Consort of A Thousand Faces
Chapter 408 : 'Xi' dan 'Hao'
Ning
Lian Chen jelas sekali terkejut akan perkataannya. Liu Yin Yin masih
muda; bagaimana mungkin ia memahami perasaan antara pria dan wanita? Ia hanya
tidak suka aku menyayangi orang lain, karena ia tidak punya keluarga dan sudah
bergantung padaku untuk waktu yang lama. Satu-satunya alasan aku memperlakukan
Fang Ling Dang dengan baik adalah karena aku merasa bersalah telah menahannya
di istana kekaisaran. Setelah urusan di mahkamah stabil, terlepas dari bagaimana
Fang Ling Dang memohon padaku agar membiarkannya tinggal, aku pasti akan
mengirimkannya keluar dari istana.
"Lian
Chen, aku lihat kalau kau tidak menyadari ini. Aku lupa mengajarimu tentang
hal-hal semacam ini." Su Xi-er pelan-pelan berbicara sembari sedikit
mencela diri sendiri.
Ning
Lian Chen menjawab, "Kakak Perempuan, ini adalah masalah remeh yang tidak
perlu kau ajarkan padaku. Selain itu, hatiku tidak punya ruang untuk hal
semacam itu; aku seharusnya memfokuskan diri untuk memerintah kerajaan."
Ia
mengeluarkan sebuah tusuk rambut kayu dari lengan jubahnya dan menyerahkannya
kepada Su Xi-er. "Ini adalah hadiah pernikahan yang secara pribadi kuukir
sendiri."
Su
Xi-er menerima tusuk rambut kayu itu dan mengamatinya dengan cermat. Itu
terbuat dari kayu persik, dengan huruf 'Xi' dan 'Hao' yang terpahat di
gagangnya.
Su
Xi-er terlihat tersentuh sewaktu ia menggenggam tusuk rambut itu di dadanya.
"Aku tidak menyangka, kau tahu bagaimana caranya memahat dengan begitu
baik. Kakak Perempuanmu sangat menyukainya."
"Kakak
Perempuan, kau adalah Su Xi-er dalam kehidupan ini. Orang yang dikenal sebagai
Ning Ru Lan adalah bagian dari masa lalu. Aku dapat mengetahui setelah
memerhatikannya, bahwa Pangeran Hao tulus terhadapmu, dan bahwa kau telah
membuat keputusan yang tepat kali ini. Itu membuatku merasa bersyukur karena
usaha yang kuhabiskan untuk memahat hiasan rambut ini tidaklah sia-sia. Hanya
jika kau tetap bersama-sama Pangeran Hao, barulah aku bisa tenang."
Su
Xi-er memandangi Ning Lian Chen. Ia sudah tumbuh menjadi seorang pria
yang jujur dan tegar, yang memerhatikan detailnya.
"Kakak
Perempuan, anginnya bertiup. Mari kita masuk ke dalam untuk menghangatkan diri
kita." Ning Lian Chen menggesturkan tangannya ke depan. Tak perlu
dikatakan lagi bahwa kepribadiannya sudah matang, tetapi Ning Lian Chen juga
sekarang sangat jangkung, jauh berbeda dari waktu ketika ia melesat ke dalam
pelukan kakak perempuannya sebagai anak kecil. Sekarang ini, ia seperti pria
dewasa yang memimpin jalan.
***
Sebuah
pemanas yang sudah diletakkan di dalam ruangan itu sudah menghangatkannya,
mengarahkan arus udara hangat mengenai wajah Su Xi-er selagi ia memerhatikan
Ning Lian Chen menarik satu kursi untuknya. "Kakak Perempuan, duduklah.
Aku akan menuangkan teh untukmu." Tak lama, secangkir teh panas pun
diserahkan kepadanya.
Su
Xi-er mengambil cangkir itu dan menyeruputnya sedikit. "Kau harus pergi
dan memeriksa keadaan Yin Yin. Ia menangis begitu kerasnya sampai aku takut
kalau keadaannya akan memburuk jika kau tidak pergi."
"Ia
akan berhenti menangis setelah beberapa waktu. Selain itu, aku bisa melihatnya
setiap hari di masa yang akan datang, tetapi hal yang sama tidak berlaku
untukmu, Kakak Perempuan." Mata Ning Lian Chen tampak tersenyum, bahagia
karena kakaknya telah menemukan orang yang tepat.
"Guru
Agung Liu wafat demi kerajaan, dan Yin Yin kehilangan cinta ayahnya karena itu.
Lian Chen, kau harus menjaganya." Su Xi-er menurunkan cangkir teh itu dan
menasihatinya.
Teringat
akan Guru Agung Liu, jejak kesedihan berkedip di matanya. "Aku berutang
terlalu banyak padanya, dan pasti akan memperlakukannya dengan baik."
"Kalau
begitu, kenapa kau masih belum pergi?" Su Xi-er mendesaknya.
Ning
Lian Chen ragu-ragu. "Kakak Perempuan, meski jika aku akan tinggal
beberapa waktu di Bei Min, tidak akan selama itu. Aku tidak tahu kapan aku bisa
berjumpa lagi denganmu."
Takut
kalau Su Xi-er akan memintanya untuk pergi lagi, ia memutuskan untuk mengubah
topiknya. "Kakak Perempuan, Pangeran Yun tampaknya sudah berubah menjadi
lebih baik. Namun, aku tidak tahu apakah itu benar, atau ia hanya sedang
berpura-pura saja."
Alis
Su Xi-er mengerut. Yun Ruo Feng ahli dalam menyembunyikan perasaannya.
Mana mungkin ia berubah?
"Kakak
Perempuan, beberapa pejabat yang lebih keras kepala tadinya tidak setuju dengan
kebijakan yang baru, tetapi mereka langsung bungkam setelah Pangeran Yun
menurunkan sebuah perintah. Sekarang ini, kebijakan barunya sudah diterapkan
dengan baik, dan rakyat jelata memujinya. Para pejabat itu sudah tidak bisa
berkata apa-apa lagi sekarang."
"Ia
bahkan mengembalikan kekuasaan kekaisaran padamu?"
Ning
Lian Chen menggelengkan kepalanya. "Tubuhnya tidak dalam keadaan yang
baik, dan ia sedang memulihkan diri di Kediaman Pangeran Yun dengan Tabib
Kekaisaran Fang yang merawatnya. Tinggal di Kediaman Pangeran Yun seumur
hidupnya dapat dianggap sebagai hukumannya. Meski jika ia sungguh berubah, aku
masih tidak bisa memaafkannya."
Ning
Lian Chen masih berpikir bahwa Yun Ruo Feng ada di Kediaman Pangeran Yun
setelah meminum obat Tabib Kekaisaran Fang. Tanpa diketahuinya, bahwa Yun Ruo
Feng saat ini berada tak jauh dari rumah pos tersebut.
"Tak
peduli bagaimana kondisinya, kau tidak boleh lengah. Apa kau yakin kalau ia
masih berada di Kediaman Pangeran Yun? Apakah ia tahu kalau aku akan
menikah?" Su Xi-er bertanya dengan tatapan serius.
Ning
Lian Chen percaya diri. "Aku yakin. Aku pergi ke Kediaman Pangeran Yun
sebelum berangkat ke Bei Min; ia terserang flu dan sedang berbaring di
ranjang."
"Mmm,
baguslah kalau begitu." Melihat betapa yakinnya Ning Lian Chen, Su Xi-er
tak lagi merasa ragu.
Tepat
saat ini, suara seorang pengawal dapat terdengar dari luar ruangan. "Yang
Mulia, Nona Yin Yin membuat ulah lebih besar lagi, apakah Anda ingin pergi dan
mengunjunginya?"
Su
Xi-er langsung mendesak Ning Lian Chen. "Cepatlah pergi dan bujuk dia. Ia
baru sepuluh tahun."
"Aku
akan kembali setelahnya supaya kita bisa makan bersama." Ning Lian Chen
meninggalkan ruangan tersebut, menutup pintu di belakangnya.
"Bagaimana
ia membuat ulah? Memanjat pohon atau melesat ke bawah ranjang?" Ning Lian
Chen tenang, seolah Liu Yin Yin sudah pernah banyak mengamuk sebelum ini.
Namun,
jawaban si pengawal menyebabkan ekspresinya berubah. "Kali ini lebih
serius. Ia mendapatkan sepotong kain entah darimana, dan berencana untuk
gantung diri."
Pengawal
itu merasakan embusan angin dari sampingnya sewaktu kata-kata itu meninggalkan
mulutnya, dan dibuat tercengang dengan seberapa cepatnya Ning Lian Chen telah
berbelok di belokan di depan mereka.
***
Sementara
Su Xi-er menunggu dalam diam di dalam ruangan itu, ia mengeluarkan tusuk rambut
kayu dari lengan bajunya dan terus-terusan mengelus huruf 'Xi' dan 'Hao'.
Setelah beberapa waktu, ia mengeluarkan tali merah di lehernya, dan memandangi
mutiara yang menggantung di sana.
Kedua
benda ini diberikan padaku oleh dua pria yang paling penting bagiku. Aku pasti
akan menjaga hubungan kekerabatan dan cinta dengan baik.
Perasaan
yang hangat pun menyelimuti hatinya, dan senyuman tersungging di bibirnya.
Hanya setelah waktu yang lama, barulah ia menyimpan mutiara putih dan tusuk
rambut kayu itu.
***
Langitnya
sudah gelap, dan suara angin yang menderu pun semakin besar, membuatnya tampak
seolah badai sedang dalam perjalanan.
Tiba-tiba
saja, pintunya terbuka, menampilkan Liu Yin Yin yang tersenyum dengan cerahnya.
Di belakangnya ada beberapa pengawal yang membawakan nampan-nampan berisi
makanan hangat.
"Kakak
Peri, mari kita makan bersama-sama. Cepat bawakan mereka masuk." Ia
menginstruksikan para pengawal.
Ada
lima hidangan, dua vegetarian dan dua non-vegetarian. Ditambah dengan itu, ada
tiga mangkuk nasi, sekaligus sup telur.
Setelah
para pengawal menata meja, mereka membungkuk dengan hormat dan mundur.
Ning
Lian Chen berjalan masuk dan menutup pintu. "Akan segera turun
hujan."
Liu
Yin Yin terkikik, tanda-tanda dari mengamuknya sudah lama hilang. Ia berlari ke
arah Ning Lian Chen dan menarik tangannya tanpa peduli dengan sopan-santun.
"Aku takut tidur sendirian di hari hujan. Bolehkah aku pergi ke kamar Anda
untuk tidur malam ini?"
Ning
Lian Chen mengibaskan tangannya dan dengan serius menjawab, "Jangan
mengacau."
"Bagaimana
aku mengacau?" Liu Yin Yin cemberut dan duduk di kursi dengan ekspresi
yang seolah dirugikan.
Su
Xi-er mengambilkan sepasang sumpit dan memberikannya pada Liu Yin Yin.
"Yin Yin, kau adalah seorang gadis, dan pada akhirnya akan tumbuh dewasa.
Bagaimana bisa kau tidur bersama Lian Chen, yang seorang pria? Mengapa tidak
tidur bersamaku malam ini?"
Liu
Yin Yin tidak mengerti perbedaan antara tidur dengan pria dan wanita, tetapi
secara alami bersedia untuk mengikuti usulan Su Xi-er.
"Kakak
Peri, aku akan tidur bersamamu. Aku tidak mau tidur dengan orang yang
galak." Ia menerima sumpit itu dan membantu mengambilkan beberapa makanan
ke dalam mangkuk Su Xi-er.
Su
Xi-er menerima gesturnya sembari tersenyum sebelum melemparkan lirikan bermakna
pada Ning Lian Chen.
Memahaminya,
ia berusaha menaruh beberapa makanan di mangkuk Liu Yin Yin. Namun, tanpa
diduga, ia menarik mangkuknya, menolak gestur itu. "Aku tidak perlu Anda
untuk mengambilkan makanan untukku. Aku bisa melakukannya sendiri."
"Apa
yang baru saja kukatakan padamu? Kau tidak boleh bersikap sekeras kepala itu di
Bei Min. Kau harus berusaha untuk mengendalikan amarahmu." Wajah Ning Lian
Chen menggelap sampai-sampai Liu Yin Yin jadi merasa sedikit takut.

0 comments:
Posting Komentar