Sabtu, 27 Juni 2026

CTF - Chapter 409

Consort of A Thousand Faces

Chapter 409 : Pemandangan yang Meriah untuk Dilihat


Saat Liu Yin Yin melihat kemarahan Ning Lian Chen, ia tahu bahwa tidak bijaksana untuk memaksakan keberuntungannya. Karena itu, ia berhenti bicara dan fokus pada makanannya.

Su Xi-er tersenyum sewaktu ia menaruh beberapa makanan di mangkuk Liu Yin Yin, sementara ekspresi Ning Lian Chen juga kembali normal selagi ia mulai makan.

Angin malam jadi semakin kencang, dan hujan deras tiba-tiba saja menghempas jendela. Ketakutan dengan suara hujan yang deras, Liu Yin Yin menggigil, tetapi dengan cepat merasa tenang ketika ia melihat Su Xi-er dan Ning Lian Chen.

***

Setelah Pei Qian Hao menghabiskan makanannya di Istana Naga Langit, ia memeriksa perkembangan Situ Lin dalam tulisan tangannya sebelum kembali ke aula samping untuk membersihkan diri.

Melihat ke ranjang yang kosong, mata Pei Qian Hao menggelap. Aku hanya akan memberikannya satu malam untuk menghabiskan waktu bersama Ning Lian Chen. Mulai besok, ia akan jadi milikku sepenuhnya!

Setelah melepaskan kaos kakinya, Pei Qian Hao mengangkat selimut dan berbaring di atas ranjang, menghirup sisa-sisa samar dari wangi Su Xi-er.

Pei Qian Hao memejamkan matanya, dan sebelum ia tertidur, bertanya-tanya, Apa yang mungkin diperbincangkan kakak-beradik itu?

***

Itu adalah hari yang terang dan cerah keesokan paginya, bahkan diiringi dengan angin sepoi-sepoi yang hangat. Jalanannya dipenuhi dengan kemeriahan sewaktu tiap rumah tangga mengambil sepotong kain sutra merah dari kantor pemerintahan lokal untuk digantungkan di samping pintu mereka.

Pagi-pagi sekali tadi, Pei Qian Hao sudah menurunkan sebuah titah lisan bahwa, ibu kota akan didekorasi, sehingga akan ada nuansa yang meriah untuk pernikahannya. Kantor-kantor pemerintahan lokal yang mendistribusikan sutra merah pun hanyalah sebagian dari perintah ini.

Dengan para warga yang bergegas untuk mengambil sutra merah dan cahaya matahari yang keemasan menyinari wajah mereka, atmosfer yang meriah dan penuh perayaan segera menjalar di ibu kota.

Hanya dibutuhkan beberapa jam sebelum nuansa ibu kota sepenuhnya berubah, dengan jalanannya diisi dengan perbincangan mengenai Pangeran Hao dan Hao Wang Fei.

"Hao Wang Fei, pastinya sudah mengumpulkan banyak keberuntungan di kehidupan lalunya, sampai bisa bertemu dengan seorang pria seperti Pangeran Hao."

"Pangeran Hao memperlakukannya dengan sangat tulus. Pernikahannya dalam skala besar, bahkan para penguasa dari kerajaan lain pun datang. Kaisar Nan Zhao tiba kemarin, dan penguasa dari Dong Ling dan Xi Liu akan datang hari ini."

"Itu tidak kalah dibandingkan dengan nuansa meriah selama perjamuan kerajaan!"

Diskusi yang memanas itu dibawa dari pagi sampai siang hari.

***

Yun Ruo Feng melihat ke jalan utama melalui jendela, pemandangan sutra merah yang berkibar tertiup angin menusuk hatinya dengan sangat dalam.

Ia mencengkeram cangkir teh di tangan kanannya saat emosi yang kacau menguasai hatinya. Walaupun ia sudah siap secara mental, hatinya masih sakit melihat pemandangan itu, dan genggaman kuatnya segera memecahkan cangkir teh tersebut.

Qin Ling berjalan tepat di saat ini, dan sempat tertegun dengan pemandangan pecahan porselen yang berjatuhan di lantai sebelum ia mengeluarkan sepucuk surat. "Pangeran Yun, seorang pengawal pribadi dari Pangeran Kekaisaran Ketiga mengirimkan surat ini."

Ekspresi Yun Ruo Feng menjadi normal sewaktu ia mengulurkan tangannya untuk mengambil surat tersebut. Setelah membacanya, sudut mulutnya terangkat sebelum ia memegang surat itu ke sebatang lilin, membiarkannya terbakar menjadi abu.

"Kita akan bersembunyi untuk beberapa hari ke depan sebelum bertindak di malam pernikahan Pangeran Hao."

Qin Ling membungkuk. "Bawahan ini mematuhi perintah."

"Mundur." Yun Ruo Feng melambaikan tangan sewaktu ia berbicara, tatapannya tidak pernah lepas dari sutra merah yang tergantung di rumah-rumah warga.

Setelah Qin Ling meninggalkan ruangan, secara kebetulan, Yun Ruo Feng melihat Su Xi-er, Ning Lian Chen, dan Liu Yin Yin yang berpakaian kasual. Mereka sedang mengobrol dan bercanda dengan riang sewaktu berjalan di jalanan utama, menuju ke rumah jahit.

Pemilik dari rumah jahit itu bermarga 'Liu', dan keahlian menjahitnya indah. Ia berspesialisasi dalam gaun pengantin, jadi apakah Su Xi-er kemari untuk melihat-lihat mereka? Tetapi, mengapa Pei Qian Hao tidak ada di sini? Juga, kenapa ia mengizinkan Su Xi-er dan Ning Lian Chen bersama-sama?

Kecurigaan menyelimuti mata Yun Ruo Feng. Ini tidak terlihat seperti gaya Pei Qian Hao yang biasanya.

Krek.

Pintu terbuka lagi dan Qin Ling bergegas masuk ke dalam. "Pangeran Yun, Commandery Prince Xie berada tiga puluh kilometer jauhnya, dan seorang jenderal bawahannya gugur. Dengan masalah seperti ini yang menyibukkannya, aku takut kalau ia tidak akan bisa kembali ke ibu kota tepat waktu."

"Pei Qian Hao bukanlah seseorang yang bisa dianggap enteng. Sudah pasti ia tidak akan memaafkan Commandery Prince Xie, tetapi meski begitu, rencana kita akan tetap berjalan seperti biasa. Ketidakhadirannya tidak akan memengaruhi Pangeran ini." Yun Ruo Feng tenang, dan jejak tekad tampak jelas di matanya.

"Apa yang harus kita lakukan jika rencananya gagal dan Pangeran Hao mengejar kita?" Qin Ling dengan blak-blakan mengungkapkan kerisauannya.

Apabila itu orang lain selain Pangeran Hao, tidak akan ada yang perlu dicemaskan. Tetapi seperti yang Pangeran Yun katakan, Pangeran Hao tidak bisa dianggap enteng.

"Itu tidak akan terjadi." Yun Ruo Feng mengalihkan pandangannya ke luar jendela.

Qin Ling melihat ke arah yang sama dan menangkap pemandangan Su Xi-er yang berjalan keluar dari rumah jahit dengan satu buntalan kain besar berwarna merah menyala di tangannya. Segera setelahnya, satu kereta kuda datang dan menjemput ketiganya sebelum berangkat.

Buntalan besar berwarna merah terang itu seharusnya adalah gaun pengantin, kan? Menyadari itu, Qin Ling pun menoleh untuk memeriksa ekspresi Yun Ruo Feng, hanya untuk melihat manik matanya yang sehitam tinta.

Pangeran Yun selalu memasang sikap yang lembut di depan orang lain, tetapi semenjak ia memasuki Bei Min, ekspresinya kerap kali gelap dan merenung. Semua ini dikarenakan oleh Su Xi-er, wanita yang mampu memengaruhi setiap pemikiran dan tindakan Pangeran Yun.

Qin Ling tidak bisa mengerti kenapa Yun Ruo Feng begitu memedulikan tentang Su Xi-er, walaupun hanya berinteraksi dengannya selama beberapa hari. Ia bahkan datang ke Bei Min demi mencoba merebut pengantin wanita Pangeran Hao.

"Mundurlah, Pangeran ini ingin istirahat." Yun Ruo Feng menutup jendela, menghadang atmofer perayaan di jalanan.

Hatiku hanya bisa menemukan penghiburan dengan tidak melihatnya.

"Bawahan ini akan undur diri." Qin Ling menangkupkan tinjunya dan berbalik pergi. Ia sangat jelas bahwa ekspresi Yun Ruo Feng akan menjadi semakin buruk seiring dengan pernikahannya yang mendekat, bahkan jika malam pernikahan itu akan menjadi saat mereka merebut Su Xi-er.

***

Di rumah pos tersebut, mata Liu Yin Yin berbinar-binar selagi ia memandangi gaun pengantin yang terbuka. "Itu bagus sekali! Kakak Peri pasti akan terlihat sangat cantik dengan mengenakan gaun ini! Pantas saja kau tidak setuju untuk kembali ke Nan Zhao bersamaku kemarin. Jadi, itu karena kau akan menikah beberapa hari lagi."

Suara serak seorang pria segera terdengar. "Hao Wang Fei, alaminya harus tetap berada di Bei Min."

Liu Yin Yin berbalik terkejut, melihat seorang pria yang mengenakan jubah berwarna biru keunguan, sedang berdiri di pintu masuk ruangan. Matanya yang dalam dan aura dinginnya menakuti Liu Yin Yin sampai terdiam, dan ia cepat-cepat bersembunyi di belakang Ning Lian Chen.

Su Xi-er melirik Pei Qian Hao dan menegurnya, "Ia baru berumur sepuluh tahun. Jangan menakutinya."

Dengan pengingatnya, Pei Qian Hao jadi rileks, sikap dinginnya, entah bagaimana menghilang. Responsnya yang tadi, adalah reaksi spontan setelah merasa tidak senang dengan komentar santai Liu Yin Yin tentang Su Xi-er yang kembali ke Nan Zhao.

Walaupun Liu Yin Yin masih takut, ia menjulurkan kepalanya dari balik Ning Lian Chen dan dengan hati-hati melihat ke arah Su Xi-er, "Ia adalah suamimu?"

"Mmm. Kemari dan lihatlah gaun pengantinnya. Apakah cantik?" Su Xi-er memperlihatkan gaun pengantinnya pada Pei Qian Hao, terlalu sibuk dengan kegirangannya untuk menyadari bahwa tidaklah pantas untuk memperlihatkan gaun pengantin pada Pei Qian Hao di hadapan Ning Lian Chen.

Kalau itu dulu, Pei Qian Hao sudah pasti akan merasa tidak senang. Tetapi kini, ia mengetahui bahwa pria yang berdiri di depannya adalah adik iparnya, sekaligus satu-satunya keluarga Su Xi-er yang tersisa.

Pei Qian Hao maju selangkah ke depan, senyuman sampai di ceruk matanya. "Kau tampak cantik dengan apa pun yang kau pakai."

Liu Yin Yin terkejut. Ia begitu dingin belum lama ini, tetapi mendadak jadi lembut. Ia menyodok Ning Lian Chen dan membisikkan, "Kenapa ia begitu dingin kepada kita, tetapi penuh dengan kelembutan saat itu kepada Kakak Peri?"

 

0 comments:

Posting Komentar