Sabtu, 27 Juni 2026

CTF - Chapter 412

Consort of A Thousand Faces

Chapter 412 : Menunggunya di Tempat Tidur


Setelah percakapan sekilas mereka, keduanya tak lagi mengatakan apa-apa sewaktu mereka masing-masing menuju ke Perpustakaan Kekaisaran dan keluar dari istana kekaisaran.

Ketika Tan Ge kembali ke Perpustakaan Kekaisaran, ia kebetulan bertemu Su Xi-er, Ruo Yuan, dan Hong Li yang sedang menggantung sutra merah.

"Kita harus memasang sutra merah selama beberapa hari sebelum pernikahan, hanya diturunkan dan dipasang kembali jika turun hujan. Beruntungnya, seharusnya tidak akan turun hujan beberapa hari ke depan. Itu bukannya tidak menguntungkan, tetapi malahan, kita harus menganggapnya sebagai berkah Langit untukmu." Hong Li tersenyum sewaktu ia mengambil sutra merah dari Ruo Yuan dan mulai menggantungkannya.

Ruo Yuan terkikik melihat Su Xi-er. "Hong Li menemukan sebuah buku di ruang penyimpanan mengenai adat pernikahan. Itu mengatakan sesuatu tentang menggantungkan sutra merahnya dua kali sehingga suami dan istri mampu menghadapi kesulitan di masa yang akan datang."

Adat istiadat Bei Min dan Nan Zhao sangat berbeda; aku tidak tahu ada kepercayaan semacam itu. Su Xi-er membalas senyuman itu, dan tepat saat ia akan menjawab, ia melihat Tan Ge berjalan mendekat dari sudut matanya.

Tan Ge juga menyadari Su Xi-er melihat ke arahnya. "Aku sudah selesai menjahitkan saputangannya. Biar kuambilkan untukmu."

"Tan Ge, kau cepat sekali!" Ruo Yuan merasa gembira.

"Dengan pernikahan yang sudah akan tiba, aku tak punya pilihan selain jadi cepat. Kalian semua bisa terus gantungkan saja sutra merahnya sambil menungguku." Kemudian, Tan Ge pun berlalu.

Baru setelah menyimpan sapu dengan baik, Tan Ge kembali ke kamarnya, menutup pintu di belakangnya. Kemudian, ia mengeluarkan liontin giok dari lengan bajunya dan memegangnya ke atas mengenai cahaya matahari yang bersinar melalui celah dari jendela yang tertutup.

Dengan penerangan dari cahaya matahari, liontin giok itu bahkan tampak lebih transparan dan indah. Tetapi, terlepas sekarang dapat melihat dengan jelas bentuk yang terukir di bagian tengah liontin tersebut, Tan Ge kaget karena ia tidak bisa mengenali huruf itu.

Itu lebih mirip semacam simbol yang aneh ketimbang sebuah huruf.

Keheranan di matanya semakin dalam. Su Xi-er hanya anak kecil dulu; bagaimana ia mendapatkan liontin giok ini? Karena Pangeran Hao akan menikahinya, ia pasti akan mengambil buntalan kain ini. Ketika Su Xi-er membukanya dan menemukan kalau liontin gioknya hilang, tak diragukan lagi, Pangeran Hao pasti akan memulai penyelidikan.

Alis Tan Ge mengerut. Aku harus menyembunyikan liontin giok ini dengan hati-hati dan memastikan kalau tidak ada yang menemukannya. Aku bahkan tidak boleh membiarkan Commandery Prince Xie mengetahui tentang ini.

Samar-samar, ia merasa liontin giok ini sangat penting. Mempertimbangkan bahwa Su Xi-er berasal dari latar belakang yang miskin, mungkin liontin giok ini bukanlah miliknya. Mungkin ia secara kebetulan memungutnya ketika ia masih kecil, kemudian menganggapnya seperti mainan anak-anak dan membawanya ke istana kekaisaran.

Bahkan, walaupun Su Xi-er menyadari kalau liontin giok itu sudah menghilang, ia tidak akan bisa mengetahui siapa yang mengambilnya. Namun, Tan Ge tidak mengetahui bahwa Su Xi-er yang sekarang bahkan tidak mengetahui adanya liontin giok itu! Bagaimanapun juga, ia sekarang adalah seorang wanita yang sebelumnya dikenal sebagai Ning Ru Lan!

Tan Ge meletakkan liontin giok itu di dalam lemari pakaian dan berjalan ke ranjang, mengeluarkan saputangan di bawah bantal sebelum berjalan keluar.

Setelah keluar dari kamar, ia melihat kamar di sebelah kamarnya sudah didekorasi dengan sutra merah, dan ketiga orang itu kini sedang menuju ke ruangan lainnya.

Setelah menyusul mereka, ia menyerahkan saputangan itu pada Su Xi-er. "Lihatlah. Apa kau menyukainya?"

Su Xi-er menerima saputangan merah menyala itu dan melihat bunga anggrek yang tersulam di bagian bawahnya. Kebetulan sekali; itu benar-benar sesuai dengan namaku yang sebelumnya.

"Terima kasih, aku sangat menyukainya." Mata Su Xi-er mengandung senyuman selagi ia menyimpan saputangan itu di dalam lengan bajunya.

Ruo Yuan cemberut. "Saputangannya cantik sekali; sayang karena pengantin wanita harus membuangnya sebelum memasuki rumah si pengantin pria."

"Pengantin wanita membuang saputangan menandakan membuang sifat buruknya, tetapi warga sipil yang ada di sekitar boleh menangkapnya. Wanita yang menangkapnya akan bertemu dengan keberuntungan." Hong Li menjelaskan sewaktu ia membungkuk untuk mengambil lebih banyak sutra merah.

Ruo Yuan tidak mengerti, dan melihat ke arah Su Xi-er. "Mengapa wanita lain akan mendapatkan keberuntungan ketika si pengantin wanita membuang sifat jeleknya?"

Su Xi-er tersenyum. "Di saat saputangan itu meninggalkan tangan si pengantin wanita, sifat jeleknya sudah terbuang. Mulai saat itu, saputangannya akan dipenuhi dengan nuansa yang meriah. Tentu saja itu akan beruntung."

Ruo Yuan menganggukkan kepalanya seolah ia sudah mendapatkan sebuah pencerahan. "Jadi begitu cara kerjanya. Aku bodoh sekali. Sepertinya aku harus bekerja keras untuk menutupi kebodohanku, karena burung yang ceroboh harus terbang lebih dulu."

"Kau menggunakan idiom empat kata dengan sangat lancar." Hong Li tertawa sebelum lanjut menggantung sutra merah.

Wajah Tan Ge diselimuti dengan senyum lebar sewaktu ia memerhatikan mereka bertiga bersenda gurau tanpa kecemasan; mau tak mau, ia merasa sedikit iri.

Tiba-tiba saja, Ruo Yuan menoleh pada Su Xi-er dan berkata, "Sebelum tiap dayang istana memasuki istana, mereka akan membawa beberapa benda yang tidak sanggup ditinggalkan dan disimpan di Departemen Rumah Tangga Kekaisaran. Kau harus pergi ke Kediaman Pangeran Hao untuk mendapatkan kembali benda-benda itu. Hong Li dan aku berencana untuk pergi dan mengambilnya sehari sebelum pernikahanmu. Setelahnya, kami akan menjadi pelayan mas kawinmu yang menemanimu menuju ke Kediaman Pangeran Hao ketika kau menikah."

Ruo Yuan terkikik di bagian terakhir, wajahnya tampak cerah.

Sekali lagi, Su Xi-er mempelajari sesuatu yang baru. Ini berbeda dari Nan Zhao juga. Sebelum dayang istana Nan Zhao memasuki istana, mereka tidak diizinkan untuk membawa barang apa pun terkait dengan masa lalu mereka, terlebih lagi membiarkan Departemen Rumah Tangga Kekaisaran untuk menjaga benda-benda semacam itu.

Mengenai poin ini, metode pengelolaan Bei Min jauh lebih manusiawi.

"Aku akan pergi dan mengambil mereka setelah kita selesai menggantungkan sutra merah. Kalian berdua bisa ikut bersamaku." Su Xi-er berkata dengan tenang.

Tan Ge merasa hatinya tenggelam. Su Xi-er akan mengambil buntalan kainnya; hanya masalah waktu hingga ia menemukan bahwa liontin gioknya hilang.

Menekan kerisauan dalam hatinya, Tan Ge bertanya, "Su Xi-er, kau sudah di istana untuk waktu yang sangat lama. Apa kau ingat apa yang kau bawa kemari? Ingatlah untuk memeriksanya dengan benar ketika kau mengambil barang-barang itu."

Su Xi-er menjawab sambil tersenyum. "Tentu saja aku ingat." Aku bilang begitu, tetapi mana mungkin aku tahu barang apa saja yang ada di sana? Hanya Su Xi-er yang asli yang akan mengetahuinya, karena barang-barang itu adalah miliknya.

Tan Ge merasa hatinya menegang mendengar perkataannya, tetapi dengan cepat teringat untuk mengatakan, "Aku akan pergi dan menyapu lantai." Kemudian, ia pergi dengan cepat.

Tekad pun muncul di mata Tan Ge. Aku ingin bertaruh. Meski jika Su Xi-er menemukannya dan Pangeran Hao menyelidiki masalah itu, aku tetap tidak boleh mengakui bahwa akulah yang mengambilnya.

Liontin giok yang ada dalam barang-barang milik Su Xi-er ini tidak masuk akal dengan latar belakangnya. Sudah pasti ada sesuatu yang mencurigakan.

***

Beberapa jam setelahnya, sekali lagi, Perpustakaan Kekaisaran diselimuti dengan suasana yang meriah. Atapnya sepenuhnya ditutupi dengan sutra merah yang berkibar, menciptakan lautan warna merah.

Su Xi-er makan siang di Perpustakaan Kekaisaran sebelum menuju ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran bersama Ruo Yuan dan Hong Li.

Namun, hanya Hong Li dan Ruo Yuan yang dapat menemukan buntalan kain mereka, karena Wu Ling sudah mengambil milik Su Xi-er tanpa memberitahukan padanya.

"Pangeran Hao pasti sudah mengambilkan punyamu untuk membantumu menjaganya. Kau tidak perlu cemas." Ruo Yuan tersenyum.

Su Xi-er mengangguk. "Kalau begitu, mari kita pergi." Aku akan bertanya pada Pei Qian Hao tentang itu malam ini.

"Baiklah." Ruo Yuan dan Hong Li menjawab secara berbarengan.

Lalu, mereka bertiga pun meninggalkan Departemen Rumah Tangga Kekaisaran, dan Su Xi-er tetap berada di Perpustakaan Kekaisaran sepanjang sore hari sebelum kembali ke Istana Naga Langit.

***

Tan Ge diam-diam mengamati Su Xi-er, dan melihat bahwa orang itu bersikap seperti biasanya setelah kembali dari Departemen Rumah Tangga Kekaisaran.

Ia baru mengetahui dari Ruo Yuan setelahnya, bahwa barang Su Xi-er sudah dibawa pergi oleh Pei Qian Hao.

Apakah Pangeran Hao mengetahui apa isi buntalan kain Su Xi-er? Tatapan Tan Ge mendalam, baru kembali tersadar ketika Ruo Yuan memanggilnya.

***

Sementara itu, di saat Su Xi-er kembali ke Istana Naga Langit dan makan malam bersama Situ Lin, Pei Qian Hao masih belum kembali.

"Bibi Kekaisaran, kau harus membersihkan diri duluan. Mungkin Paman Kekaisaran pulang terlambat hari ini karena ada urusan yang harus ditanganinya." Situ Lin terkikik sebelum memelankan suaranya. "Paman Kekaisaran bahkan akan merasa lebih senang jika ia melihatmu menunggunya di tempat tidur ketika ia kembali."

(T/N : dasar kids jaman dulu wkwkwk.)

 

0 comments:

Posting Komentar