Sabtu, 27 Juni 2026

CTF - Chapter 413

Consort of A Thousand Faces

Chapter 413 : Bunga Apa


Su Xi-er tidak tahu apakah ia harus tertawa atau menangis selagi ia menepuk bahu Situ Lin. "Anda menjadi lebih fasih setelah belajar dengan giat selama beberapa hari ini. Darimana Anda mendengar ini?"

Walaupun Su Xi-er tersenyum, Situ Lin dapat membedakan bahwa ia sedang berusaha untuk memancingnya. Aku tidak mungkin mengakui bahwa aku mendengarnya dari para dayang istana, kan?

Situ Lin dengan cepat memutuskan untuk mengarang kebohongan. "Aku memikirkannya sendiri. Aku bukan mendengarnya dari siapa-siapa."

"Benarkah? Jika Anda tidak akan mengatakan yang sebenarnya, aku akan memberitahukan Paman Kekaisaran Anda ketika ia kembali."

Jantung Situ Lin berdebar kencang penuh ketakutan. Tepat sewaktu ia baru saja akan memohon pada Su Xi-er, ia mendengar suara akrab seorang pria yang diiringi dengan kehadiran yang kuat di belakangnya. Oh, tidak, habislah aku. Paman Kekaisaran mendengarnya!

"Memberitahu Pangeran ini soal apa?" Pei Qian Hao bertanya sewaktu ia melihat ke arah Su Xi-er.

Situ Lin mati-matian melemparkan tatapan penuh makna dan tampang memohon pada Su Xi-er. Bibi Kekaisaran, kau tidak boleh memberitahunya!

Su Xi-er tertawa. Tentu saja aku tidak akan memberitahunya. Selain itu, tidak pantas untuk menyebutkan hal semacam itu.

"Apa yang kau lakukan hari ini? Kenapa kau pulang telat sekali?" Ia berusaha bertingkah seolah ia sedang menjilatnya sementara ia berjalan maju dan meraih tangan Pei Qian Hao.

Melihat tampilan kasih sayang mereka, Situ Lin pergi dengan cepat tanpa menunggu Paman Kekaisarannya untuk bicara.

Menyaksikan sosok Situ Lin yang menghilang, alis Pei Qian Hao sedikit berkerut sebelum ia menoleh kepada Su Xi-er yang bertanya, "Apa kau mengirimkan seseorang untuk mengambilkan buntalan kain yang kutinggalkan di Departemen Rumah Tangga Kekaisaran setelah memasuki istana?"

Pei Qian Hao mengangguk. "Iya, Pangeran ini akan membantumu untuk menjaganya."

"Bukankah seharusnya kau membiarkanku melihat isinya?" Su Xi-er bertanya sambil tersenyum. Aku mau melihat benda-benda kepunyaan si pemilik tubuh ini.

"Kau bilang bahwa kau sudah meninggalkan masa lalu, dan tidak akan memedulikan tentang apa yang disebut sebagai kerabatmu itu. Bagaimana bisa kau menginginkan benda-benda itu lagi?" Pei Qian Hao melingkarkan tangannya di pinggang Su Xi-er, menempelkan dahinya di dahi Su Xi-er.

"Tidak bolehkah aku melihat-lihatnya? Bagaimanapun juga, sudah lebih dari sepuluh tahun."

Melihat betapa kukuh Su Xi-er, pada akhirnya, Pei Qian Hao pun menyerah. "Wu Ling, masuk."

Wu Ling memasuki aula. "Pangeran Hao, apakah Anda punya instruksi?"

"Keluarkan barang-barang Hao Wang Fei." Meskipun Pei Qian Hao menjaga suaranya teratur, dapat menggunakan gelar itu, 'Hao Wang Fei', membuatnya senang di dalam hati.

Wu Ling mengeluarkan buntalan kain yang terlipat dari lengan jubahnya, tetapi kertas yang berisi asal muasal Su Xi-er sudah dibakar menjadi abu.

Tadinya, Pei Qian Hao tidak berencana untuk menghancurkan bukti dari latar belakang Su Xi-er, tetapi setelah mengetahui bahwa ia sebenarnya adalah Ning Ru Lan, Pei Qian Hao mengubah pikirannya.

Su Xi-er menerima buntalan kain itu dan meletakkannya di atas meja, mulai melihat-lihat isinya.

Buntalan kain itu sangat kecil, tetapi berisi satu kantong kecil dan indah di antara benda-benda lainnya. Ketika ia membukanya, Su Xi-er terpana akan apa yang dilihatnya.

Mereka adalah tiga bongkah batu kecil yang sudah digosok sampai benar-benar bundar dan halus. Su Xi-er teringat akan anak-anak dari keluarga petani. Tanpa adanya cukup uang untuk membelikan anak-anak mereka mainan, yang dapat dilakukan anak-anak itu adalah bermain dengan batu. Su Xi-er yang asli pastinya bermain dengan batu-batu ini sejak masih kecil sekali, menghasilkan tampilan mereka yang halus saat ini. Ia sudah membawa-bawa mereka dan menganggap mereka seperti harta karun, bahkan membawa mereka bersamanya untuk disimpan di Departemen Rumah Tangga Kekaisaran.

Sekarang ini, warna dari ketiga batu itu sudah memudar setelah bertahun-tahun dibiarkan. Su Xi-er benar-benar merasakan hatinya sakit dalam kepedihan, sementara ia memandangi mereka untuk waktu yang lama.

Pei Qian Hao maju ke depan untuk melihat apa yang sedang dilihat Su Xi-er.

"Pangeran Hao, apakah kau bermain dengan batu-batu ketika kau masih kecil?" Su Xi-er tidak tahan untuk bertanya.

Mendengarkan melankolis dalam suaranya, Pei Qian Hao memeluknya dari belakang sebelum berbisik di telinganya. "Sudah telalu lama. Pangeran ini tidak ingat."

Hati Wu Ling mendadak bergetar selagi ia menyaksikan adegan ini. Pangeran Hao, bisakah Anda lebih memerhatikan keadaan sekitar Anda? Bawahan ini bahkan masih belum memiliki orang yang kusukai. Anda membuatku merasa iri!

Beberapa saat setelahnya, Wu Ling menyingkirkan rasa iri di hatinya dan diam-diam mundur, kembali ke posisinya di luar aula.

Su Xi-er menolehkan kepalanya untuk menatap Pei Qian Hao, tetapi ia mengambil kesempatan ini untuk menundukkan kepalanya dan menangkap bibirnya.

Terlepas dari kekagetannya, dan fakta bahwa mereka berada di aula utama Istana Naga Langit, tangan Pei Qian Hao melingkari pinggang Su Xi-er sewaktu ia menekannya ke meja.

Ciuman hangat menghujani sementara kehangatan dari napas mereka membelai wajah mereka. Benak mereka terfokus hanya pada orang yang ada di hadapannya.

Wajah Su Xi-er berangsur memerah, dan tidak jelas berapa lama ketika akhirnya Pei Qian Hao melepaskannya.

Sekarang ada tatapan genit di mata Su Xi-er. "Kau menyerangku secara tiba-tiba saat aku tidak siap." Aku hanya menoleh untuk meliriknya ketika ia menciumku.

"Kau sudah jadi wanita Pangeran ini. Bagaimana bisa itu serangan tiba-tiba?" Mata Pei Qian Hao diliputi dengan ekspresi yang menggoda sementara sudut bibirnya tersungging.

Su Xi-er hanya berpaling, tatapannya tertuju pada bebatuan itu. Karena ini adalah milik si pemilik tubuh asli ini, aku harus menjaga mereka baik-baik.

Ketika ia mengikatkan kantong itu, ia menemukan bunga aneh yang tersulam di bagian bawahnya. Kelopaknya berwarna ungu, dan mereka mirip dengan Bunga Ungu Harum.

Ia menoleh ke arah Pei Qian Hao. "Apa kau bisa mengetahui, bunga apa ini?"

Alis Pei Qian Hao mengerut. Ini bukan Bunga Ungu Harum. Kelopak ungu, tangkai yang sangat tipis ... apakah ini adalah bunga Bebek Mandarin Ungu dari wilayah barat? Ornamen di Bei Min tidak pernah dihiasi dengan bunga Bebek Mandarin Ungu. Mengapa di kantong ini ada bunga semacam ini yang tersulam di atasnya?

"Apa kau mengenalinya?" Su Xi-er bertanya lagi setelah ia melihat Pei Qian Hao tetap diam.

Alis Pei Qian Hao menjadi rileks saat ia menjawab, "Aku tidak mengenalinya. Itu mirip seperti bunga Ungu Harum, tetapi bukan." Ia memberitahukan sebagian kenyataannya, tidak menyebutkan bahwa ia mengenalinya sebagai bunga Bebek Mandarin Ungu dari wilayah barat. Sangat aneh, ada bunga semacam ini tersulam di kantongnya.

"Itu aneh sekali. Aku akan pergi ke Perpustakaan Kekaisaran lain hari untuk memeriksa apakah ada ringkasan tentang bunga." Kata Su Xi-er sewaktu ia meletakkan kembali kantong itu.

"Kau hanya perlu untuk fokus menjadi pengantin wanita yang cantik; jangan mencemaskan tentang sisanya." Pei Qian Hao menundukkan kepala untuk mencium keningnya sebelum melepaskannya. Ia menginstruksikan Wu Ling, "Masuk. Bawa buntalan kain ini ke Kediaman Pangeran Hao dan letakkan di dalam lemari pakaian di dalam kamar Pangeran ini."

Wu Ling masuk dan menjawab mengiyakan sebelum mengambil buntalan kain itu di tangannya, dengan cepat meninggalkan aula utama.

"Kemari, ayo ke aula samping." Pei Qian Hao segera menggandeng tangan Su Xi-er saat mereka keluar.

Nama dan penampakan dari berbagai macam bunga melintas dalam benak Su Xi-er, tetapi tak satu pun dari mereka yang sesuai dengan bunga yang ada pada kantong itu. Nan Zhao, Bei Min, Xi Liu, dan Dong ling tidak memiliki bunga semacam ini. Apakah itu berasal dari kerajaan atau suku asing? Tetapi, pemilik aslinya terlahir dari latar belakang yang miskin, mengapa ia bisa ....

Di saat Pei Qian Hao sudah menarik Su Xi-er ke aula samping, ia masih berpikir keras, sehingga dengan lembut ia menggetok jidat Su Xi-er. "Xi-er, barang itu milikmu. Seharusnya kau tahu dengan baik, bunga apa itu."

Su Xi-er segera menjelaskan, "Aku tidak mengenali bunga ini bahkan saat aku masih kecil, dan itu tetap sama sekarang. Aku hanya terpikir untuk bertanya padamu setelah aku melihatnya lagi, tetapi sepertinya, bahkan kau saja tidak tahu apa itu."

Pei Qian Hao terkekeh pelan. Wajah wanita ini tidak memerah karena berbohong, pernapasannya juga tidak membocorkan apa-apa. Jika bukan karena pengamatanku yang cermat dan konfirmasi dari Ning Lian Chen, aku mungkin akan benar-benar terus dibiarkan tidak tahu apa-apa.

Tetapi, aku tidak akan memberitahukan padanya bahwa aku sudah mengetahui identitasnya yang asli.

 

0 comments:

Posting Komentar