Consort of A Thousand Faces
Chapter 409 : Pemandangan yang Meriah untuk Dilihat
Saat
Liu Yin Yin melihat kemarahan Ning Lian Chen, ia tahu bahwa tidak bijaksana
untuk memaksakan keberuntungannya. Karena itu, ia berhenti bicara dan fokus
pada makanannya.
Su
Xi-er tersenyum sewaktu ia menaruh beberapa makanan di mangkuk Liu Yin Yin,
sementara ekspresi Ning Lian Chen juga kembali normal selagi ia mulai makan.
Angin
malam jadi semakin kencang, dan hujan deras tiba-tiba saja menghempas jendela.
Ketakutan dengan suara hujan yang deras, Liu Yin Yin menggigil, tetapi dengan
cepat merasa tenang ketika ia melihat Su Xi-er dan Ning Lian Chen.
***
Setelah
Pei Qian Hao menghabiskan makanannya di Istana Naga Langit, ia memeriksa
perkembangan Situ Lin dalam tulisan tangannya sebelum kembali ke aula samping
untuk membersihkan diri.
Melihat
ke ranjang yang kosong, mata Pei Qian Hao menggelap. Aku hanya akan
memberikannya satu malam untuk menghabiskan waktu bersama Ning Lian Chen. Mulai
besok, ia akan jadi milikku sepenuhnya!
Setelah
melepaskan kaos kakinya, Pei Qian Hao mengangkat selimut dan berbaring di atas
ranjang, menghirup sisa-sisa samar dari wangi Su Xi-er.
Pei
Qian Hao memejamkan matanya, dan sebelum ia tertidur, bertanya-tanya, Apa
yang mungkin diperbincangkan kakak-beradik itu?
***
Itu
adalah hari yang terang dan cerah keesokan paginya, bahkan diiringi dengan
angin sepoi-sepoi yang hangat. Jalanannya dipenuhi dengan kemeriahan sewaktu
tiap rumah tangga mengambil sepotong kain sutra merah dari kantor pemerintahan
lokal untuk digantungkan di samping pintu mereka.
Pagi-pagi
sekali tadi, Pei Qian Hao sudah menurunkan sebuah titah lisan bahwa, ibu kota
akan didekorasi, sehingga akan ada nuansa yang meriah untuk pernikahannya.
Kantor-kantor pemerintahan lokal yang mendistribusikan sutra merah pun hanyalah
sebagian dari perintah ini.
Dengan
para warga yang bergegas untuk mengambil sutra merah dan cahaya matahari yang
keemasan menyinari wajah mereka, atmosfer yang meriah dan penuh perayaan segera
menjalar di ibu kota.
Hanya
dibutuhkan beberapa jam sebelum nuansa ibu kota sepenuhnya berubah, dengan
jalanannya diisi dengan perbincangan mengenai Pangeran Hao dan Hao Wang
Fei.
"Hao Wang
Fei, pastinya sudah mengumpulkan banyak keberuntungan di kehidupan lalunya,
sampai bisa bertemu dengan seorang pria seperti Pangeran Hao."
"Pangeran
Hao memperlakukannya dengan sangat tulus. Pernikahannya dalam skala besar,
bahkan para penguasa dari kerajaan lain pun datang. Kaisar Nan Zhao tiba
kemarin, dan penguasa dari Dong Ling dan Xi Liu akan datang hari ini."
"Itu
tidak kalah dibandingkan dengan nuansa meriah selama perjamuan kerajaan!"
Diskusi
yang memanas itu dibawa dari pagi sampai siang hari.
***
Yun
Ruo Feng melihat ke jalan utama melalui jendela, pemandangan sutra merah yang
berkibar tertiup angin menusuk hatinya dengan sangat dalam.
Ia
mencengkeram cangkir teh di tangan kanannya saat emosi yang kacau menguasai
hatinya. Walaupun ia sudah siap secara mental, hatinya masih sakit melihat
pemandangan itu, dan genggaman kuatnya segera memecahkan cangkir teh tersebut.
Qin
Ling berjalan tepat di saat ini, dan sempat tertegun dengan pemandangan pecahan
porselen yang berjatuhan di lantai sebelum ia mengeluarkan sepucuk surat.
"Pangeran Yun, seorang pengawal pribadi dari Pangeran Kekaisaran Ketiga
mengirimkan surat ini."
Ekspresi
Yun Ruo Feng menjadi normal sewaktu ia mengulurkan tangannya untuk mengambil
surat tersebut. Setelah membacanya, sudut mulutnya terangkat sebelum ia
memegang surat itu ke sebatang lilin, membiarkannya terbakar menjadi abu.
"Kita
akan bersembunyi untuk beberapa hari ke depan sebelum bertindak di malam
pernikahan Pangeran Hao."
Qin
Ling membungkuk. "Bawahan ini mematuhi perintah."
"Mundur."
Yun Ruo Feng melambaikan tangan sewaktu ia berbicara, tatapannya tidak pernah
lepas dari sutra merah yang tergantung di rumah-rumah warga.
Setelah
Qin Ling meninggalkan ruangan, secara kebetulan, Yun Ruo Feng melihat Su Xi-er,
Ning Lian Chen, dan Liu Yin Yin yang berpakaian kasual. Mereka sedang mengobrol
dan bercanda dengan riang sewaktu berjalan di jalanan utama, menuju ke rumah
jahit.
Pemilik
dari rumah jahit itu bermarga 'Liu', dan keahlian menjahitnya indah. Ia
berspesialisasi dalam gaun pengantin, jadi apakah Su Xi-er kemari untuk
melihat-lihat mereka? Tetapi, mengapa Pei Qian Hao tidak ada di sini? Juga,
kenapa ia mengizinkan Su Xi-er dan Ning Lian Chen bersama-sama?
Kecurigaan
menyelimuti mata Yun Ruo Feng. Ini tidak terlihat seperti gaya Pei Qian Hao
yang biasanya.
Krek.
Pintu
terbuka lagi dan Qin Ling bergegas masuk ke dalam. "Pangeran Yun, Commandery
Prince Xie berada tiga puluh kilometer jauhnya, dan seorang jenderal
bawahannya gugur. Dengan masalah seperti ini yang menyibukkannya, aku takut
kalau ia tidak akan bisa kembali ke ibu kota tepat waktu."
"Pei
Qian Hao bukanlah seseorang yang bisa dianggap enteng. Sudah pasti ia tidak
akan memaafkan Commandery Prince Xie, tetapi meski begitu,
rencana kita akan tetap berjalan seperti biasa. Ketidakhadirannya tidak akan
memengaruhi Pangeran ini." Yun Ruo Feng tenang, dan jejak tekad tampak
jelas di matanya.
"Apa
yang harus kita lakukan jika rencananya gagal dan Pangeran Hao mengejar
kita?" Qin Ling dengan blak-blakan mengungkapkan kerisauannya.
Apabila
itu orang lain selain Pangeran Hao, tidak akan ada yang perlu dicemaskan.
Tetapi seperti yang Pangeran Yun katakan, Pangeran Hao tidak bisa dianggap
enteng.
"Itu
tidak akan terjadi." Yun Ruo Feng mengalihkan pandangannya ke luar
jendela.
Qin
Ling melihat ke arah yang sama dan menangkap pemandangan Su Xi-er yang berjalan
keluar dari rumah jahit dengan satu buntalan kain besar berwarna merah menyala
di tangannya. Segera setelahnya, satu kereta kuda datang dan menjemput
ketiganya sebelum berangkat.
Buntalan
besar berwarna merah terang itu seharusnya adalah gaun pengantin, kan? Menyadari
itu, Qin Ling pun menoleh untuk memeriksa ekspresi Yun Ruo Feng, hanya untuk
melihat manik matanya yang sehitam tinta.
Pangeran
Yun selalu memasang sikap yang lembut di depan orang lain, tetapi semenjak ia
memasuki Bei Min, ekspresinya kerap kali gelap dan merenung. Semua ini dikarenakan
oleh Su Xi-er, wanita yang mampu memengaruhi setiap pemikiran dan tindakan
Pangeran Yun.
Qin
Ling tidak bisa mengerti kenapa Yun Ruo Feng begitu memedulikan tentang Su
Xi-er, walaupun hanya berinteraksi dengannya selama beberapa hari. Ia
bahkan datang ke Bei Min demi mencoba merebut pengantin wanita Pangeran Hao.
"Mundurlah,
Pangeran ini ingin istirahat." Yun Ruo Feng menutup jendela, menghadang
atmofer perayaan di jalanan.
Hatiku
hanya bisa menemukan penghiburan dengan tidak melihatnya.
"Bawahan
ini akan undur diri." Qin Ling menangkupkan tinjunya dan berbalik pergi.
Ia sangat jelas bahwa ekspresi Yun Ruo Feng akan menjadi semakin buruk seiring
dengan pernikahannya yang mendekat, bahkan jika malam pernikahan itu akan
menjadi saat mereka merebut Su Xi-er.
***
Di
rumah pos tersebut, mata Liu Yin Yin berbinar-binar selagi ia memandangi gaun
pengantin yang terbuka. "Itu bagus sekali! Kakak Peri pasti akan terlihat
sangat cantik dengan mengenakan gaun ini! Pantas saja kau tidak setuju untuk
kembali ke Nan Zhao bersamaku kemarin. Jadi, itu karena kau akan menikah
beberapa hari lagi."
Suara
serak seorang pria segera terdengar. "Hao Wang Fei, alaminya
harus tetap berada di Bei Min."
Liu
Yin Yin berbalik terkejut, melihat seorang pria yang mengenakan jubah berwarna
biru keunguan, sedang berdiri di pintu masuk ruangan. Matanya yang dalam dan
aura dinginnya menakuti Liu Yin Yin sampai terdiam, dan ia cepat-cepat
bersembunyi di belakang Ning Lian Chen.
Su
Xi-er melirik Pei Qian Hao dan menegurnya, "Ia baru berumur sepuluh tahun.
Jangan menakutinya."
Dengan
pengingatnya, Pei Qian Hao jadi rileks, sikap dinginnya, entah bagaimana
menghilang. Responsnya yang tadi, adalah reaksi spontan setelah merasa tidak
senang dengan komentar santai Liu Yin Yin tentang Su Xi-er yang kembali ke Nan
Zhao.
Walaupun
Liu Yin Yin masih takut, ia menjulurkan kepalanya dari balik Ning Lian Chen dan
dengan hati-hati melihat ke arah Su Xi-er, "Ia adalah
suamimu?"
"Mmm.
Kemari dan lihatlah gaun pengantinnya. Apakah cantik?" Su Xi-er memperlihatkan
gaun pengantinnya pada Pei Qian Hao, terlalu sibuk dengan kegirangannya untuk
menyadari bahwa tidaklah pantas untuk memperlihatkan gaun pengantin pada Pei
Qian Hao di hadapan Ning Lian Chen.
Kalau
itu dulu, Pei Qian Hao sudah pasti akan merasa tidak senang. Tetapi kini, ia
mengetahui bahwa pria yang berdiri di depannya adalah adik iparnya, sekaligus
satu-satunya keluarga Su Xi-er yang tersisa.
Pei
Qian Hao maju selangkah ke depan, senyuman sampai di ceruk matanya. "Kau
tampak cantik dengan apa pun yang kau pakai."
Liu
Yin Yin terkejut. Ia begitu dingin belum lama ini, tetapi mendadak jadi
lembut. Ia menyodok Ning Lian Chen dan membisikkan, "Kenapa ia
begitu dingin kepada kita, tetapi penuh dengan kelembutan saat itu kepada Kakak
Peri?"

0 comments:
Posting Komentar