat Ning Lian Chen sedang
berdiri di sana sendirian. Bukankah seharusnya ia menemani Pei Qian Hao
di aula utama? Mengapa ia datang ke halaman belakang seorang diri?
"Pangeran
Hao sudah pergi. Ia menyarankan bahwa kau harus bermalam di sini karena Yin Yin
merindukanmu." Ning Lian Chen menjelaskan dengan senyuman di wajahnya,
walaupun kenyataannya lumayan berbeda.
Ning
Lian Chen tidak akan pernah melupakan percakapan yang baru saja terjadi di aula
utama. Kemampuan observasi Pangeran Hao adalah yang terbaik, dan banyak
petunjuk yang sudah diketahui olehnya. Tidak mungkin aku bisa menyembunyikan
kebenaran darinya, jadi aku putuskan untuk jujur saja.
Namun,
kata-kata yang datang dari mulut Pei Qian Hao setelahnya, hanya membuatnya lebih
takjub. "Kakak Perempuan Anda adalah wanita Pangeran ini dalam
kehidupan ini. Mengingat kalian dua bersaudara sudah terpisah begitu lama, kita
harus membiarkanya tinggal di rumah pos untuk malam ini."
Akhirnya,
sebelum Pei Qian Hao pergi, ia menekankan bahwa Ning Lian Chen tidak boleh
membiarkan Su Xi-er mengetahui apa yang terjadi.
Secara
alami, Ning Lian Chen mengetahui apa maksudnya. Aku tidak boleh
membiarkan Kakak Pertama tahu bahwa Pangeran Hao sudah mengetahui identitasnya.
Aku baru memberikannya persetujuan tingkat pertama sebagai kakak iparku, tetapi
kata-kata terakhirnya sepenuhnya memenangkan diriku.
'Penyisipan
jiwa' dan terlahir kembali setelah kematian bukanlah sesuatu yang akan
dipercaya kebanyakan orang. Hanya keluarga dan orang-orang yang setia pada
Kakak Perempuan yang akan merasa yakin, tetapi Pei Qian Hao juga memilih untuk
memercayainya. Bukan hanya itu, ia bahkan telah memutuskan untuk melindunginya
di sisinya! Aku bisa melihat seberapa besar ia menghargainya.
Aku,
Ning Lian Chen, menerima kakak ipar ini!
Su
Xi-er menyadari Ning Lian Chen jadi tersesat dalam pikirannya, dan mau tak mau
bertanya, "Apa-apaan dengan putri Tabib Kekaisaran Fang yang
mengandung?"
Tiba-tiba
Ning Lian Chen tersentak kembali ke akal sehatnya. Ia memahami pertanyaan Su
Xi-er setelah melihat ke arah Liu Yin Yin yang tersedu-sedu. "Tidak ada
hal seperti itu. Fang Ling Dang tidak bersalah, dan ia tidak ada hubungannya
denganku."
"Tidak
bersalah? Anda bahkan membelanya!" Liu Yin Yin berhenti meratap dan
mengulurkan tangannya untuk mendorong Ning Lian Chen.
Namun,
sejumlah kecil kekuatan yang dikumpulkannya dengan perawakan kecilnya bahkan
tidak cukup untuk membuat Ning Lian Chen bergerak.
Su
Xi-er mengerti bahwa itu hanya masalah Liu Yin Yin yang terlalu banyak berpikir. Tetapi,
reaksinya ini benar-benar terlihat seolah ia cemburu. Mungkinkah ia tertarik
pada Lian Chen? Su Xi-er mulai memperhitungkan perbedaan usia
mereka. Kalau Lian Chen juga tertarik pada Yin Yin, mungkin saja bagi
mereka berdua untuk bersama-sama.
"Pengawal,
kemari dan antarkan Yin Yin kembali ke kamarnya." Ning Lian Chen menarik
tangan Liu Yin Yin selagi ia memanggil pengawal di pintu masuk halaman
belakang.
Seorang
pengawal menerima perintah tersebut dan berjalan mendekat. Liu Yin Yin
mendengus sebelum melangkah maju sendiri dengan marah, memperlihatkan
kejengkelannya terhadap Ning Lian Chen.
Memerhatikan
sosok Liu Yin Yin yang berlalu, Ning Lian Chen pun menghela napas. "Aku
tidak tahu apa yang terjadi dengan Yin Yin. Ia sudah membuat keributan dan
mengabaikanku selama masa-masa ini. Di waktu yang bersamaan, putri Tabib
Kekaisaran Fang itu lembut dan sopan; secara sukarela tinggal di dalam istana
untuk mengekang ayahnya."
Dengan
hanya mereka berdua yang tersisa di halaman belakang, Su Xi-er menatapnya dan
dengan serius berkata, "Aku tidak akan berkomentar terlalu banyak tentang
masalah ini, tetapi dari apa yang kulihat, Yin Yin menyukaimu. Sisanya terserah
padamu."

0 comments:
Posting Komentar